NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tuan alterio menelepon Dimas, ia memberitahukan keberadaan Nadia. Dimas langsung masuk ke dalam mobil menuju sun and moon apartment. Ia akan membawa sang istri pulang ke rumah miliknya. Selama di perjalanan Dimas mengetuk stir mobil dan ia sangat bahagia mengetahui keberadaan sang istri.

Dua jam di perjalanan akhirnya mobil terparkir di depan apartemen milik Nadia. Dimas masuk ke dalam gedung dan mendapatkan izin dari satpam gedung. Saat sudah berada di depan apartemen sang istri, ia langsung menekan bel yang ada disamping pintu. Setelah 5 menit berlalu akhirnya pintu pun terbuka.

"Nadia," ucap Dimas.

"Ngapain kamu ke sini? Lebih baik kamu pergi dari apartemen ini. Jangan ganggu aku, bersenang senang lah dengan wanita yang kamu cintai itu," ucap Nadia.

Nadia akan menutup pintu, namun dimas menahannya dengan menggunakan kaki kirinya. Saat ini kaki Dimas terjepit oleh pintu apartemen. Nadia terkejut dan membuka pintu agar kaki sang suami tidak terluka. Dimas masuk dan langsung memeluk Nadia.

"Pulang ya nad, rumah sangat sepi tidak ada kamu," ucap Dimas.

Nadia melepaskan pelukan Dimas dan menjaga jarak dari Dimas. "Maaf, bukanya ini yang kamu mau? Hidup tenang tanpa ada aku di rumahmu. Kamu bisa bersama dengan kekasihmu sepanjang waktu, kamu juga tidak membutuhkan aku. Jadi untuk apa aku kembali ke rumah itu," ucap Nadia.

Dimas memegang tangan nadia dan langsung di tepis oleh Nadia. "Nadia, aku mohon kembali lah," ucap Dimas.

"Maaf, aku tidak bisa kemba------,"

Ucapan Nadia terhenti saat Dimas memeluknya kembali. Hangat, itulah yang di rasakan oleh nadia saat di peluk oleh Dimas. Dimas memeluk erat Nadia, melepaskan rindunya kepada Nadia.

"Pulang ya nad, rumah berantakan dan tidak ada yang menyiapkan baju untukku. Selama tiga hari ini aku enggak bisa tidur nad, kamu tau kan, aku tidur harus memeluk tubuh kamu," ucap Dimas.

Nadia hanya diam dan air matanya menetes membasahi pipinya. Dimas semakin mengeratkan pelukannya dan merasakan dadanya yang basah.

"Menangislah, setelah itu hapus air mata kamu ya. Ayo kita pulang ke rumah kita, maaf sudah mencengkram wajahmu tiga hari yang lalu. Wajah kamu jadi memerah dan terluka karena kuku milikku," ucap dimas.

Nadia hanya diam dan melepaskan pelukannya. "Pulanglah aku ingin beristirahat," ucap Nadia.

"Enggak! Kalau kamu enggak pulang, aku juga enggak akan pulang," ucap Dimas.

Nadia menatap Dimas. "Terserah kamu saja, mau pulang atau tidak, aku tidak peduli," ucap Nadia.

Nadia masuk ke dalam kamar dan memilih untuk beristirahat. Dimas menyusul sang istri dan ikut berbaring saat Nadia berbaring di kasur.

"Aku akan tidur di sini, bersama dengan kamu. Kamu tau kan aku harus memeluk kamu saat akan tidur, aku sudah terbiasa memeluk kamu nad," ucap Dimas.

Nadia sedikit bingung, kenapa Dimas berbicara aku-kamu padanya? Karena kedua matanya sudah terasa berat, Nadia memilih untuk mengabaikan semuanya dan langsung memejamkan kedua matanya karena sangat lelah. Dimas mendekat kepada sang istri dan memeluk Nadia. Ia benar benar merindukan pelukan Nadia, dan jujur selama 3 hari ini ia tidak bisa tidur, karena tidak ada Nadia di sampingnya.

"Hangat," ucap Dimas.

Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Dimas langsung memejamkan kedua matanya. Nadia hanya diam dan mengusap rambut Dimas yang akan menuju alam mimpi. Akhirnya sepasang suami istri tersebut langsung terlelap dengan posisi Dimas yang tengah membenamkan wajahnya di dada milik Nadia.

Pukul 14.00 WIB. Dimas bangun dan terkejut saat tidak melihat Nadia di sampingnya. Ia pun langsung bangkit dan keluar dari dalam kamar untuk mencari istrinya.

"Nadia, kamu di man------,"

"Makan dulu, pasti belum makan siang kan?," ucap Nadia.

Dimas menghela nafas dengan pelan saat melihat Nadia tengah berada di ruang makan. Pria itu mendekati istrinya dan duduk di kursi yang ada di ruang makan.

"Makanlah, semoga suka," ucap Nadia.

Dimas menganggukkan kepalanya dan langsung memakan masakan yang istrinya buat. Kedua orang itu saling diam dan menghabiskan makanan yang mereka makan, tanpa adanya pembicaraan. Setelah selesai Nadia langsung meletakkan piring kotor ke wastafel dan mencucinya. Dimas hanya diam dan menatap sang istri yang tengah mencuci piring.

"Nad, pulang ya," ucap dimas.

"Enggak, aku enggak akan kembali. Aku akan tinggal di sini saja," ucap Nadia.

Dimas berdiri. "Ayolah nad, kita sepasang suami istri loh. Apa kata orang orang kalau kita pisah tempat tinggal," ucap Dimas.

Nadia menatap Dimas. "Bukankah kita menikah di atas kontrak? Jadi tidak masalah kalau kita tinggal berpisah," ucap Nadia.

Dimas memegang bahu sang istri. "Apa kata mama dan papa kalau tau kamu tinggal di sini. Ayolah pulang bersamaku nad," ucap dimas.

Nadia mengabaikan ucapan Dimas, pria itu menghela nafas dengan pelan dan langsung keluar dari apartemen. Nadia yang melihat kepergian sang suami hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Setelah selesai Nadia kembali masuk ke dalam kamar, dan duduk di balkon kamar. Ia akan duduk menyendiri di balkon, sambil menatap pemandangan yang indah dari balkon kamar.

Malam hari pukul 20.00 WIB. Nadia baru saja mengganti baju tidur miliknya. Gadis itu langsung berbaring di atas kasur dan tiba tiba saja ia mendengar bel berbunyi.

"Siapa yang datang malam malam seperti ini? Aku tidak memesan makanan," gumam Nadia.

Nadia langsung keluar dari dalam kamar dan membuat pintu apartemen. Ia sangat terkejut saat melihat Dimas yang tengah berdiri tegak di depan pintu, dengan baju tidurnya.

"Nad, gue enggak bisa tidur kalau enggak peluk Lo," ucap Dimas.

Cara bicara dimas sudah kembali seperti biasanya. Nadia membuka pintu dan menyuruh pria itu masuk ke dalam. Dimas langsung masuk ke dalam kamar sang istri.

"Gue bakal tinggal di sini, kalau Lo enggak mau pulang. Lo keras kepala banget, jadi gue memutuskan setelah gue pulang kerja, gue bakal ke apartemen Lo. Tidak ada bantahan atau apapun itu," ucap dimas.

"Kamu bisa menelepon kekasih kamu untuk tidur dan meme-------,"

"Gue udah bilang enggak ada bantahan, setelah pulang kerja gue bakal datang apartemen ini. Mau dua jam di jalan gue enggak peduli, yang penting gue bisa peluk lo," ucap Dimas.

Nadia menghela nafas dengan pelan, dan memilih untuk berbaring di atas kasur sambil posisi menyamping membelakangi Dimas. Dimas pun menjadi kesal dan menarik sang istri lalu mendekapnya.

"Sesak kak," ucap Nadia.

Dimas tersenyum saat Nadia kembali memanggilnya dengan sebutan 'kakak'.

"Iya maaf ya nad," ucap Dimas.

Pria itu pun melonggarkan dekapannya dan memejamkan kedua matanya. Nadia hanya diam dan memilih untuk tidur. Karena beberapa hari ini ia tidak bisa tidur, karena masalahnya.

'nadia, mama terus saja meminta cucu kepadaku. Apa kamu mau mengandung anakku?, mengandung anak dari pria yang selalu membuat kamu sakit hati?. Apa kamu mau melahirkan anakku nad?. Aku juga kasihan sama mama yang selalu terlihat sedih saat bersama dengan teman temannya. Semua teman teman mama membawa cucu mereka, tapi mama hanya membawa tangan kosong. Tapi aku sadar diri, aku selalu menyakitimu, dan di sisi lain aku juga menginginkan anak. Aku harus apa nad?,' batin Dimas.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!