NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

Resty masih ingat atas semua perlakuan bibi nya dulu, bagaimana dia memperlakukan ia dan ibunya dengan kejam. saat acara pesta Amina ingin memberikan Resty makan dan ketahuan dengan bibinya, malah di bentak dan dimarahi, dan di anggap cuma numpang makan enak. Karena dari pagi sampai siang dia dan ibunya belum makan dan di suruh kerja Tampa rehat. Disaat saudaranya yang lain makan dengan lahap, ibu nya yang seorang iparnya sendiri di suruh kerja tampa makan.

"Numpang makan enak aja kerjaannya! Dasar ipar tidak tahu diri!" bentakan itu memecah riuh musik dangdut. Sendok di tangan Aminah bergetar. Nasi dan lauk yang baru di suapkan ke Resty tumpah ke lantai.

Aminah langsung menunduk. Bibirnya digigit sampai putih. Air matanya ditaha. Sejak subuh mereka disuruh angkat galon, cuci piring seember-ember, beres-beres kursi. tapi tidak dikasih secuil pun makanan. Aminah hanya menahan tangis saat di permalukan di acara pesta. orang-orang yang melihat tidak ada yang peduli. Tetap melanjutkan makan.

Resty masih ingat jelas rasa panas di pipinya waktu itu. Walaupun dia masih kecil tapi ia ingat semua hinaan yang di berikan bibinya kepada mereka. Bukan karena suara pesta di halaman bibinya. Tapi karena tatapan bibi yang menusuk seperti paku.

Perut Resty yang umur 7 tahun itu melilit. Mata nya terus melirik meja panjang berisi ayam goreng, opor, kue lapis. Wanginya menusuk ke hidung. Tapi setiap kali tangannya nyentuh piring, suara bibi lebih dulu nyambar. Saudara sepupunya yang lain makan sambil ketawa. Sambal belepotan di bibir. tidak ada yang menoleh ke sudut dapur tempat Aminah dan Resty berdiri. Padahal yang dipermalukan bibi dan sepupu mereka sendiri, Seolah mereka patung. Bagi mereka hinaan itu hiburan gratis buat mereka.

Aminah cuma bisa mengusap kepala Resty pelan, bisiknya serak: "Sabar ya....Nak? nanti di rumah kita makan singkong rebus."

Malam itu Resty tidak makan apa-apa. Yang dia telan cuma air mata Ibunya. janji kecil di dalam hati._Suatu hari aku tidak akan numpang lagi. Aku tidak akan dibentak lagi. Aku akan bikin Ibu makan sampai kenyang... di meja paling depan._

7 tahun berlalu. Bau opor itu masih menempel di ingatannya dan semua hinaan yang ia dan ibunya dapatkan akan menjadi kekuatannya untuk menuju masa depan.

"Janji ya...Bu! janji Resty," gumamnya pelat. Sambil memeluk lutut di tikar tipis. Di luar, suara dangdut dari rumah bibi masih sayup-sayup terdengar. Suara tawa sepupunya yang kekenyangan. Sementara perutnya dan perut Ibu cuma diisi air putih.

Ibu memeluknya dari belakang. Tangannya kasar, tapi pelukannya paling hangat di dunia. "Iya...Nak. Kita simpan janji itu baik-baik. Suatu hari, kita yang duduk di meja paling depan."

7 tahun berlalu. Bau opor itu masih menempel di ingatannya dan semua hinaan yang ia dan ibunya dapatkan akan menjadi kekuatannya untuk menuju masa depan. Bau opor itu masih ada. Bukan di hidung, tapi di ingatan. Setiap kali Resty lewat warung padang, setiap kali ada hajatan di kampung, baunya datang. Membawa serta suara bentakan, tawa meremehkan, dan dinginnya lantai dapur tempat dia dan Ibu duduk bersandar.

Tapi sekarang, bau itu tidak bikin dia nangis lagi. Bau itu jadi bahan bakar."numpang makan enak" jadi cambuk biar dia belajar sampai tengah malam. Dan setiap kata."ipar tidak tahu diri" jadi alasan inilah saat lebaran dia tidak pernah datang kerumah bibinya dan saudaranya yang lain. Setiap tatapan kosong orang-orang di pesta itu jadi pengingat. jangan pernah jadi orang yang pura-pura tidak terlihat.

"malah bengong lagi" bentakan bibinya Resty sinis. Sama seperti 7 tahun lalu. Nadanya tidak berubah masih setajam pisau.

Resty tidak mengangkat muka. Tangannya tetap stabil mengisi kolom terakhir formulir pendaftaran ulang SMP.

"Nama Wali: Aminah

 Status: Almarhumah.

 Umur: 36 tahun

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!