NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Penyelamat Dari Pertemuan Kedua

     Malam yang berkabut menyisakan tampilan bulan sabit yang sangat tipis. Jalan setapak menuju Dusun Bara Rendah terbenam dalam kegelapan yang pekat, diselimuti kabut tebal. Hanya kerlip bintang dan sinar samar dari sepotong bulan sabit itu yang menjadi penerang malam.

Ling Xie memilih melangkah lewat jalan pintas di gang kecil itu. Ia khawatir jika lewat jalan utama, ia akan dicurigai dan dianggap sebagai mata-mata oleh para pengawal yang sedang berjaga ketat. Jalan setapak itu memang sangat sepi dan sunyi, nyaris tak ada seorang pun yang berani melewatinya. Pepohonan rimbun menaungi sepanjang jalan, sementara sesekali terdengar lolongan anjing liar yang menggema dari kejauhan, semakin menambah suasana yang seram dan mencekam.

Ling Xie melangkah perlahan. Berbekal cahaya bintang dan sepenggal bulan sabit, yang menjadi penuntunnya di kegelapan malam pada jalan setapak itu. Ia tidak membawa perbekalan sama sekali. Hanya sebuah kain di lipat dan di masukan ke sela bajunya. untuk membungkus ramuan dan obat-obatan nantinya. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya ia sampai di gerbang Desa Dusun Bara Rendah. Ia pun segera berjalan menuju pondok pengobatan nya. Di sana sudah berdiri di depan pintu, Ayah dan Ibu angkatnya.

"Baru pulang kamu, Ling Xie?" tanya Ibu angkatnya nyonya Chen Niang.

"Kata orang-orang di sini, kamu di angkat jadi tabib kerajaan Feng Ling. Mengobati Ibu Suri Zhao He. Banyak dong uang, yang kamu terima?" sindir Ayahnya.

  Ling Xie membuka pintu rumah pengobatan miliknya, dan langsung masuk. Di dalam rumah kecil itu, ia segera mengambil beberapa ramuan herbal kering dan beberapa botol ramuan obat herbal, serta beberapa macam jenis bahan obat-obatan yang di ambilnya dari hutan.

"Ayah..Ibu..Ling Xie memang di suguhkan beberapa uang dari Ibu Suri Zhao He. Tapi..Ling Xie menolaknya." sahut Ling Xie sambil mengambil beberapa ramuan herbal.

"Apa? Kamu ini bodoh atau bagaimana sih? Ambil saja, itu kan upah karena kamu menyembuhkannya. Kenapa tidak kamu ambil saja." Ibunya menghardik sambil menoyor kepala Ling Xie.

"Ayah... Ibu... berhenti untuk menyuruh Ling Xie seperti itu. Ling Xie tulus mengobati mereka tanpa mengharapkan bayaran tinggi," sahut Ling Xie sambil menghentakkan sebotol ramuan, hingga ramuan itu tumpah sedikit mengenai tangannya.

"Tidak seharusnya, kamu seperti itu! Sebagai bukti baktimu pada kami, orang tua asuh mu. Kalau bukan karena kami, kamu sudah terlantar dan mati di luar sana." ucap Ibunya dengan nada kesal.

"Bu, berhenti memaksakan kehendak kalian! Ling Xie bukan mesin pencetak uang! Apa selama ini, uang yang Ling Xie, berikan itu tidak cukup?" sahut Ling Xie mencoba menghentikan kebiasaan Ibu angkatnya, yang selalu memaksanya sebagai mesin uang.

 Plaakkk

 Sebuah tamparan keras mengenai pipinya.

"Ayah!"

"Jaga ucapan mu, Ling Xie! kau tidak seharusnya berkata lancang ke ibumu, walaupun dia hanya ibu angkat mu!" ucap Ayah angkatnya dengan murka.

  Ibu nya mendekatinya dan memegang bahunya,"Ling Xie...kau harus tetap terima uang itu, atau jangan pernah anggap kami sebagai orang tua mu lagi!" ancam ibunya semakin mendesaknya.

  Lalu Ling Xie pun kembali membungkus beberapa ramuan herbal, dan bahan obat lain nya. Dan segera meninggalkan pondok pengobatan itu. Ling Xie melangkahkan kakinya tepat di depan pintu keluar, tiba-tiba ibu dan ayah angkatnya berkata,"Jika kau masih menganggap kami orang tuamu, serahkan uang hasil pengobatan mu pada kami. Jika tidak, jangan pernah anggap kami sebagai orang tua mu lagi!"

  Desakan itu semakin membuatnya marah dan hampir saja tidak terkontrol lagi. Amarah yang di pendamnya selama ini, hampir saja membuatnya kehilangan kesadaran. Ia mencoba mengelus dadanya sembari berkata dalam hati,"Sabar..Ling Xie sabar.."

* * * * *

Malam masih berkabut tebal, membuat jalan setapak yang di laluinya semakin gelap dan sunyi. Baru saja berjalan meninggalkan Dusun Bara Rendah, tiba-tiba di pertengahan jalan bayang-bayang sekelompok lelaki berbaju hitam dan bertopeng hitam yang melompat dari semak-semak datang dan mengelilinginya. Orang-orang itu memblokir jalan yang ingin di laluinya. Ada 6 orang lelaki yang menghalangi jalan nya. Masing-masing mereka membawa pedang yang siap menghunus siapa saja yang menghalangi mereka.

"Serahkan semua harta yang kau bawa! Jangan harap bisa lolos hidup-hidup!" bentak pemimpin mereka dengan suara garang dan nyaring.

Ling Xie mengeratkan genggaman pada kantong kain yang berisi obat-obatan herbal. Ia bersiap melawan meski jumlah mereka jauh lebih banyak darinya. Napas nya tertahan, tetap ia tidak bisa membiarkan rasa takut menguasai dirinya. Saat para perampok hendak menerjang nya serentak, tiba-tiba tubuh Ling Xie mengeluarkan cahaya emas dan munculnya PHOENIX EMAS dari dalam tubuh nya. Sementara itu, tidak jauh dari tempat Ling Xie, Pangeran Zhong Yang yang hendak melintasi jalan itu, terkejut dan terpukau akan aura cahaya PHOENIX EMAS itu. Aura PHOENIX EMAS itu ikut membangkitkan aura NAGA EMAS milik nya.

"Astaga! Itukan aura PHOENIX EMAS. Apakah itu berasal dari wanita bercadar putih itu? apa jangan-Jangan dia dalam bahaya? Ehhh...Aura PHOENIX EMAS itu juga membangkitkan aura NAGA EMASKU!" gumam pangeran Zhong Yang.

Pangeran Zhong Yang segera menghampiri Ling Xie dan mencoba memastikan apakah benar dalam bahaya.

"Mundur! Berani Kalian mengganggu seorang wanita, yang tidak bersalah di hadapan ku!" bentak Pangeran Zhong Yang yang duduk di atas kudanya. Pangeran Zhong Yang turun dari kudanya.

Dengan secepat kilat, pangeran Zhong Yang melesat diantara kabut membasmi para perampok itu. Ling Xie yang di tengah-tengah dari kumpulan perampok itu. Dalam sekejap mata, Zhong Yang sudah berada tepat di sisi Ling Xie. Ia dengan sigap merangkul pinggang gadis itu, menarik tubuhnya mendekat ke dadanya untuk melindunginya sepenuhnya dari bahaya yang masih mengancam. Pangeran Zhong Yang bergerak gesit menghukum para perampok itu, hingga perampok itu kalah. Saat itulah dunia mereka seolah berhenti.

Ling Xie menoleh perlahan, dan di balik cadar putihnya, sepasang matanya yang bening. Memancarkan ketenangan yang luar biasa, saat berpandangan mata dengan mata sang Pangeran. Seolah matahari mereka berbicara. Di mata sang pangeran terlintas kekaguman mendalam terhadap gadis yang mendapat julukan sebagai Tabib Cadar Putih. Gadis biasa, tetapi menyimpan misteri. Bagaimana bisa seorang wanita dari kalangan biasa, bisa memiliki aura PHOENIX EMAS milik kerajaan Feng Ling? Pandangan mereka saling terkunci, seolah saling berbisik tentang rasa takjub yang baru saja tumbuh, seolah kedua jiwa itu saling mengenali satu sama lain dalam keheningan yang ajaib itu.

Tiba-tiba Cadar Putih milik Ling Xie terlepas dari wajahnya, akibat hembusan angin malam itu. Terlihatlah wajah cantik nona Ling Xie. untuk pertama kalinya wajahnya terlihat oleh pria. Karena selama ini, Ling Xie menyembunyikan kecantikan wajahnya di hadapan seluruh pria. Para perampok itu kembali bangkit, dan hendak menyerang, namun mereka mundur terhuyung-huyung, seakan ikut terhipnotis aura kecantikan wajah Ling Xie. Sadar kecantikan nya di ketahui orang, ia pun segera melepaskan pelukan dari pangeran Zhong Yang dan mengambil cadar putih yang terjatuh ke tanah, untuk di pakai nya kembali.

"Ternyata Tabib cadar putih cantik, juga ya!" sindir salah satu perampok itu.

Pangeran Zhong Yang yang merasa cemburu, melihat para perampok itu juga ikut menyaksikan kecantikan wajah Ling Xie, membuat Pangeran menghunuskan pedangnya kearah para perampok itu.

"Pilih Pergi atau nyawa kalian melayang!" ucap Pangeran Zhong Yang dengan sangat marah.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!