NovelToon NovelToon
Dia Buah Hatiku

Dia Buah Hatiku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Andila

Dilarang boom like dan tabung bab, tolong baca bab nya satu per-satu tanpa dilompat yah 🙏

Sebuah tragedi membuat seorang wanita bernama Vania Garvita harus terpaksa berpisah dengan putra semata wayangnya, Alvaro Neandra.

Setelah menjalani hukuman selama beberapa tahun, Vania berhasil bebas dan langsung mendatangi putranya di panti asuhan.

Namun, Vania dikejutkan karena ternyata Varo tidak berada di tempat itu. Sampai akhirnya dia tahu jika putranya sudah diambil oleh sepasang suami istri beberapa tahun silam tanpa sepengetahuannya.

Apakah yang sebenarnya terjadi pada kehidupan Vania? Dan siapakah yang telah mengambil putranya dari panti asuhan?

Yuk, ikuti kisah mereka yang penuh dengan perjuangan dan air mata!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Pergi Bersama.

Vania melangkah dengan gontai menuju kamar Arsen, dia lalu mengetuk pintu kamar laki-laki itu saat sudah sampai di tempat tersebut.

"Sarapannya sudah siap, Tuan," ucap Vania sambil mengetuk pintu kamar Arsen. Beberapa kali dia melakukannya sampai pintu itu akhirnya terbuka.

Arsen berdiri di ambang pintu sambil menatap Vania dengan tajam membuat wanita itu langsung menelan salive dengan kasar.

Namun, Vania berusaha untuk tetap menatap Arsen walau dadanya sudah berdegup kencang karena merasa takut.

"Ta-tante menyuruh saya untuk memanggil Anda supaya bisa sarapan bersama-sama," ucap Vania dengan tergagap.

Arsen menyeringai tipis sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati Vania. Tentu saja Vania langsung siaga saat melihat apa yang Arsen lakukan karena tidak mau kejadian malam tadi terulang kembali.

"Bersiaplah, setelah sarapan ikut aku pergi," petintah Arsen dengan penuh penekanan. Kemudian dia mengangkat tangan membuat tubuh Vania seketika menegang, lalu menyentuh rambut wanita itu dan menariknya dengan sedikit kasar. "Cuci rambut berminyakmu ini, aku tidak kau punya kekasih yang tidak bisa mengurus diri sendiri." Dia lalu beranjak pergi menuju dapur setelah memberikan perintah, sementara Vania tampak terdiam kaku karena ucapan Arsen.

Vania mengepalkan kedua tangannya dengan geram saat mendengar kata-kata terakhir Arsen, tetapi wajahnya memerah karena merasa malu dengan apa yang laki-laki itu ucapkan.

"Dia benar-benar keterlaluan. Memangnya dia pikir aku tidak cuci rambut apa?" gerutu Vania dengan kesal. Semalam dia sudah cuci rambut, tetapi kembali terkena keringat karena menyiapkan sarapan tadi pagi.

Dari kejauhan, Sonya terus memperhatikan Vania yang sedang menghentak-hentakkan kaki karena kesal. Kedua matanya tampak menatap dengan sayu karena merasa bersalah dengan wanita itu.

"Maafkan aku, Vania. Lagi-lagi aku tidak bisa melindungimu, sampai-sampai kau harus berurusan dengan kakakku," gumam Sonya dengan frustasi.

Tadi malam Sonya sudah bicara panjang lebar dengan kakaknya, dan tentu saja sang kakak menceritakan tentang kesepakatan yang telah dibuat dengan Vania.

Awalnya Sonya merasa terkejut dan langsung menolak dengan keras tentang kesepakatan itu, tetapi setelah mendengar penjelasan sang kakak tentang keluarga Adijaya, dia jadi merasa tidak berdaya.

Apa yang kakaknya ucapkan benar, Sonya bahkan sudah berusaha untuk menyelidiki tentang keluarga Adijaya sampai semalaman penuh, lalu hasilnya tetap saja nihil.

Tidak banyak yang tahu tentang keluarga Adijaya secara pribadi, kebanyakan orang-orang hanya tahu jika mereka pengusaha sukses dan berkuasa. Itu sebabnya Sonya tidak bisa melawan apa yang kakaknya lakukan, karena sang kakak tahu tentang keluarga Adijaya.

"Tapi aku janji akan memastikan keselamatanmu dan Varo, Vania. Aku janji tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu, walaupun kakakku sendiri yang melakukannya," sambung Sonya. Dia lalu bergegas pergi ke dapur untuk menikmati sarapan bersama dengan yang lainnya.

Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Arsen, setelah sarapan Vania langsung bersiap-siap untuk pergi bersama dengan laki-laki itu. Tidak lupa mencuci rambutnya sampai bersih agar tidak dipermalukan seperti itu lagi oleh Arsen.

"Pakaian apa yang harus aku pakai?" gumam Vania dengan bingung saat melihat beberapa pakaiannya yang tersusun di lemari.

Tidak ada satu pun pakaian formal yang Vania miliki karena memang dulu dia hanya seorang ibu rumah tangga. Jangankan pakaian formal, dia bahkan tidak punya gaun yang bagus.

"Vania!"

Vania terjingkat kaget saat mendengar panggilan Sonya yang sedang berdiri di ambang pintu. Sontak dia langsung berbalik lalu menghela napas kasar.

"Dasar, kau mengagetkanku saja, Sonya," seru Vania sambil mengusap dadanya yang berdebar kencang.

Sonya tersenyum lebar sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai permintaan maaf. "Hari ini aku harus ke kantor, mungkin aku akan pulang nanti malam. Tidak apa-apa 'kan, kalau kau di rumah dengan mama?"

Vania langsung menganggukkan kepalanya. "Tidak apa-apa, pekerjaanmu di kantor pasti banyak. Em ... Lagi pula aku akan pergi keluar." Dia berkata dengan sedikit ragu karena takut jika Sonya bertanya lebih jauh, bagaimana bisa dia menjelaskan tentang kesepakatannya dengan Arsen jika wanita itu bertanya?

Sonya terdiam selama beberapa saat karena tahu jika Vania pasti akan pergi dengan kakaknya, lalu tiba-tiba dia ingat jika sang kakak tidak suka dengan seseorang yang tidak memakai pakaian yang bagus dan rapi.

"Kalau gitu tunggu sebentar yah, aku mau ambil sesuatu dulu," pinta Sonya, kemudian dia berbalik dan langsung berlari ke kamarnya.

Vania menatap Sonya dengan heran dan bertanya-tanya, tetapi sedetik kemudian dia kembali bingung saat mengingat tentang pakaian apa yang harus dia pakai.

"Apa aku pakai kemeja dan celana jeans biasa saja yah?" tanya Vania pada dirinya sendiri.

Tidak berselang lama, Sonya kembali datang lalu memberikan beberapa baju kepada Vania membuat wanita itu tercengang bingung.

"Ada beberapa pakaian yang sudah tidak muat untukku lagi, jadi kau pakai saja yah," ucap Sonya mencari alasan.

"A-apa ini boleh untukku, Sonya? Ini kan sangat mahal sekali," seru Vania dengan tidak percaya, pasalnya baju-baju dan celana pemberian Sonya adalah barang branded.

Sonya mengangguk dan kembali mengatakan bahwa dia sudah tidak memakainya, kemudian dia buru-buru pergi agar Vania mau menerima pemberiannya itu.

Vania mengucapkan banyak terima kasih pada Sonya lalu segera bersiap dengan memakai salah satu dari pakaian yang diberi oleh Sonya. Setelah selesai, dia bergegas keluar untuk mencari keberadaan Arsen.

"Terlalu lambat!"

Vania menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara Arsen, ternyata laki-laki itu sedang berdiri tepat di ujung tangga.

"Maaf, saya baru selesai bersiap," ucap Vania dengan jujur.

Arsen langsung berdecak kesal saat mendengarnya. Kenapa wanita suka sekali membuat orang lain menunggu sih?

"Aku tidak suka menunggu, memangnya siapa kau?" hardik Arsen dengan kesal. Dia kemudian berlalu pergi keluar rumah karena malas untuk kembali bicara.

Vania menatap kepergian Arsen sambil mengusap dada. Sabar, sabar. Dia tidak boleh tersulut emosi melihat tingkah menyebalkan laki-laki itu.

Vania segera menyusul kepergian Arsen lalu masuk ke dalam mobil laki-laki itu. Kemudian mereka berlalu pergi menuju suatu tempat yang tidak diketahui.

"Kita mau ke mana, Tuan?" tanya Vania sambil memperhatikan jalanan.

"Tutup mulutmu!" sahut Arsen dengan tajam.

Vania langsung bergumam kesal saat mendengarnya. Terserahlah, dia tidak peduli lagu dengan tujuan mereka saat ini.

Beberapa saat kemudian, mobil Arsen berhenti di depan sebuah sekolah SD bertaraf internasional membuat Vania langsung menatap laki-laki itu dengan penuh tanda tanya.

"Kenapa kita-"

"Anakmu ada di sini, cepat turun!"

Tbc.

1
Ria Lita
semangat thor 💪
Naufal hanifah
bagus cerita nya
N Wage
limit usaha...lini usaha mungkin maksudnya.
N Wage
feli jadi feni
beni jadi bima
SJR
assalamualaikum thor, mampir yuk, saling suportnya 🙏
Nani heri Upitarini
Luar biasa
nining
bagus ceritanya
nining
ceritanya menarik
Aghitsna Agis
thor cerita ini nga up lg, kalau nga ada kelanjutannya mau diskip nih
Abz
❤❤❤❤
Atik Hadiyahati
apa dendam arsen. kpd Belinda begitu dalem ya....
Aprisya
kenapa kamu harus berbohong pada brian, belinda,, karna arsen punya seribu cara untuk menghancurkan kamu, salah satunya ya lewat vania dan brian
Aprisya
sepandai pandainya mengubur bangkai, suatu saat akan tercium juga,, dan udah saatnya brian mengetahui semuanya tetang siapa sebenarnya brian,, ceritalan semua pada brian
sum mia
ya karena Arsen menemui Brian.... makanya mereka bisa ketemu .
dan Belinda sebaiknya kamu jujur sama Brian , daripada nanti Brian akan membencimu karena kebohongan mu .

lanjut terus kak... semangat moga sehat dan sukses selalu . saranghaeyo ❤️❤️❤️
Aprisya
brian korban dari bapak angkat yang egonya tinggi,, udah tau anaknya orang kampung, kenapa harus dipertahankan, kembalikan brian pada ibunya dong
sum mia
duh Gusti.... kasihan Brian , dia selalu ditekan sama Ivan dituntut agar sempurna ,
helloooo..... Ivan apakah kau lupa bahwa kesempurnaan hanya milik sang pencipta alam semesta ini .
harusnya kamu sadar tekanan yang kamu lakukan pada Brian akan membuat dia menjadi sosok pria yang dingin dan kaku .

lanjut terus kak.... semangat dan moga sehat slalu .
sum mia
yeeessss.... keren Vania ... bisa menekan Hilda hingga mau tak mau akhirnya mau nurut sama Vania . habisnya.... keluarga mantan gak ada adab , gak ada akhlak , gak ada hati , tega-teganya menjual cucu sendiri hanya demi harta . jadi ... siap-siaplah dengan kehancuran mu Bella dan Johan .

lanjut terus kak... semangat dan moga sehat slalu .
Aprisya
wahhh good job vania, semoga misi untuk menghancurkan keluarga mantan mertua berhasil,,
sum mia
Brian..... kalau kamu tanya sama mama kamu dia gak akan jujur sama kamu , dia pasti akan bilang kalu semua itu bohong dan kebetulan saja . karena dia gak mau kehilangan kamu .
Vania.... aku selalu mendukungmu , misi mu untuk menghancurkan keluarga suamimu pasti lah berhasil dengan dukungan dari Arsen ,
lanjut terus kak... semangat dan moga sehat slalu .
Aprisya
itu foto saat kamu masih bayi bersama ayah dan ibu kamu brian,, dan vania semoga misi kamu untuk menghancurkan keluarga besar mantan mertuamu berhasil,, semangat ya vania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!