Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Calon Mertua
"Kau terlalu ngelantur" cibirnya.
"Cepat!" Titahnya membuat Risa mengumpatu Dev dalam hati.
"Ingat, jangan panggil aku bos. Panggil aku dengan sebutan yang manis" titahnya.
"Seperti apa?"
Dev hanya diam tak menyahut
"Om? Om Dev?" Tanya Risa terkikik geli.
"Apa katamu?" Dev mencengkram pipi gadis didepannya sampai mendongak.
"Maaf" sesal Risa.
Dev segera melepaskan cengkraman itu dan terlihat bekas jarinya memerah di kulit putih mulus itu.
"Jangan macam macam denganku kalau masih mau hidup" ancamnya membuat Risa seketika mengangguk.
Dev sedikit menghela nafasnya menetralkan emosinya yang sedikit memuncak.
"Lain kali jika aku sudah menjadi istrimu, jangan kasar denganku lagi ya" pinta Risa tak direspon oleh Dev.
Mereka memasuki rumah megah itu
"Dev, kau sudah pulang? Tumben" seorang paruh baya menyambut kedatangan Dev.
Dev hanya tersenyum tipis
"Wahh siapa gadis cantik ini?" Tanya paruh baya itu.
"Risa tante" Risa tersenyum manis dan mencium punggung tangan paruh baya itu.
"Oh, kau pacarnya Dev ya? Aku Dina, ibunya Dev. Ayo masuk" ucapnya mempersilahkan masuk.
"Duduk dulu biar aku menyuruh pelayan untuk menyiapkan minuman"
"Ah tidak usah repot repot tan"
"Enggak, enggak repot kok"
Risa hanya tersenyum tipis sambil meremas jemarinya.
"Sudah berapa lama pacaran dengan Dev?" Tanya mama Dina.
"Emm, kurang lebih satu tahun tan"
"Wahh lumayan lama ya berarti, kenapa Dev baru membawamu kemari. Dasar anak itu" omelnya karna Dev sudah ke lantai atas.
"Saya juga kurang tau tan, mungkin Dev belum siap" jawab Risa tersenyum.
"Ngomong ngomong kamu kerja dimana?"
"Kebetulan saya sekertaris pribadi Dev"
"Wow jadi ceritanya cinlok" godanya membuat pipi Risa memunculkan semburat merah.
"Duh nggak bisa nemenin ngobrol banyak nih. Tante harus masak buat makan malam. Soalnya Dev nggak suka makanan pelayan"
"Oh begitu ya tan? Aku bantu, boleh nggak?"
"Loh, kamu kan tamu"
"Nggak papa tan, Risa juga udah biasa masak di kos"
"Ya udah ayo ke dapur"
Mungkin ini adalah salah satu ujian dari mama Dina. Ia selalu menguji setiap perempuan yang datang kerumahnya.
"Masak apa nih tan?"
"Masak ayam goreng sama sayur bayam aja"
"Oh gitu, mana sayurnya tan biar Risa.potong potong"
Mama Dina mengambil semua bahan dari kulkas.
Paruh baya itu membiarkan Risa memasak di dapurnya.
"Oh bener kamu sering masak. Kelihatan dari cara kamu masak" ucap mana Dina tersenyum.
"Hehe, iya tan. Tapi juga masih harus banyak belajar"
"Kamu goreng gih ayamnya" pintanya membuat Risa mengangguk.
Risa menggoreng ayam itu tanpa rasa takut jika meledak.
"Jangan deket deket. Nanti ayamnya meledak"
"Enggak kok tan, tenang aja. Udah Risa kasih tepung sedikit di minyaknya.
"Wahh ini sih namanya aku yang belajar masak ke kamu" ucap mama Dina terkekeh.
"Enggak lah tan, bisa aja. Tetep aja pasti tente lebih jago masak"
Dev mengamati Risa dan mamanya dari kejauhan.
Baru pertama kali pria itu melihat salah satu wanita yang dibawanya bisa akrab dengan sang mama.
"Apa memang harus dia?" Batin Dev.
...
"Habis ini masak kue gimana?" Tawar mama Dina.
"Boleh tan, mau kue apa?"
"Emm tante pengen kue sarang semut"
"Ya udah, nanti Risa buatin" jawab Risa tersenyum.
"Kamu bisa bikin kue juga?"
Risa mengangguk
"Bisa dikit dikit tan"
"Kamu lulusan anak kuliner ya?" Tebak mama Dina.
semangat KA..