NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:428.3k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Muncul Pengganggu

"Kamu benar-benar melanggar privasiku, kamu tidak tahu malu setelah memperlakukan hal buruk kepadaku lalu mencari tahu tentangku," ucap Alya.

"Tidak usah mengalihkan pembicaraan! Jawab pertanyaanku tadi! Kenapa kamu menamai anak-anakmu dengan marga keluargaku yaitu Alv?" tanya Leon.

"Alv adalah nama populer di Indonesia, kenapa kamu heran? Kamu pikir hanya keluargamu yang punya nama itu? Alv adalah pemberian nama mendiang suami keduaku," jelas Alya.

Leon terdiam, sementara Alya melanjutkan ucapannya.

"Sekali lagi aku minta jangan ganggu kehidupanku yang sudah tidak ada urusannya denganmu. Aku kembali ke Jakarta karena semua orang bebas untuk kembali termasuk aku," ucap Alya.

Alya lantas pergi dari sana menyeret sampah dan mengusap air matanya, kemana lagi dia harus pergi jika Leon sudah tahu tentang keberadaan si kembar tiga.

Parahnya Leon sampai mencari tahu sampai ke akar-akar kehidupan Alya.

Leon memandangi wanita yang 6 tahun yang lalu sudah dia buang jauh-jauh dan sekarang datang lagi membawa tiga anak kembar yang diduga anak kandungnya.

"Galang, cari tahu di mana ketiga anak kembar itu bersekolah."

"Baik."

Di hari pertama bekerja di hotel, banyak sekali pekerjaan yang harus Alya lakukan, dia memang sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini di Resort Indraloka yang megah tapi sayangnya vibes disana bisa terbilang diskriminasi tapi itu sudah lama sekali sehingga ia merasa kelelahan kali ini menyebabkan jahitan secar di perutnya terasa nyeri.

"Alya?"

Dia menoleh dan melihat bosnya. "Iya Pak Jardon?"

"Aku mendengar kamu bergaduh dengan tamu hotel mengenai sampah? Apa benar?"

Alya mengernyitkan dahi. "Bergaduh?"

"Kamar 201 atas nama Pak Leon. Dia komplain jika pelayan yang mengambil sampah sangat tidak sopan dan setelah dilihat CCTV ternyata itu kamu."

"Maaf, Pak Jardon. Pasti ini ada salah paham," ucap Alya.

"Salah paham apanya? Jelas-jelas di CCTV kamu seperti memaki-maki Pak Leon. Kamu tahu tidak dia siapa? Padahal selama Pak Leon menginap di sini tidak ada komplain dan hari ini pun adalah hari pertama bekerja untukmu."

Tak mau kehilangan pekerjaan, Alya meminta maaf kepada bosnya. Dia tidak mau memperpanjang masalah dengan rasa egoisnya.

"Pak Jardon, saya minta maaf. Jangan pecat saya!"

"Minta maaf kepada Pak Leon, jika pria itu memaafkanmu maka aku juga akan memberikan kesempatan untukmu."Mau tak mau Alya harus melakukannya, dia lekas menuju ke kamar Leon dan mengetuk dengan sopan. Lagi-lagi dia harus merendahkan harga dirinya di depan mantan suaminya itu.

"Masuk!"

Alya membuka pintu, Leon hanya mengenakan lilitan handuk membuat Alya langsung teringat dengan kejadian di masa lalu.

"Pak Leon, saya selaku pelayan hotel di sini meminta maaf atas kelancangan saya," ucap Alya sambil menunduk.

"Hem..." Leon mengambil air minum dan menengguknya, sementara Alya masih menunggu respon selanjutnya.

"Kamu tahu, Alya Renatha? Aku adalah pria yang pemaaf."

"Terima kasih." Alya melangkah keluar tapi ucapan Leon menghentikan langkahnya.

"Aku akan memberimu tips asal pijat kakiku. Hah.... rasanya pegal sekali setelah rapat seharian ini," ucap Leon.

Alya menggelengkan kepalanya. "Maaf, saya hanya pelayan dan bukan tukang pijat."

"Tidak mau tips dariku? 1 juta dan lumayan untuk membeli makanan untuk anak-anakmu."

Tentu saja Alya merasa sangat kesal sekali karena kelakuan Leon tidak berubah, selalu sombong, angkuh serta seenaknya sendiri dalam memperlakukan seseorang.

"Maaf, lebih baik saya digaji 100 ribu perhari dari pada 1 juta dalam satu hari yang hanya untuk merendahkan diri saya sendiri apalagi pada mantan suamiku," ucap Alya.

"Oke jika tidak mau, aku akan melapor pada bosmu jika kamu tidak sopan dan tidak mau meminta maaf, setelah itu kamu dipecat lalu selesai," ucap Leon sangat enteng memanipulasi keadaan.

Wanita itu semakin terpojok karena dia masih membutuhkan pekerjaan ini, dia lalu mendekat dan berjongkok memijat kaki mantan suaminya itu.

"Aaah... enak sekali," kata Leon sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur dengan kaki yang menggantung di bawah.

Alya terus memijatnya walau air matanya menetes karena teringat dengan masa lalunya, dia cekik, dibanting, dipukul oleh pria di depannya itu tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Saat bersamaan seorang wanita cantik masuk menggunakan pakaian seksi, Alya berdiri dan melihat wanita itu seperti wanita panggilan.

"Kakak, maaf ya lama sekali."

"Hem... kamu membuat mood ku jelek."

Leon mengeluarkan uang dan melemparnya ke arah wanita itu, ternyata benar dia adalah wanita panggilan. Wanita itu dengan bersemangat mengambil uang yang sudah tercecer di lantai sementara Alya masih diam mematung.

"Hei pelayan! Kenapa berdiri saja? Keluar dari sini," ucap wanita itu.

"Kamu yang pergi," sahut Leon.

"Tapi Kakak, aku belum bekerja," jawabnya."Kamu membuatku muak. Pergilah!"

Wanita itu pergi dan saat ini Alya hanya berduaan saja dengan Leon. Tangan pria itu mengeluarkan uang dari dalam dompetnya dan ia berikan kepada Alya tanpa dilempar.

"Ambilah!" ucap Leon.

Alya masih melamun dan enggan untuk menerimanya, ia berpikir Leon memperlakukannya seperti wanita tadi.

"Ambillah!"

"Tidak perlu," jawab Alya.

Leon menarik tangan Alya dan menaruh uang di tangan mantan istrinya itu.

"Untuk ketiga anak kembarku."

Mata Alya melotot dan membuang uang itu ke lantai. "Mereka bukan anakmu."

Dia lantas berlari dari sana dan tidak peduli dia kehilangan pekerjaan di tempat ini.

Alya mengusap air matanya, ia selalu mengalami situasi yang buruk jika bertemu dengan Leon.

"Pak Juna, maaf. Aku mengundurkan diri," ucap Alya langsung pada intinya saat bertemu manajer hotel.

"Apa katamu? Kamu baru saja diterima di sini sampai beberapa pelamar yang lain ditolak padahal mereka sama-sama bagusnya. Jika dari awal tidak niat bekerja bilang!" bentak Jardon.

"Pria tadi tidak memaafkan saya, jadi lebih baik saya mundur saja," ucap Alya sambil menundukkan kepalanya.

Saat bersamaan Leon muncul. "Aku sudah memaafkan mu, tadi aku hanya salah paham dan kamu tidak salah."

Alya terkejut melihat pria itu.

"Jardon, jangan pecat wanita ini! Dia tidak salah dan yang salah adalah aku. Aku minta maaf sudah membuat keributan di hotel ini," sambung Leon.

"Pak Leon, kamu tidak perlu meminta maaf," jawab Jardon ramah.

"Aku akan check out sekarang, terima kasih atas fasilitas yang diberikan, pelayanan di sini juga sangat luar biasa termasuk dari wanita ini," ucap Leon."Terima kasih Pak Leon atas kunjungan dan nasehatnya."

Leon mengeluarkan uang dan memberikan tips untuk Jardon, Jardon menerimanya dengan senang.

"Jangan lupa bagi dengan pelayan wanitamu ini!"

"Baik, Pak Leon."

Setelah Leon pergi, Jardon menghitung uang yang diberikan dan tidak lupa ia bagi dengan Alya.

"Tips untukmu," ucap Jardon sambil memberikan uang 200 ribu padanya.

Alya enggan menerima.

"Sudahlah jangan pura-pura tidak mau."

Jardon memaksa Alya untuk

menerimanya dan berjalan meninggalkan Alya dengan kata-kata menyakitkan.

"Entah apa yang kamu lakukan pada Pak Leon, pasti tidur dengannya," ucap Jardon.

***

Alya berusaha mengusir rasa sakit dan kekecewaan yang melanda hatinya. Meskipun telah mengalami perlakuan buruk dari manajer hotel dan kejadian yang tidak mengenakkan tadi siang, dia tetap bekerja keras sebagai pelayan hotel. Dengan penuh semangat, dia mengambil kain pel dan mulai mengepel lantai lorong hotel.

Setiap usapannya, pikirannya melayang ke Fairy Care karena ingin segera bertemu dengan ketiga anak kembarnya.

Namun, di balik semangat kali ini, tangisan terpendam Alya tak mampu ditahan. Air matanya mengalir deras, membasahi wajahnya yang telah pucat akibat kelelahan. Dia berusaha keras untuk tidak menangis, tak ingin menunjukkan kelemahannya di tempat kerja.

Sambil mengepel lantai, Alya merenung tentang bagaimana ia harus melanjutkan hidup bersama ketiga anak kembarnya. Walau hidup sulit dan penuh cobaan, dia tak akan pernah menyerah. Kebahagiaan anak-anaknya adalah kekuatan terbesar yang membuat Alya tetap tegar menjalani hidup ini.

Tak terasa waktu berlalu, dan kini tiba saatnya Alya pulang ke rumah. Dia segera menyelesaikan pekerjaannya, mengambil tasnya dan berjalan menuju pintu keluar hotel.

"Hanya begini saja cobaannya aku pun mampu, dulu saat menjadi istri Leon malah lebih dari ini," ucap Leon.

Alya naik ojek untuk ke FairyCare menjemput anak-anaknya, di ujung sana sebuah mobil mewah sudah mengintai dan tentu saja itu Leon. Pria itu memerintahkan Rick untuk melajukan mobil mengikuti kemana Alya pergi.

Tak ada perasaan aneh, Alya terus menikmati udara Jakarta yang sudah lama tidak dihirupnya dan tentu saja ia bisa bertemu dengan ketiga anak kembarnya yang lucu.

Sesampainya di Fairy Care, Alya turun dari ojek dan membayar ongkos.

Begitu pintu FairyCare terbuka, Alya langsung disambut oleh senyum ceria ketiga anaknya yang berlari ke arahnya.

Farad, Fared,dan Farid seolah tak sabar ingin segera pulang dan bercerita tentang hari mereka di Fairy Care. Tanpa ragu, mereka langsung memeluk Alya erat-erat.

"Mama! Kami rindu Mama!" seru Farad dan adik-adiknya serempak. Alya tersenyum bahagia dan membalas pelukan ketiganya, merasakan kasih sayang yang begitu tulus.

Tak lama kemudian, Ibu Yanti, pemilik Fairy Care mendekati Alya dan mengajaknya berbicara.

"Bu Alya, saya ingin memberi tahu bahwa ketiga anakmu sangat cerdas. Mereka bisa menyelesaikan teka-teki dan mengerjakan soal matematika yang biasanya hanya bisa diselesaikan oleh anak yang lebih tua," puji Ibu Yanti.

Alya merasa bangga dan tersanjung mendengar pujian tersebut. Dia memandang ketiga anaknya yang kini sedang bermain bersama.

"Terima kasih, Bu Yanti. Saya akan terus mendukung mereka agar terus berkembang dan belajar," ucap Alya.

Mereka pun berbincang sejenak sebelum Alya mengajak anak-anaknya pulang.

"Mereka tadi juga memperbaiki robot yang rusak, sepertinya kecerdasan mereka di atas rata-rata dan nanti bisa masuk sekolah internasional," jelas Bu Yanti.

Alya berpikir sejenak lalu tersenyum.

"Biayanya sih Bu yang nggak ada."

"Papanya kemana?" tanya Bu Yanti.

"Saya Papa mereka."

Alya menoleh dan kaget melihat Leon ada di sini, pria itu melepaskan kacamatanya dan menyalami sang guru.

"Saya papanya, nama saya Leonhart Vallerion ."

Bahkan ketiga anak kembar itu mulutnya ternganga mendengar ucapan pria tersebut yang mengaku sebagai papanya.

1
ceuceu
Mahar itu kn mas kawin bahasa arab,knp nikah di gereja pakai kata mahar thor?
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan
ceuceu
ikutan nangis sedih bgt jadi alya/Sob/
popy suprijati
🤣🤣🤣🤣
Mazree Gati
karena leon kaya aja alya mau balikan walu pernah di sakiti,coba kere,ogah
Ida Lailamajenun
masak sekelas CEO takut jika diusir dari perusahaan nya pasti bisa mandiri la dan kita lihat apakah uang bisa membahagiakan rafael jika anak dan cucu nya gk ada
Ida Lailamajenun
banyak typo thor terutama typo nama
Lian_06: Iya terima kasih kritik nya ya, nanti saya revisi lagi😁. btw bagaimana dengan cerita nya nih
total 1 replies
Ida Lailamajenun
nah harus bgn Leon ada saingan 😄biar modar kebakaran bulu liat ada laki lakj lain yg mau sama Alya
Ida Lailamajenun
ck dah mantan aja masih meresahkan bagi Alya,harus nya othor hadirkan laki laki baik buat Alya setelah jd mantan Leon biar kebakaran bulu tuh mantan
Ida Lailamajenun
othor nya sentimen amat ke alya 🤭
Ida Lailamajenun
klu nanti alya melahirkan triplets dan balik ke Leon maaf thor aku skip baca
Lian_06: Sabar ya, emang banyak guncangan nya si Alya ini😬😁
total 1 replies
Ida Lailamajenun
klu gk suka alya cuekin aja la jgn kdrt gitu
Lian_06: Emang nyebelin banget si Leon ini kalo belum kena karma😬
total 1 replies
Ida Lailamajenun
mampir thor
Lian_06: Iya selamat membaca ya, kak jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan komentar ya. pasti akan author balas😉
total 1 replies
C2nunik987
karya ini terbaiks suka bacanya bikin kita jd ikut dewasa seperti Leon dan Alya menghadapi ujian di rmh tangga nya 🫰😍🙏thorrr keren jln cerita yg tdk njlimet bikin kita penasaran ke part part selanjutnya sukses selalu thorrr bikin karya selanjutnya yg lbh bikin kita candu utk membaca sampe the end tentunya 🫰😍🙏
Lian_06: Terima Kasih Ratingnya dan Dukungannya ya. 😁 😉
total 1 replies
C2nunik987
cerita yg luar biasa keren thorrr buk pembelajaran yg bisa di dpt ....udh happy ending utk Leon dan Alya saling support selamanya 😍😍😍keren sukses trs thorrr ditunggu cerita yg lbh keren lagi 😍😍😍
Lian_06: Terimakasih telah membaca dan juga dukungan nya, pokoknya tungguin aja cerita lain yang lebih seru😁
total 1 replies
C2nunik987
anak anaknya pacaran emaknya ikutan juga 😅😅😅
C2nunik987
Alya emosi Krn Vira kaki iahhhh😂😂😂
C2nunik987
😅😅😅😅aseeek bgt punya ortu model Alya dan Leon ....tempat anak anak nya melepas kegundahan 😍😍😍
C2nunik987
Nia klo km niat jahat ma Fared pergi jgn ksh harapan tapi klo km niat berteman ia jujur aja 😅😅
C2nunik987
Fared jgn terlalu berharap ma Nia takut patah hati kamunya 🙈🙈😭😭
C2nunik987
tuch kan jd salah paham apa susahnya memuji keahlian anak sendiri ....sapa tau Fared bisa jd cheff andalan 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!