NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:908k
Nilai: 4.8
Nama Author: lara hati

sebuah jebakan dilakukan Ghiffarry Azzam terhdap Lovena Saraswati, Ghiffary seorang pria kaya yang mengalami perampokan dirumah mewahnya, para perampok itu juga membunuh istri dan anak Ghiff yang masih bayi.
meski para perampok sudah tertangkap dan dihukum mati, namun tidak membuat dendam Ghiff hilang begitu saja, sakit hati karena kehilangan dua wanita yang ia cintai membuat hatinya dipenuhi dendam.
Lovena Saraswati adalah putri salah satu perampok yang mendalangi perampokan dirumah Ghiff.
Ghiff akan menikahinya dan membalaskan dendam yang pada gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab sebelas wanita kotor

Taksi yang ditumpangi Fiona memasuki halaman.

Fiona merasakan perasaan membuncah memenuhi rongga dada, begitu kagum akan kemewahan rumah yang sepeti istana itu. Untuk kali ini dia bertekad akan menaklukan Hati Ghiff, dia akan menjadi nyonya rumah di dalam istana yang sebentar lagi akan dia masuki. Apa pun yang terjadi dia tidak akan mundur, dia harus menjadi nyonya besar disana, menjadi nyonya Ghiffary seperti impiannya selamanya ini.

Tak akan menuntut cinta dia hanya butuh Ghiff, soal cinta bisa datang karena biasa bukankah begitu kata Ibu.

Fiona akan melakukan apa pun agar keinginannya terwujud. Bi Marni Juga mendukung sepenuh nya keinginan Fiona.

"Ibu...." Suara lembut Fiona menggema didalam rumah.

Seorang pelayan muda menyambut, dan pelayan itu tidak mengenal Fiona, karena Dia baru setahun bekerja Disana.

" Anda Siapa? Non.." tanya pelayan itu sopan.

"Saya adalah salah satu pemilik Rumah mewah ini, apa kau tidak mengenali adik Ghiff?" tanya Fiona.

Pelayan itu meneliti Fiona tak ada satu pun kemiripan wajahnya dengan Ghiff. selain dia cantik karena polesan make up serta kulit putihnya yang pucat effek tinggal lama di luar negeri.

" Namaku Fiona, kau pasti pelayan baru dirumah ini, ITS Ok! panggilkan Bi Marni ke mari" titahnya. mengibaskan tangan meminta dia lekas pergi.

Pelayan muda pun pergi mencari Bi Marni.

Tidak heran Jika penghuni rumah selalu mencari wanita tua itu karena mereka menganggapnya sudah seperti Ibu mereka pikir Si pelayan.

Beberapa menit pelayan sudah kembali bersama Bibi Marni.

" Fiona...!? kau sudah sampai Nak?" Bi Marni memeluk Fiona erat dan tak luput dari Perhatian pelayan muda

" Ibu....Fiona kangen sekali. Ibu sehatkan!? kak Ghiff perlakuan ibu secara baik Bukan!??"

"Iya, Tuan Ghiff selalu baik kepada ibu, kau sudah makan?".

Fiona menggeleng.

"Belum, tadinya pengen makan bareng kakak, tapi dia sibuk dikantor."

bibir Fiona mengerucut. Membuat Marni gemas dan mencubit pipi Fiona yang bergelayut manja padanya.

Bi Marni beralih pada pelayan yang sedari tadi menonton mereka dengan wajah muak.

" Sani, siapkan makanan untuk anakku Fiona.." perintah Bi Marni pada Sani, pelayan muda yang tadi menyambut Fiona.

" Baik Bi.." sahut Sani Singkat.

Sani pun mulai menyibukkan diri didapur meracik bumbu

sambil bicara sendiri namun dengan suara pelan

" Cih! katanya Pemilik rumah, ngga taunya cuma anak pembantu, gaya saja selangit mentang-mentang dekat dengan Tuan muda.. Suka nya perintah ,.perasaan dia nyonya kali"

" Eh! Astaga!!!"

Sebuah tangan menepuk bahu Sani pelan namun cukup mengagetkan Sani yang sedang mengibah seorang diri, hingga pisau yang ia pegang terlepas dari pegangan.

" Maaf, mbak kaget ya!? "

" Eh kamu lovi, bikin aku kaget saja!"

Mengelus dada dan mengambil kembali pisau yang jatuh dilantai, melanjutkan kegiatannya mengupas bawang merah.

"Kenapa ngomong sendiri Mbak?" suara lembut Lovena melegakan Sani"

"Haha..aneh ya.! Aku cuma lagi kesal sama Mak lampir.."

" Siapa Mak lampir..?"

" Udah lupain aja nggak penting, kamu udah siap ngerjain tugasmu hari ini, Lovi?"

" Jangan ditanya Mbak, kerjaan aku nggak akan pernah selesai. Mbak tahu sendiri semua orang suka menindas ku kecuali Mbak Sani, seharusnya Mbak juga jangan terlalu baik padaku, khawatir Tuan Muda akan memecat Mbak nanti"

" Aku bukan Orang yang bisa melihat orang lain susah. Aku juga takut dipecat, tapi mau bagaimana lagi, aku juga tidak bisa senang melihat orang lain menderita karena perbuatan ku"

" Tidak apa Mbak, mereka juga melakukan terpaksa."

"Terpaksa apanya, aku merasa perbuatan mereka ke kamu benar-benar tidak masuk akal. Masa iya kau disuruh menyikat kolam renang memakai sikat baju. bukannya itu namanya mau nyiksa orang, memang nenek lampir itu kelakuannya nggak bisa di tolerir, udah tua bukannya tobat. Ini kelakuannya malah melebih tuan muda sendiri kejamnya." sahut Sani kesal

" Ah ternyata nek lampir itu.. Dia" Lovena terkekeh

Sementara wajah Sani jadi pias, sadar keceplosan.

" Sssssst...! jangan keras-keras Ntar dia dengar"

" Mbak Sani lagi ngapain? aku boleh bantu nggak?"

" Nggak perlu, kamu istirahat saja, aku lagi masakin Makanan buat Nona muda, itu adik angkatnya Tuan Ghiff" sahut Sani

" Putri Bi Mirna sudah tiba?" imbuh Lovena.

" kami tahu..?" Cetus Sani heran melihat Lovena

" Iya, tadi pagi aku diminta membersihkan salah satu kamar di lantai tiga rumah ini. katanya Fiona akan kembali ke Indonesia." jelas Lovena.

" Kuharap Fiona itu tidak membuat hidup kita makin rumit, kelihatannya dia memilki karakter yang sama dengan ibunya, heran Tuan muda begitu menyukai ibu beranak itu"

" Jangan menggunjing, bila mereka dengar kita bisa dalam Masalah"

" kau benar Lovi, terutama dirimu."

✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️

Hingga malam menjelang pekerjaan Lovena belum habis juga.

Dia masih berkutat dengan seluruh piring kotor di bak cucian piring kotor. Yang merupakan pekerjaan terakhir yang harus ia lakukan dirumah mewah itu sebelum tidur, jam sudah menunjukan pukul Sebelas malam. Ruangan yang luas terlihat sepi karena semua pelayan dan tuan Ghiff sudah tidur dikamar masing-masing. Bi Marni meminta Lovena yang membersihkan semua kekacauan didapur sebelum ia istirahat.

Lovena mendengar banyak sekali suara dari ruangan yang terlanjur sepi..

bahkan suara angin dan detakan jam saja jelas terdengar ditelinga menambah suasana angker. padahal saat digudang dulu dia tidak pernah merasa setakut itu.

Sebuah tangan mengcengkram pundak Lovena keras.

" Awwwwww! Lovena menjerit nyaring, berbalik dan menubruk sebuah tubuh kokoh dan liat yang berdiri tepat dibelakang.

Lovena memejamkan mata.

" Ampun setan..pergi ya, jangan. ganggu aku, pergi...kumohon.." Lovena menangkupkan kedua tangan di dada dengan mata terpejam dia memohon pada mahluk dihadapannya.

Ghiff yang tadinya berwajah datar berusaha menahan Bibirnya agar tidak tersenyum melihat kelakuan Lovena yang absurd

" Kok sepi...udah pergi belum ya?"

Lovena membuka mata pelan serta ragu-ragu mengintip sedikit.

dia melihat sebuah dada bidang tepat didepan kedua matanya. dada bidang itu ditutupi kimono tidur warna dark red.

Aroma lavender menguap dari tubuh itu.

Lovena mendongak.

dia melihat wajah Ghiff yang datar menatap aneh padanya.

" kau sedang apa? kenapa memanggilku setan, kau mau mati rupanya?"

Lovena segara menunduk, antara kesal dan malu

" Maaf kukira anda..."

" Setan.." Potong Ghiff cepat.

" Sementara aku melanjutkan pekerjaan ku," kata Lovena berbalik menghadap Bak cuci piring melanjutkan cucian yang tertunda.

" kau tidak bertanya apa keperluanku di dapur malam- malam?" tanya Ghiff kesal

Lovena berbalik dengan

gugup.

" Maaf lupa, Tuan ada keperluan apa?" seraya menunduk.

" kalau bicara lihat mataku..!!" bentak Ghiff.

Lovena menghela nafas. merasa serba salah.

Lovena mendongak melihat ke arah Ghiff.

Ghiff terlihat Bagai anak Kuliahan dengan rambut lurus berponi, wajahnya segar dan bercahaya karena lampu.

Sayang nya sorot mata itu tidak bersahabat sama sekali.

" Aku kehabisan air putih dikamar, Bi Marni pasti lupa menaruhnya tadi. Tolong bawakan minuman itu ke kamarku setelah kau selesai mencuci piring " kata Ghiff.

" Baik tuan..masih bertahan menatap wajah Ghiff.

Ghiff mendekatkan wajahnya

" Lain kali jangan lupa berdoa bila berada diruangan ini seorang diri. Aku banyak mendengar biasanya rumah seluas dan sebesar ini pasti banyak hantunya."

Kata Ghiff menakuti dan meninggalkan Lovena seorang diri didapur, kini jantung lovena berdetak dengan ritme lebih cepat.

Ghiff tertawa dalam hati melihat wajah Lovena yang pucat

" Jangan lupa Minumanku, secepatnya, aku tidak suka menunggu." pesanya sebelum pergi.

Lovena cepat- cepat menyelesaikan pekerjaan.

Dia mengisi air dalam teko kaca dan membawa ke kamar Ghiff.

Rumah itu benar-benar menyeramkan saat malam hari. Lovena melewati lorong di lantai tiga yang dipenuhi macam-macam foto serta lukisan wajah yang terlihat tersenyum bila siang, serta terlihat menyeringai bila malam hari.Dia juga menemui beberapa buah topeng khas manca negara di lantai sebelumnya. Perasaan Lovena makin campur aduk.

Merasa lorong menuju kamar Ghiff semakin panjang dan tak berujung.

Saat ia mendekati Kamar Ghiff seorang wanita cantik memakai gaun tidur putih dengan rambut terurai berdiri didepan pintu Ghiff dan menatap daun pintu berlama-lama.

Lovena merasakan tengkuknya meremang.

Dia menghentikan langkah sejenak, berpikir melanjutkan langkah atau mundur.

Tapi Karena takut Ghiff mengamuk Lovena mengalahkan rasa takut memantapkan hati memilih melanjutkan langkah menuju kamar Ghiff yang hanya berjarak beberapa centi meter lagi

" P-p-permisi.." kata Lovena dengan suara lirih karena takut

Wanita bergaun putih menoleh.

Lovena lega ternyata dia adalah manusia, tapi dia siapa? Lovena Belum pernah melihatnya.

" kau siapa?" tanya perempuan itu ketus

" Saya mau mengantar minum untuk Tuan muda.." sahut Lovena sopan.

Perempuan itu minggir dan membiarkan Lovena mengetuk pintu.

Ghiff segera membuka pintu begitu mendengar suara ketukan.

" Lama sekali, kau ingin aku mati kehausan!?" tanya Ghiff kesal pada Lovena.

" Maaf.." sahut lovena mengangsurkan nampas berisi gelas dan teko ia bawa pada Ghiff. Tak ingin berlama-lama berada diantar dua manusia itu. Lovena sudah bisa menebak siapa wanita bergaun putih itu.

" kak Ghiff.." panggilan lembut Fiona meyadarkan Ghiff jika ada wanita lain Disana.

" Sedang apa malam-malam didepan kamar kakak?" tanya Ghiff heran.

"Permisi tuan.." pamit Lovena tergesa karena merasa tak dibutuhkan lagi.

ingin sekali segera tidur dikamarnya yang nyaman. setelah seharian kelelahan dengan berbagai Pekerjaan yang aneh-aneh.

" Siapa yang mengijinkan kau pergi? " tanya Ghiff tiba-tiba menahan langkah.

" Ya..tapi..."

Lovena salah tingkah dia melirik Fiona sekilas, gadis itu sedang menatap padanya Bingung.

" Fiona pergilah tidur, besok kita bicara, malam ini aku ada urusan dengan Dia" kata Ghiff mengusir Fiona pergi dan menarik Lovena masuk kamar.

Fiona pergi dengan wajah kesal, dia melihat Lovena lekat, menaruh curiga pada pelayan yang diijinkan Ghiff masuk kamar padahal sudah larut malam.

" Tu-tuan Anda mau apa!?" Lovena memberontak ketakutan.

Ghiff melepaskan Lovena

dia sendiri duduk ditepi ranjang sambil melepas kimono tidurnya, menyisakan celana tidur panjang saja di tubuh.

kemudian berbaring telungkup diranjang

"Aku sangat lelah dan ingin kau memijit tubuhku.." kata Ghiff pada Lovena.

Lovena termangu dan terpana.

Ghiff masih menunggu dengan sabar hingga beberapa menit.

" kamu sedang apa? dengar tidak Aku ingin di pijat..lekas..!!" katanya dengan nada tinggi.

Lovena tersentak

Dengan ragu dia naik ke ranjang ukuran besar itu dan duduk disisi Ghiff diantara pinggang dan paha.

Tangannya dia oleskan minyak urut yang Ghiff letakan diatas Nakas, dia julurkan tangan perlahan menyentuh kulit Ghiff yang putih dan mulus tanpa cacat cela.

Rasa malu menyelimuti Perasan Lovena, pertama kali menyentuh kulit Laki-laki asing dalam hidupnya..

Dan Laki- laki ini memliki kulit tubuh yang begitu halus sempurna.

" Pijat yang benar..Jangan berpikir mesum melihat tubuh telanjangku" kata Ghiff tiba-tiba membuat Lovena kaget dan makin tersipu.

" Aku tidak mesum tuan, hanya merasa canggung menyentuh kulit Laki-laki" bantah Lovena.

" Alah kau munafik, selama kerja dibar pasti sudah banyak lelaki yang meniduri kamu.." ucap Ghiff pedas.

Lovena mengigit bibirnya

" Anda benar Tuan, aku sendiri tidak bisa menghitung berapa banyak laki-laki yang sudah menikmati tubuhku" Bohong Lovena karena kesal dituduh seperti itu.

Biarlah Ghiff merasa senang bila berpikir Lovena adalah wanita murahan sesuai anggapannya selama ini.

Tidak ada ruginya juga, pikir Lovena.

Ghiff berbalik kesal

menangkap jemari Lovena dan menariknya hingga gadis itu terbaring. Ghiff langsung mengunci tubuh Lovena di bawah tubuhnya, Lovena terkejut sekali tidak menyangka Ghiff akan mengurungnya memakai tubuhnya sendiri. wajah mereka saling berdekatan dengan tatapan mata saling mengunci namun dengan sinar mata yang menyiratkan permusuhan abadi.

sebenarnya dalam hati Lovena merasa ketakutan setengah mati.

Berbagai pikiran jahat muncul dan berlarian di otak Lovena.

"Bagaiman jika aku menambah koleksi pria yang menikmati tubuhmu.." tawar Ghiff dengan wajah serius, matanya berkilat jahat. Dia mendekatkan Bibirnya ke arah Bibir Lovena. namun masih mengatur jarak aman diantara mereka.

Tubuh Lovena bergetar hebat.

Saat mata Ghiff menatap sensual padanya seolah menelan Lovena dalam pesona nya.

Lovena menahan air mata yang hampir tumpah.

" Tidak! ia tidak rela Ghiff melakukan apa yang ia pikirkan saat ini, Dia tidak boleh mendapatkan hal paling berharga milik Lovena."

" Silahkan Aku senang bisa melayani seorang Ghiffary Azzam Al - bashir merupakan kehormatan besar bagiku bisa tidur denganmu " sahut Lovena tegas menantang. berbanding terbalik dengan isi hatinya.

"Sayangnya aku tidak suka barang bekas milik orang lain.." kata Ghiff menghina menarik Tubuh Lovena kemudian mendorong tubuh kurus wanita itu hingga terjatuh dari atas ranjang.

" keluar dari kamarku, kau membuat aku ingin muntah. Wanita kotor tidak bermoral" kata Ghiff mengibaskan tangan mengusir Lovena keluar dari kamarnya.

1
Runik Runma
dasar
Runik Runma
ibu nya love emng salah.itu semuanya Karna anak nya telah di sakiti.tpi ibu love juga egois
Runik Runma
kolot orang tua love
Runik Runma
lovena bodoh nya kebangetan
Runik Runma
/Rose//Rose//Rose//Heart//Heart/
Runik Runma
nyesek bacanya
Rika Anggraini
cemen...
apa yg ko takutkan dr nadya kah??
bos bodoh.
istri sj terus disakiti hatinya
Rika Anggraini
aku tu baca novel lagi diluar.dan tdk sadar air mata ku keluar.ini sgt menyakitkan
Nurma Sari
orang miskin sombong ya ibu Hanum ini, terlalu egois, yg menjalani hidup rumah tangga kan lovena kenapa dia yg kesemutan mau memisahkan, Ghiff dengan Lovena
Nurma Sari
jadi aneh betul2 memalukan, maksud amat baik untuk mempersatukan Ghiff dan Lovena kembali, tapi caranya yg salah, kenapa harus mengadakan acara pertunangan segala dengan mengundang begitu banyaknya orang yg hadir hanya untuk mengatakan hal seperti itu, dan kalau memang Ammar mengetahui kehamilan Lovena kenapa acara itu masih tetap dilangsungkan, sama juga dengan membuka aib keluarga, apalagi membahas masalah pbebasan dari penjara, kesan yg para undangan lihat menjadi jelek tentang keluarga lovena, Terima pada ibunya Lovena dan Ghiff juga mendapatkan imbasnya, masalah yg seharusnya ditutup rapat2 malah di buka Ammar habis2n...
Nurma Sari
Ammar salah telak membicarakan masalah yg paling sensitif di tengah orang banyak dimana para undangan tau kalau hari itu adalah hari pertunangannya dengan lovena, dengan cara amat mengatakan secara langsung seperti itu didepan microfon sama saja dengan menjatuhkan harga diri Ghiff, Lovena dan ibu Hanum, seandainya aku jadi Lovena aku jotos sampai berdarah mulutnya Ammar 😡😡😡
Nurma Sari
mungkin bu Hanum itu orangnya sdh stres....😡
Nurma Sari
ternyata ibunya lovena matre juga, di sogok dengan dikirimin uang tiap bulannya, dan di beri modal usaha oleh Ammar menutup akal sehatnya kalau lovena anaknya yg masih bersuami akan di nikahkan dengan laki2 lain disaat anak nya belum bercerai, kenapa gk ibu lovena aja yg menikah dengan Ammar, orang tua gk punya moral agama...
Nurma Sari
sebaiknya lovena cerita ke Ghiff, masalah lamaran dan pertunangannya itu dengan ammar, dan Ghiff juga seharusnya terus terang juga dengan lovena kalau yg mbebaskan Andhika itu adalah dia bukan Ammar jadi Lovena bisa lebih tegas dengan Ammar dan ibunya, untuk menolak lamaran Ammar, karena gk ada lagi yg merasa untuk balas budi...
Nurma Sari
ibu lovena bkn ibu yg baik, gk tau hukum agama anaknya aja masih bersuami belum bercerai dari suaminya sdh jegatelan mau menikahkan anaknya dengan laki2 lain, kalau tujuannya hanya untuk menjauhkan lovena dari suaminya seharusnya urus dulu surat cerainya, jangan dulu menerima lamaran dari orang lain sebelum resmi bercerai, kenapa gk ibunya aja yg menikahi ammar gregetan aku sama ibu lovena ini 😖
Nurma Sari
Robby pantas mendapatkan kemarahan Ghiff... karena Robby menyembunyikan barang busuk hanya karena cintanya pada Anggia, siapapun pasti akan marah pada Robby seandainya orang itu di posisi Ghiff, dan yg lebih mengecewakan Ghiff ternyata Robby juga diam2 masih mencintai Anggia yg statusnya adalah isteri Ghiff saat itu, bagaimanapun alasannya Robby betul sdh bersalah dan menyakiti perasaan Ghiff, orang terdekatnya sendiri menyimpan perasaan cinta untuk isterinya...
Nurma sari Sari
nah ini baru aku puas, biar hatinya Ghiff hancur berkeping2, karena cintanya dengan Anggia membuat Ghiff seperti monster menyiksa Lovena membabi buta tanpa ampun...aku suka thooor 👍👍👍
Nurma sari Sari
naaaah perselingkuhan Anggia ini yg belum terungkap yg belum diketahui oleh Ghiff, ini yg aku tunggu sejak awal sebegitu kejamnya Ghiff menyiksa Lovena hanya demi membalaskan atas kematian isteri yg teramat sangat Ghiff cintai wanita yg sdh bermain api dibelakangnya tanpa sepengetahuan Ghiff, dan anak yg Ghiff mengira adalah anaknya, ternyata anak haram hasil buah cinta Anggia dengan laki2 lain...ini yg aku tunggu2 jangan sampai rahasia ini tidak terungkap....
Nurma sari Sari
aku suka dengan ceritanya, semua teka teki dan rahasia sekecil apapun pada akhirnya terkuak, kesalah pahaman juga dengan cepat diluruskan, tanpa bertele2 dan mengulur2 cerita, membuat emosi kita yg membaca pasang surut, dan juga banyak bawangnya...yg paling aku suka setiap ada rahasia pasti terkuak, kadang ada novel yg terlalu bertele2 membuat banyak rahasia pada akhirnya mangkrak cerita semakin GK jelas sampai dipenghujung cerita, karena terlalu banyak memelintir cerita,, akhirnya jadi kelupaan dan salah satu subyek yg menjadi teka teki itu hilang begitu aja entah kemana karena terlalu banyak memelintir rahasia, akhirnya GK bisa mengungkapkan satu persatu dan akhirnya ceritanya selesai...🤦 tapi cerita ini aku akui top banget.....👍
Nurma sari Sari
Ghifarry jadi laki GK tegas, sdh tau mantan mertuanya dan Nadya licik mau memanfaatkan dia, Ghifarry juga sdh tau kalau Nadya meninggalkan suaminya karena suaminya sdh bangkrut kenapa juga Nadya GK dipecat aja bekerja dan jangan lagi kasih peluang sedikitpun untuk berdekatan dengan Nadya, susahnya untuk mendapatkan kepercayaan dan cintanya Lovena kembali kepala jadi kaki, kaki jadi kepala susahnya mengejar dan merebut hati Lovena, hancur begitu aja usaha yg sia sia kenapa juga GK menjaga jarak dengan Nadya, kalau diusir Nadya nya GK mau juga keluar kamu seharusnya yg menjauh keluar Ghiffary, BEGOOO....!!!! Mudah2n Lovena Lovena meninggalkan Ghiffary, biarin aja Ghiffary dengan Nadya biar hartanya habis digrogoti Nadya bersama mertuanya....🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!