NovelToon NovelToon
My Ustadz Is My Husband

My Ustadz Is My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: سسكي

happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon سسكي, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecewa

Selepas sholat isya berjamaah di masjid, selanjutnya diisi ceramah oleh Ustadzah Laili malam itu. Dengan antusias para santri putri mendengar ceramah Ustadzah Laili di depan.

Cika sudah menguap, dia menyenderkan kepalanya ke pundak Novi di sampingnya itu.

"Jangan tidur, Cika." Dinda memperingati.

Cika tidak peduli dengan ucapan Dinda, gadis yang menggunakan mukenah bermotif bunga-bunga itu tetap keukeh untuk tidur. Tidak tahu dirinya akhir-akhir sering mengantuk.

Ustadz Hafid yang sedari tadi memperhatikan Cika diam-diam itu sudah geram dengan tingkah isterinya kecil itu. Sangat suka membuat masalah.

Ustadz Hafid mengambil mikrofon di tangan Ustadzah Laili, setelah Ustadzah Laili menutup ceramahnya.

"Clarissa Cika Ayudia, maju ke depan!" ucap Ustadz Hafid penuh penekanan.

Novi dan Dinda kaget bukan main, mereka berdua buru-buru membangunkan Cika yang tertidur pulas di pangkuan Novi.

"Cika! bangun. Ustadz Hafid sudah marah lho." Novi menggerakkan tubuh Cika pelan. Namun, Cika enggan untuk bangun, dia malah menutup wajahnya menggunakan sajadah.

Pletak!

Tepat sasaran lemparan Ustadz Hafid, mengenai kepala gadis yang sedang tertidur pulas itu.

Cika meringis, mendapat lemparan kertas itu.

"Siapa sih, yang ngelempar?" tanya Cika.

"Ustadz, kenapa?" tanya Ustadz Hafid dengan nada suara naik dua oktaf, tatapan tajam di arahkan pada Cika.

Cika mengatupkan bibirnya, dia masih kesal dengan Ustadz Hafid. "Dasar suami jahat," batinnya.

"Maju ke depan sekarang!" perintah Ustadz Hafid lagi.

Cika bangkit berdiri, berjalan malas-malasan.

"Ulangi materi ceramah yang disampaikan oleh Ustadzah Laili barusan." Ustadz Hafid memberikan mikrofon ke tangan Cika.

Cika menerimanya dengan wajah datar. "Oke," sahut Cika menantang.

Cika berdehem pelan sebelum memulai ceramahnya. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman ...." Cika mencoba tersenyum tipis, meski otaknya sedang berpikir keras materi apa yang disampaikan Ustadzah Laili barusan.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh ...," sahut santri putri itu kompak.

"Perkenalan nama aku Cika, salam kenal ya."

"Ustadz menyuruhmu ceramah bukan memperkenalkan diri!"

"No komen, Tadz. Diam kenapa sih?!" sekak Cika.

Ustadz Hafid langsung diam setelah itu. Cika tersenyum kemenangan akhirnya dia berhasil membungkam mulut suaminya itu.

"Oke, malam ini aku akan membawa ceramah seperti yang Ustadzah Laili sampaikan barusan. Jadi, intinya aku nggak perlu jelaskan panjang lebar lagi, Ustadzah Laili sudah menjelaskannya semuanya secara detail kepada kalian, aku yakin kalian paham. Terima kasih, wassalamu'alaikum." Cika tersenyum tipis setelah menutup ceramah singkatnya.

Santri putri melongo mendengarnya, terutama Dinda dan Novi yang sudah menutup wajahnya karena malu melihat tingkah sahabatnya itu.

"Sudah selesai, Tadz. Aku balik duduk lagi," ucap Cika tanpa merasa bersalah sedikit pun. Dengan bangganya gadis ini melemparkan senyum tipis ke arah teman-temannya.

Ustadz Hafid menepuk jidatnya, sungguh isterinya itu gadis yang sulit diatur dan keras kepala.

Santri putri yang ada di dalam masjid mulai bubar, setelah kegiatan itu ditutup.

Ustadz Hafid menarik jilbab Cika dari arah belakang, membuat gadis yang sedang berjalan bersama Novi dan Dinda itu otomatis berhenti.

"Kalian boleh pergi," ucap Ustadz Hafid pada Dinda dan Novi.

Dinda dan Novi menganguk paham, mereka berdua pergi dengan seribu tanda tanya di dalam otak. Apa hubungan Ustadz Hafid dan Cika? Begitulah yang ada di dalam pikiran keduanya.

Ustadzah Laili yang berjalan beriringan dengan kakaknya itu pun segera berlalu pergi setelah Ustadz Hafid memberikan isyarat.

"Apa sih, main tarik-tarik aja. Ustadz pikir aku apaan?" tanya Cika ketus.

Cika tidak mau menatap Ustadz Hafid. Dengan segera dia memperbaiki hijabnya yang sedikit melorot ke belakang.

"Suka sekali bikin masalah, enggak bosan kena hukum terus?!" tanya Ustadz Hafid penuh penekanan.

Ustadz Hafid menarik tangan Cika, ke tempat yang lebih aman. Yang bisa terhindar dari tatapan penghuni pesantren itu. Mengingat pernikahan mereka masih tertutup.

"Ustadz Hafid malu punya isteri kayak aku? Siapa suruh juga Ustadz menikahi aku!" Cika mencoba melepaskan tangan Ustadz Hafid yang menariknya seenak jidat.

Ustadz Hafid tidak menjawab.

Cika terus memberontak melepaskan tangan Ustadz Hafid, "Aku lagi marah sama Ustadz! Jangan pegang-pegang!"

Dengan kasarnya Cika menepis tangan Ustadz Hafid yang ingin menggengam tangannya. Masih terbesit sakit hati mengingat cerita Novi tadi pagi.

Ustadz Hafid mengembuskan napas panjang, "Ustadz punya salah apa?" tanyanya serius.

"Banyak sekali! Ustadz bikin aku malu terus. Jahat!" sahut Cika.

Dia ingin melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari hadapan Ustadz Hafid. Namun, secepat kilat Ustadz Hafid menahannya, "Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Tadz. Aku lagi malas bicara, nggak mau debat!"

Air mata Cika tiba-tiba saja luruh begitu saja, dadanya terasa sesak. Cerita Novi tentang Ustadz Hafid dan Ning Aisyah itu terus memenuhi pikirannya.

Ustadz Hafid yang menyadari isteri kecilnya itu menangis, khawatir bukan main. Dia menarik tubuh mungil Cika ke dalam dekapannya, walaupun mendapat penolakan dari isterinya itu.

Cika meluapkan kekesalannya dengan memukuli punggung Ustadz Hafid, lama kelamaan pukulan itu melemah hanya suara isakan tangis yang terdengar.

Ustadz Hafid mendorong tubuh Cika pelan, mengusap jejak air mata di pipi Cika dengan lembut. "Apa yang membuatmu menangis seperti ini? Jelasin ke ustadz, Cika," pintanya dengan suara lembut.

Cika mendongak wajahnya, memberanikan diri menatap manik hitam milik ustadz Hafid. "Aku cuman kecewa sama, Ustadz!"

Ustadz Hafid benar-benar tidak mengerti, omongan Cika mengarah ke mana. Pria ini tampak frustrasi.

"Ustadz Hafid akan menikah lagi, 'kan?" tanya Cika mencoba memperjelas saat melihat raut kebingungan di wajah ustadz Hafid.

Cika mengusap air matanya, tidak mau terlihat cengeng di hadapan ustadz Hafid. Dia memundurkan langkahnya ke belakang mencoba memberi jarak antara dirinya dengan Ustadz Hafid.

Ustadz Hafid tersenyum. "Nggak, kamu sudah menjadi isteri ustadz satu-satunya sekarang dan selamanya. Bagi ustadz kamu sudah sangat sempurna, ya walaupun otaknya agak gimana gitu."

"Ustadz pikir aku gila, apa?" Cika bertanya sengit tidak terima dengan ucapan kalimat terakhir yang terucap di bibir pria itu.

"Eh, bukan gitu."

"Terus?"

"Hm." Ustadz Hafid hanya berdehem menanggapinya membuat Cika kian kesal.

"Jelasin ke aku apa hubungan Ustadz sama sih Ning Aisyah itu sebenarnya?" tanya Cika penuh selidik.

Cika melipatkan kedua lengannya di depan dada. Meski, sudah tahu ceritanya dari kedua sahabatnya itu. Dia tetap ingin mendengar langsung dari mulut Ustadz Hafid.

Deg!

Mendengar pertanyaan itu raut wajah ustadz Hafid langsung berubah.

Ustadz Hafid terdiam. Ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu kepada isterinya itu.

"Iya udah deh, kalau Ustadz nggak mau kasih tahu aku. Ustadz tidak menjawab pasti benar, Ustadz akan menikah dengan Ning Aisyah itu," tutur Cika.

Cika mengeluarkan cincin yang terpasang di jari manisnya. Dia mencoba tersenyum tipis meski hatinya bagaikan dihantamkan batu besar. "Maaf, Tadz. Aku nggak siap dipoligami. Aku sadar, aku memang tidak pantas bersanding dengan Ustadz. Kalau Ustadz mau menikah lagi ceraikan aku dulu, aku ikhlas dan tentunya aku bahagia kok!" Cika memberikan cincin itu ke tangan ustadz Hafid, gadis ini langsung berlari dari hadapan Ustadz Hafid dengan sejuta luka di hatinya.

Ustadz Hafid hanya bisa menundukkan kepala, menatap cincin di tangannya. Dia mengusap wajahnya secara kasar. Baru satu hari saja pernikahan, isterinya itu sudah meminta diceraikan.

"Ustadz tidak akan menceraikanmu," batin Ustadz Hafid.

1
pretty girl's
luar biasa
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪🙏🏻
egata_syla
heh aku udah berkaca" malah masuk lagi air matanya😭
LalanaStr
wkwkwk
bunda syifa
Luar biasa
bunda syifa
lah langsung cinta aja si ustadz, apa yg kemaren adalah kesempatan dalam kesempitan
Ella Ella
capek bacanya Thor ..kurang suka sm karakter Cika ,kpn dewasanya
Ella Ella
kurang suka karakter Chika ,kekanakan
Susanti Susanti
Luar biasa
Andina Jahanara
Ini kok berduaan ya? padahal bukan mahram
Mutia
aku kalo nakal gitu juga, nekatan banget🤣🤣🤣😂😂😂
karissa 🧘🧘😑ditama
adoohhhj kacaau dah akhh
karissa 🧘🧘😑ditama
ampoooonnn dehhh makk akhh🤣🤣🤣🥴🥴
Mursiti Elbina
Maa syaa Allah langsung terbayang suara beliau Thor,kalau ada quotes atau kata-kata dari beliau ini adem rasanya maa syaa Allah,
sashi kirana
Luar biasa
Hesti Hesti
Lumayan
Sulaiman Efendy
SIALAN,, TERNYATA PRANK MIMPI..
Sulaiman Efendy
JIAHHH ENDINGNYA MLH SEDIH, GK SERU BANGET CERITANYA
Sulaiman Efendy
KOQ GK DIJELASIN SIAPA COWOK YG SUKA SAMA CIKA, TRUS GMN PRASAAN ANDRE KE CIKA, TRUS APA IVAN & AUDY SDH TAU CIKA SDH NIKAH
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!