NovelToon NovelToon
Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.

Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.

Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 Siapa Dia

Amanda kembali ke Apartemennya dengan wajahnya yang tampak kesal.

"Apa-apaan tadi!" ucapnya masih tidak percaya dengan tangannya yang masih memegang jas kotor tersebut.

"Isssss!" Amanda merasa jijik menjatuhkan jas tersebut di sofa.

"Amanda kenapa kamu diam saja di saat ia memberikan jas itu kepada kamu, itu artinya kamu merasa bersalah, sudah jelas-jelas dia tiba-tiba muncul di belakang kamu. Kamu seharusnya tegas dan apa kamu tidak mengingat bahwa sebelumnya dia telah menabrak kamu dan merasa bersalah sama sekali dan bahkan tidak meminta maaf dan sekarang kamu justru dijadikan sebagai pelaku utama,"

"Ahhhhhh, laki-laki itu!" umpat Amanda kesal.

Amanda menghela nafas, mencoba untuk menenangkan diri, Amanda tiba-tiba kepikiran sesuatu dengan merogoh tasnya, dia melihat bahwa diberikan kartu nama oleh laki-laki tersebut membuat Amanda mengeceknya sendiri.

"Egar Ardana Wijaya!" ucapnya membaca nama di kartu tersebut. Amanda melihat di belakang kartu itu.

"Perusahaan Lexa!" ucapnya tampak kaget dengan mata melotot.

"Siapa dia sebenarnya? Mengapa di kartu nama ini tertera nama Perusahaan, Lexa," ucapnya seperti ada sesuatu yang penting dengan perusahaan tersebut.

"Apa hubungannya dengan dia?" batin Amanda.

Mata Amanda kembali tertuju pada jas yang masih tetap berada di sofa, entah apa yang saat ini dia pikirkan.

******

Perusahaan Lexa.

Amanda berdiri tepat di depan Perusahaan tersebut, penampilannya sangat cantik dan elegan menggunakan dress panjang sampai mata kakinya dengan lengan panjang. Wajahnya tampak elegan dengan hair stylist rambutnya yang digerai panjang dengan diberi gelombang di bagian bawahnya.

Kepala Amanda terangkan melihat tingginya gedung pencakar langit tersebut dengan tulisan yang terlihat begitu jelas PT Lexa.

"Ternyata aku kembali menginjakkan kaki di tempat ini setelah 5 tahun aku meninggalkan tempat ini. Siapa sangka jas ini yang akan membawaku datang ke tempat ini kembali," ucapnya melihat paper bag yang dia pegang.

"Ini mungkin sudah menjadi takdir, karena tidak mungkin aku berada di tempat ini tanpa ada sesuatu, baiklah Amanda, kamu harus menjalankan niatmu untuk melanjutkan rencana yang sudah kamu susun," gumam Amanda tersenyum penuh rencana.

"Oke, sekarang kita mulai masuk kedalam," ucap Amanda.

******

Amanda berjalan mengikuti wanita yang tampil cantik dan anggun berjalan di depannya.

"Silahkan Nona!" titah wanita tersebut ketika berdiri di depan pintu dan mengetuk pintu tersebut.

Amanda mendengar suara sahutan tidak asing dari dalam dan melihat bagaimana wanita itu membuka pintu.

"Silahkan masuk!" wanita tersebut tampak ramah.

"Terima kasih," ucap Amanda menundukkan kepala membuat wanita tersebut juga menundukkan kepala dan kembali menutup pintu.

Amanda memasuki ruangan tersebut dengan melihat di sekitar ruangan itu, kepalanya berkeliling melihat setiap inti sudut dari ruangan tersebut, sudah pasti tidak asing baginya.

"Kamu ternyata cukup bertanggung jawab!" suara itu membuyarkan lamunannya melihat ke arah meja yang tepat lurus di hadapannya, pria yang di tabrak tadi malam dan harus bertanggung jawab atas jas yang kotor baru saja membalikkan tubuhnya.

Amanda akhirnya datang ke Perusahaan tersebut dan diantarkan oleh sekretaris pria itu menuju ruangannya.

"Kamu membawa milik saya kembali?" tanyanya dengan syarat matanya yang dingin menatap Amanda.

Amanda menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, mencoba untuk tenang dengan melangkahkan kakinya menghampiri Egar.

"Benar! Tuan Egar, karena saya tidak mungkin membuang jas mahal milik Anda dan apalagi membiarkan jas itu berada di rumah saya," jawab Amanda meletakkan paper bag tersebut di atas meja.

"Saya kembalikan. Jas milik Anda, semoga saja Anda tidak akan mempersulit saya berikutnya," ucap Amanda.

"Saya harus memeriksanya terlebih dahulu, karena biasanya jika diberikan tanggung jawab kepada orang yang tidak mengakui kesalahannya, maka bukan memperbaiki, tetapi justru merusak," ucap Egar mengambil paper bag tersebut dan yang benar saja dia langsung memeriksanya.

"Laki-laki ini benar-benar sangat menyebalkan," batin Amanda dengan kesal.

"Baiklah! bisa saya terima, yang terpenting kamu sudah memiliki niat untuk mengembalikannya dan membersihkannya, kamu juga bertanggung jawab," ucap Egar.

"Karena saya tidak pengecut, jika memang itu kesalahan saya dan maka saya mengembalikan jas ini, dan jika memang saya harus meminta maaf karena sudah mengotori jas Anda, tidak menjadi masalah untuk saya, tetapi bagaimana dengan kesalahan yang Anda lakukan kepada saya? Bukankah Anda juga harus meminta maaf?" tanyanya membuat Egar mengerutkan dahi dengan penuh kebingungan.

"Maaf Nona! kesalahan mana yang kamu maksud?" tanya Egar

"Ya, pasti Anda tidak mengingatnya, its ok, saya tidak mungkin mengingatkan Anda pada kesalahan Anda," ucap Amanda.

"Baiklah Nona, jika tidak memiliki kepentingan lagi berada di ruangan saya. Maka, silakan keluar, saya masih memiliki banyak pekerjaan," ucap Egar.

"What, dia mengusirku," batin Amanda terlihat begitu kesal.

"Oke!" ucapnya mencoba untuk setenang mungkin dengan memberikan senyum dan tidak mengatakan apapun lagi yang keluar dari ruangan tersebut dengan membawa kekesalan.

"Seperti apa yang dia katakan bahwa dunia ini sangat kecil, tetapi meski marah-marah dan tidak terima, ternyata dia tetap datang dengan membawa pakaianku kembali," ucap Egar.

Amanda semakin emosi melangkahkan kakinya di koridor perusahaan tersebut karena baru saja bertemu dengan Egar yang seolah-olah tidak menghargai dirinya.

"Aku sudah bersusah payah mencuci jas itu, datang ke tempat ini dengan mengusirku begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih? Laki-laki itu memang tidak pernah merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan, sungguh memuakkan!" umpat Amanda.

"Apa pak Egar ada di ruangannya?" langkah Amanda terhenti ketika mendengar suara tersebut membuat arah pandang matanya tertuju pada suara itu.

"Ada, tetapi pak Egar, baru saja kedatangan tamu yang berada di ruangannya," jawab wanita yang tak lain adalah sekretaris Egar yang tadi baru saja mengantarkannya.

"Maudy...." ucap Amanda.

"Siapa tamunya? Wanita atau pria?" tanya Maudy dengan penasaran.

"Seorang wanita, tetapi sepertinya bukan klien, karena tidak ada janji bertemu dengan wanita itu," jawabnya.

"Tumben sekali, dia bertemu dengan orang lain tanpa ada janji terlebih dahulu," gumam Maudy.

"Ya sudahlah, kalau begitu biar saya saja yang melihatnya," ucap Maudy membuat wanita bernama Gina tersebut mengganggukan kepala dan Maudy langsung pergi.

Amanda melihat Maudy membuatnya bersembunyi, ternyata kali ini dia tidak ingin bertemu langsung dengan Maudy.

Amanda tetap aman dipersembunyiannya dengan Maudy yang berjalan melewati persembunyian tersebut.

"Apa hubungannya dengan Egar, dan kenapa juga pria itu bisa menjadi Direktur di perusahaan ini," batin Amanda dengan rasa penasaran.

Bagaimana tidak penasaran dan tidak tahu apa yang terjadi dan Perusahaan itu sudah banyak berubah.

Amanda hanya dipenuhi dengan banyak pertanyaan.

Bersambung ......

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉
Ma Em
Semangat Amanda kamu pasti bisa mengambil hak kamu perusahaan yg sdh dikuasai pelakor dan anak2 nya , semoga dimudahkan dan dilancarkan usaha Amanda untuk mengambil kembali perusahaan nya dan bisa menyingkirkan mereka semua .
Ma Em
Amanda mungkin lelaki yg sering kamu temui itu adalah lelaki yg akan menjadi pasangan hdp mu Amanda , ternyata rumah tangga Reno dgn Sisil sepertinya tdk bahagia bahkan sering bertengkar , ternyata Reno menikah dgn Sisil sering bertengkar dikira setelah melepaskan Amanda Reno akan bahagia dgn Sisil wanita pilihan Reno , mungkin itu balasan Sisil karena sdh menyakiti Amanda sehingga rumah tangganya juga tdk bahagia .
Ma Em
Semoga Amanda segera mengetahui perselingkuhan Reno dgn Sisil .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!