Gadis lugu yang pandai menyembunyikan luka dihati nya, ceria itulah dia, namun siapa sangka Arana yang dikenal ceria itu sering menyendiri, memendam perasaan nya sendiri.
Ia yang sering memperdulikan orang lain dibanding dirinya sendiri. Kebahagian nya ia anggap belakangan.
Hujan. Ara sangat suka, disaat ia suka menyendiri, rintik rintik nya menemani dirinya, hingga ia berpikir akan mencari sosok pelangi untuk nya.
Mampukah ia mencar pelangi tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode-10
"Lo..gak papa?" Lion bertanya, lalu menaruh segelas teh hangat kehadapan Ara.
"Minum" suruh Lion. Ara mendonggak, terlihat jelas mata nya berkaca-kaca ingin menangis.
"Ara mau pergi Lion" isak nya.
"Kemana? Diluar masih hujan, lo disini dulu" cegah Lion.
Dirinya bisa bertemu Ara karna saat ia pulang dari supermarket, ia melihat Ara yg berlari-lari dikala hujan, ia pun mengikuti Ara, dan mengetahui masalah Ara.
Lion tak percaya jika Ara yg dikenal ceria itu mempunyai banyak masalah sampai sejauh itu.
Perbedaan yang besar, kini seseorang yg berada disamping nya bukan lah Ara yg tersenyum dengan deret gigi nya yg berwarna putih, kini ia bersama Ara yang mata nya berkaca-kaca menahan tangis nya.
"Lion.. Ara mau pulang..." pinta nya ingin menangis.
"Pulang kemana?" tanya Lion. Ara yg mendengar itu langsung tertunduk kembali menangis.
Lion yang melihat Ara menangis tak berkutik, ia kebingungan.
"Ara gak tau hiks.. gak ada yang mau nerima Ara, karna Ara beban, Ara beban Lion.. Ara nyusahin.." isak nya menunduk. Lion terdiam.
"Ara gak kuat..."
"Lo kuat, gue tau. Lo bukan beban, lo gak nyusahin, lo adalah ciptaan tuhan yang bener bener kuat, mereka yang gak bersyukur ngedapetin lo" ucap Lion. Ara yg mendengar itu terenyuh.
"Tapi.. tapi gara-gara Ara, Momy Fika masuk rumah sakit Lion.., Daddy Ar ngusir Ara.. hiks, Oma Ara gak mau nemuin Ara lagi.. karna hiks karna Ara Daddy Dav meninggal... Terus..
Mommy Ghe meninggal karna ngelahirin Ara, Ara gak ada gunanya hidup Lion" Ara menangis tersedu sedu, didunia ini ia tak pantas untuk hidup.
"Ara gak punya siapa-siapa Lion.."
"Ara gak mau hidup lagi Lion.. Ara gak kuat"
Lion yang melihat Ara tak berhenti menangis, membuat hati nya pun sesak, perlahan tangan nya mengusap punggung Ara, mendekap nya agar Ara menyender dibahu nya.
Gua gak nyangka Ra. Lo, cewe yang selalu bilang gak papa sekarang nangis dibahu gua..
Lion kini paham seseorang yang selalu bilang tidak apa apa, mungkin mereka menyembunyikan masalah mereka, mereka ingin dianggap baik baik saja.
"Lo kuat Ra, dan lo masih punya gue sama Bradiz, Selin sama yang lain" Ara terdiam. Diam nya Ara membuat Lion melihat nya, ternyata Ara tertidur menyeder dibahu nya.
"Lo kecapean nangis sampe lo ketiduran Ra" Lion tersenyum tipis.
Karna hujan yang belum mereda Lion putuskan untuk menggedong Ara dan menidurkan nya diranjang kamar nya, namun ia melihat baju Ara yang basah dan mengecapkan sesuatu.
***
"Eum...." Ara mengulet panjang, membangkitkan tubuh nya, mengumpulkan nyawa nya, namun ia dikagetkan dengan kamar yang bukan kamar nya.
"Ara dimana? Momy? Omdad?" Ara celinga celinguk lalu melihat baju nya yang berbeda dari baju semalam nya.
Ingatkan nya berputar, kejadian semalam sudah ia ingat kembali.
"Udah bangun?" suara seseorang, Ara mendonggak, terlihat Lion yang sudah siap berangkat ke sekolah.
"Lion? Kenapa Ara ada disini?" tanya Ara.
"Tadi malem lo ketiduran, karna hujan gak berenti lo tidur dikamar gua" jelas Lion.
"Terus baju Ara?"
"Baju lo basah, jadi gue ganti" Ara melotot, Lion menggantinya?!
"Maksud gue, gue minta pembantu gue buat ganti baju lo" lanjut Lion.
"Makasih ya Lion, maaf Ara ngerepotin, Ara langsung pergi aja, Ara gak mau nyusahin--" saat Ara ingin melangkah pergi, Lion merentangkan sebelah tangan nya guna mencegah Ara.
"Lion Ara mau pergi" ucap Ara lagi.
"Lo disini dulu"
"Ara gak mau nyusahin Lion"
"Gua gak merasa lo nyusahin"
"Lion.. plis.. ngertiin Ara"
"Gua gak ngerti dan gak mau ngerti"
"Lion..-"
"Gak gratis" Ara terkejut.
"Teh tadi malem, duduk disofa gua, ngangkat lo, tidur dikamar gua, itu gak gratis Ra, lo harus bayar, uang kemarin juga belum lo ganti" ucap Lion, Ara gugup ia tak memegang uang sepeser pun.
"Ara nanti bakal ganti Lion, secepatnya"
"Gue mau sekarang" tekan Lion, Ara ketakutan.
"Maaf Lion, Ara.. Ara nggak ada uang, ta-tapi Ara bakal ngelakuin apapun yang Lion suruh, tapi.. kasih Ara waktu untuk ganti uang nya, Ara mohon Lion" pinta Ara.
"Oke. Lo turutin apa kata gua, lo tinggal disini sampe lo bayar hutang lo, gue gak mau lo tiba tiba kabur" ucap Lion final, lalu mengambil sesuatu diatas sofa dan menyodorkan nya ke Ara.
Ara terkejut, segitunya Lion berpikir? Dan apa ini?
"Lo pake ini, ikut gua kesekolah, gua tunggu dibawah"
"Tapi Lion ini.."
"Pake atau... gua pakein?" Ara terkejut .
"Ara bisa pake sendiri Lion" ucap Ara menunduk.
"Bagus, dan.. Selamat ulang tahun buat lo" Ara dikejutkan lagi dengan ucapan Lion.
Setelah mengatakan itu Lion pergi meninggalkan Ara, ia turun kebawah untuk menunggu Ara, ia tahu Ara sedang tidak baik baik saja.
Ancaman hutang itu sebenarnya settingan, Lion tahu Ara kini tinggal sendiri. Ia ingin membantu gadis itu. Walau dengan cara tidak benar.
Sebenarnya, Lion tidak ingin Ara pergi kesekolah dengan keadaan nya yang sekarang, tetapi kejutan sudah menanti Ara disana, mungkin dengan kejutan itu Ara bisa mengurangi kesedihan nya.
Tiba-tiba suara ponsel nya berdering. Menampilkan nama 'Ori RSJ' sahabat nya.
"Lo dimana woi? Katanya lo bagian nyusul Ara, tapi mana gue tungguin gak ada batang idung lo berdua" cerca Ori.
"Tunggu aja, sebentar lagi gua kesana" jawab Lion lalu mematikan sambungan telefon.
Lalu mendonggak keatas melihat Ara yang belum turun-turun.
"Lion... " panggilan pelan itu kembali membuat kepala Lion mendonggak ke atas, ternyata Ara turun dengan tangan nya yg terus terusan menurunkan rok yang menurut nya terlalu pendek.
Lion melihat Ara dari atas sampai bawah, baju yang ia berikan terlalu ketat di Ara. Namun Ara kelihatan sangat cantik.
"Lion..?"
Lion terperanjat karna terus terusan memandangi Ara. Terpesona ya..?
"Lo mau sarapan atau langsung berangkat? Kalo lo mau sarapan dilemari ada mie, dikulkas ada makanan kaleng" ucap Lion, Ara menggeleng.
"Berangkat Singa!" ucap Ara tersenyum, Lion mengerjapkan mata nya terkejut dengan senyum itu, Lion memang sudah biasa melihat senyum itu tetapi ini langsung untuk nya.
"Ya..ya ayo" Lion berjalan deluan, Ara yg melihat Lion yg aneh merasa heran tetapi ia langsung mengangkat bahu nya tak mengerti.
Lion memberikan helm ke Ara, Ara memakai nya lagi dan lagi perekat helm itu tidak bisa Ara pasangkan. Lion yg melihat itu membantu nya.
Sesaat Lion melihat wajah Ara yg dekat dengan nya, sudah selesai Lion langsung menjauhkan wajahnya. Takut terjadi sesuatu bro.
"Ayo naik"
"Tapi.. tapi, Ara jalan kaki aja Lion, gapapa!" ucap Ara mengangguk kuat, karna Ara merasa tak enak menaiki motor besar itu, Ara memakai rok, gimana nanti jika rok nya terbuka karna angin? Kan gak lucu.
Lion yg menyadari itu melepas hoodie bradiz nya dan mengikat nya dipinggang Ara.
"Eh.." Ara terkejut.
"Pake aja, gue tau" ucap Lion.
"Dah ayo naik" suruh Lion, Ara pun naik dimotor Lion. Motor itupun mulai melaju menuju sekolah.
Disepanjang jalan, Ara hanya terdiam murung.
"Jangan larut dalam kesedihan lo, itu gak akan ngehasilin apa apa, cari kebahagian lo" ucap Lion.
"Iya Lion, Ara bakal cari kebahagian Ara" Ara menghapus air mata yg mengalir dipipi nya.
"Lion..., kisah Ara itu seperti hujan, kesedihan Ara seperti langit yang mendung, dan kebahagiaan Ara itu seperti pelangi, Ara selalu berharap kalau Ara bakal ngeliat pelangi bersama seseorang yang selalu bersama Ara, tapi sampe sekarang harapan itu belum terjadi"
"Pelangi cuma sesaat, ada yang lebih bagus dari itu" Ara menunggu ucapan Lion.
"Payung sebelum hujan, karna payung selalu ngelindungin lo dari hujan, sedangkan pelangi, cuma sesaat. Dia pergi meninggalkan luka, dan dari luka itu lo perlu obat"
"Ara bakal cari ketiga nya Lion" ucap Ara, Lion tersenyum tipis dibalik helm nya.
Namun disisi lain.
"Gak By, aku gak ngizinin. Aku pacar kamu, siapa yg gak terima pacar nya nerima cowok lain? Dan cowok itu temen aku sendiri?" Rian menolak permintaan Selin yang meminta izin nya.
"Aku bakal tetep lakuin Ian, aku mau Ara sakit hati! Gak ada yang lain! Kalo kamu gak mau, aku bisa sendiri ngelakuin nya tanpa izin dari kamu" ucap Selin hendak pergi.
"By" Rian memanggil nama Selin, Selin pun berhenti melangkah.
"Yang kamu lakuin salah By, bukan maksud aku bela Ara, tapi dengan cara kamu mau jebak Ara itu salah. Dia sahabat kamu By" ucap Rian menasehati kekasihnya.
"Salah? Salah kamu bilang? Ian! Gara-gara dia aku dijauhin! Gara-gara dia aku di gunjingin! Dan.. apa kata kamu? Sahabat?? Sahabat gak akan ninggalin sahabat nya sendirian! Tapi Ara? Dia asik dengan yang lain" balas Selin.
"Aku gak akan pernah puas sebelum ngeliat dia sendirian, sama kayak aku dia harus ngerasain kesepian" ucap Selin.
up ya kak, karyanya bagus🐣
jangan lama"y😉😉