NovelToon NovelToon
Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / CEO / Cinta Lansia
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Pada usia 44 tahun, Donatella terjebak di titik terendah dalam hidupnya setelah mengalami lebih dari 20 tahun penderitaan mental. Ini memberi pukulan yang menghancurkan pada perasaannya, tetapi dia sudah muak akan semua ini dan telah bangkit kembali, meski dia tidak yakin apa yang akan terjadi.

Leonardo, seorang duda tampan dan misterius, seorang pengusaha yang dikejar banyak orang, telah berubah menjadi pria yang dingin dan tanpa ampun setelah mengalami penderitaan dan pengkhianatan.

Namun, takdir suka memberikan kejutan dan menempatkan kita dalam situasi yang tidak biasa, dan begitulah cara mereka bertemu…

Ikuti aku! Mari kita mulai perjalanan yang penuh dengan perjuangan, keberanian, dan cinta. Tentu saja, dengan sedikit komedi juga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Bulan Kemudian...

Sembilan Bulan Kemudian

Leonardo

Aku sudah mendapatkan yang kuinginkan, kedua kepala itu ada padaku! Enrico ingin memenggalnya, tapi kali ini akulah yang melakukannya.

Alexandre, Enrico, Salvatore, dan aku, kami bersenang-senang.

Kami menghabisi mereka, dan yang lebih baik lagi, sekaligus menghabisi perdagangan anak-anak dan perempuan, yang sama-sama kami tentang dan sama-sama kami benci pelakunya!

Pokoknya, malam ini mafia kami menyambut dengan sebuah pesta yang diselenggarakan dewan. Tapi indra keenamku merasa ada yang tidak beres...

Aku menelepon Adelaide untuk memberi kabar, dan menyuruhnya bersama Donatella, yang bahkan belum kukenal, membereskan segalanya. Aku baru akan ke kantor besok.

"Donatella, Tuan Leonardo baru saja meneleponku, mengabarkan bahwa dia sedang menuju Roma, tapi baru akan ke kantor besok.

Namun malam ini ada pesta yang harus dia hadiri, jadi sebaiknya kita kirimkan jas baru untuknya. Ini pesta (dia hampir mengucapkan Mafia, tapi teringat bahwa Donatella hanya menaruh curiga, belum tahu pasti) yang penting bagi dia dan Aurélio serta Ítalo," kata Adelaide.

"Baik, apa yang harus kulakukan?" tanya Donatella.

"Kuberikan alamatnya, kau ke sana, ambil jasnya, dan antarkan ke Renata. Aku harus mengurus hal-hal lain," kata Adelaide.

"Oke, berikan alamatnya, alamat toko dan rumah Tuan Leonardo, karena aku belum pernah ke sana," kata Donatella.

"Iya, tentu, maaf, aku hanya sedikit gugup. Tuan Leonardo punya kebiasaan memberi kabar mendadak begini," kata Adelaide.

"Sudah kuperhatikan, sisi dirinya yang begitu lembut dan teratur ini," sahut Donatella sambil tertawa.

"Iya, tapi tolong Donatella, jangan tertawa di depannya. Dan saat dia membuat ulah seperti ini, aku jadi ingin membunuhnya," kata Adelaide.

"Iya, tapi ini kan cuma mengantarkan jas untuk pergi ke pesta? Apa masih ada lagi yang perlu?" tanya Donatella.

Adelaide

Ingin sekali kukatakan bahwa dia itu Don, dan aku harus menelepon para pengawalnya, meninjau ulang aula pesta, memesan katering khususnya, dan masih banyak lagi...

Aku bisa gila...

"Iya, cuma itu, cuma tadi dia menyuruhku membeli beberapa barang untuk pesta. Jadi kau bertanggung jawab atas jasnya, dan aku atas urusan yang lain, karena aku tahu bagaimana selera dia. Dia sangat menuntut," kata Adelaide.

"Baik, aku berangkat, nanti aku segera kembali," kata Donatella sambil pergi.

Adelaide

Dia pergi, dan aku sibuk luar biasa, menelepon para penanggung jawab tiap bagian pesta yang akan diadakan dewan untuk Don. Don suka semuanya ditinjau ulang, dan dia tak pernah menyentuh makanan yang mereka sajikan. Dia mencurigai bahkan bayangannya sendiri...

Donatella

Aku pergi langsung ke alamat yang diberikan Adelaide. Dia sudah berbicara dengan seseorang bernama Fabrícia. Ayo kita ke sana.

Aku masuk ke salah satu toko jas termahal di Roma, di Italia, dan mungkin di dunia. Ya ampun! Gila sekali harga-harga ini. Aku merasa seolah-olah akan dirampok. Ini toko yang cuma dengan menatap etalasenya saja sudah harus bayar...

Aku mencari Fabrícia, dan datanglah seorang wanita berusia sekitar 30 tahun, berambut gelap, berkulit terang, bermata hijau, cantik dan ramah.

"Halo! Kau pasti Donatella," kata Fabrícia.

"Hai, iya, aku sendiri. Dan kau pasti Fabrícia," balas Donatella.

Mereka bersalaman.

"Jadi kau bekerja dengan Adelaide dan Tuan Leonardo?" tanya Fabrícia.

"Iya, benar," jawab Donatella.

"Luar biasa. Menurutku Tuan Leonardo tampan, tapi dia membuatku takut. Dia serius dan hampir tidak pernah bicara. Kalau Tuan Ítalo dan Tuan Aurélio, selain tampan mereka juga ramah sekali," kata Fabrícia.

Donatella

Bagaimana mau kubilang, aku bahkan tidak mengenal bosku dan sudah bekerja untuknya selama 9 bulan! Pasti akan aneh sekali, jadi aku pasang wajah polos dan cepat-cepat mengganti topik.

"Aku senang bekerja di sana, sejauh ini tak ada yang perlu kukeluhkan," kata Donatella.

"Di antara kita saja ya, Tuan Leonardo itu ganteng banget, wah... pasti banyak sekali kandidat calon istri, sayangnya dia sepertinya tidak begitu berminat...

Tapi karena kau bekerja dengannya, mungkin kau bisa bantu aku sedikit. Aku ingin sekali berkencan dengannya," kata Fabrícia.

Donatella

Ya Tuhan! Genit sekali, aku pu...

"Maaf, tapi yang lebih sering berhubungan dengannya itu Adelaide. Lagi pula, seperti katamu sendiri, dia orang yang pendiam, dan aku tidak punya izin membicarakan hal-hal semacam itu di perusahaan. Kurasa dengan sifatnya, dia bisa melemparku keluar jendela," kata Donatella.

"Astaga! Serius?" tanya Fabrícia.

"Iya, sisi baik hatinya sama sekali tidak ada," kata Donatella.

Mereka mengobrol sebentar lagi, lalu Donatella pergi.

Donatella

Malaikatku, aku tak mau masuk neraka gara-gara mengatakan hal-hal yang bahkan tak kuketahui. Tapi bagaimana mungkin kubilang pada perempuan itu bahwa aku bahkan tidak mengenal si Leonardo... Malaikatku, tolong aku, karena sekarang aku akan mengunjungi sarangnya.

Melihat betapa mereka menakut-nakutiku, aku mulai berpikir dia agak berbau supernatural. Setidaknya katanya dia tampan. Kita lihat saja, karena ada juga orang yang seleranya rusak parah...

Ketika aku tiba di alamat yang diberikan Adelaide, ada pos jaga. Ini pasti sebuah kompleks perumahan. Bayangkan, seorang CEO penting seperti dia, multimiliuner dan pemilik banyak hal...

Saat kuturunkan kaca mobil, ada dua pria bertubuh besar dengan wajah bengis. Mereka menyapaku, dan salah satunya melihat ponselnya, tersenyum, lalu berkata

"Selamat sore, Adelaide sudah mengirimkan fotomu. Donatella ya, benar?"

"Selamat sore, iya," jawab Donatella sambil tersenyum.

"Silakan masuk," kata sang pengawal.

"Terima kasih," kata Donatella.

Donatella

Aku masuk dan ada beberapa pria lagi, serius, semuanya berpakaian hitam. Aku pu...

Dan mana rumahnya??? Aku terus melaju dan dari kejauhan melihat sebuah vila besar. Astaga, itu semua cuma milik si jahat itu!

Wah, bosku yang temperamental ini agak paranoid, dilihat dari banyaknya pengawal, dan sangat kaya, dilihat dari ukuran vila yang dia tinggali!

Aku bahkan tidak tahu di mana pintu masuknya, aku sudah tersesat cuma karena memandanginya.

Kulihat seorang nyonya sedang menungguku sambil tersenyum. Itu pasti Renata.

Vilanya kira-kira seperti gambar AI ini

"Halo! Senang sekali bertemu denganmu, aku Renata. Aku sangat suka cara kau melayaniku dan mengerjakan segala hal," kata Renata sambil tersenyum.

"Halo! Senang bertemu denganmu juga, aku Donatella," balas Donatella sambil tersenyum.

"Manis sekali senyummu. Kau sudah kenal Léo?" tanya Renata.

"Léo?" tanya Donatella.

"Iya, si Leonardo," kata Renata.

"Ah, maaf, aku tadi tidak paham. Belum, aku belum kenal Tuan Leonardo secara langsung, tapi orang-orang sudah cukup membuatku takut," kata Donatella sambil tersenyum.

"Mereka terlalu banyak bicara. Dia anak yang baik, kau akan menyukainya begitu mengenalnya. Dia terlalu banyak menderita dalam hidup ini, karena itulah dia jadi tertutup begini," kata Renata.

"Aku membawa jas Tuan Leonardo, aku pamit dulu. Aku cuma mau mengagumi sebentar lagi, aku suka sekali tamannya, ya Tuhan, aku suka semuanya! Meski Nyonya pasti bisa tersesat di istana ini," kata Donatella.

Renata pun tertawa.

"Hampir, tapi aku sudah hafal betul, jadi tak lagi terancam bahaya itu. Masuklah, ayo minum kopi bersamaku," ajak Renata.

"Aku ingin sekali, tapi tidak bisa, aku sedang bertugas dan kurasa Tuan Leonardo tidak akan suka," kata Donatella.

"Hmm, masuklah, ayo. Dia tak perlu suka. Aku yang mengundangmu, dan bagiku, dia tak berhak berkata apa-apa. Kau tahu bagaimana aku dan bahwa dia berutang hormat padaku," kata Renata sambil menarik Donatella ikut bersamanya.

1
💕Rose🌷Tine_N@💋
otorrr....kpn upadate nih...
jgn bilang mau hoitus yaaa😅
please...ini seru kok ceritanya👍
Ciklin Md Noh
jalan cerita menarik, isu dan isi luar jangkaan.teruskan /Good/
Woro Purwanti
menarik
Woro Purwanti
menarik up yg banyak dong thor
💕Rose🌷Tine_N@💋
wow🤪
Mary Lambu
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!