Namanya Alesha Khalila seorang office girls di sebuah perusahaan besar yang berada di Ibukota. Dia mempunyai cowok yang bernama Dani Pratama . Alesha berpacaran sama Dani sudah lama sekali tapi setiap Alesha meminta untuk meresmikan hubungan mereka Dani selalu menghindar dan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Suatu hari Alesha sengaja pergi ke Bandung untuk memberikan surprise untuk sang pacar tapi sampainya di Apartemennya sang cowok. Alesha terkejut ketika membuka pintu Apartemennya, Alesha mendapatkan Surprise yang sangat menyakitkan dari sang Cowok...
Apakah Surprise yang didapatkan Alesha dari sang Cowok..
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
SELAMAT MEMBACA !!!
Pagi ini Alesha bersama Siska dan Rara akan pindah ke rumahnya Mbak Celine nggak jadi pindah ke kostan Siska .
Face back On.
" Lho kok kalian lagi packing mau kemana Dek Alesha, Dek Siska?" Tanya Mbak Celine yang lagi bertamu dan melihat Alesha sama Siska lagi menaruh baju ke dalam koper.
" Kami sementara mau pindah ke kostan dulu Mbak Celine, karena besok rumah ini akan di robohkan dan
akan dibangun lagi Mbak Celine ." Jawab Alesha yang menggendong Rara yang nggak mau tidur .
" Daripada Kalian pindah ke kost, apa nggak sebaiknya kalian tinggal di rumah aku saja Dek. Kan aku sekarang tinggalnya sama ibu, rumahku nggak ada yang menempatinya Dek. Tapi tetap bersih kok aku selalu membersihkannya ." Ucap Mbak Celine menawarkan rumahnya untuk ditinggali Alesha sama Siska.
Siska menoleh ke arah Alesha, untuk meminta pertimbangan apakah lebih baik mereka tinggal di rumahnya Mbak Celine. Lagian rumahnya Mbak Celine dekat dengan rumahnya Alesha.
" Apa nggak apa-apa Mbak Celine kalau kita menumpang di rumahnya Mbak Celine untuk sementara waktu . Kemungkinan kurang lebihnya satu bulan Mbak Celine rumah aku baru selesai dibangun ?" Tanya Alesha memastikan ke Mbak Celine.
" Nggak apa-apa Dek, silakan kalian tinggal di sana saja. Kalau kalian tinggal di rumah aku kan lebih enak kalau mau survei kerumah kalian dekat Dek ." Ucap Mbak Celine membujuk Alesha sama Siska untuk pindah ke rumahnya untuk sementara waktu .
Face back Off.
" Yuk Sha, kita pergi ke rumahnya Mbak Celine. Sebentar lagi Pak Nanang akan datang dan kamu harus memberikan uang untuk belanja barang !" Ajak Siska membawa dua koper yang besar sambil berjalan kaki menuju rumahnya Mbak Celine yang sangat dekat sama rumahnya Alesha.
" Silahkan masuk Dek !" Ajak Mbak Celine yang sekarang lagi memegang tangannya Karina yang umurnya sudah satu tahun dan sudah belajar berjalan .
" Terima kasih banyak lho Mbak Celine, kami malah merepotkan Mbak Celine sama Bu Ranti ." Ucap Alesha yang sebenarnya nggak enak tapi nanti kalau sudah selesai akan dia berikan uang untuk ganti rugi . Anggap mereka mengontrak rumahnya Mbak Celine.
Kenapa rumahnya Mbak Celine nggak di tempati karena suaminya pergi ke luar kota sampai anaknya umur satu tahun belum pernah pulang. Cuma bisa kirim kabar saja sama uang buat keperluannya Mbak Celine sama anaknya.
Alesha sama Siska tetap menggunakan kasur punyanya sendiri yang tadi meminta tolong Bapaknya Mbak Celine sama ada tetangga satu lagi yang mau membantu memindahkan kasurnya ke rumahnya Mbak Celine.
" Sis, aku menemui Pak Nanang dulu ya. Dia sudah sampai disana !" Seru Alesha langsung keluar rumah sedangkan Rara tidur di ranjang boxnya sendiri.
" Assalamualaikum Pak Nanang, Pak RT !" Sapa Alesha yang baru datang dari rumahnya Mbak Celine.
" Walaikumsalam Nak, apa semua barangnya sudah dibereskan Nak. Apa masih mau dibereskan dulu sebelum di robohkan ?" Tanya Pak RT.
" Semua sudah aku bereskan Pak Rt, tapi aku minta tolong sebelum dirobohkan tolong dibantu pindahkan barang aku ke rumahnya Mbak Celine. Apa bisa Pak Nanang ?" Tanya Alesha langsung minta tolong ke Pak Nanang yang menjadi pemimpin pembangunan rumahnya.
" Boleh Nak, Bapak bapak semua tolong pindahkan dulu barang barang yang di dalam rumah ke rumah sebelahnya itu dulu ya !" Suruh Pak Nanang kepada anak buahnya.
" Maaf Pak Nanang biasanya kalau pembangunan dua lantai borongannya berapa ya Pak ?" Tanya Alesha lagi.
" Bapak minta gambarnya dulu Nak Alesha atau mau pakai desain dari Bapak saja ?" Tanya Nanang yang langsung mengambil buku gambar yang biasanya digunakan untuk membangun rumah .
" Boleh Pak, aku mau lihat dulu kayak apa gambarnya dari Pak Ruslan. Kalau nggak ada yang cocok nanti aku akan cari dari desain di laptop ya Pak Nanang ." Jawab Alesha sambil menerima buka desain dari Pak Nanang .
" Aku pilih yang ini saja ya Pak, berapa yang ini Pak? Jangan lupa aku minta pagar keliling tembok yang tinggi ya Pak. Di pas kan saja sama ukuran tanahnya ya Pak !" Seru Alesha .
" Kalau yang ini tiga ratus juga Nak dan untuk pagarnya Bapak minta dua puluh juta saja Nak. Jadi semua tiga ratus juta dua puluh juta Nak. Kasih ke Bapak dua ratus juta atau berapa dulu Nak untuk membeli bahan bangunan dan kurangnya nanti kalau memang Bapak butuh akan langsung menghubungi Nak Alesha ." Jawab Pak Nanang.
" Oke Pak, aku minta no rekeningnya Pak, sekarang aku langsung tranfer dan disini ada Pak RT sebagai bukti jadi nggak sah tulis bukti tanda terima nya ya Pak, kita saling percaya saja ." Jawab Alesha langsung metranfer dua ratus juta ke rekeningnya Pak Ruslan.
Setelah itu Pak Nanang pergi untuk menghubungi toko bangunan langganannya .
" Pak RT minta no rekeningnya Pak. Alesha minta tolong untuk selalu memantau pembangunan rumahnya Alesha ya Pak ." Pinta Alesha.
" Nggak sah Nak, Bapak akan selalu pantau pembangunan rumah kamu Nak ." Jawab Pak RT.
" Nggak Pak harus mau kalau nggak mau aku nggak akan menganggap Bapak sebagai Bapak buat Alesha lagi ya ." Jawab Alesha dengan tegas.
" Ya kalau kamu menganggap Bapak sebagai Bapak kamu jangan panggil Pak RT lagi. Panggil Bapak itu akan lebih baik !" Seru Pak RT dengan tidak terima kalau dipanggil Pak RT sedangkan Alesha memaksa untuk memberikan uang kepadanya.
Akhirnya Alesha izin pulang setelah metranfer ke rekeningnya Pak RT sebesar lima juta rupiah .
" Sudah selesai Sha ?" Tanya Siska yang melihat Alesha sudah kembali ke rumahnya Mbak Celine.
" Beres Sis, pembangunanya semua tiga ratus dua puluh juta Sis ." Jawab Alesha dengan tertawa.
" Hah apa Sha tiga ratus dua puluh juta Sha, kok mahal banget Sha ?" Tanya Siska lagi .
" Hehehe iya lihat lah desainnya aku minta yang ini Sis ." Jawab Alesha terkekeh melihat expresi wajahnya Siska.
" Masya Allah pantas harga mahal Sha, kamu minta desain yang sangat mewah begini Sha. Terus uang kamu habis banyak dong. Katanya kemarin kamu sudah kasihkan untuk pembangunan Masjid lima puluh juta ." Ucap Siska.
" Jangan khawatirkan masalah itu Sis. Kan kamu tau kalau tiap bulan aku dapat pembagian saham dari perusahaan Minyak Sis. Sudah jangan kau pikirkan itu lagi aku masih punya banyak uang hehehe ." Ucap Alesha lagi sambil pergi ke kamar mandi untuk cuci tangan dan kakinya.
" A aaaa aaa ." Rara sudah bangun tidur .
" Kamu sudah bangun ya Sayang? pintarnya sudah tau kalau Mamanya sudah pulang !" Seru Siska yang langsung mengambil Rara dari ranjang box nya.