Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Berobat
Keadaan rumah Pak Seno sedikit tegang walau saat ini Aina sudah sadar dan dia masih dalam keadaan lemas, namun tetap saja mereka masih berpikiran masing-masing dan beranggapan bahwa ini semua memang ulah dari Darno, namun ustadz Toni terus mengatakan bahwa mereka tidak bisa mempercayai ucapan iblis yang masuk ke dalam tubuh Aina tadi.
Sebab bila mereka langsung percaya dan mereka pasti akan langsung membalas kepada Darno, tentu iblis itu memang merencanakan hal seperti itu agar mereka bertengkar satu sama lain dan itu membawa kebahagiaan tersendiri untuk sang iblis, sehingga saat ini mereka masih bingung untuk mengambil tindakan bagaimana untuk mengatasi masalah ini.
Sebab aneh juga karena mendadak Aina pulang ke rumah setelah masalah perceraian yang baru dia katakan, dan ditambah sekarang setelah pulang ke rumah maka dia kerasukan oleh sesuatu yang tidak pernah mereka alami sebelumnya, mungkinkah memang itu ulah dari Darno atau orang lain yang ingin membuat masalah diantara mereka semua.
Ustadz Toni menyarankan agar mereka sabar saja terlebih dahulu, segala hal yang dilakukan secara terburu-buru akibat terbawa oleh emosi maka tidak akan berakhir dengan baik, jadi mereka harus memikirkan ini dengan kepala dingin agar tidak terjadi masalah yang jauh lebih berat dan nanti menimbulkan pro kontra yang sangat besar.
Pak Seno juga masih mempertimbangkan ini semua dan dia tidak mau bila nanti main santet seperti itu, menurut dia itu bukanlah tindakan yang tepat karena tidak berani menghadapi secara langsung, seharusnya bila dharma memang merasa sakit hati maka lebih baik mengatakan terus terang dan mereka bisa bertengkar secara terbuka.
Tidak perlu menggunakan santet seperti ini karena itu menunjukkan bahwa dia adalah pria pengecut yang tidak memiliki nyali, bisa dikatakan memang Darno tidak memiliki nyali karena ketika didatangi oleh Pak Seno maka dia memilih menghindar dan meminta pertolongan dari para warga, jelas itu menunjukkan bahwa dia bukan pria yang memiliki nyali besar.
"Jadi apa memang benar bahwa ini semua ulah Darno, Pak?" Bu Putri menatap sang suami yang masih terdiam.
"Entah lah, tapi dengan adanya tragedi seperti ini maka orang yang paling kita curigai adalah dia." jawab Pak Seno.
"Sebab Aina baru saja pulang karena memutuskan ingin bercerai dan saat ini malah mengalami nasib seperti ini." Wiwin juga setuju dengan hal itu.
"Tapi ustaz Toni tadi mengatakan agar kita tidak percaya dengan ucapan iblis tadi." Bu Putri masih sedikit ragu dengan hal itu.
"Nah karena itu maka aku masih memikirkan ulang, apa memang Darno atau ada orang lain yang sengaja ingin membuat kekacauan ini." ujar Pak Seno dengan nafas berat.
"Kenapa mendadak saja ada penyakit seperti itu dan Kenapa ada iblis yang bisa masuk ke dalam tubuh Aina?" Wiwin sungguh tidak mengerti dengan hal tersebut.
"Agak aneh dan bila tidak melihat secara langsung maka tidak akan percaya." lirih Bu Putri.
Memang bila tidak menyaksikan secara langsung maka mereka semua tidak akan percaya bahwa Aina baru saja kerasukan oleh sesuatu, orang yang tidak mempercayai hal mistis maka akan menyangkal keras hal itu dan mengatakan bahwa itu semua hanya halusinasi semata dan kemungkinan karena Aina yang terlalu lelah seharian serta Dia memiliki banyak pikiran.
Padahal bila memang dia hanya memiliki banyak pikiran maka tidak mungkin sampai mengalami hal seperti itu, tapi tidak perlu menjelaskan kepada semua orang karena itu semua adalah hal yang sia-sia saja, lagi pula untuk apa di ceritakan kepada semua orang karena nanti justru akan menjadi gosip di desa mereka.
"Aduuuh sakit sekali." Aina terbangun lagi setelah merasakan sakit dan ngilu.
"Mana yang sakit, Ai?" Wiwin mendekat untuk bertanya.
"Perut ku, perut bagian bawah terasa sangat sakit menusuk sehingga tidak bisa untuk bergerak ini." Aina meringis kesakitan.
"Apa kita pergi ke rumah sakit saja sekarang biar bisa segera diperiksa oleh dokter?" tawar Wiwin karena dia juga cemas melihat keadaan Aina yang pucat.
"Ya benar apa yang Wiwin katakan, Ayo kita ke rumah sakit saja malam ini." Bu Putri juga cemas melihat keadaan sang anak.
"Ayo, sudah tidak usah menolak lagi karena aku yang akan mengobatkan dan bertanggung jawab pada dirimu sampai kapan pun!" Pak Seno berkata tegas dan segera menyambar kunci mobil.
Aina berusaha untuk bangun berdiri karena mereka harus segera masuk ke dalam mobil dan menuju rumah sakit, tapi ternyata kaki Aina begitu lemah sehingga dia tidak bisa bergerak atau bangkit berdiri, Wiwin yang melihat hal itu segera membantu agar Aina bisa bangkit dan berjalan menuju mobil.
"Kaki ku lemas dan bagian selangkangan terasa sangat sakit, Win." keluh Aina.
"Ya oleh sebab itu kita harus segera berobat untuk melihat sakit yang kau alami." ujar Wiwin.
"Siapa tahu ini semua ada sangkut paut dengan iblis yang masuk ke dalam tubuh mu tadi." ujar Bu Putri.
Aina langsung menoleh karena dia sama sekali tidak sadar bahwa tadi ada iblis masuk ke dalam tubuh dia ini, manusia yang kerasukan memang tidak akan pernah merasakan hal itu dan bahkan mereka sama sekali tidak ingat apa yang telah terjadi tadi.
"Aku tidak tau kenapa tapi aku sangat takut, Win." lirih Aina.
"Tidak perlu takut, ada Allah yang akan selalu melindungi kita." jawab Wiwin.
"Ibu ambil tas dulu, nanti malah tidak bawa uang pas sampai sana." ujar Bu Putri.
"Sama ponsel ku sekalian, Bi." teriak Wiwin karena baru ingat ponsel dia.
Malam ini juga mereka segera berangkat menuju rumah sakit untuk mengobati keadaan Aina, Mereka ingin tahu terlebih dahulu sakit apa yang sedang dia alami sehingga sampai separah ini, sebab Aina memang mengeluarkan banyak darah segar dan Aina sendiri justru mengatakan bahwa dia mengeluarkan darah berwarna hitam pekat sehingga ada rasa takut di dalam hati wanita ini.
Selamat malam Besti, kita up enam ban hari ini.
g