NovelToon NovelToon
BITE ME IF YOU CAN

BITE ME IF YOU CAN

Status: tamat
Genre:Perperangan / Vampir / Cinta Beda Dunia / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Mafia / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.


Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.


Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.

"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"

"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.

Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?

Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Petugas Tyo meronta, menggerakkan seluruh tubuhnya sebagai respon atas perlakuan wanita aneh itu padanya, cengkeraman keras dibahunya yang terasa sangat menekan, membuat Tyo hanya mampu menggerak-gerakkan kepalanya dan bagian tubuh lainnya.

“Hei! Lepaskan! Geli woy! Tolong lepaskan!”

Wanita yang mengaku dirinya vampir itu, berulang kali berusaha menggigit leher Tyo, namun anehnya bahkan gigi-gigi taringnya tak mampu menembus kulit manusia ini, seakan kulit Tyo terbuat dari karet tebal yang sangat elastis. Itulah sebabnya Tyo bukan merasakan sensasi sakit luar biasa seperti sebelumnya, melainkan sensasi rasa geli yang tak tertahan.

Wanita itu melepaskan cengkeraman tangannya, sorot mata bingung tergambar jelas di wajahnya. Beberapa kali ia tampak meraba dan memeriksa gigi-gigi taringnya. Tampak utuh dan masih ada ditempatnya, namun entah kenapa sepertinya tak bisa berfungsi dengan semestinya.

Tyo pun meraba bagian lehernya, tak ada luka, tak berdarah. Ia menatap wanita yang duduk termenung dengan kedua alis terpaut menggemaskan. “Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?” tanyanya.

SET! Satu gerakan lagi membuat wanita aitu telah berdiri tepat di belakang Tyo, memegang pundak Tyo dengan sangat keras. Tentu membuat pria berbadan atletis itu terkejut. Namun lagi-lagi tenaga yang dimiliki wanita itu tak mampu ia tandingi sedikitpun.

“Hei! Apa lagi yang akan kamu lakukan hah!?” teriaknya meronta.

“Diam sebentar! Aku harus memastikan sesuatu!” ujar wanita itu dengan cepat menarik jaket Tyo hingga lepas lalu menggeledah tubuh pria itu dan menempelkan satu telapak tangannya pada tato di pundak kanan Tyo.

“Arghkk!!” teriak keduanya bersamaan, diikuti asap kecil seakan telapak wanita itu menempel kuat dan terbakar.

Keduanya merasakan rasa sakit dan terbakar yang sangat hebat. Sensasi panas itu begitu nyata. Namun wanita itu melemah, berbanding terbalik dengan Tyo yang justru merasa lebih kuat, lalu berhasil menepis telapak wanita itu dari bahunya.

“Ap-apa yang terjadi?!” Terbelalak lagi kedua mata Tyo, mengamati tato yang sengaja ia gambar hanya untuk menutupi bekas luka yang ia dapatkan sejak kecil, namun ia tak begitu ingat bagaimana ia bisa mendapatkan luka itu.

Hal yang sama terjadi pada wanita vampir itu, ia berdiri menatap kedua telapak tangannya yang masih terlihat berasap dan berwarna merah seperti layaknya kulit yang terluka karena terbakar sesuatu yang sangat panas.

“Aku masih tak mengerti dengan hal ini, tapi aku rasa ada hal lain yang lebih penting sekarang, jadi tolong katakan darimana kamu akhirnya menemukan pria itu? Dan kenapa kamu membawanya ke tempat sepi seperti ini?”

Tak ingin semakin larut dalam kebingungan yang aneh, Tyo kembali memusatkan konsentrasi pada kasus nyata yang tengah ia kerjakan.

Namun wanita itu masih berdiri terpaku dengan tatapan fokus pada kedua telapak tangannya, membuat Tyo memberanikan diri mendekat lalu menepuk telapak tangan yang masih sedikit berasap itu. “Hya! Kita pikirkan lagi nanti masalah ini, sekarang katakan dulu darimana kamu membawa orang itu?”

Wanita itu tersadar, “Hm, dari ….”

Belum selesai wanita itu menjawab, ponsel petugas Tyo kembali bergetar. Rekannya kembali memanggilnya, namun panggilan itu berakhir sebelum petugas Tyo menggulir tombol terima panggilan. “Ah syalan! Pasti terjadi sesuatu!”

Petugas Tyo mencari lokasi yang dikirimkan petugas Atho sebelumnya, setelah meninggalkan catatan kecil untuk si pria yang pingsan itu. “Jika kamu bangun, jangan bingung dan jangan lakukan apapun, akan aku kirimkan bantuan agar segera menolongmu.”

Petugas Tyo berlari sekencang mungkin. “Tempat itu tak jauh dari sini! Aku rasa disekitar itu!” gumamnya semakin mempercepat langkahnya seraya sesekali memastikan ia mengambil jalan yang tepat.

“I-ini tempat yang tadi, tapi tampak sangat sepi, darimana aku harus masuk?!” monolognya lirih seraya mengamati sekitar.

“Apa yang kau cari?”

Petugas Tyo kembali berjingkat kaget oleh kehadiran wanita aneh tadi yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.

“Ah! Syalan, kenapa kamu selalu mengagetkanku!” gerutunya dengan kedua rahang terkatup keras menahan kesal dan terkejut secara bersamaan.

“Ck! Aku akan membantumu, tapi berjanjilah kamu akan menjelaskan yang terjadi tadi, kenapa taringku seakan tak berfungsi padamu.”

“Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?” tanya balik petugas. Tyo seraya menelisik sekitar, dan mencari cara untuk masuk.

“Entahlah, aku rasa kamu mencari seseorang, yang mereka seret-seret itu temanmu kah? Dia memiliki aroma peluru yang sama persis sepertimu,” ujar santai wanita itu.

Petugas Tyo celingukan, melihat ke sekitarnya memastikan apa yang didengarnya, “Apa? Dimana? Katakan dengan jelas!”

Wanita itu menunjuk lurus ke arah perkebunan bunga dihadapan mereka, tepat sesuai lokasi yang dikirimkan petugas Atho. “Di dalam sana! Aku melihat beberapa orang memukuli satu orang.”

“Sialan!” Sontak petugas Tyo mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang dan berusaha melompat dan memanjat gerbang tinggi tempat itu.

“Sial!” umpatnya saat berusaha melintasi lingkaran kawat tajam di ujung gerbang itu.

SET!

Satu gerakan cepat di saat yang sangat tepat, wanita itu membawa petugas Tyo melesat melewati pagar tinggi berkawat itu dan berhasil mendarat dengan selamat di tengah perkebunan itu, tepatnya di depan sebuah gudang besar.

Meski awalnya terkejut, namun petugas Tyo sepertinya dengan cepat berhasil menguasai diri, hanya terhuyung sesaat saat mendarat.

“Di sana! Kamu dengar keributan kan? Di sana juga aku mengambil manusia yang tadi aku ambil darah segarnya,” terang wanita aneh itu.

Petugas Tyo mengamati sekitar, mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka, memastikan situasi, lalu mengirimkan lokasi serta pesan pada tim lainnya untuk segera datang membawa bantuan.

BRAK!

Belum selesai petugas Tyo mengirimkan pesan, wanita itu telah membuka pintu itu dengan keras, membuat beberapa orang bertubuh tinggi dan kekar sontak menoleh ke arah petugas Tyo yang masih sibuk mengetik pesan.

Menyadari hal itu, ia mengangkat kepalanya, dan terpaksa mengirimkan pesan yang belum selesai ia ketik itu. “Sial! Apa yang kamu lakukan?!” tatap heran dan kesal ia lemparkan pada wanita vampir itu.

“Apa? Bukannya kamu kesini untuk menyelamatkan kawanmu?” tanya balik si wanita vampir dengan wajah polos tanpa ekspresi.

“Siapa kalian?!” seru pemimpin kelompok kekar itu.

Dengan situasi yang kurang menguntungkan, petugas Tyo dituntut harus profesional, tanpa sempat memikirkan strategi penyerangan. ‘Sialan, satu lawan sembilan. Otot mereka ck!’ batin petugas Tyo sedikit merasa ngeri.

“Siapa lagi? Aku polisi! Aku harap kalian bekerja sama dengan baik, lepaskan rekanku, dan menyerah sajalah kalian!” gertak petugas Tyo dengan pistol siap teracung ke arah beberapa pria yang kini berbaris menyambut petugas Tyo, seraya menonjolkan betapa padat otot-otot mereka.

GLEK!

Petugas Tyo menelan ludah, sepertinya ia menyadari betapa tak seimbangnya pertarungan itu. Jika nanti bantuan tidak datang di waktu yang tepat, sudah bisa dipastikan ia akan berakhir dengan babak belur.

“Pelurumu tidak akan cukup untuk menundukkan kami, dasar polisi Bodoh! Hahaha …!” ujar salah satu komplotan itu.

...****************...

Bersambung ....

1
༄𝚂𝙽⍟𝕬𝖗𝖓𝖊𝖙𝖆 🥑⃟
lupa aluur,yng mak inget cm gadis vampire nya doank ini nm nya lupaaaaa😭😭😭
Soraya
luar biasa thor. terimakasih telah membuat cerita yg menyuguhkan pengalaman fiktif yang luar biasa. ending yang memuaskan.
yosh—: terimakasih kk Soraya, 😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yeeeaaahhh....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aamiin
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Siap,ditunggu karya barunya 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah gitu dong 🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
yah, padahal berharap tyo bisa sm raise lee, 🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
cerita paling teranuuu pokoknya...sukses terus buat authornya...🤗 bingung lah mau kasih emot apaan 🤭
yosh—: terimakasih author Mentari Senja. sukses juga buat anda😁😁👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Petugas Tho apa Atho 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
#Ayo semangaaat lagi 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan kau Kalkon 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tyo kah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mimpi 😛
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi katanya ga butuh pengacara🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang panik
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hanya ada
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!