NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Dokter Dingin

Istri Kontrak Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Amora terjebak dalam lilitan utang dan tak punya banyak pilihan ketika Damian, seorang dokter bedah tampan, kaya, dan dingin, menawarkan pernikahan kontrak dengan bayaran yang mampu menyelesaikan semua masalahnya.
Syaratnya sederhana: menikah, tinggal serumah, dan jangan pernah jatuh cinta.
Bagi Damian, Amora hanya istri sementara. Bagi Amora, Damian hanyalah jalan keluar dari kesulitan hidupnya.
Namun tinggal bersama perlahan membuat hubungan mereka berubah. Terlebih ketika masa lalu Damian, penolakan sang ibu, dan perasaan yang semakin sulit disembunyikan mulai menguji kesepakatan mereka.
Bagaimana jika pernikahan yang awalnya hanya sebuah kontrak justru berubah menjadi cinta yang nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab-11 Tanda Tangan Kontrak

ISI KONTRAK.

1. Tidak boleh ada perasaan yang terlibat.

2. Tidak boleh ada skandal atau berita buruk tentang hubungan pura-pura ini.

3. Harus menghadiri setiap acara keluarga sebagai pasangan.

4. Harus mematuhi batasan fisik yang ditetapkan oleh masing-masing pihak.

5. Kontrak ini berlaku selama tiga bulan.

6. Imbalan sebesar 700 juta akan diberikan setelah kontrak berakhir. Dan jika kontrak diakhiri sebelum jatuh tempo\, maka harus membayar denda dua kali lipat dari harga yang telah disepakati.

Amora menahan tawa, lalu menatap Damian dengan pandangan iseng. "Serius? Batasan fisik? Jangan-jangan Dokter takut jatuh cinta sama saya lagi?"

Damian hanya mengangkat alisnya tanpa ekspresi. "Aku hanya tidak ingin ada hal di luar kesepakatan."

Amora mendengus dan kembali membaca. Matanya berbinar saat melihat angka yang tertera di sana. 700 juta! Itu lebih dari cukup untuk melunasi hutang bapaknya dan menjamin hidupnya dan Azka ke depan. Ia membayangkan bisa membeli rumah baru, membayar terapi Azka tanpa harus bekerja mati-matian, bahkan mungkin bisa membuka usaha kecil.

Tapi sebelum terlalu larut dalam mimpi, ia kembali fokus pada dokumen di depannya. "Kalau ada pelanggaran kontrak?"

"Denda 50% dari total nilai kontrak," jawab Damian singkat.

Amora menggigit bibir. "Baiklah. Mana pulpennya?"

Damian menyodorkan pulpen mahal berwarna hitam. Amora menatapnya sebentar lalu mengambilnya, menandatangani perjanjian itu dengan mantap.

Begitu tinta mengering, Damian mengambil dokumen itu dan menyimpannya kembali ke dalam map. "Mulai sekarang, kamu adalah tunanganku. Kita akan mulai latihan besok."

Amora mengangkat satu alis. "Latihan? Kayak mau ujian aja."

"Aku tidak mau mamaku curiga," jawab Damian datar. "Kita harus tampak seperti pasangan yang benar-benar jatuh cinta."

Amora menyandarkan punggungnya ke kursi sambil menyeringai. "Sebentar… Jadi, selama tiga bulan aku harus berpura-pura menjadi tunangan Anda. Saya harus menemani acara keluarga, makan malam, dan momen-momen lain yang melibatkan mama Anda. Tidak boleh ada skandal, tidak boleh ada kebocoran informasi ke media atau orang luar. Jika saya melanggar, kontrak batal dan saya harus mengembalikan uangnya sesuai kesepakatan." Amora mengangguk-angguk sambil membaca ulang isi kontrak itu.

Damian hanya menatapnya tanpa ekspresi. "Benar."

Amora melanjutkan. "Saya juga tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain selama kontrak berlangsung, harus mengikuti arahan Anda, dan menjaga image sebagai pasangan yang harmonis di depan mama Anda." Amora mendesah. "Duh, ini kayak di drama-drama banget."

"Fokus, Amora." Damian mengingatkan.

Amora memutar bola mata dan kembali menelusuri dokumen. Hingga akhirnya sampai di bagian pembayaran. "700 juta, 350 juta di awal sebagai DP sudah Anda kirim dan sisanya di akhir kontrak?" Ia melirik Damian dengan ekspresi bingung. "Jujur, Dok. Ini sih banyak banget!"

Damian menyandarkan punggungnya ke kursi, wajahnya tetap tenang. "Aku butuh seseorang yang bisa meyakinkan Mama. Aku tidak mau menikah dengan wanita pilihannya, jadi aku membutuhkanmu. Harga ini sudah sebanding dengan manfaat yang kudapat. Dan kamu bekerja selama setahun di kafe itu belum tentu juga mendapatkan uang sebanyak itu.”

Amora menelan ludah. Jumlah uang itu memang lebih dari cukup untuk membayar hutang bapaknya. Namun, naluri liciknya muncul. Jika ia bisa mendapatkan sedikit tambahan, kenapa tidak?

"Oh ya Dokter Damian, bisa tidak DP-nya ditambah lagi 150 juta? Sisanya di akhir aku tidak masalah." Amora berusaha terlihat santai, meski dalam hati ia sangat berharap pria itu setuju.

Alis Damian sedikit terangkat, jelas terkejut dengan permintaan itu. "Kamu pikir ini toko kelontong yang bisa seenaknya minta tambahan?"

Amora tertawa kecil, berusaha mencairkan suasana. "Saya tidak main-main, Dok. Saya butuh uangnya sekarang."

Damian menyipitkan mata. "Untuk apa?"

Amora menghela napas, lalu menegakkan punggungnya. Sudah saatnya ia mengaku. "Ayah saya... dia punya hutang di rentenir. Kehidupan saya sangat miris. Hutang ayah saya banyak. Dan sekarang rumah kami terancam disita. Saya juga harus mengurus adik saya yang sakit. Saya tidak bisa menunggu sampai tiga bulan untuk mendapatkan sisanya. Saya harus menyelamatkan rumah saya sekarang. Karena itu satu-satunya tempat tinggal yang saya punya. Dan saya harus membayar 500 juta untuk menebus sertifikat rumah itu," jelas Amora panjang lebar.

Damian terdiam. Matanya sedikit melembut, tetapi suaranya tetap datar saat ia berbicara, "500 juta di awal, dan sisanya di akhir. Itu yang kamu minta?"

Amora mengangguk penuh harap. "Iya. Saya janji akan menjalankan peran saya dengan sempurna. Saya tidak akan merusak rencana Anda."

Damian menatapnya lama sebelum akhirnya menghela napas pelan. "Baiklah. 500 juta di awal. Tapi kamu harus menandatangani kontraknya sekarang."

Amora nyaris melonjak kegirangan, tapi ia menahan diri. Matanya berbinar penuh semangat. "Baik, Pak Bos! Siap menjalankan misi pura-pura jadi tunangan."

Damian hanya mendesah pelan. "Aku harap aku tidak menyesali keputusan ini."

*******

Malam itu juga setelah menemui Damian dan mendapatkan uang 500 juta yang langsung ditransfer ke rekeningnya, Amora dengan penuh keberanian mendatangi rumah rentenir yang selama ini menagih utang ayahnya. Rumah itu berada di gang sempit dengan lampu remang-remang, membuat suasana terasa semakin tegang.

Tanpa ragu, Amora mengetuk pintu dengan keras. Tak butuh waktu lama, seorang pria berbadan besar dengan kumis tebal membuka pintu. Mata pria itu menyipit curiga saat melihat Amora berdiri dengan penuh percaya diri.

"Ngapain lo ke sini? Mau nyicil? Gue bilang, kalo nggak ada uang, nggak usah banyak bacot! Besok rumah lo juga bakalan jadi milik gue," bentak rentenir itu.

Amora menyeringai. Ia mengangkat ponselnya, menunjukkan bukti transfer sebesar 500 juta ke rekening rentenir tersebut. "Gue ke sini bukan buat nyicil. Gue mau lunasin semuanya. Ini buktinya, duit udah masuk. Sekarang gue mau sertifikat rumah gue kembali!"

Rentenir itu terkejut, ekspresinya seketika berubah. Ia melirik asistennya yang langsung masuk ke dalam, mengambil berkas sertifikat rumah Amora. Setelah beberapa menit, selembar kertas berharga itu disodorkan ke hadapan Amora.

Amora meraih sertifikat itu dengan tangan gemetar. "Gue juga mau bukti pelunasan utang. Hitam di atas putih. Biar nggak ada drama lo bilang gue masih utang nanti."

Rentenir itu mendecakkan lidah, tetapi akhirnya menyuruh asistennya menuliskan surat pelunasan. Setelah semuanya selesai, Amora menatap rentenir itu tajam. "Satu lagi! Jangan pernah lagi kasih utang ke bokap gue. Gue nggak mau urusan sama lo lagi!"

Rentenir itu mendengus dan menyeringai licik. "Kalo dia datang lagi, bukan urusan gue. Gue cuma nyari duit."

Amora mendekat dan berbisik tajam, "Lo kasih dia utang lagi, gue bakal pastiin lo nggak bisa kerja di kota ini lagi!"

Ucapan Amora penuh ketegasan membuat rentenir itu terdiam. Ia bisa melihat api di mata perempuan itu. Setelah merasa cukup, Amora memasukkan sertifikat ke dalam tasnya dan berbalik meninggalkan tempat itu dengan langkah tegap. Padahal ia sendiri hanya gadis miskin dan tidak punya kuasa apapun tapi berusaha sok jago.

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Amora merasa menang. Ia sudah menyingkirkan beban yang selama ini menghantuinya. Dan yang pasti bukti pelunasan sudah ada ditangannya. Kini, ia bisa memikirkan langkah berikutnya dalam permainan gila yang baru saja dimulainya bersama Damian.

1
Suhartini hartini
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!