NovelToon NovelToon
Mahar 5000

Mahar 5000

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Romantis / Pengantin Pengganti / Duda
Popularitas:134.7k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

"Maharnya cuma lima ribu? Ya ampun, buat beli gorengan aja kurang!"

Karena penghianatan dari Rava, calon suaminya, Citra memaksa Rama, ayah Rava untuk menikahinya. Tak perduli dengan mahar 5000, asalkan dia bisa membalas perbuatan Rava.

"Aku sudah naik pangkat jadi ibumu! jangan macam-macam denganku!"

baca, tekan suka, tinggalin komentar ya.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

Suara obrolan ibu-ibu kompleks langsung pecah begitu truk pick-up berhenti di depan rumah Bu Maya. Sopir dan dua kenek mulai menurunkan barang satu per satu—kotak besar berlogo merek elektronik mahal: kulkas dua pintu, televisi layar datar, mesin cuci otomatis, serta beberapa kardus besar bertuliskan “Luxury Boutique Jakarta”.

“Ya Allah, banyak banget!” seru Bu Siti sambil menepuk bahu tetangganya. “Ini kayaknya buat acara besar deh.”

Bu Maya hanya bisa berdiri di teras dengan wajah terkejut. “Pak, ini bener dikirim ke sini?” tanyanya untuk memastikan, masih belum percaya.

Sopir mengangguk sambil menyerahkan selembar nota pengiriman. “Iya, Bu. Nama penerimanya Citra Kirana Larasati. Disuruh kirim langsung ke alamat rumah orang tuanya. Semua sudah dibayar lunas.”

“Dibayar lunas?” Bu Siti langsung nyeletuk. “Astaga, ini barang-barang pasti puluhan juta!”

Bu Yani, yang sedari tadi berdiri di depan pagar rumahnya dengan tangan berkacak pinggang, langsung merasa darahnya naik. “Halah… paling juga nyicil! Lagian, orang yang cuma dimaharin lima ribu kok bisa belanja kayak gini?” suaranya cukup keras untuk membuat semua kepala menoleh.

Beberapa ibu menahan tawa, tapi tak berani menimpali.

“Eh, Yani, jangan gitu dong,” potong Bu Rani setengah berbisik. “Kalau emang rezekinya Citra, ya disyukuri aja.”

“Rezeki dari mana? Jangan-jangan laki-lakinya itu—” Yani menahan kalimatnya, pura-pura menutup mulut. “Ah, sudahlah. Pokoknya aneh aja.”

Maya menatap iparnya dengan pandangan datar. “Kalau mau ngomong, ngomong aja sekalian, Yani. Enggak usah pura-pura sopan.”

Yani mendengus. “Aku cuma heran. Katanya suami Citra orang tua, kere, cuma kasih mahar receh lima ribu. Eh, sekarang bisa kirim kulkas dua pintu, TV segede gaban, sama tas-tas butik. Dari mana duitnya? Jangan-jangan hasil dari ngepet?”

Ucapan itu membuat udara seolah membeku sejenak. Beberapa ibu menelan ludah.

“Yani!” seru Maya, nadanya tajam. “Mulutmu itu ya, enggak ada remnya sama sekali. Sembarangan saja bilang ngepet!”

"lah, terus, apa dong? yang mungjin yang cuma ngepet! Kemarin aja cuma kasih mahar 5000. Tau-tau bisa kirim kulkas, udah pasti ngepet tuuhh!"

"Suudzon mulu kamu, Yan! Coba benerin tuh hatimu, biar enggak konslet! Enggak kotor!" balas Maya tak kalah sengit.

Belum sempat Yani membalas, dari dalam rumah terdengar suara berat yang berwibawa. “Ada apa ini ribut-ribut di depan rumah?”

Pak Haris muncul di teras, mengenakan sarung dan kaus polos. Ia memicingkan mata melihat tumpukan barang di halaman. “Lho, ada apa ini ? Kenapa ada banyak barang begini? ini semua dari mana?”

Sopir segera menghampiri dan menyerahkan nota pengiriman. “Ini kiriman dari butik dan toko elektronik, Pak. Atas nama Bu Citra. Kami disuruh antar ke rumah orang tuanya.”

"apa? Citra? Ini kiriman dari Citra? Yang bener, pak?"

"iya, pak. Semua resmi, sudah dibayar, dan yang jelas bukan dari ehem," sambil melirik Yani, "bukan dari ngepet."

Yani mendekus.

"Pak Haris bisa konfirmasi dulu ke Mbak Citra nya."

Pak Haris membaca kertas itu perlahan, lalu mengangguk. “Baiklah, taruh di teras dulu aja kalau ruang tamu enggak muat.”

"baik, pak."

Barang-barang mulai diangkut dan diturunkan.

“Banyak banget, Pak,” gumamnya pelan. Lalu berganti pada Maya. “Anak kita belanja apa aja, sih buk?”

Maya hanya menggeleng. “Enggak tau, Pak. coba telpon Citra dulu.”

“Iya, juga. Bentar, biar bapak telpon Citra dulu. Hpnya bapak di dalam, e.”

Pak Haris masuk mengambil hpnya. Sementara ibu-ibu makin berkerumun.

"wah, ratusan juta ini. Bener ini Citra yang beli?"

"hebat banget."

"Tapi, kemarin kenapa maharin cuma 5000?"

"iya ya."

Bu siti menepuk tangannya seolah dapat wangsit. "Ah, aku tau! Mungkin enggak sih, laki-lakinya Citra pura-pura kere, taunya ceo! Kayak di film-film itu!"

Ibu-ibu lain beroh ria dan manggut-manggut.

"atau malah mungkin... Citra di sana dijual!"

"Hehh!" Maya mendelik dengan suara bisikan tetangga yang makin liar. "Mulutmu itu!"

Mereka kicep.

Tak lama pak Haris muncul dengan suara yang ceria . Ia sedang menelpon anak gadisnya, Citra.

"Jadi benar, ini kamu yang kirim, Cit?"

"itu kerjaan Pak Rama, Pak.. katanya buat pengganti seserahan. Lusa keluarga besar Pak Rama juga mau datang."

“Datang?” kening Pak Haris berkerut. “Maksudnya… besan?”

“Iya.”

"apa katanya, Pak?"

"besan mau ke sini lusa. Skalian mau bawa penganti mahar."

"pengganti mahar? Ini?" maya menunjukkan kulkas dan semua elektronik.

"itu buat pengganti seserahan."

Maya tersenyum kecil, masih tak percaya dengan nasib anak gadisnya yang berubah begitu cepat.

"Alhamdulillah."

Di seberang rumah, Yani masih berdiri dengan wajah masam. Cantika menghampirinya sambil menenteng piring rujak.

“Ma, biarin aja. Nanti juga calon suami aku pasti kirim barang lebih banyak,” ujarnya dengan nada tinggi.

“Iya, Nak. Pasti!” sahut Yani cepat, walau wajahnya mulai memerah karena malu. “Calon suamimu itu orang kaya, kok. Beda sama laki-laki yang cuma bisa kasih mahar receh. Tuh, nanti juga mereka tahu siapa yang sebenarnya menang!”

Namun kata-kata itu tak bisa menutupi rasa panas di dada Yani. Tatapan kagum tetangga kini beralih ke rumah Maya. Ibu-ibu yang tadi memuji Cantika kini berdesakan di depan pagar rumah Citra, ingin melihat lebih dekat barang-barang mewah yang diturunkan.

“Lihat tuh, ada tas dari butik ternama! Ih, kayak yang artis pakai di TV!”

“Ya ampun, berarti suami Citra beneran kaya ya…”

"kubilang juga, pasti kayak drama film itu. Nyamar aja jadi orang kere, aslinya orang konglomerat."

Bisik-bisik itu menampar harga diri Yani lebih keras dari tamparan tangan. Ia menghela napas kasar, lalu menyeret Cantika masuk ke rumah. “Masuk, ah! Enggak usah ikut nontonin. Biarin aja mereka pamer. Paling juga hasil jual apem atau malah dari ngepet!”

“Tapi, Ma…”

“Udah! Mama nggak mau dengar lagi. Calon suami kamu jauh lebih baik! Tunggu aja, nanti Mama bikin resepsi besar-besaran di hotel, biar mereka semua tahu siapa yang lebih hebat!”

Namun dalam hatinya, Yani tahu—ia sedang menenangkan dirinya sendiri.

Sementara itu, di tempat yang jauh di sana, Rava sempat mendengar gaduh dari telpon yang masih menyambung.

"alat elektronik? dibayar cash? Bukannya suami Citra itu kere? Kenapa dia bisa kirim banyak barang berharga? Siapa sebenarnya pria yang sudah menggantikanku?" gumamnya tak rela.

Rasa penasaran itu terus mengganggu hati dan pikirannya. padahal, dia sangat yakin, jika suami citra kere dan tua, pasti mudah mengajak Citra kembali padanya. Tentu saja, setelah dia menceraikan Cantika nanti, setelah anaknya lahir.

1
Ma Em
Lani emang biang kerok pelakor Lani sdh punya suami msh saja nguber2 Rama untuk Fahri nya baik sama Rama karena sdh tau Lani yg selalu goda Rama , semoga Citra baik2 saja dilancarkan persalinan nya ibu dan baby twins sehat dan selamat .
Susi Akbarini
untung fahri masih cinta..
kalo dah ditinggal pegi..

gigit jari bakalan lani
klao kehilangan 2 suami
EkaYulianti
sebelum resepsi
partini
ku kira suaminya lani tegas ehh melohoyyy,dah tau lihat pula istri nya kaya gitu
Rahmawati
selamat ya citra dan Rama, akhirnya Rama akan punya darah daging sendiri
Rahmawati
kayaknya fadli nih yg bunuh daud
Rahmawati
penasaran siapa yg ngomong sama Daud tadi itu,
Rahmawati
lani ketakutan gitu, berarti bener rava buka anak biologis rama
Rahmawati
nah nah, apa rava bukan anak Rama ya
Rahmawati
opo meneh to, nenek peyot😂
Rahmawati
setres bu lani ini, gagal move on padahal udah punya suami
Rahmawati
makanya belajar sopan santun km cantika
Rahmawati
ke PD an km lani😂
Rahmawati
enaknya punya mertua kayak bu lilis
Dhita💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
anak ku lahir Oktober 2011
meninggal Juni 2012
Dhita💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
ya allah cerita ini sama seperti aku yang kehilangan anakku di usia 7 bulan sedih
😭😭
tenny
suaminya lani namanya rubah2 kadang Fahri kadang Fadli entah mana yg bener 😄
tenny: semangat Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
Rahmawati
cantika gk tau diri bgt
Rahmawati
syukurin km rava, siapa suruh tinggal dirumah rama
Ma Em
Innalillahi wainnailaihi rojiun Cinta anak yg blm punya dosa pasti akan masuk sorga , semoga Cantika dan Rava diberikan kesabaran menghadapi cobaan ini manusia hanya berusaha tapi nasib Allah yg menentukan .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!