Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?
Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)
Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA MASA LALU KEMBALI
Keesokan harinya, sebelum Leo berangkat kerja ke kantor, ia mengajak Eliza untuk berbicara tentang kelakukan Agatha tadi malam.
"Apakah kondisimu baik baik saja?" tanya Leo.
"Iya, Tuan Muda. Saya baik baik saja" jawab Eliza.
Leo tersenyum tipis, cukup lega jika Eliza tidak kenapa napa.
"Syukurlah. Jika terjadi apa apa denganmu, mungkin sudah aku tembak kepala wanita pemberontak itu" sahut Leo.
"Kata dokter Zane, obat tidur yang diberikan Agatha kepada saya terbuat dari tanaman kering, bisa dibilang obat tidur herbal tidak membahayakan" jelas Eliza.
"Tetap saja, kurang ajar sekali wanita itu" balas Leo menunjukkan emosinya. Namun di balik emosi ini, ia berharap Eliza merasa ia lindungi dan bisa memaafkan Agatha untuk sekali ini.
"Tuan tenang saja. Saya tidak membenci Agatha. Saya mengenalnya selama 6 bulan ini dan menurut saya dia tidak menunjukkan sikap memberontak. Hanya saja saya juga penasaran kenapa dia sampai berfikiran untuk kabur di malam bertemu adiknya" ujar Eliza.
"Ya hal itu juga yang ingin aku tau" ucap Leo.
Tiba tiba ada yang masuk dalam percakapan mereka.
"Mohon maaf, Komandan. Jenderal memanggil anda untuk segera menuju kantor" ucap Betrand, asisten dari Komandan Leo di kemiliteran.
"Baik, kita berangkat sekarang" sahut Leo.
"Aku serahkan urusan Agatha kepadamu, Eliza. Oh ya jangan lupa untuk memberikan obat itu pagi ini" lanjutnya.
"Siap, Tuan Muda" ucap Eliza.
Leo dan Betrand pun keluar kediaman Davarza menuju mobil yang dimana Zane sudah bersiap sebagai driver.
"Pasti ada yang menganggu jenderal" celetuk Leo ketika sudah didalam mobil.
"Betul, ndan. Tadi malam ada keramaian di kediaman jenderal Marcel setelah pesta bersama para jenderal. Ternyata ada pemberontak Irlandia yang menyamar menjadi pelayan dan berhasil di ringkus" jelas Betrand.
"Terus kenapa jenderal membutuhkan ku jika dia bisa menghukum sendiri si pemberontak irlandia?" tanya Leo.
"Karena pelayan itu tidak sendiri, setelah interogasi ada mata mata Irlandia yang menyusup sebagai militer dan membocorkan kegiatan kantor kita" jawab Betrand.
"Oh begitu..ternyata lagi lagi aku disuruh menangkap para pemberontak yang menyerangnya" ucap Leo setelah menghembus kan nafas panjang.
"Dan satu lagi, ndan" timpal Betrand.
"Apa?" tanya Leo.
"Nona Haile sudah kembali dari America. Ia sudah berada di kantor bersama jenderal" jawab Betrand.
"Haish! Wanita itu! Kenapa harus kembali" ucap Leo kesal.
"Jika Nona Katy tau Nona Haile kembali ke London, pasti dia akan mengurung anda, Sir" timpal Zane.
Leo mendengar kedua nama wanita itu langsung memijat pelipisnya.
"Mereka berdua sangat cocok untuk diletakkan di atas ring" canda Betrand.
"Katy adalah putri dari Duke William yang telah membantu keluarga ku berjaya sebelum orang tua ku meninggal, dan perjodohan kami sudah ada sejak kami remaja. Sedangkan Haile adalah wanita di masa laluku yang memilih pergi bersama pengusaha kaya america saat posisi terpurukku tapi dia adalah putri dari jenderal yang membantuku bangkit dari keterpurukan itu" jelas Leo.
"Tapi anda mencintai nona Ha.." belum juga selesai berbicara, Betrand mendapatkan cubitan di pahanya dari Zane.
"Tutup mulutmu, Trand! Sir Leo tidak mencintai pengkhianat seperti Haile itu" omel Zane.
Betrand merasa bersalah.
"Maaf kan saya, Komandan! Saya tidak bermaksud mengatakannya" ucapnya sambil menunduk menghadap atasannya itu.
"Lupakan. Jangan lagi mengatakannya" sahut Leo.
Lalu mobil berhenti di depan kantor markas militer Inggris di London.
Terlihat seorang wanita cantik dengan gaun bak putri keluarga kaya berdiri di depan pintu masuk seperti memang sedang menunggu seseorang.
Saat Zane dan Betrand melihatnya, mereka saling tatap lalu bersamaan menatap Leo yang berdiri disamping mobil dengan pandangan dingin kedepan, kearah wanita itu.
"Kalian pergilah. Aku akan menghadapi wanita itu" ucap Leo.
"Ba..baik, Komandan" seru Zane dan Betrand jadi kikuk. Mereka pun memilih berjalan memutar untuk masuk kantor.
Leo dengan gagah dan sikap dinginnya berjalan maju.
Wanita itu tersenyum cantik menggoda.
"Selamat pagi, Komandan Leonardo" sapa wanita itu.
"Selamat pagi Nona Haile, kamu sudah kembali" sahut Leo.
"Ya, aku sudah kembali. Aku kembali untuk mendapatkan cintaku kembali dan memperbaiki semuanya" ujar Haile yang berusaha bersikap sewajarnya tidak menunjukkan rasa sakit hati ditinggal sang kekasih 3 tahun lalu.
"Hahahhaa..aku doakan semoga lancar" sarkasme Leo dengan tawa yang menyindir lalu berniat meninggalkan Haile untuk masuk ke kantor.
Namun tangannya dicekal oleh wanita itu.
"Kamu.." ucap Leo dengan penekanan.
"Maafkan aku, Leo" sahut Haile dengan raut wajah penyesalan.
Cetak!
Tangan Haile dihempaskan dengan mudahnya oleh Leo.
"Jangan pernah memegangku lagi" peringatan Leo dengan tatapan tajam.
Haile hanya bisa memandang mata biru pria yang dulu pernah menjalin hubungan dengannya 5 tahun dengan pandangan sendu.
Mereka menjalin hubungan dibelakang keluarga keduanya karena saat itu Leo sudah dijodohkan dengan Katy, tapi mereka tetap bersama memupuk cinta bersama sebelum pemberontakan Skotland membunuh orang tua Leo dan cukup memporak porandakan London.
Leo meninggalkan wanita itu dengan langkah tegapnya masuk kantor.
"Apakah kamu benar benar tidak bisa memaafkanku, Leo? Aku memang bersalah meninggalkan mu saat kamu terpuruk" ucapnya dalam hati lalu memilih pulang menaiki mobilnya yang sudah ready di depannya saat ia memberikan kode pada driver.
Leo langsung masuk ke ruangan jenderal Marcel, ayah dari Haile.
Tok..tok..tok..
Ia mengetuk pintu ruangan terlebih dahulu.
"Masuk" suruh dari dalam ruangan.
Ceklek. Pintu terbuka.
"Selamat pagi, Jenderal" sapa Leo.
"Pagi, Leo. Duduklah" sahut Marcel.
"Kamu sudah bertemu putriku? Dia sudah kembali" lanjutnya.
"Ya jenderal, kami sudah bertemu" balas Leo.
Melihat ekspresi Leo, pria berusia 60 tahunan itu hanya mengangguk paham.
"Sepertinya, putriku sudah tidak ada dihatimu" celetuknya.
Leo menatap heran dengan perkataan sang atasan.
"Jika 3 tahun lalu, aku tau kamu sangat mencintai putriku, mungkin aku tidak melepaskannya untuk pergi ke America dengan pria bajingan yang ternyata menyakiti putriku" ucap Marcel lagi.
"Apa maksud jenderal mengatakan ini kepada saya? Saat ini saya juga sudah bertunangan dengan putri Duke William, sehingga saya harap masa lalu biarlah berlalu" sahut Leo.
Marcel menghela nafas panjang.
"Ya kamu benar" ucapnya.
"Baiklah, lupakan apa yang baru saja ku katakan. Sekarang aku ingin membahas pemberontak Irlandia yang menyamar di kantor ini" lanjutnya.
"Apakah pelayan yang menyusup ke pesta anda tadi malam masih hidup? Jika benar, izinkan saya untuk menginterogasi nya kembali" ujar Leo.
"Ya. Dia berada di penjara bawah tanah" sahut Marcel.
"Pergilah" lanjutnya.
"Siap, Jenderal!" balas Leo sambil memberikan hormat.
Leo pun keluar ruangan dan berjalan ke penjara bawah tanah.
Didalam ruangannya, Marcel mengepalkan tangan.
"Putriku akan mendapatkan cintanya kembali. Dia adalah putriku satu satunya, tidak akan kubiarkan dia menderita" gumamnya.
"William, lihatlah. Calon menantumu akan kurebut" lanjutnya.
3 tahun lalu saat orang tua Leo tiada dan Leo terluka parah karena terkena bom dari pemberontak skotland, Marcel membiarkan putrinya pergi ke America bersama pengusaha muda yang datang memberikan bantuan senjata.
Leo saat itu tidak sadarkan diri selama 15 hari dan kondisi keuangan militer London memburuk. Akhirnya Marcel menerima bantuan dari pengusaha America itu namun sebagai gantinya menikahkan putrinya sendiri dengan pemberi bantuan.
Merasa perjuangan Leo sudah maksimal hingga membuat pria itu koma, Haile tersulut untuk ikut membantu negaranya meskipun mengorbankan diri. Ia melihat keluarga Duke William menemani Leo dimasa masa sulit itu dan merasa dirinya tidak berarti.
Haile melarang Marcel untuk mengatakan hal ini kepada Leo agar pria itu tidak mencarinya.
Tapi pada akhirnya, cinta Haile kembali ke London. Suaminya di America menyiksanya, membuatnya keguguran 2 kali sampai ia trauma untuk hamil.
Dan saat ini ia mencari perlindungan dengan kembali ke London. Suaminya dilarang masuk London dengan pengawasan ekstra dari Jenderal Marcel.
Tapi mereka tidak tau jika Antonio Lurbergi, pengusaha muda america itu adalah seorang mafia eropa-america yang menyuplai senjata senjata saat perang ataupun konflik dari berbagai pihak.
Antonio Lubergi, sang penguasa perang, akan merebut kembali istrinya. Apakah berhasil?
cerita nya seru👍