NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Setetes Esensi Darah Kirin.

Bab 17. Setetes Esensi Darah Kirin.

Angin berdesir, pepohonan bergoyang lembut manakala panas matahari mulai naik tinggi, memancarkan suhu yang terasa menyengat kulit.

Di depan Gedung Aula Misi, sesosok pemuda tampan baru saja keluar. Dialah Wang Fei. Setelah menyerahkan Teratai Api Sembilan Kelopak, 500 poin prestasi pun akhirnya dia dapatkan.

"Lumayan juga, dengan ini total poin prestasiku mencapai angka 1.100 poin. Hehehe... ini sungguh menguntungkan," ucapnya sambil tersenyum tipis.

Tak bisa dipungkiri, tugas untuk mengambil bahan herbal itu tidak banyak yang menginginkannya. Orang-orang yang berada di ranah rendah tidak berani mengambilnya karena risikonya terlalu tinggi, sementara mereka yang ranahnya lebih tinggi merasa poinnya terlalu kecil. Lebih baik digunakan untuk mengerjakan misi-misi lain dengan poin prestasi yang lebih banyak.

Begitulah penjelasan Han Tian saat Wang Fei bertanya. Tidak lama kemudian, dia pun mulai meninggalkan Aula Misi dan kembali ke kediamannya. Prioritasnya saat ini adalah berkultivasi dan sebisa mungkin meningkatkan kekuatan hingga menjelang hari ujian seleksi murid luar. Mengenai poin prestasi, dia berniat mengumpulkannya lebih banyak agar nanti bisa dia tukarkan dengan barang-barang yang lebih berharga di Paviliun Daehan.

Paviliun itu adalah satu-satunya gedung milik sekte yang dapat digunakan oleh semua murid untuk menukarkan berbagai macam barang, entah itu pil, zirah, senjata, atau bahkan herbal langka sekalipun.

Sementara Wang Fei sedang berkonsentrasi untuk meningkatkan kekuatannya, di tempat lain sebuah badai besar telah menerjang seperti gelombang raksasa yang mengamuk pada sebuah bangunan di pelataran wilayah murid luar.

Wilayah Puncak Gunung Barat.

Kediaman Keluarga Shi.

Sebuah teriakan penuh amarah menggelegar bagaikan guntur yang menyebar ke segala penjuru.

"Apa? Apakah kamu mengatakan bahwa bajingan Tong Yulong itu berniat mengumpankanmu sebagai perisai daging agar dia bisa melarikan diri? Kurang ajar! Tampaknya Keluarga Tong semakin lama menjadi semakin sombong!" serunya dengan mata yang menyala-nyala karena amarah.

Dialah Shi Bai Xuan, ayah dari Shi Meilan sekaligus patriark Keluarga Shi saat ini.

Statusnya sendiri juga tidak biasa. Di usianya yang ke-46, dia sudah menjabat sebagai Tetua Senior Kelima di dalam Sekte Daehan.

Shi Meilan yang berada tepat di hadapan sang ayah mengangguk mengiyakan.

"Iya... jika bukan karena pertolongan Adik Wang yang datang tepat waktu, entah seperti apa nasib kita bertiga saat itu."

"Sialan! Lihat saja. Cepat atau lambat aku akan meminta pertanggungjawaban dari brengsek Tong Wuji itu!"

Tong Wuji sendiri adalah seseorang yang statusnya tidak kalah tinggi dengan Shi Bai Xuan. Dia juga merupakan patriark Keluarga Tong sekaligus ayah dari Tong Yulong.

Setelah berusaha meredam amarah yang membara di dalam dadanya, sang ayah kembali berbicara. Namun kali ini nadanya lebih lembut dan penuh perhatian.

"Oh iya, Lan'er. Coba katakan sekali lagi siapa tadi nama pemuda yang menyelamatkanmu? Ayah kurang jelas saat mendengarnya."

Mendapati dirinya ditanya sekali lagi, alih-alih segera menjawab, dia justru mengatakan sesuatu yang membuat ayahnya menjadi semakin penasaran.

"Ayah... mungkin jika aku menceritakannya padamu, kau tidak akan percaya. Namanya Wang Fei. Dia bukanlah murid luar, apalagi murid dalam. Tetapi dia adalah seorang murid pelayan yang kultivasinya saja masih berada di Ranah Penempaan Tubuh Level 7 tahap awal."

Seketika, seperti disambar petir, apa yang dikatakan oleh Shi Meilan sangat mengejutkannya.

Seandainya Shi Meilan mengetahui bahwa saat ini ranah Wang Fei bukan lagi berada di Penempaan Tubuh, melainkan Pengumpulan Qi Level 2 tahap puncak, entah ekspresi semacam apa yang akan ditunjukkannya.

"Apa? Tunggu sebentar... Ranah Penempaan Tubuh Level 7? Kamu serius?" tanya Shi Bai Xuan untuk memastikan.

Menatap ayahnya, Shi Meilan mengangguk dengan yakin.

"Benar, Ayah. Bahkan aku sendiri, jika tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, juga tidak akan pernah percaya."

"Tampaknya pemuda itu memang tidak sederhana. Atau mungkin saja dia memang menemukan sebuah keberuntungan yang tak terduga," kata Shi Bai Xuan sambil mengelus pelan janggut putih pendeknya.

"Mungkin saja, Ayah. Yang paling aku sukai darinya adalah... dia sangat jujur, murni, dan polos," serunya terkekeh.

Bayangan wajah Wang Fei yang memerah karena digoda olehnya kembali muncul. Seketika, seulas senyum tipis pun tanpa sadar tersungging di bibirnya.

Memandangi putrinya, Shi Bai Xuan justru menjadi semakin tertarik. Pasalnya, selama ini putrinya selalu bersikap dingin di hadapan lawan jenis. Ini adalah pertama kalinya dia menunjukkan ekspresi seperti itu. Sungguh pemandangan yang sangat langka, pikirnya.

"Oh... apakah demikian? Tampaknya putri kecilku ini diam-diam sudah mulai jatuh cinta, ya?"

"Ayah? Kamu ngomong apa sih? Mana mungkin aku begitu?" serunya agak lantang.

Namun detik berikutnya, dia langsung menunduk dengan wajah bersemu merah karena malu. Ini adalah pertama kalinya dia kehilangan ketenangan saat berbicara dengan ayahnya.

Melihat perubahan yang terjadi pada putrinya, Shi Bai Xuan pun tak kuasa untuk tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha! Baiklah, baiklah. Ayah tidak akan menggodamu lagi. Tapi seandainya kamu memang jatuh cinta, itu juga tidak masalah. Lagi pula, kamu juga sudah dewasa. Aku juga bukan orang yang berpikiran sempit. Jika ada yang kamu suka dan menurutmu dia memang benar-benar baik serta layak, maka perkenalkanlah kepada ayah."

Ketika mendengar itu, mata Shi Meilan pun langsung bersinar cerah.

"Apakah Ayah serius? Benarkah aku boleh membawanya datang ke rumah?"

"Ya, tentu saja. Lagi pula, karena dia adalah penyelamatmu, maka dia juga merupakan dermawan Keluarga Shi. Terhadap pemuda misterius yang bisa menarik perhatian putri kecilku, bagaimana mungkin aku bisa mengabaikannya?" kekehnya pelan sambil menyeruput secangkir teh yang dipegangnya.

Wajah Shi Meilan kembali bersemu merah saat mendengar kata-kata ayahnya.

"Ayah, jangan menggodaku lagi. Lagi pula, aku hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Ayah tentu tahu, bukan? Dari dulu aku selalu menginginkan seorang adik laki-laki. Kebetulan Wang Fei sangat memenuhi persyaratan yang aku inginkan."

"Hmm... baiklah kalau begitu, terserah kamu saja," kata Shi Bai Xuan sambil mengelus kepala putrinya dengan lembut.

Kemudian dia melanjutkan.

"Oh iya, putriku. Setelah diselamatkan olehnya, tidak mungkin kamu tidak memberikan apa pun sebagai balasan, bukan? Ingat, keluarga kita bukanlah keluarga yang tidak tahu balas budi."

Menepuk dadanya dengan bangga, Shi Meilan berkata dengan sungguh-sungguh.

"Tentu saja, Ayah. Karena saat itu ranahnya masih berada di Penempaan Tubuh Level 7, aku memberikannya 20 Pil Energi Tingkat Menengah. Setidaknya dengan sumber daya itu dia pasti bisa menerobos hingga Ranah Pengumpulan Qi dalam waktu enam bulan."

Mengangguk-anggukkan kepala, Shi Bai Xuan menyetujui langkah yang diambil oleh putrinya.

"Itu juga bagus. Namun barang yang kamu berikan masih terlalu sederhana. Begini saja, besok malam kebetulan ada lelang tiga bulanan yang diadakan di Paviliun Daehan kita. Pada saat itu, ajaklah Wang Fei. Sebagai ungkapan terima kasih, aku akan membelikan satu barang paling istimewa yang akan dilelang pada hari itu."

"Hah... Apakah Ayah yakin? Barang istimewa apa itu, Ayah?" tanyanya penasaran.

Perlu diketahui, acara lelang di Paviliun Sekte Daehan bukanlah acara biasa.

Itu merupakan acara akbar yang bahkan bisa diikuti oleh para kultivator bebas dari luar.

Dan lagi, barang-barang yang ada di sana sangatlah mahal dan juga langka. Pada lelang terakhir, muncul sebuah herbal spiritual, yaitu Rumput Es Beku berusia 800 tahun, yang sangat menghebohkan seluruh peserta.

Bahkan ketika harga pembukaan awal adalah 1 juta batu roh kelas rendah dengan kenaikan minimal 100 ribu batu roh, semua orang mengajukan tawaran gila-gilaan untuk mendapatkan herbal tersebut.

Hingga akhirnya herbal itu jatuh ke tangan pemimpin Keluarga Tong, yaitu Tong Wuji, dengan harga yang cukup fantastis, yaitu 9,5 juta batu roh kelas rendah. Nyaris menembus angka 10 juta.

"Baiklah, Ayah juga tidak akan menutupinya darimu. Dari kabar terakhir yang aku dengar, lelang kali ini akan menghadirkan satu botol yang berisi setetes esensi darah binatang buas kuno berusia seribu tahun, yaitu Kirin. Rencananya, aku ingin mendapatkan esensi darah itu dan memberikannya kepada Wang Fei sebagai balasan atas jasanya menyelamatkanmu."

Seketika, Shi Meilan sangat terkejut.

1
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!