NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Pagi hari Arumi sudah bersiap-siap untuk pergi ke pasar. Hari ini Arumi tidak masuk kerja, karena mau menemani istri mandornya berbelanja ke pasar.

" Rum "

" Wih cantik bener nih sahabat aku, mau kemana?"

" Ke pasar, jadi dandan dikit. Kamu bawa apa Rum"

" Baju Buk mandor, kemarin dia minta jahitkan baju"

" Yuk jalan, buk mandor udah nungguin"

Arumi dan Rani segera berangkat, mereka akan menunggu istri mandornya di simpang tiga. Daripada istri mandinya yang menunggu, lebih baik mereka yang menunggu.

" Rumi, Rani sini. Kita sarapan dulu "

" Kita terlambat ya Buk"

" Nggak kok, saya juga baru sampai. Kita isi perut dulu"

Arumi dan Rani di ajak masuk ke warung yang ada di simpang tiga. Ternyata banyak juga yang sarapan di warung simpang tiga. Arumi dan Rani baru pertama kali sarapan di sini. Maklumlah mereka biasanya sarapan di rumah.

" Kalian berdua belum pernah sarapan disini?"

" Belum Buk, biasanya kami sarapan di rumah "

" Kalian berdua harus coba bubur ayam, bubur ayam disini sangat enak "

Ibuk mandor pun memesan dua porsi bubur ayam dan satu porsi lupis.

" Ibuk nggak pesan bubur juga?"

" Nggak, saya sudah sering makan bubur ayam disini. Jadi saya pesan menu yang lain aja"

" Buk, ini bajunya " kata Arumi sambil menyerahkan paperbag pada buk mandor.

" Udah selesai ya "

" Udah Buk"

Buk mandor pun melihat baju hasil jahitan Arumi. Dari ekspresinya buk mandor terlihat sangat senang.

" Masyaallah Rum bagus banget bajunya"

" Alhamdulillah kalau ibuk suka"

" Hasil jahitan kamu bagus dan juga sangat rapi. Jahitan kamu nggak kalah bagus dari jahitan di butik-butik mahal"

Arumi senang karena buk mandor puas dengan hasil jahitannya.

" Kalau kamu buka butik sendiri, ibuk yakin butik kamu bakal rame. Kenapa kamu nggak coba buka butik aja "

" Pengen sih Buk, tapi dananya belum ada "

Sudah banyak orang yang menyarankan Arumi untuk membuka butik. Arumi juga ingin membuat butik sendiri, tapi apalah daya semua harapan itu terhalang sama dana.

Buk mandor menyimpan kembali bajunya, karena pelayan datang membawa pesanan mereka. Mereka akan menikmati sarapan yang ada dihadapan mereka.

" Ayo dimakan nanti keburu dingin "

" Iya Buk "

Arumi mengaduk bubur ayamnya. Kelihatannya lebih enak kalau buburnya di aduk.

" Gimana?"

" Enak Buk "

" Benarkan, bubur ayamnya enak"

" Iya Buk, pantas aja ramai pembelinya "

Arumi bersyukur dipertemukan sama orang-orang baik. Walaupun sama orang tua dan saudara sendiri ia diperlakukan tidak adil, tapi Allah maha adil dan juga baik.

" Kalian berdua sudah pernah bertemu dengan Pak Kusuma"

" Belum Buk"

" Semoga besok kalian bertemu dengan beliau"

" Emang pak Kusuma itu orang seperti apa Buk?" tanya Rani.

" Dia orang yang sangat ramah dan juga dermawan. Nanti kalian akan tau sendiri bagaimana dermawannya beliau"

Arumi dan Rani mengangguk. Besok mereka akan bertemu dengan pemilik kebun teh. Di desa ini beliau lha yang punya kebun teh. Kebunnya sangat luas.

Selesai sarapan, Arumi, Rani dan buk mandor pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan dan juga bumbu dapur untuk acara besok pagi.

...***...

Pagi ini suasana di pasar sangat ramai, karena ini hari pekannya. Di desa ini pasarnya tiap hari, tapi yang paling ramai itu hari Rabu. Jadi wajar saja sekarang ramai pembeli.

" Beli apa dulu Buk"

" Kita ke tempat daging dulu"

Mereka bertiga pun pergi ke tempat penjual daging.

" Pak beli daging sepuluh kilo "

" Dagingnya yang ada lemaknya atau nggak, Buk"

" Nggak Pak, dagingnya saja "

" Sebentar ya Buk"

Penjual daging pun mengambilkan daging terbaik pesanan buk mandor. Daging-daging disini kualitasnya bagus.

" Nggak kebayang bagaimana meriah acaranya. Pasti mewah banget"

" Pastinya Ran, kan mau menyambut orang penting"

Semua daging sapi di masukkan kedalam kantong plastik. Buk mandor meminta tolong pada kuli angkut untuk membawakan daging itu ke mobilnya.

Setelah membayar daging sapinya, mereka bertiga pun meninggalkan lapak daging.

" Kemana lagi Buk"

" Ke tempat ikan sama ayam "

Walaupun pasar tradisional, tapi disana tidak becek. Karena lantai pasarnya sudah di pasang keramik.

" Pak mau ikan gurame, nila kilo sama lele. Masing-masing lima kilo ya pak"

" Baik Buk"

Arumi dan Rani masih setia berdiri di samping buk mandor.

" Kalian berdua mau beli apa?"

" Nggak ada Buk, kita berdua nemenin ibuk aja"

Bukan nggak ada yang mau dibeli, tapi Arumi tidak punya uang. Ia ingin membeli baju dan juga sendal. Tadi pas masuk pasar ia melihat ada sendal yang bagus.

Arumi memang tidak punya banyak baju. Baju di lemarinya bisa dihitung dengan jari. Begitu juga dengan sendal. Sendal kalau sudah putus barulah ia ganti. Itupun kalau ada uang untuk menggantinya.

Semua ikan sudah di bersihkan, pedagang itupun memberikan pada Buk mandor.

" Buk mau saya bantu bawakan belanjaan?" tanya seorang anak laki-laki.

" Emang kamu kuat bawanya, ini berat lho"

" Kuat Buk"

" Tolong ya"

Anak laki-laki itu membawa dua kantong plastik. Dan yang satu lagi di bawa sama temannya. Anak itu mengikuti buk mandor untuk membeli bahan-bahan yang lain.

" Kita beli bumbu dapur dulu ya"

Mereka pergi ke tempat penjual bumbu dapur terlengkap di pasar itu.

" Beli bumbu dapurnya Buk"

" Yang halus atau yang kasar"

" Yang halus"

Buk mandor menyebutkan bumbu dapur yang ingin ia beli. Tapi untuk yang lengkuas, kunyit dan yang lainnya ia beli yang utuh, atau belum dihaluskan.

Selesai membayar belanjaannya, mereka lanjut pergi ke tempat orang penjual cabai.

" Buk beli cabai "

Buk mandor membeli cabai merah keriting lima kilo, cabai hijau dua kilo dan cabai rawit satu kilo. Sekalian ia mau stok cabai untuk di rumahnya.

Arumi dan Rani dari tadi tidak mendengar buk mandor menawar. Apa seperti itu gaya orang kaya belanja. Coba kalau mereka berdua yang beli, pasti sudah di tawar.

Kalau banyak duit mah bebas-bebas saja tidak menawar harga. Karena uang mereka banyak, dan tidak akan berkurang. Berbeda dengan mereka yang uangnya setipis tissue.

" Ada lagi Buk"

" Bawang merah dua kilo Buk, sama bawang putih satu kilo"

Penjual itupun menghitung semua belanjaan buk mandor.

" Totalnya enam ratu tujuh puluh ribu"

Buk mandor membayar belanjaannya.

" Makasih Buk"

" Sama-sama"

Wajah penjual cabai itu terlihat sangat ceria. Mungkin mereka senang kalau pembelinya seperti buk mandor. Karena dagangan mereka tidak di tawar.

" Ibuk mau beli baju?" tanya Rani saat mereka berhenti di toko baju yang ada di pasar itu.

" Nggak, ibuk mau traktir kalian berdua. Ayo masuk"

Arumi dan Rani ragu-ragu mau masuk ke dalam toko. Karena mereka tau harga baju di toko mahal dibandingkan dengan harga di kaki lima.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak.

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!