Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11. Perhatian
Tepat tengah malam Fania terbangun, tenggorokannya terasa haus,saat hendak turun dari ranjang sekilas ia menoleh ke Reza yang sangat terlelap tidurnya,beberapa detik ia terpana dengan wajah suaminya yang tertidur.
Dia terlihat sangat tampan
Iisshhh,,, apa yang aku pikirkan
Gadis itu menepuk jidatnya lalu ia memutuskan untuk keluar kamar, karna persedian air minum di kamar habis, ia berjalan masih sedikit pincang, karna kakinya masih sedikit nyeri.
Saat keluar kamar,dan menutup pintunya dengan sangat pelan agar Reza tidak terbangun, lalu pandangan matanya menyapu di setiap ruangan yang gelap karna setiap lampu sudah banyak yang di matikan, hanya beberapa yang menyala.
Kok serem ya, ternyata punya rumah besar menakutkan juga kalau di malam hari
Fania ragu ragu mau menuruni tangga, ia sudah merasa merinding,tapi rasa hausnya sudah tidak bisa ia tahan.
Jadi ia melanjutkan langkahnya dan mulai menuruni anak tangga.
Saat ia sudah ada berada di dapur, ia mengambil air minum satu gelas, dan dengan cepat ia menghabiskannya.
Saat hendak menaruh gelas.
Ia mendengar suara langkah kaki,dan makin lama makin mendekat,
DEG
jantungnya sudah tidak karuan, bulu kuduk gadis itu sudah merinding,wajahnya sudah pucat pasi,ia tidak berani menoleh ke belakang, yang ada dia malah menutup wajahnya dengan tangannya.
"Aaaaa"
Fania menjerit dengan wajah di tutup. karna ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya dari belakang.
"Fania ini aku"
Reza membalikkan tubuh Fania agar menhadap pada dirinya
"Kak Reza,Aku takut"
Gadis itu reflek memeluk suaminya setelah tau kalau yang menepuk pundaknya adalah Reza dan Reza membalas pelukan gadis itu.untuk beberapa saat mereka berpelukan.
"Masih betah dengan posisi ini Fan"
Ucap Reza yang karna Fania masih tidak melepas pelukannya.
Karna tersadar dengan ucapan Reza, dengan cepat Fania melepas pelukan itu.
"Maaf kak"
Ucapnya sambil menundukkan wajahnya.
Pipinya sudah merah padam, untung penerangan di dapur tidak begitu terang, jadi Reza tidak melihat pipi gadis itu begitupun fania yang tidak melihat Reza tersenyum samar.
Apa yang aku lakukan,kenapa aku memeluknya, kalau gini kan aku yang malu
"Sudah minumnya" ucap Reza
Gadis hanya itu menganggukkan wajahnya, tidak berani jawab karna masih malu.
Lalu mereka berdua meninggalkam dapur.
"Bisa jalan gak, apa masih sakit"
Tanya Reza saat menaiki anak tangga karna melihat Fania masih pincang.
"Dikit kak"
"Mau aku bantu"
"Gak usah kak,kan udah deket kamarnya" jawabnya.
Kini mereka sudah berada di kamar, dan Fania terlebih dulu menaiki tempat tidur.
"Lain kali, kalau butuh apa apa saat tengah malam bangunin aku saja"
"iya kak"
Lalu gadis itu membaringkan tubuhnya, dan tidak butuh waktu lama ia sudah terlelap, tapi tidak dengan Reza,ia masih tidak bisa tidur, ia menatap Fania lalu tangannya membelai wajah gadis itu tapi tidak membuat Fania terbangun, Reza tersenyum saat jarinya menyentuh bibir gadis itu karna teringat kejadian tadi siang dan terlebihnya lagi itu kejadian pertama bagi Fania bibirnya di sentuh laki laki.
Baru kali ini aku mengenal gadis cantik tapi masih polos,,apa dia belum pernah pacaran
PAGI HARI
Fania yang terbangun terlebih dulu, langsung memutuskan pergi ke kamar mandi.
Hari ini adalah hari senin, di mana ia akan bekerja seperti biasanya.
"Aku naik apa ntar,sedangkan ponselku rusak gara gara dia" gumam Fania ,karna ia selalu menggunak ponselnya untuk memesan ojek.
Saat keluar dari kamar mandi dan lengkap dengan seragam kantornya ia melihat Reza masih tertidur
Aku bangunin gak ya,, apa dia gak kerja
Niat untuk membangunkannya ia urungkan, karna takut jika Reza malah memarahinya karna telah membangunkannya,
Kak Reza kan bosnya, jadi terserah dia kan mau berangkat jam berapa,Jadi biarlah gak usah aku bangunin, ntar yang ada dia malah matah,, kan kata pepatah jangan membangunkan Macan yang sedang tertidur,, hehe,, tapi dia bukan macan tapi cogan Cowok ganteng, hehe
Fania terkekeh dengan suara hatinya.
Sejenak Fania berfikir, bagaimana cara berpamitan,sedangkan ia tidak mempunyai ponsel.
lalu Ia menaruh selembar kertas di atas nakas bersandingan dengan ponsel si Reza.
"Pagi " ,Fania menyapa para pelayan di dapur dan mereka dengan kompak menjawabnya sambil membungkukkan badannya.
"Nona mau sarapan apa" tanya bik Inah.
"enggak bik, saya langsung berangkat kerja aja"
"Apa nona sudah sembuh"
"lihat seperti yang bik Inah lihat," Fania tersenyum
"Kaki nona"
"Udah gak sakit kok bik",ucapnya berbohong biar gak panjang urusannya,walau sebenarnya masih terasa ngilu.
"O iya, ada yang punya aplikasi ojek gak".
"Saya non", jawab Mbak nur, pelayan satunya, selain lela dan Inah masih ada 2 pelayan lainnya.
"pinjem donk mbak"
Mbak Nur memberikan ponselnya. lalu dengan cepat ia memesan ojek.
"Ya udah, maksih ya mbak",lalu Fania hendak melangkah pergi.
"Non apa gak sarapan dulu", ucap bik inah yang membuntuti di belakangnya sambil berjalan.
"Gak usah bik,, aku hampir telat soalnya".
"Nanti Tuan marah non"
"Gak akan bik, biar aku yang jelasin ya nanti" Ucap fania menenangkan bik Inah yang sepertinya takut jika Reza marah.
"Kaki non masih sakit" bik inah masih melihat jelas istri Majikannya itu berjalan dengan sedikit pincang.
"Gak apa apa bik,hanya sedikit ngilu kok", Ucap Fania sambil memegang bahu bik inah.
"Tapi non"
"sudah gak apa apa"
Tidak cukup lama Ojek udah di depan Rumah mewah itu, dan Fania manaiki ojek tersebut.
Satpam yang menjaga rumah itu merasa heran kenapa majikannya naik ojek. ia sudah bertanya tapi majikannya cuma jawab tidak apa apa.
Reza yang sudah rapi dengan pakaian jasnya dan jangan lupakan wajahnyam yang masih terlihat tampan walau sedang marah. ya lelaki itu sedang memarahi para pelayannya yang tengah berkumpul.
"Siapa yang meminjamkan ponsel untuk memesan ojek",bentak Reza yang mengetahui jika istrinya berangkat dengan Ojek,
"Jawab"
bentaknya lagi karna para pelayan tidak ada yang menjawab.
"Saya tuan", mbak nur maju ke depan satu langkah daribia berdiri.
"Bulan ini kamu tidak dapat gaji dan yang lain aku potong gaji kalian setengah"
Mereka hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Termasuk kamu Edi, kenapa bisa gak tau Fania pergi"
"Maaf kan saya Tuan"
Bukan tanpa alasan Reza Marah kepada para pelayannya, karna kaki Fania masih belum sembuh total, semalam saja istrinya itu masih berjalan pincang,dan sekarang gadis itu masih memaksakan untuk bekerja, Reza saat bangun tidur di kagetkan dengan kertas yang ia baca di atas nakas.
Flasback
Reza membuka matanya, dan terkejut karna Fania tidak ada di kamar, saat menoleh di atas nakas ia mendapati selembar kertas.
( Kak Reza aku pamit kerja dulu ya, Fania,)
isi surat tersebut
Reza langsung meremas surat tersebut dan membuangnya ke sembarang arah.
Gadis bodoh,bisa bisanya dia bekerja dengan kaki yang masih sakit
Reza menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajahnya lalu ia turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
FANIA
REZA
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣