NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 11

Seperti biasa, sebelum berangkat bekerja Mila melakukan olahraga ringan dan sarapan dengan 2 butir telur. Bukan karena diet tapi memang makanan itu yang cukup mudah dan tanpa ribet.

Mila berjalan kaki menuju jalan utama, saat menunggu angkutan umum Hasbi yang mengendarai sepeda motor berhenti tepat dihadapannya. Pria itu membuka kaca helm dan bertanya, "Mau pergi kerja, ya, Mbak?"

"Ya," jawab Mila singkat.

"Aku dengar kabar kalau beberapa angkutan sedang mogok operasi. Bagaimana kalau saya antar kerja?" Hasbi menawarkan bantuan, berharap tujuan mereka searah.

"Apa gak ada kendaraan umum lainnya yang beroperasi?" Mila tak segera menerima tawaran Hasbi, dia tak mau merepotkan dan jadi fitnah apalagi mereka baru beberapa hari mengenal.

"Memangnya Mbak Mila kerja di mana?" tanya Hasbi.

Mila lalu menyebutkan nama kedai nasi dan jalan tempatnya bekerja.

"Selain itu Mbak Mila bisa naik becak motor atau ojek, tapi harganya sangat mahal. Lebih murah naik angkutan umum, sih!" jelas Hasbi.

"Saya naik ojek saja!" kata Mila dengan cepat setelah mendengarkan penjelasan.

"Apa salahnya kalau bareng saya? Kami sama-sama menggunakan motor."

"Nanti Mas Hasbi terlambat kerja kalau antar saya kerja," Mila beralasan padahal dia ingin menghindari pria itu.

"Saya hari ini tidak ke kantor, saya lagi ditugaskan diluar kantor. Jadi, gak masalah kalau mengantarkan Mbak Mila," jelas Hasbi mengenai pekerjaannya.

"Duuh.. bagaimana ini? Ditolak, aku bakal terlambat. Naik ojek, uang menipis dan gajian masih lama," batin Mila bingung.

"Ayo Mbak, saya antar!" Hasbi terus menawarkan diri.

"Ya sudah!" Mila terpaksa menerima tawarannya.

Hasbi lalu memberikan helm yang memang sengaja dibawanya karena dirinya akan menjemput temannya sebelum menuju tujuan kerjanya.

Mila memakai helmnya dan duduk dibelakang, ia sengaja menjaga jarak duduk agar dadanya tak menyentuh punggungnya Hasbi.

Motor yang dikendarai Hasbi melaju ke tempat kerjanya Mila. Begitu sampai, Hasbi melihat kedai nasi itu dan membaca nama kedainya.

"Mas Hasbi, terima kasih!" Mila mengembalikan helm yang dikenakannya kepada pria itu.

"Sepertinya kapan-kapan Mbak Mila harus mentraktir saya makan di sini," kata Hasbi bercanda.

"Ya," Mila membalas candaan Hasbi dengan senyuman kaku.

"Kalau begitu, saya pamit!"

"Sekali lagi, terima kasih banyak, Mas." Mila merasa lega karena dirinya tak terlambat datang.

"Kalau Mbak Mila mau dijemput, biar saya jemput!" Hasbi menawarkan dirinya lagi.

"Eh..Gak usah... saya naik angkutan umum aja. Mungkin sore, mereka sudah beroperasi!" Mila tak mau menyusahkan Hasbi lagi, cukup pagi ini dan sekali saja Hasbi mengantarkannya ke tempat kerja.

"Hmm.. baiklah kalau begitu. Saya pamit!" Hasbi menyalakan mesin motornya dan melesat ke rumah temannya.

Mila masuk ke kedai, Wina dan Ratih-teman kerjanya Mila juga, melihatnya diantar seorang pria membuat keduanya senyum-senyum ke arahnya.

"Kalian kenapa?" Mila menatap keduanya heran, ia duduk dihadapan keduanya sambil memulai pekerjaannya memotong sayuran.

"Pacar baru, ya?" goda Wina tersenyum.

"Apa, sih? Siapa yang punya pacar?" Mila tertawa kecil.

"Tadi diantar siapa?" tanya Ratih senyum-senyum menggoda.

"Itu tetangga, kami kos-kosan di tempat yang sama," jawab Mila biar tak salah paham.

"Awalnya tetangga, lama-lama jadi kekasih!" celetuk Wina tertawa.

"Hanya kebetulan aja, dia mau pergi kerja dan aku nunggu angkot. Dia bilang kalau angkot lagi mogok operasi," jelas Mila.

"Oh, begitu!" kata Wina manggut-manggut.

"Tapi, gak apa-apa, sih, kalau kalian benar jadian. Selama dia belum ada yang miliki!" sahut Ratih berceletuk.

"Apa, sih, gak secepat itu juga cari penggantinya!" kata Mila lantas berdiri dan mencuci sayuran yang sudah dipotong di bawah kran air.

"Apa kau belum bisa melupakan mantan suamimu yang brengsek itu?" singgung Wina yang memang mengetahui alasan penyebab Mila berpisah.

"Bukannya tidak bisa, cuma takut aja kalau salah pilih," kata Mila tersenyum.

"Benar juga, sih, masa harus gagal lagi untuk kedua kalinya!" Ratih menyahutinya dan setuju.

"Kalau begitu, kau harus hati-hati dengan dia. Kalian 'kan baru beberapa hari kenal. Dia sudah berani mengantarmu kerja, jangan-jangan ada maksud lain!" Wina mengingatkan.

"Semoga aja dia gak seburuk itu dan pastinya aku harus tetap berhati apalagi ini bukan kotaku," ujar Mila lalu melangkah ke bagian belakang kedai sembari membawa sayuran yang telah dicuci.

-

Sore harinya..

Mila kini berada di depan pintu kamarnya, ketika hendak memasukkan kunci pintu terdengar suara deru motor. Mila dengan cepat membuka pintunya dan masuk. Ia tak mau berpapasan dengan Hasbi dan mengajaknya mengobrol. Ia merasa kurang nyaman saja berbicara dengan seorang pria yang belum terlalu dikenalnya. Apalagi Mila tak tahu orang tua atau teman-temannya. Lebih baik berhati-hati daripada terjebak.

Di dalam kamar Mila menghela napas berat dan lega. Meskipun suara mesin motor itu belum tentu kendaraannya Hasbi, setidaknya dirinya sudah bersikap was-was dan waspada.

Mila memutuskan salat Maghrib di rumah saja, sebab hari ini kedai begitu ramai sehingga badannya sedikit pegal.

Sementara Hasbi yang pulang lebih awal, sejenak melihat ke arah kamarnya Mila yang lampunya sudah menyala. Terlihat dari ventilasi jendela kamar itu. Hasbi lalu menuju kamarnya di lantai kedua dan bersiap-siap melaksanakan salat Maghrib di masjid.

Azan pun berkumandang, Hasbi segera ke masjid terdekat. Berharap bertemu dengan Mila dan mengajak wanita itu mengobrol lagi.

Hingga selesai salat Maghrib, Hasbi yang sengaja memperlambat keluar dari masjid tak melihat sosok Mila diantara para jama'ah wanita yang berjalan beriringan pulang.

Hasbi tampak kecewa karena tak bertemu Mila, dia hanya berpikir kalau Mila mungkin sedang kedatangan tamu bulanan sehingga absen ke masjid.

Mila yang hendak keluar membeli cemilan di warung, terpaksa harus mengintip dari balik gorden jendela terlebih dahulu hanya untuk menghindari dari Hasbi. Setelah dirasa cukup aman, Mila bergegas keluar menuju tempat tujuan.

"Duuh... kenapa aku jadi seperti buronan aja?" gumam Mila memegang dadanya, selepas urusannya ke warung.

Tujuan Mila ke luar kota hanya ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa dirinya bisa mandiri tanpa bayangan mantan suaminya.

Tak ada niatannya menikah lagi dalam waktu dekat. Baginya pernikahan kemarin menjadi pelajaran berharga baginya dan harus lebih selektif mencari pasangan hidup.

"Sepertinya hari ini dan dua hari ke depan aku salat di rumah saja!" kata Mila duduk di pinggir karpet tidurnya sambil membuka keripik pedas yang dibelinya di warung.

***

Pagi ini Mila tak bertemu dengan Hasbi lagi, karena pria itu sudah berangkat kerja 1 jam lalu. Itu semua diketahuinya dari hasil mengintip lewat jendela.

"Hari ini masak balado udangnya sedikit lebih banyak, ya!" perintah Bu Bagas kepada Wina.

"Apa ada pesanan hari ini, Bu?" tanya Wina memegang baskom berisi udang segar yang telah dibersihkan.

"Ya, ada rombongan dua puluh orang makan siang di sini," jawab Bu Bagas.

"Oh," ucap Wina.

"Dan kau, Mila!" pandangan Bu Bagas berpindah ke arah Mila yang berdiri disebelah Wina. "Gabung beberapa meja yang cukup buat dua puluh orang. Jangan lupa kotak tisu letakkan!" perintahnya.

"Baik, Bu." Mila segera melakukan tugasnya.

Dua jam kemudian, beberapa orang dengan memakai pakaian seragam yang sama memasuki kedai nasi.

Pak Bagas, istrinya dan Ratih mulai menyajikan masakan yang telah dipesan di atas meja makan. Sedangkan, Mila meletakkan gelas dan teko berisi air putih.

Kursi-kursi telah terisi para pelanggan, meja juga sudah dipenuhi makanan. Tanpa disadarinya ada sepasang mata memperhatikan kesibukannya.

1
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
Murni Zain
Gass,,, otw halal🤭
Dew666
👑👑👑
Dew666
🍎🍎🍎
Murni Zain
akhirnya bs mengungkapkan kata suka'🥰
Mami AL: walaupun baru cuma dalam hati 🤭
total 1 replies
Murni Zain
Hasbi,, pernah sama² tersakiti. 🤭🤭
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
Murni Zain
🤗🤗🤗Alhamdulillah msh d ketemu kn sama orang baik ya mbak Mila.
Murni Zain
ehh kenapa Mas Hasbi 🤔🤔🤔 cemburu apa ada trauma???
Dew666
Aldo
Murni Zain
2 laki-laki memcoba dekat sm Mila🤭
Mami AL: kita buat Mila bingung memilih 😅🤭
total 1 replies
Mami AL
kebetulan yang tepat sekali, ya, Kak😄🤭
Murni Zain
ohhh so sweet banget🥰🥰🥰

jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
Murni Zain
Hasbi kan🤔🤔🤔

atw sang mantan. 🤔🤔🤔
Murni Zain
semoga jodoh Mila.... Hasbi🤗
Murni Zain
mungkin kn jodoh mila..🤔
Mami AL: kita lihat nanti, ya, Kak🤭
total 1 replies
Murni Zain
Semoga ada kebahagiaan d t4 baru ya mbak.. 🥰😍🤗💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Semangat mbak Mila.. 🥰🤗
Murni Zain
baik bgt nih ibu mertua... klo aku dl sebaliknya😄 tp tu masa lalu q.. yg sekarang sdh terbayar dgn suami yg setia, baik bertanggung jawab sm keluarga. 🤗🥰
Mami AL: Alhamdulillah, Kak.. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Murni Zain
Ternyata mertuanya baik ya.. klo aku dl... seperti enggak d Terima krn aku ank kampung. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!