LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.
Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.
Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.
DIA SALAH BESAR.
Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.
kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.
Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23: AKAR BARU DI TANAH LAMA
Tekad Rizky menggema di seluruh Hadiningrat Group. Kata-katanya, "Kita tidak akan bermain kotor," menjadi mantra baru yang menyuntikkan semangat juang yang berbeda.
Ini bukan lagi tentang membalas dendam, melainkan tentang membuktikan bahwa integritas dan inovasi bisa mengalahkan intrik.
Tim pengadaan, dipimpin oleh seorang veteran bernama Pak Budi yang awalnya skeptis, kini bekerja tanpa lelah.
Mereka menyisir daftar pemasok alternatif, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, pengaruh GlobalNet terasa di mana-mana. Panggilan telepon seringkali berakhir dengan penolakan halus, email tidak berbalas, atau janji-janji kosong yang tak pernah terwujud.
Beberapa pemasok bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka tidak ingin "bermasalah" dengan GlobalNet.
"Mereka mencekik kita, Tuan Rizky," lapor Pak Budi, raut wajahnya menunjukkan frustrasi yang mendalam. "Setiap pintu" yang kita ketuk, seolah sudah ada tangan GlobalNet yang menahannya dari dalam.
Rizky mendengarkan dengan seksama. Ia tahu ini akan sulit, tetapi ia tidak menyangka akan sesulit ini. Godaan untuk menggunakan cara-cara lama, untuk "memaksa" pintu itu terbuka, kembali berbisik di benaknya. Namun, ia menepisnya.
"Bagaimana dengan pemasok lokal, Pak Budi?" tanya Rizky. "Yang mungkin skalanya lebih kecil, tapi memiliki potensi?"
Pak Budi menghela napas. "Sudah kami coba, Tuan Rizky. Tapi untuk komponen berteknologi tinggi seperti yang kita butuhkan untuk SkyConnect, kemampuan produksi lokal masih terbatas. Dan untuk komponen dasar, GlobalNet sudah mengunci sebagian besar dari mereka dengan kontrak eksklusif jangka panjang.
Rizky terdiam sejenak, memikirkan kembali strategi. "Kalau begitu, kita tidak hanya mencari pemasok. Kita akan membangun pemasok.
Mata Pak Budi membelalak. "Membangun, Tuan Rizky? Maksud Anda... investasi di pabrik baru?"
"Bukan hanya itu," jawab Rizky, senyum tipis terukir di bibirnya. "Kita akan mencari perusahaan-perusahaan rintisan lokal yang memiliki potensi, yang memiliki ide, tapi mungkin kekurangan modal atau bimbingan.
Kita akan berinvestasi pada mereka, memberikan dukungan teknis, dan menjadikan mereka bagian dari ekosistem Nusantara Connect. Ini bukan hanya tentang mendapatkan komponen, Pak Budi. Ini tentang menciptakan kemandirian, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan ekonomi lokal.
Ide itu, meskipun ambisius dan berisiko, menyulut semangat baru di tim pengadaan. Ini adalah pendekatan yang belum pernah mereka coba sebelumnya, sebuah langkah yang jauh melampaui sekadar "membeli".
Sementara itu, tim hukum Hadiningrat Group, di bawah arahan Suryo, menemukan beberapa celah dalam pembatalan kontrak oleh pemasok. Ada klausul-klausul yang dilanggar, ada indikasi tekanan yang tidak etis.
Mereka mulai menyiapkan gugatan hukum, bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menegakkan keadilan dan mengirim pesan tegas kepada GlobalNet bahwa Hadiningrat Group tidak akan tinggal diam.
Namun, GlobalNet tidak hanya menyerang dari luar. Mereka juga mencoba merusak dari dalam.
Beberapa manajer kunci di divisi teknologi dan operasional Hadiningrat Group tiba-tiba menerima tawaran pekerjaan yang sangat menggiurkan dari perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan GlobalNet.
Tawaran itu tidak hanya berupa gaji fantastis, tetapi juga janji posisi yang lebih tinggi dan fasilitas mewah.
Ini adalah upaya terang-terangan untuk membajak talenta, melumpuhkan operasional, dan mencuri rahasia dagang.
"Tuan Rizky, Pak Arman dari divisi R&D baru saja mengajukan pengunduran diri," lapor Haryo dengan nada khawatir. "Dan ada rumor beberapa insinyur senior juga sedang diincar.
Rizky merasakan amarahnya kembali membuncah. Ini adalah serangan pribadi, upaya untuk memecah belah tim yang telah ia bangun dengan susah payah. Ia memanggil Pak Arman ke ruangannya.
"Pak Arman," kata Rizky, menatap langsung ke mata manajer senior itu.
"Saya tahu Anda menerima tawaran dari GlobalNet. Saya tidak akan menahan Anda jika Anda merasa itu yang terbaik untuk karier Anda. Tapi saya ingin Anda tahu, apa yang kita bangun di sini, di Nusantara Connect, jauh lebih besar dari sekadar keuntungan pribadi. Ini adalah warisan. Ini adalah masa depan bangsa.
Pak Arman terdiam. Ia tahu Rizky benar. Ia telah melihat sendiri bagaimana Rizky mengubah Maheswari Corp, bagaimana ia memimpin proyek Nusantara Connect dengan visi yang jelas.
"Saya... saya akan memikirkannya lagi, Tuan Rizky," kata Pak Arman, suaranya sedikit bergetar.
Rizky tahu, kata-kata saja tidak cukup. Ia harus menunjukkan kepada timnya bahwa ia menghargai mereka, bahwa ia berinvestasi pada mereka. Ia segera mengadakan pertemuan darurat dengan seluruh tim inti Nusantara Connect. Ia tidak hanya berbicara tentang visi, tetapi juga tentang tantangan yang mereka hadapi, tentang serangan GlobalNet, dan tentang bagaimana setiap dari mereka adalah bagian tak terpisahkan dari solusi.
"Kita akan menghadapi badai ini bersama," kata Rizky, suaranya penuh keyakinan. "Saya tidak bisa menjanjikan jalan yang mudah, tapi saya bisa menjanjikan tujuan yang mulia. Dan saya akan memastikan bahwa setiap dari Anda, yang berjuang bersama saya, akan mendapatkan bagian yang layak dari kesuksesan ini.
Ia mengumumkan program insentif baru, peningkatan tunjangan, dan kesempatan pelatihan lanjutan yang belum pernah ada sebelumnya. Ia juga membuka jalur komunikasi langsung dengannya, memastikan setiap anggota tim merasa didengar dan dihargai.
Di tengah semua tekanan ini, Rizky juga menerima kabar tak terduga. Bramantyo, yang kini menjabat di anak perusahaan Hadiningrat Group, mengirimkan laporan analisis pasar yang sangat detail tentang kelemahan struktural GlobalNet di pasar Asia Tenggara.
Laporan itu bukan hanya berisi data, tetapi juga wawasan strategis yang hanya bisa didapatkan dari seseorang yang pernah berada di "sisi lain" dan memahami cara kerja lawan.
Rizky membaca laporan itu berulang kali. Ia tahu Bramantyo masih memiliki ambisi, tetapi laporan ini menunjukkan bahwa Bramantyo juga memiliki kemampuan dan mungkin, sebuah kesetiaan yang baru.
Sebuah kartu as yang tak terduga, yang bisa menjadi kunci untuk membalikkan keadaan.
Pertempuran ini memang semakin panas, dan GlobalNet terus melancarkan serangan dari berbagai arah. Namun, Rizky Hadiningrat, sang raja yang membangun, kini tidak hanya mengandalkan integritas dan inovasi, tetapi juga mulai menanam akar baru di tanah lama, membangun ekosistem yang lebih kuat, dan menemukan sekutu tak terduga di tengah badai. Ia siap menghadapi apa pun yang datang, karena ia tahu, masa depan Nusantara Connect, dan masa depannya sendiri, dipertaruhkan.
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️