NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Altair Siblings

...TOXICSERIES...

"Haii semua"

"Hallo juga neng geulis"

Caca tersipu saat anggota geng tunangannya membalas sapaannya. Gadis itu datang sambil menggandeng lengan Jeff erat. Seolah membuktikan jika lelaki di sampingnya ini adalah miliknya.

Sebenarnya sejak kedatangannya kemarin Caca tak berhenti menjadi trending topik. Apalagi saat berita tentang dirinya yang merupakan tunangan Jeffranz Altair tersebar.

Caca semakin disorot.

"Si Jeff emang Joss. Diam seperti jomblo bergerak punya tunangan"

"Hahaha yang paling ngenes ternyata sat set hihiw"

"Jangan lupa PT Jeff"Celetuk Jojo yang langsung diberi geplakan mentah dari Bara.

"PT? Lo kata perusahaan?"

"Pajak tunangan bego!"

"Oh ngomong dong!" Jojo menggelengkan kepalanya. Sedangkan Shakka melirik keara Caca sebentar sebelum akhirnya bangkit berdiri kemudian memakai jaketnya.

"Salam kenal semuanya. Aku Caca"Tutur gadis itu dengan suara lembut. Berhasil membuat siapapun yang mendengarnya terpana.

Acacia Khalista. Atau biasa disapa Caca adalah putri tunggal dari Pemilik perusahaan Grass yang bergerak di bidang penerbitan buku. Tak heran membuatnya terkenal sebagai anak sultan yang memiliki banyak harta.

Ya 11/12 dengan Jeff. Itulah mengapa banyak dari mereka yang lebih setuju Jeff bersanding dengan Caca dibanding Sherra. Karena keduanya setara.

"Mau kemana lo?" tanya Jeff melihat Shakka hendak pergi padahal ia baru datang.

"Ada yang mau gue omongin sama lo" Shakka menggerakkan kepalanya. Seolah memberi isyarat pada Jeff untuk keluar.

"Oke"

Lelaki blasteran Australia itu kemudian menyuruh Caca untuk duduk disofa dan berbincang bincang sebentar dengan teman temannya.

"Tunggu disini. Aku keluar dulu"Caca menatap Jeff penuh keraguan.

"Gak lama kan?" Bibir Jeff mengulas senyum tipis.

"Bentar doang. Ada yang harus aku omongin sama Shakka" Caca mengangguk pengertian. Melihat itu Jeff mengusap pucuk kepala Caca sebelum akhirnya menyusul langkah Shakka keluar dari ruangan.

...TOXICSERIES...

"Gue dapet kabar kalau akhir akhir ini. Ada anak Pasdela yang bebas keliaran di wilayah kita" Ujar Shakka to the point. Tangannya terlipat diatas dada sedangkan netranya memandang serius.

Jeff sudah dapat membaca apa dan siapa yang ada di pikiran Shakka. Karena memang ia juga tak menutup mata tentang gosip yang berkeliaran beberapa hari ini.

"Perketat pengawasan kalian! Jangan sampai ada satu pun anak Pasdela menginjakkan kaki di wilayah kita" Shakka berujar dengan tegas. Yang langsung diterima anggukan oleh Jeff.

"Ah iya, satu lagi. Malem ini anak buah si Zayn ngajak balapan. Dan gue udah kirim nama lo kesana"

"Kenapa harus gue?" Shakka tertawa kecil.

"Dateng aja. Dan lo akan tau jawabannya" setelah mengucapkan itu Shakka melengos pergi. Sedangkan Jeff sudah penasaran setengah mati. Tak sabar dengan kejutan malam ini.

...TOXICSERIES...

"Jadi, malem ini kamu mau balapan?" Celetuk Sherra setelah Kai menceritakan agendanya malam ini. Kebetulan mereka sedang menikmati es krim di taman kota.

"Iya, cuman buat iseng iseng doang" Sherra berdecak sambil menatap Kai kesal. Baju seragam keduanya sudah lusuh karena debu jalanan.

"Unik ya kamu. Isengnya gak inget nyawa"sindir Sherra halus kembali menjilat es krimnya.

"Tenang aja. Safety kok"

"Matamu! Gaada tuh balapan yang safety kecuali udah se-pro Valentino Rossi!" Kai tergelak. Sherra kalau sedang ngambek selalu saja terlihat seperti rakun. Menggemaskan. Hingga Kai tak bisa menahan diri untuk tak mencubit pipi chubby itu.

"Ish jangan cubit cubit! Sakit tau!" Ringis Sherra memegang pipinya. Bibir gadis itu mengerucut. Kai terkekeh.

Melihat Sherra dengan wajah marah adalah kebahagiaan tersediri untuknya.

"Gausah ngambek gitu kok. Aku udah biasa balapan. Lagian balapan itu seru tau Sher, ngerasain hembusan angin kenceng nerpa badan itu bikin beban hilang" Sherra mendengus.

"Iya tapi kalau sampai telat ngerem? Bukan cuman beban yang ilang. Nyawa juga" peringat gadis itu.

"Lagian kalo emang kamu banyak masalah kenapa gak ceritain masalahnya ke aku? Siapa tau aku bisa bantu. Dan kamu gak perlu balap liar gitu" Kai menolehkan kepalanya kesamping. Menatap wajah Sherra yang sedang menikmati es krim vanillanya.

"Semua orang punya cara sendiri untuk melampiaskan emosinya Sher"

"Ya tapi bukan berarti harus ngorbanin nyawa kamu sendiri" Kepala Sherra menoleh kearah sahabatnya.

"Aku ngomel gini, karena aku khawatir sama kamu"

Kai terdiam.

Satu kalimat itu selalu berhasil membuat darahnya berdesir dan jantungnya berdegup kencang. Netra hazel Sherra menyiratkan sebuah kekhawatiran besar padanya. Namun Kai tak bisa pergi, ia tak bisa meninggalkan kesukaannya ini.

...TOXICSERIES...

PLAK.

"DASAR ANAK KURANG AJAR!" Maki Jerome pada Jeff setelah menampar pipi putranya itu kasar hingga suaranya menggema si seluruh ruangan.

"Bisanya menghamburkan uang saja! Sudah berapa kali saya bilang, stop habit pemabuk kamu itu! Bikin malu saya di depan publik saja! Kalau sudah seperti ini siapa yang rugi?Saya! Perusahaan kita!" Murka Jerome setelah mendapati berita putranya. Jeffranz Altair yang sedang berpesta Alkohol di salah satu Bar terbesar kota Bandung.

Putranya itu terlihat sedang duduk dihimpit dua wanita pesanan berbaju minim tak lupa sambil mengangkat botolnnya tinggi tinggi.

Foto itu berhasil membuat geger media. Apalagi diantaranya banyak yang mengatakan jika sikap yang dilakukan Jerome dan putranya sangatlah jomplang.

Dimana Jerome yang merupakan mantan aktivis di kampusnya membangun perusahaan berbasis pendidikan dan budi pekerti justru memiliki penerus yang jauh darinya dimasa muda.

Tukang buat onar.

Anggota geng motor.

Suka mabuk mabukan.

Walaupun Jeff adalah anak yang berprestasi namun semuanya tertutupi dengan attitudenya yang jauh dari kata baik. Padahal harusnya lelaki itu menjadi contoh sebab ayahnya merupakan tokoh terpandang di bidang pendidikan.

"Sumpah Pi, Jeff gatau. Itu bukan Jeff itu orang yang mirip doang" Elak lelaki itu. Bukannya percaya Jerome malah menampar Jeff untuk kedua kalinya.

PLAK.

"Kamu pikir saya bodoh hah?!" Bentak Jerome.

"Sudah jelas itu itu kamu! Kamu mabuk bahkan pesta miras di Bar milik rekan kerja saya! Masih mau ngelak Hah?!" Jeff mengangkat wajahnya. Berhadapan langsung dengan sang ayah.

"Benar benar keterlaluan. Kenapa kamu selalu saja buat saya malu? Berbeda sekali dengan Kai"

Tentang Kai. Ya memang benar adanya.

Helmi Kairav itu pemenang olimpiade pencak silat dua tahun lalu. Bahkan di Australia dia dijuluki sebagai lelaki jenius karena selalu menang dalam setiap kompetensi debat. Bahkan Kai juga pernah mewakili sekolahnya di Australia untuk mengikuti Kompetensi fisika dan berhasil mendapatkan juara dua.

Selain itu juga. Dua tahun lalu Kai selalu membanggakan Jerome lewat seni pencak silatnya hingga menjuarai beberapa lomba dari tingkat kabupaten sampai kota.

Mengagumkan? Jelas!

Itulah mengapa Jerome selalu membanggakan Kai sebegitunya. Karena memang Kai itu memiliki bakat yang istimewa.

"Tidak seperti kamu. Kai itu anak pintar dan jauh dari pergaulan bebas! Apa kamu gak bisa seperti dia Jeff?"

Kedua tangan Jeff mengepal kuat. Ayahnya selalu membawa bawa nama saudara tirinya itu di setiap kesempatan. Padahal Jeff juga anaknya, namun dimata sang ayah. Jeff tak lebih dari aib keluarga.

DRRTT

DRRT

DRRT

Jerome kemudian berlalu dengan terburu buru sambil mengangkat telfon setelah memarahi Jeff penuh emosi. Lelaki 18 tahun itu menendang kaki kursi ruang tamu, melampiaskan kekesalannya.

"Dasar Bapak bangsat!" Umpatnya kemudian pergi menuju kamarnya untuk meraih jaket dan kunci motornya. Berencana tak pulang lagi malam ini.

...TOXICSERIES...

Jam 9 malam. Terlihat segerombolan anak remaja sedang mengerubungi beberapa motor besar yang siang tancap gas untuk memenangkan balapan malam ini. Selain itu juga penyebab membludaknya penonton karena akan adanya balapan antar Geng besar 2 sekolah yaitu PASBARA DAN PASDELA.

Dan yang akan turun langsung ke arena adalah perisai kebanggan dari masing masimg geng. Yaitu Helmi Kairav dan Jeffranz Altair.

Tidak sedikit yang mendukung mereka berdua. Walaupun Kai adalah anggota baru Pasdela yang juga baru terjun ke Arena. Namun melihat kesiapan lelaki itu yang datang di kawal oleh beberapa anggota bahkan ketuanya membuat seluruh penonton yakin jika Skill Kai tidak main main.

Begitupun Jeff. Berbeda dengan Kai yang masih baru. Jeff sudah beberapa kali memenangkan balapan dengan reward yang besar. Lelaki itu selalu melakukkan apapun yang berhubungan dengan uang sekalipun melakukkan hal licik di tengah tengah balapan nanti.

Tapi sepertinya Kai juga bukan orang yang mudah dibodohi. Dengan otak pintarnya ia bahkan dapat mengetahui maksud Jeff menantangnya balapan malam ini.

"Kalau gue menang, lo harus angkat kaki dari rumah gue!" Bisik Jeff tajam kala keduanya sama sama menyalakan mesin. Kai terkekeh sinis.

"Sebaliknya, kalau gue menang? Lo yang angkat kaki dari geng lo!"

Keduanya mulai menggas motornya setelah suara peluit di bunyikan. Jeff melesat lebih dulu namun Kai tak panik. Lelaki itu juga berusaha menyusul.

Suara sorakan kembali memggema. Para anggota dua geng besar itu saling menyemangati namun ada beberapa orang juga yang menebak nebak siapa yang akan membawa kemenangan akan harga diri dari dua komunitas besar yang ditakuti.

Apakah Smanjaya?

Atau Smabara?

...TOXICSERIES...

"Mau Sherra belikan obat Ma?"tanya Sherra saat melihat mama Dinda bergelung selimut setelah pulang dari taman tadi sore. Gadis itu khawatir melihat kondisi sang mama yang kurang sehat. Tak seperti biasanya.

Dengan langkah pelan ia mendekati kasur Mama Dinda kemudian mengusap tangan mamanya yang terasa hangat.

"Gausah, besok juga sembuh. Kamu istirahat sana"Sherra menggeleng.

"Aku beliin obat ya? Mama tunggu disini"Sherra hendak beranjak namun tangannya ditahan oleh ibunya.

"Gausah Nak.... Uhuk.... Uhuk"

Sherra terkejut saat Saat mama Dinda batuk darah. Wanita paruh bya itu terbatuk batuk keras sambil memegangi dadanya seolah kesakitan. Sherra yang panik langsung memekik memanggil sang mama.

"MAMA! MAMA KENAPA?!" tanpa pikir panjang ia kemudian berlari keluar rumah mencari pertolongan dari tetangga terdekat untuk membawa mamanya kerumah sakit.

Demi tuhan. Sherra tak pernah terbayangkan hal ini akan terjadi.

Bahkan rasanya seperti mimpi hingga ia ingin segera sadar dan terbangun dari kenyataan. Melihat Mamanya di gotong oleh beberapa orang memasuki ambulan.

"Mama.... Jangan tinggalin Sherra"

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!