NovelToon NovelToon
Sweet & Psycho

Sweet & Psycho

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta setelah menikah / Psikopat itu cintaku / Perjodohan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

Axcelino Pierce tampak sempurna, namun raganya terpecah oleh dua kepribadian yang saling berebut kendali akibat trauma masa kecil. Menyaksikan rumahnya terbakar dan sang kakak tewas mengenaskan tepat didepan mata, membuat Amnesia traumatis yang mengunci kehidupannya. Penyakit itu mustahil disembuhkan medis, hingga ia lelah terus berbagi kehidupan.

Kehadiran Sora Kyne yang ceria menjadi titik balik. Sora bukan hanya satu-satunya orang yang sanggup meredam gejolak kepribadian ganda Axcelino, tetapi juga bertekad membantunya mengingat kembali masa lalu yang terkunci demi kesembuhan sahabat barunya itu.

Namun, misteri besar menanti, bagaimana cara mereka membongkar skandal konspirasi di balik kematian sang kakak yang janggal, sekaligus membuka kunci rahasia kesembuhan Axcelino, sebelum kepribadian gelapnya mengambil alih selamanya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran Easton

# Lamaran Easton #

"Turun sini cepat! Pasti si Axcel itu juga yang buat anak ini hilang etika Yah. Ayah cepat suruh anakmu itu turun, dia harus terima hukuman."

Nyonya Jolly terlihat semakin marah saat Sora menolak usulannya untuk menerima lamaran Easton. Ditambah lagi Sora memberi ancaman tidak akan turun dari rak buku jika Nyonya Jolly bersikeras ingin berbesanan dengan keluarga Wistlen. Karena tak bisa menjangkau Sora, Nyonya Jolly melampiaskan amarahnya pada sang suami yang masih sibuk menikmati teh dengan suara seruputan keras.

"Kalau kamu tetap membangkang, Bunda akan stop kuliahmu dan kamu siap-siap saja tinggal di rumah Oma Neimar."

Nyali Sora langsung menciut ketika mendengar nama omanya disebut. Jika biasanya seorang nenek selalu memanjakan cucu-cucunya, berbeda dengan Oma Neimar. Kalau Sora dititipkan di rumah Oma Neimar, ia harus menyiapkan jiwa dan raganya untuk pelatihan militer. Bukan pelatihan militer sesungguhnya, melainkan pelatihan wanita mandiri yang harus bisa menguasai dunia dapur dan rumah tangga.

Sora yang sedari kecil terbiasa dilayani dan tak pernah menyentuh pekerjaan rumah pastinya akan sangat tersiksa. Memasak, beres-beres rumah, mencuci, menyetrika, mencari kayu bakar, mengambil air dari sumber air pegunungan untuk minum, bahkan berburu, semua itu adalah momok yang menakutkan bagi Sora. Ia bahkan sering berpura-pura sakit saat orang tuanya mengajak berlibur ke rumah Oma Neimar di daerah pegunungan.

Perlahan Sora menurunkan satu kakinya, bersiap untuk segera turun dan menerima hukuman dari Nyonya Jolly. Hukuman dari sang Bunda terasa tidak ada apa-apanya dibandingkan harus tinggal bersama Oma Neimar. Tapi belum sempat menapakkan kakinya ke lantai, tiba-tiba Bi Muna masuk dan mengatakan kalau Axcel sedang menunggu di depan untuk bertemu Sora.

"Oalah... Pucuk dicinta ulam pun tiba... Hahaha! Mari kita temui si biang kerok ini, Yah. Tangan Bunda udah gatal, sapu ini juga udah nggak sabar pengin kenalan sama anak begundal itu."

BRUGH!

Sora yang terburu-buru turun dari rak hingga tersungkur di lantai, berteriak pada Bi Muna untuk menyuruh Axcel segera pergi. Sora terus berteriak memohon pada Bi Muna untuk menyelamatkan Axcel dari Nyonya Jolly yang sudah mengacungkan sapunya dan berjalan penuh semangat menuju ruang tamu.

Tuan Mubis menghela napas, lalu menolong Sora untuk berdiri. Mendengar keributan di ruang tamu, Sora memaksakan kakinya yang masih sakit untuk berlari, diiringi Tuan Mubis dari belakang.

"Aduh... Tante... Maaf Tante, ini ada apa? Aduh... Tan... Tante!"

Axcel terkejut dan bingung karena tiba-tiba ada wanita paruh baya masuk ke ruang tamu dan langsung menyerangnya dengan sapu secara membabi buta. Beruntung ada Bi Muna yang mencoba menghalangi Nyonya Jolly, tetapi tetap saja betis Axcel terkena pukulan. Tak berapa lama Tuan Mubis dan Sora datang. Tuan Mubis langsung merengkuh Nyonya Jolly dari belakang, sementara Sora segera mendorong Axcel hingga keluar gerbang rumahnya.

Sora tak bisa menjawab semua pertanyaan Axcel yang kebingungan, karena ia harus segera menjauhkan Axcel dari rumahnya.

"Oho... Ternyata ada Axcel di sini. Mah, Pah, apa kalian undang Axcel ke acara lamaranku? Tapi harusnya kamu pakai jas dong..."

Axcel berkacak pinggang dan berdecih. Ia tahu betul kalau Easton sengaja sedang mengejeknya. Sora yang merasa canggung dengan situasi tak terduga itu langsung mendorong tubuh Axcel ke tempat motornya terparkir. Ia hanya tersenyum kecil dan mengangguk sekali untuk menyapa orang tua Easton. Sora menyuruh Axcel segera pergi sebelum bundanya keluar dan mengejarnya lagi.

"Salah aku apa, sih?! Nggak jelas banget. Apa kau memang mau lari dari tanggung jawab, ya? Kalau mau nikah sama Easton, Tahu kan konsekuensinya apa?!"

Sora berdiri dengan tidak tenang. Ia ingin menyuruh Axcel pergi dulu, tetapi Axcel terus saja ngotot bicara. Sementara itu, orang tua Sora sudah keluar menyambut orang tua Easton.

Sebelum menoleh ke arah mereka, akhirnya Sora memutuskan untuk meninggalkan Axcel yang masih kesal, lalu ikut bergabung dengan kedua orang tuanya untuk memberikan salam.

Nyonya Jolly langsung mengajak tamu-tamunya masuk ke dalam rumah dengan senyum indah di wajahnya. Dari kejauhan, Axcel melihat betapa hangatnya keluarga Sora menerima Easton. Dengan kesal Axcel memukul tangki bensin motornya, segera mengenakan helm, lalu memacu motornya di atas batas kecepatan rata-rata komplek.

"Saya pernah ketemu Nak Sora sekali di kampus dan langsung suka. Ternyata Easton pintar banget cari calon istri, ya kan, Pah?"

Sora hanya tersenyum canggung mendengar ucapan ibu Easton yang terus-terusan menyanjungnya. Arah pembicaraan terus menyinggung tentang rencana perjodohan yang Sora sendiri belum menyetujuinya. Di ruangan itu Sora tak diberi celah sama sekali untuk bicara, karena Nyonya Jolly tahu Sora pasti akan menolaknya terang-terangan dan mempermalukan keluarga.

Nyonya Jolly menyuruh Sora mengajak Easton jalan-jalan di taman belakang rumah agar mereka punya ruang mengobrol berdua. Senyum singkat Sora menunjukkan rasa tak senang di depan Nyonya Jolly, tetapi sang Bunda tak menghiraukannya.

---

"Jadi... Kamu punya wedding dream nggak, Sora? Urusan pernikahan kita, semua aku serahkan ke kamu. Aku bakal wujudin semua keinginan kamu kok. Seserahan dan mas kawin bisa kamu daftarkan. Bebas, aku nggak akan keberatan."

Mereka tidak berjalan berdampingan. Sora selalu mengambil langkah lebih cepat setiap kali Easton ingin berjalan di sampingnya. Sora juga tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Easton, seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Empat tahun penuh ia mengejar Easton sejak SMA, hingga mengikuti fakultas yang dipilih Easton dan mengabaikan keinginannya sendiri untuk belajar ilmu bisnis. Namun setelah kejadian beberapa bulan lalu, rasa itu lenyap. Sora mulai meragukan perasaannya yang selama ini ia curahkan secara terang-terangan di depan umum.

"Kamu kok tiba-tiba banget ngelamar aku? Kenapa? Bukannya kamu udah lama mengejar-ngejar Audry yang kamu bilang cinta pertama kamu itu? Apa Audry nolak kamu, ya?"

Kali ini Sora berhenti di tepi kolam ikan ayahnya dan duduk di kursi taman tanpa memandang Easton yang wajahnya tampak gugup. Easton tak menyangka kalau selama ini Sora tahu, ia lebih mementingkan dan memperjuangkan Audry daripada membalas perlakuan baik Sora.

Seberapa banyak yang Sora tahu hingga ia enggan menerima lamaran ini? Sejak kapan Sora sadar kalau selama ini ia hanya dimanfaatkan? Semua hal yang pernah diminta Easton sebenarnya adalah keinginan Audry, dan apa pun yang diberikan Sora selalu berakhir di tangan Audry. Easton menarik napas dan mencoba duduk dengan tenang di sebelah Sora. Kedua tangannya sibuk menggosok dan menepuk-nepuk pahanya, sangat terlihat ia kebingungan mencari topik pembicaraan setelah Sora membongkar rahasianya tentang Audry.

"Sora, Audry itu cuma masa lalu. Aku nggak tahu siapa yang kasih tahu kamu tentang Audry, tapi apa pun yang kamu dengar tentang aku dan dia itu nggak seperti yang kamu pikirkan. Maaf kalau aku butuh waktu lama buat balas perasaan kamu. Tapi sekarang kamu nggak perlu khawatir, sebentar lagi kita nikah dan tolong jangan ragukan lagi perasaan aku ke kamu, ya. Jangan cemburu lagi sama Audry, dia bukan siapa-siapa aku lagi."

Sora tersenyum sinis sambil melempar kerikil ke kolam. Cemburu...? Nyatanya, melihat kenyataan saat Audry bersama Easton sama sekali tidak membuatnya cemburu. Ia hanya kecewa pada dirinya sendiri karena sudah terlalu lama menjadi orang bodoh yang sibuk menghabiskan uang untuk wanita lain. Sora mulai mempertanyakan perasaannya selama ini. Untuk apa ia mengejar Easton selama ini?

Jika dipikir-pikir, Sora hanya ingin diperhatikan oleh Easton, meski hanya sekali. Sora bertekad menjadi siswi populer pun hanya untuk bisa mengimbangi kepopuleran Easton. Mungkin itu semua hanya obsesi semata, tanpa ada rasa spesial di hatinya untuk Easton.

"Mmm... Gimana ya... Sekarang aja aku nggak bahagia, apalagi kalau udah nikah. Kayaknya aku beneran nggak bisa terima kamu, Easton. Aku nggak pernah merasa cemburu. Kalaupun aku marah, itu karena Audry selalu aja bikin masalah sama aku, itu aja."

Sepertinya semakin hari Sora semakin dewasa. Pola pikirnya mulai berubah dan ia sadar bahwa kepribadiannya yang dulu sangat toxic, suka mencari perhatian hingga rela mengeluarkan banyak uang untuk teman-temannya, selalu ingin terlihat menonjol, dan berambisi punya banyak pengikut.

Banyak yang mengidolakan Sora karena ia terlihat sempurna, cantik, pintar, loyal, dan mudah bergaul. Namun nyatanya, tak ada satu pun yang ia izinkan terlalu dekat dengannya kecuali Easton, dan sekarang... Axcel. Anehnya, setelah berteman dengan Axcel, ia tidak lagi menginginkan hal-hal itu, termasuk perhatian dari Axcel. Entah mengapa, Axcel dan Ino terasa sudah memenuhi otaknya dan menguras tenaganya.

Sora yang sibuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba dikagetkan oleh Easton yang berlutut di depannya. Easton meraih kedua tangan Sora dan menyatakan perasaannya dengan serius, memohon agar Sora menerima dirinya. Easton yakin perasaan Sora yang hilang itu hanya sementara, dan setelah bersama nanti, ia yakin bisa mengembalikan kepercayaan Sora serta membuatnya jatuh cinta lagi.

TAK... TAK...

"Aduh! Apa-apaan nih?! Woi, keluar! Siapa sih yang iseng nimpuk-nimpuk kerikil?! Sini kalau berani!"

TAK!

Sora menahan tawanya saat melihat Easton berdiri emosi sambil mengelus kepala bagian belakangnya. Sebenarnya siapa yang sedang menjahili mereka? Easton mulai menelisik sekitar dengan teliti sambil terus mengancam pelaku pelemparan kerikil yang mengincar tubuhnya.

Sora pun ikut celingukan, penasaran dengan sosok yang menjahili mereka. Saat matanya tertuju ke satu sudut, nampak ujung kepala berambut silver bersembunyi di balik tembok taman belakang, sedikit tertutupi tanaman merambat di sekitarnya. Jelas Sora tahu kalau itu pasti Axcel. Sora kira Axcel sudah pulang, ternyata pria itu masih di sana dan bisa-bisanya menemukan Sora dan Easton di taman belakang. Apa yang ada di otak Axcel benar-benar tak bisa ditebak.

"Sora, rumah kamu ini kayaknya nggak aman deh. Pasti ada banyak orang yang sering memantau kamu dari jauh. Nanti kalau udah nikah, kita pindah ke villaku aja ya... Biar aku yang pilih lokasinya, kamu yang tentukan semua desainnya. Kamu bisa buat sesuai impian kamu. Gimana?"

TAK!

"Aduh!"

"Aahahahaha...!" Tawa Sora akhirnya pecah juga.

⭐⭐⭐⭐⭐

WADUH KIRAVERS! AXCEL BENERAN KEPALA BATU BANGET YA! 🤣💥

Bukannya pulang gara-gara diserang Bunda Jolly pakai sapu, si rambut silver ini malah ngumpet di balik tembok taman belakang dan jadi penembak jitu pakai kerikil! Mana yang ditimpuk kepalanya Easton lagi pas lagi sok romantis berlutut ngelamar Sora! 😭🎯

Tapi jujur, makin ke sini Sora makin kelihatan dewasa ya, Kiravers! Dia udah sadar kalau perasaannya ke Easton dulu cuma obsesi semata. Nah, kira-kira pas Easton sadar kalau pelakunya si Axcel, bakal ada baku hantam nggak nih di taman belakang?! Dan gimana respon Axcel pas dengar Easton ngajak Sora tinggal di villa?! 😱🔥

Yuk, tumpahkan reaksi dan tebakan kalian di kolom komentar sekarang, Kiravers! 💬👇

Jangan lupa ya Kiravers:

TEKAN TOMBOL LIKE & LOVE (❤️) buat hargai aksi ketapel kerikil Axcel dari balik tembok!

SIMPAN NOVEL INI DI LIBRARY (TAP/BOOKMARK) kalian biar nggak ketinggalan Notifikasi Bab 27!

FOLLOW PROFILKU untuk dapat update cerita paling cepat!

Terima kasih banyak sudah setia membaca dan sampai jumpa di bab selanjutnya! Happy reading, Kiravers! 🚀🔥

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!