Menikah bukan berarti kehadiran orang ketiga tidak ada. Kisah ini bermula dari bangku kuliah, Sherly mahasiswi kedokteran tingkat akhir jatuh cinta kepada seniornya yang sudah menjalani koas dokter Timo. Sherly tidak mengetahui sahabatnya Leni memiliki perasaan yang sama dengannya. Bagaimana kisah cinta segi tiga ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Cinta
Timo bersama keluarganya datang menghadiri ulang tahun Christian Josef anak dari Jefry dan Grace. Kedatangan mereka disambut dengan sukacita oleh keluarga, tidak ada acara besar hanya makan - makan saja. Sudah kebiasaan semenjak mereka berumah tangga.
"Ara kok diam sih?"
"Iya mba Ara ngak ceria." Ara tersenyum terpaksa ketika digodain oleh Noah dan Nora.
"Gitu dong terlihat cantiknya."
"Noah makan jangan godain Ara. Maafkan Noah ya Ara."
"Iya antie."
Noah harus membereskan masalah hatinya Ara, dia tidak mau ada luka dihati Ara, karena sayang Noah hanya seperti adek.
"Ara sori ya selama sekolah di korea, tidak bisa saling kontak seperti yang Ara mau. Ara blokir nomor aku juga."
"Noah punya pacar ya disana?"
"Tidak ada, Saya konsentrasi meraih cita - cita. Tetapi ada yang Noah taksir, anaknya seperti mamiku."
"Pasti dokter itu ya?"
"Dokter yang kamu kenalkan?"
"Kan ada dua orang cewek?"
"Kamu ngak mungkin suka yang tidak seiman dengan kamu kan?" Noah tersenyum.
"Dokter Natalia Isabell."
"Iya."
"Aku suka kepribadiannya dan kesederhanaannya." Ara melihat Noah tersenyum waktu menceritakan dokter itu, air mata Ara jatuh. Dia sadar bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Noah melihat Ara menangis. Dia langsung memeluk Ara. " Kamu sudah seperti adek buatku, meskipun kita seumuran. Aku sayang kepadamu sama seperti rasa sayangku buat Nora dan Jo juga kepada Abang Yusuf."
"Susah Noah, aku mencintaimu tulus ."
"Tetapi cinta tidak bisa dipaksakan. itu bukan cinta Ara, itu ambisi sesaat. Cinta tulus itu saling menerima. Kamu cantik pintar pasti ada laki - laki hebat yang akan mencintai kamu tulus."
"Kamu sudah pacaran sama dia?"
"Belum, baru pendekatan."
"Ooooooooo."
"Bulet." Ara tertawa namun terpaksa. Nora datang memberikan ole - ole dari Korea yang dibeli kakaknya buat dia, Nora mau berbagi dengan Ara yang sudah seperti kakak perempuan bagi Nora.
"Cantik, siapa yang beli."
"Mas Noah, dede mau mba Ara dan dede kembaran. Kan kita adeknya mas."
"Terima kasih Nora manis."
"Abang ngak ada??"
"Ih abang ini buat cewek, cowok ngak ada."
"Mas Noah pelit, ngak inga sama abangnya?"
"Punya abang ada lah, Mami yang simpan. Ade jo punya juga ada."
Begitulah anak - anak dari Jefry, Timo dan Grace mereka bersahabat sama seperti orang tua mereka. Namun kisah cinta antara Grace dan Timo tidak mereka ketahui itu akan menjadi rahasia dan kenangan buat mereka yang besar saja.
Dua hari sudah, Noah sibuk mengikuti tes dokter sukarela bersama ke empat temannya. Noah menggunakan mobil sendiri hadiah dari opa dan omanya. Sebelum sakitnya parah opanya Noah sudah membeli salah satu mobil mewah buat cucu laki - lakinya, karena keberhasilannya menjadi dokter. Mobil itu sudah disiapkan, waktu Noah datang pas hari kepergian opanya, omanya langsung menyerahkan hadiah itu. Karena itu amanat dari opanya.
Mobil sport ini cocok buat Noah. Hari ini pagi - pagi sekali, adeknya Nora rewel minta di antari oleh masnya ke sekolah.
"Sombong ya dede, maunya naik mobil bagus, ngak mau sama mobil papi lagi."
"Please cintanya Nora, ngerti dong papi. Kapan lagi dede bisa di antar sama mas, kalau mas sudah punya pacar." Noah langsung menyentil jidat adeknya.
"Kapan pun ade mau, mas bisa. Asalkan mas ngak sibuk atau kegiatan lain."
"Tuh lan papi dengar. Alasan mas aja."
"Ayo mau mas yang ganteng ini antar ngak?" Nora langsung berlari masuk ke mobil Noah. Sherly , Timo dan omanya hanya tersenyum. Setelah anak - anak berangkat. Sherly dan Timo juga pergi kerja.
"Ma, kami pergi kerja dulu ya?"
"Iya kalian berdua hati - hati ya."
Timo dan Sherly langsung berangkat. Timo seperti biasa mengantar istrinya ke kantor.
"Sayang, masmu ini masih ganteng kan?"
"Masih lah. Masih bisa gatal juga kalau ngak bertobat."
"Sayang......."
"Iya ..iya mas, ade mohon maaf." Sherly sengaja mengoda suaminya. Noah dan Timo itu bagaikan pinang dibelah dua, sama gantengnya. Hanya berbeda sifat Noah itu seratus persen sama dengan Sherly. Keungukan kecakapan Noah itu dua persen lebih dari papinya. Karena maminya juga cantik.
Noah dan Natalia sepulang mengikuti tes, Noah sengaja mengacaknya nongkrong di cafe. Natalia karena anak yatim piatu, dia sekarang tinggal bersama oma dan opanya orangtua dari mamanya yang adalah pensiunan guru.
"Entar ada yang marah lihat kamu sama saya?"
"Siapa?"
"Pacar kamu??"
"Semenjak kuliah kamu perna lihat saya dekat dengan cewek selain kalian??"
"Ngak sih. Tetapi banyak yang suka kamu. Dokter Shu yan suka kan sama kamu??" Noah tersenyum.
"Mereka suka, belum tentu aku suka kan?"
"Iya sih. Tetapi aku lihat teman kamu waktu kedukaan?"
"Yang mana???"
"Ngak usah ngeles pura - pura ngak tahu deh." Noah tertawa sambil mengacak rambut Bell panggil Noah buat Dokter Natalia.
"Ara, ngak lah aku hanya menganggap dia adek, anak sahabatnya ortu."
"Tapi dari mukanya terlihat suka sama kamu." Noah menatap Bell dengan serius.
"Jangan - jangan mba ini dukun."
"Iya, baru tahu ya." Noah tersenyum.
"Asik dong, berarti bisa tebak sekarang hatiku buat siapa?"
"Emang Noah lagi naksir seseorang?"
"Iya, Orangnya cantik, pintar dan mandiri. Mau tahu ngak?"
"Berarti aku yang pertama dong??? Siapa - siapa?? Di Jakarta atau di Seoul???"
"Disini, dekat banget sama aku." Muka Natalia berubah menjadi merah. Karena sekitar mereka tidak ada orang hanya ada dua pasang orang yang duduk berjauhan dari mereka.
"Aku jatuh cinta padamu Bell, dokter Natalia Isabell. Maukah kamu menjadi kekasihku?? Maukah kamu menikah denganku???"
"Noah......" Muka Natalia sudah merah, Noah memberikan sebuah cincin berlian.
"Aku cinta padamu Bell??? Mau kah kamu menjadi salah satu orang penting dalam hidupku??" Natalia menganggukkan kepalanya. Terus terang perasaan itu, perasaan suka sama Noah sudah ada semenjak mereka di Seoul namun Natalia menahan. Karena fokus utamanya adalah kuliah harus sukses. Noah memakaikan cincin berlian itu di tangan Bell.
"Hari ini kamu resmi jadi pacarnya Noah."
"Iya. Tetapi sejak kapan Noah suka sama aku?"
"Sejak kuliah di Seoul. Kamu itu wanita yang gigih."
"Kenapa ngak nebak waktu disana??"
"Emang kamu mau nerima aku??"
"Bisa saja." Noah tersenyum.
"Jujur sayang???" Natalia tersenyum
"Aku itu sudah suka sama kamu waktu kita kuliah di Seoul. Namun aku takut jadi cewek baperan."
Noah sudah mengantar Natalia pulang ke rumahnya. Rumah sederhana, namun senyuman kedua orang tua ini menyejukkan hati Noah.
"Opa senang sayang, Noah ramah??"
"Apa ini dokter Noah yang sering kamu cerita sama oma??"
"Bell cerita apa saja oma?? Kalau Noah boleh tahu???"
"Oma jangan ya?? aku malu??" Omanya tersenyum.
"Noah, harap cerita yang baik, yang Bell sampaikan ke oma." Noah tersenyum kepada oma dan opa Natalia.
"Dokter Noah ganteng, dan ceritanya baik."
"Oma, opa Noah kesini, karena Noah mau ijin sama opa dan oma, Noah suka, jatuh cinta kepada cucu oma dan opa. Naoh mau Bell jadi pendamping Noah."
"Noah mau menikah sama cucu opa???"
"Iya opa. Tetapi sekarang Noah dan Bell harus bekerja dulu."
"Opa senang, Akhirnya ada lagi yang bisa menjaga dan melindungi cucu opa."