NovelToon NovelToon
The Aftermath

The Aftermath

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di tengah dinginnya kota New York, pernikahan megah Adiba Abbey dan Raynazh Leon Osborn hancur berantakan dalam waktu semalam.

Di dalam kamar griya tawang keluarga Osborn yang remang dan mabuk oleh atmosfer perayaan, sebuah kesalahan fatal terjadi.

Adiba menyerahkan segalanya kepada pria yang dia kira adalah sang suami yang baru saja mengikat janji suci bersamanya di altar.

Namun, tepat di detik-detik pelepasan yang intim, sebuah suara asing yang bergetar hebat meloloskan nama Adiba.

Kesadaran menghantamnya bak badai es; pria yang baru saja menidurinya bukanlah Raynazh, melainkan sang adik ipar, Louis Enver Osborn.

Pengkhianatan tak sengaja yang dipicu oleh kegelapan dan alkohol ini meruntuhkan dinding pernikahan mereka, menyeret Louis dan Adiba ke dalam jurang penyesalan, dendam, dan rahasia kelam yang mengancam kehancuran total dinasti Osborn.

_🌷_

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Ruang rapat utama lantai teratas gedung Osborn Group mendadak menjelma menjadi ruang hampa udara bagi Louis Enver Osborn.

Kata-kata yang baru saja lolos dari bibir pucat Adiba Abbey—pengakuan tentang obsesi yang telah mengakar sejak sepuluh tahun lalu di New York Academy—menghantam kesadaran Louis bagai gada besi yang menghancurkan seluruh dinding logikanya.

Louis membeku. Tubuh tegapnya menegang ekstrem di depan wanita itu. Sepasang mata elang abu-abunya melebar, menatap lurus ke dalam manik mata hitam Adiba yang berkilat jernih, sarat akan pemujaan yang terdistorsi namun teramat pekat.

"Sepuluh tahun...?" bisik Louis, suaranya parau, nyaris tak terdengar di antara deru angin malam Manhattan yang menghantam kaca jendela.

"Kau... menyukaiku sejak lama? Apa maksudmu, Kakak Ipar? Jangan mengarang cerita gila untuk memutarbalikkan fakta!"

Adiba tidak menjawab dengan kata-kata. Dia justru melukiskan senyuman paling manis, sebuah senyuman yang teramat damai namun mengerikan, seolah seluruh rahasia dunia kini berada di dalam genggamannya.

Dia melangkah mundur satu langkah, membiarkan jemari lentiknya merapikan kerah blazer hitamnya yang sedikit kusut, tetap mempertahankan tatapan mengunci pada pria di hadapannya.

Drt... drt... drt...

Sebelum Louis sempat mendesak lebih jauh, ponsel hitam di saku celananya bergetar hebat dengan ritme yang konstan dan mendesak. Louis tersentak. Dia menarik pandangannya dari Adiba, merogoh sakunya, dan melihat nama digital yang berkedip di layar: Zack.

Firma detektif swasta independen. Batas waktu dua bulan yang dia berikan pada Zack seolah terpangkas habis malam ini.

Ada firasat buruk yang teramat pekat merayap naik ke tengkuk Louis saat menekan tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Zack. Katakan," ucap Louis, suaranya dingin namun menyiratkan ketegangan yang tak bisa disembunyikan.

Di seberang telepon, suara Zack tidak lagi terdengar santai dengan deru napas perokok beratnya.

Suara detektif itu bergetar hebat, dipenuhi oleh kombinasi antara rasa ngeri dan keterkejutan yang teramat masif.

"Louis... demi Tuhan, dengarkan aku baik-baik," ucap Zack terengah-engah, terdengar suara gemerisik kertas-kertas dokumen yang dibuka dengan terburu-buru.

"Aku baru saja menembus pelayan lama di kediaman utama Abbey dan membedah dokumen medis digital yang sempat dihapus dari rumah sakit jiwa di pinggiran Paris. Rahasia tentang Adiba Abbey... ini jauh lebih mengerikan dari sekadar seorang stalker."

Louis mengetatkan rahangnya, matanya kembali melirik Adiba yang kini melipat kedua tangannya di dada, memperhatikannya dengan tatapan tenang yang mematikan. "Langsung ke intinya, Zack."

"Pernikahan antara Raynazh dan Adiba... itu bukan rencana Arthur Osborn, Louis. Itu adalah skenario yang dirancang dan digiring oleh Adiba sendiri dari Paris!" Zack menjeda kalimatnya untuk menarik napas dalam.

"Dia sengaja membiarkan dirinya dijodohkan dengan Raynazh. Motifnya dari awal adalah balas dendam. Dia ingin menghancurkan Raynazh dari dalam karena dia tahu... dia tahu betul apa yang dilakukan Raynazh padamu di masa lalu, termasuk bagaimana Raynazh membiarkanmu mendekam di penjara Brooklyn!"

Deg.

Jantung Louis berdegup liar. Namun, kejutan itu belum berakhir. Suara Zack di telepon mendadak merendah, berubah menjadi bisikan parau yang sarat akan kengerian yang mendalam.

"Tapi Louis... ada satu hal yang jauh lebih berdarah. Ini tentang Ambar. Kakak kandung Christine."

Mendengar nama Ambar disebut, seluruh otot di tubuh Louis seketika mengencang.

Kenangan akan gadis malang yang tewas bunuh diri setelah diperkosa oleh kakaknya—tragedi yang memaksa Louis memikul rasa bersalah seumur hidup demi melindungi Christine—mendadak berputar cepat di kepalanya.

"Kenapa dengan Ambar, Zack?!" tanya Louis setengah membentak, suaranya meninggi akibat kecemasan yang mendadak memuncak.

"Kematian Ambar... kasus bunuh diri itu... ternyata ada sangkut pautnya dengan Adiba Abbey."

Pernyataan Zack laksana petir yang menyambar tepat di atas kepala Louis.

Mulut Louis mendadak menganga, matanya terbelalak sempurna menatap Adiba yang kini perlahan berjalan mendekat ke arah jendela kaca, memunggungi dirinya.

"Dokumen harian digital milik Ambar yang sempat disembunyikan menunjukkan bahwa sebelum gadis itu melompat dari lantai atas, Adiba menemuinya secara rahasia di rumah sakit," lanjut Zack dengan nada suara yang bergidik ngeri.

"Adiba yang membisikkan kata-kata itu pada Ambar yang sedang depresi berat. Saksi lama mengatakan, Adiba memegang tangan Ambar dan berkata... 'Surga itu begitu indah, Ambar. Di dunia ini, neraka seperti Raynazh tidak akan pernah membuatmu tenang. Pergilah ke tempat yang lebih indah, dan biarkan aku yang mengirim bajingan itu ke neraka sesungguhnya.' Dan setelah pertemuan itu, Louis... Ambar melakukan bunuh diri tersebut."

Brak!

Louis mundur beberapa langkah hingga tubuhnya membentur tepi meja mahoni dengan keras.

Ponsel di tangannya perlahan melorot dari telinga, namun dia masih bisa mendengar suara Zack yang sayup-sayup meneriakkan namanya dari seberang panggilan yang belum terputus.

Otak Louis seolah berhenti berfungsi selama beberapa detik. Tatapannya kosong, menatap punggung ramping Adiba yang berdiri anggun menghadap gemerlap lampu Manhattan.

Ambar... gadis itu bunuh diri bukan hanya karena depresi atas perbuatan bejad Raynazh, melainkan karena ada dorongan psikologis yang sengaja disuntikkan oleh Adiba.

Adiba merancang kematian Ambar agar kasus itu meledak, agar Raynazh hancur, dan agar...

Louis kembali menegang. Mulutnya menganga, napasnya memburu berantakan bagai diburu setan.

Sebuah kesimpulan jahanam mendadak terbentuk di dalam kepalanya, merangkai seluruh potongan puzzle berdarah ini menjadi satu gambaran yang utuh dan mengerikan.

Cinta.

Semua pertumpahan darah ini, kehancuran mental Ambar, pernikahan sandiwara dengan Raynazh, surat cerai yang baru saja disodorkan di meja rapat... semuanya dilakukan atas satu landasan tunggal: atas nama cinta Adiba untuk Louis.

Wanita itu melenyapkan Ambar agar kehancuran menimpa Raynazh, dan dia masuk ke dalam keluarga Osborn sebagai istri sang kakak hanya untuk menguliti mangsanya dari dalam demi membalaskan dendam pria yang didepak ke Brooklyn—Louis.

Deg.

Dada Louis berdenyut dengan rasa sakit dan keriuhan yang teramat sangat. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Dia menatap wanita di depannya dengan kombinasi antara rasa takjub yang luar biasa, rasa ngeri yang tak bertepi, dan sebuah pertanyaan besar yang menghantam ulu hatinya.

Sejak kapan...?

Sejak kapan wanita ini memendam kegilaan seperti ini untuknya? Bagaimana bisa seorang gadis dari dinasti Abbey yang tidak pernah berinteraksi langsung dengannya di masa sekolah, menumbuhkan akar obsesi yang begitu berdarah dan kokoh hingga mampu merancang skenario jahanam yang mengorbankan nyawa orang lain?

Louis mematikan panggilan telepon Zack dengan tangan yang gemetar hebat. Dia melangkah maju, perlahan namun sarat akan ketegangan, mendekati Adiba yang masih berdiri menatap keluar jendela.

"Kau..." Louis bersuara, suaranya serak dan pecah, kehilangan seluruh pembawaan kasarnya yang biasa. "Ambar... kau yang mendorongnya untuk mati, Adiba?"

Adiba tidak menoleh secara terkejut. Dia perlahan membalikkan tubuhnya, menyandarkan pinggulnya pada pembatas jendela kaca.

Menatap Louis yang tampak begitu terguncang, sepasang mata hitam Adiba justru berkaca-kaca oleh emosi yang teramat mendalam. Tidak ada penyangkalan di wajahnya.

Hanya ada kejujuran yang telanjang dan menakutkan.

"Dia tersiksa, Louis-ku," bisik Adiba lembut, setetes air mata mengalir melewati pipi pucatnya yang lebam, namun bibirnya tetap melukiskan senyuman.

"Gadis itu menderita setiap detik setelah kakakmu itu menghancurkan kehormatannya. Aku hanya membantunya menemukan kedamaian yang sejati di surga... sekaligus menggunakan kematiannya untuk membuka jalan bagiku untuk menghancurkan Raynazh. Untuk membalaskan setiap sakit yang kau habiskan karena menanggung dosa yang bukan milikmu."

Adiba melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma mawarnya kembali mengepung Louis. Dia mengulurkan tangannya yang gemetar, menangkup wajah tegas Louis yang kini kaku bagai patung.

"Sejak kapan, kau bertanya?" Adiba berbisik tepat di depan bibir Louis, membiarkan napasnya yang hangat menyentuh kulit pria itu.

"Sejak malam di Queens, sepuluh tahun lalu... saat kau memukuli tiga berandalan yang mencoba menyentuhku, meskipun kau sendiri terluka parah dan tidak tahu siapa aku. Sejak hari itu, Louis... duniaku telah selesai. Duniaku terkunci padamu. Dan aku berjanji pada diriku sendiri... bahkan jika aku harus menjadi iblis yang membakar seluruh New York, aku akan memastikan pria yang melindungiku hari itu mendapatkan takhta yang layak untuknya."

Louis menatap sepasang mata hitam di hadapannya, merasakan detak jantung Adiba yang berdegup liar di dadanya.

Di dalam kegelapan ruang rapat Osborn Group, Louis menyadari bahwa dia tidak sedang berhadapan dengan seorang musuh atau seorang kakak ipar—dia sedang berdiri di hadapan sebuah labirin takdir berdarah yang dibangun khusus untuknya atas nama cinta yang paling gila di dunia.

1
Agus Hidayat
ya pada perang sendiri padahal bayinya udah ma daddynya🤣🤣🤣
nayla tsaqif
Semoga lekas sembuh,, 😊
Ros 🍂: ma'aciww ka🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
semoga lekas sembuh kak😍😍
Ros 🍂: ma'aciww kakak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Gaskennn,bang gio,, segera sah kan mbk adibanya,, biar louis ketar ketir anak yg di kira miliknya punya calon bpk,, 🤭
Ros 🍂: Ku kira anakku, ternyata bukan anakku😭🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ketemuan juga gasken bang gio gercep sekali babang yg satu ini😍😍😍
Ros 🍂: Ahahaha 🤭
total 1 replies
Agus Hidayat
next😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Plotwist yg sangat mengejoet kn,,?? Diatas si gila adiba masih ada yg lbh gila,, babang giogio,, 😌
Ros 🍂: Reader aman ? 🤭🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wauuu aku sungguh tergiorgio Giorgio ini ma sama kayak yg aku haluiin Thor kerennn pakai kebangetan thanks kak udah datengin makhluk yg sama GK warasnya kayak Adiba😍😍👍👍👍
Ros 🍂: Huhuhu Ma'aciww ya kak 🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
😍😍😍😍😍
Ros 🍂: uhuhuyyy🥰🫶
total 1 replies
Debu Nakal
sungguh diluar nurul 😱😱😱
Ros 🍂: biar Author lanjutkan 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
sorry kak typo othor maksudnya bukan tohir🙏🤣🤣🤣
Ros 🍂: santai kak hehehe😅
total 1 replies
Agus Hidayat
wauu sungguh plot twist yg sangat sangat😍👍 GK bisa berkata kata kerennnnn pakai banget suka semua karya Tohir semuanya best😍😍😍😍😍
Ros 🍂: iiiih thankyou kak🫶 sehat-sehat ya 🥰
total 1 replies
Agus Hidayat
next kak👍
Ros 🍂: siap kak
total 1 replies
Agus Hidayat
absen 😍😍😍😍
Ros 🍂: ya huuuuu Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aku mendukungmu 1000 persen Adiba jadilah perempuan yg tangguh dan Badas, bukan kamu yg tidak pantas tapi dia yg tak pantas untukmu💪😍😍😍
Ros 🍂: nah iya 🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huh rasain jangan balikan lagi Thor kasih Adiba jodoh yg lain aja👍
Ros 🍂: okay kak🫶🥰
total 1 replies
Bellz
kapan up thor nungguin banget suka sama karhanya😍
Ros 🍂: Malam ini dua bab dulu ya kak🫶 besok Author Up banyak 🙏🏻🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Q rela louis nyumpah nyerampahin adiba,, tp q gk rela baby di kandungan adiba di hina bpknya sendiri sprti itu sakit bangettt itu,, plisss jangan balikan,, jd single mom aja adiba,,
Ros 🍂: siap sesuai Maunya reader 🥰 Maafkan author yaa 😭
total 1 replies
Bellz
semangat Thor, suka sama karyanya😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🥰 semoga tetap Singgah 🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huuaaaaa nangis aku thor nyesek banget, tapi i am so happy akhirnya Adiba jadi waras jangan buat balikan sama Louis Thor nek banget sama cowok modelan gitu kasih jodoh yg lain baru kali ini baca novel othor spaneng Mulu aku jangan kasih bawang terus thor
Ros 🍂: huhu maafkan author 🙏🏻🤭🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!