Gadis bernama Shanum tidak pernah menyangka bahwa dia akan terlibat hubungan cinta terlarang (cinta se-jenis).
Setelah lepas dari cinta terlarangnya, dia dipertemukan dengan laki-laki yang malah merenggut mahkotanya secara paksa karena dendam.
Tapi Tuhan Maha Adil, pada akhirnya dia dipertemukan dengan laki-laki yang bisa menerima dia apa adanya, mencintai dengan tulus dan mendapatkan kebahagiannya hingga akhir hayatnya.
Hi reader, kalau sekiranya Novel ini kurang nyaman dibaca, silakan memilih bacaan yang sesuai umur dan tipe Novel yang disukai 🥰❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Merona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Tolong, Jangan..."
Seperti yang orang-orang bilang, makan olahan ikan bisa membuat kantuk, itu benar adanya. Karena itulah yang dirasakan Shanum saat ini. Matanya langsung terasa berat. Berkali-kali dia menutup mulut dengan telapak tangannya karena menguap.
Gadis itu memutuskan untuk tidur setelah ini, apalagi mengingat besok adalah hari Senin, dia harus tepat waktu datang ke Butik. Kalau kesiangan bisa-bisa dia mendapat nilai C dari pengawasnya, dari Clara ataupun Marissa.
Shanum rasanya ingin cepat-cepat menyelesaikan program magangnya ini. Ingin kembali ke kehidupan normalnya sebagai anak Ayah.
"Aku rindu ayah," ucapnya lirih.
Dibalik pintu kamar Shanum
"Sepertinya anak itu sudah tidur dengan nyenyak, baiklah ini saatnya aku memberi kamu hukuman, sayang," ucapnya dengan senyum menyeringai.
Secara perlahan dia membuka pintu kamar Shanum dengan kunci serep yang dia punya. Dia berusaha agar tidak menimbulkan suara sedikitpun. Dia tidak mau gadis di dalam kamar itu malah terbangun. Bisa gagal rencananya malam ini pikirnya.
Orang yang di balik pintu berhasil masuk seperti biasa, lalu dengan mengendap-endap Ia berjalan ke arah di mana gadisnya sedang terlelap. Dengan menelan salivanya, dia menatap liar inci demi inci keindahan di depannya.
Dada ranumnya begitu jelas terlihat menantang dan areolanya pun tercetak sempurna. Bisa dipastikan dia saat ini tidak mengenakan apa-apa di dalamnya.
Dengan hasrat yang sudah tak terbendung, dia naik ke atas ranjang milik gadisnya. Menatap wajah lugu itu lalu membelainya lembut. Seketika dia mendaratkan kecupannya, dimulai dari kedua mata gadis itu lalu berakhir di bibir tipisnya yang sedang menganga.
"Oh.. God! lagi tidurpun kamu begitu menggoda," bisiknya.
Tanpa membuang waktu, dia langsung mel*mat bibir itu. Dia sudah tidak peduli lagi kalau gadisnya terbangun. Dia terus melum*tnya dan berusaha menerobos mulut Shanum dengan lidahnya.
Seperti ada sesuatu yang aneh, Shanum akhirnya terbangun dan mengerjapkan matanya. Membuka lebar-lebar kedua bola matanya. Sungguh dia tidak percaya siapa yang didepannya. Lebih-lebih lagi dia tidak percaya ketika sadar apa yang sedang dilakukannya terhadapnya.
Ya, saat ini posisi orang itu sedang di atas tubuhnya dan mel*mat bibirnya.
Shanum ingin berteriak tapi bibirnya terus dilumat olehnya. Seperti sengaja agar dia tidak bisa berteriak ataupun melakukan perlawanan. Orang itu terus memberikan rangs*ngan-rangs*ngan pada titik lemahnya, tangan kirinya membelai telinga Shanum lalu membelai lehernya.
Sedangkan tangan kanannya, berusaha menurunkan tali baju tidur Shanum. Shanum berusaha memberontak dengan mendorong orang di depannya ini, namun sayang tenaganya tidak lebih kuat. Dengan secepat kilat tangan orang itu menggengam salahsatu gunung kembarnya lalu mer*masnya pelan, memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada puncaknya.
...Shanum berusaha menahan gejolaknya kuat-kuat....
Terasa seperti akan kehabisan nafas, orang itu akhirnya melepas lumatannya pada bibir Shanum.
Tapi sebelum Shanum melakukan hal bodoh, dia langsung mengecup leher dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana. Shanum menahan des*han-nya dengan menutup mulutnya.
Seolah belum cukup membuat Shanum tersiksa oleh rangs*ngan yang diberikannya, matanya saat ini tertuju pada gunung kembar sang gadis yang tak tertutup apapun.
Seolah paham apa yang akan orang itu lakukan setelah ini, Shanum berbicara dengan nada memelas padanya.
"Tolong, jangan..." Sebelum Shanum selesai berbicara, dia langsung ******* gundukan di dadanya, menyesap sambil meremassnya.
Shanum sudah tidak kuat menahan hasratnya. Akhirnya sebuah des*han lolos dari bibirnya.
"Ah..."
...***...
MESKI ALUR CERITA LAMBAT...TAPI NGGAK BIKIN BOSAN.