"Selamanya masa lalu adalah pemenang, siapapun pengisi hati hari ini, akan kalah dengan masa lalu yang datang kembali."
Untuk Sheila, itu tidak berlaku, karna masa lalu yang dicintai suaminya setengah mati itu sudah tiada hampir sepuluh tahun yang lalu karna jatuh ke jurang.
Karna itu, suaminya hanya bisa mencintai dirinya yang masih hidup di dunia ini.
Lantas, bagaimana jika masa lalu yang dikatakan telah meninggal dunia, datang kembali seperti keajaiban dengan anak perempuan berusia sepuluh tahun?
Lantas, apakah benar masa lalu akan tetap menjadi pemenang setelah kembali?
Apakah Sheila hanya menjadi istri pengganti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa yang paling tersakiti disini?
......................
Malam sudah larut, dan Shei tidur dengan Arthur disebelahnya.
Benar kata orang. Malam itu harusnya tidur, bukannya penasaran.
Shei membuka ponselnya, membuka salah satu aplikasi ternama. Tebak apa yang ia temukan?
Benar.
Sebuah postingan dengan gambar tiga orang, dia orang dewasa dengan satu anak perempuan, gambar yang merupakan contoh yang baik untuk deskripsi keluarga Cemara.
Mereka adalah Haren, Kayna, dan Ayren yang sedang berlibur. Shei melihat postingan Haren di akunnya.
Sakit
Sesak,
tapi mau bagaimana lagi? Itu pilihan Haren, dan Shei sudah kehilangan kesabaran untuk tetap mempertahankan rumah tangganya. Dia sempat coba mempertahankan rumah ini dengan mempertaruhkan harga dirinya yang tinggi.
Tapi apa yang terjadi? Dia kalah telak dari Kayna yang tidak melakukan apa-apa.
Harga diri Shei hancur, pun rumah tangganya juga lebur, tidak ada hasil yang baik hari ini. Shei kehilangan keduanya.
Shei menarik napasnya dalam-dalam, sakit, sangat sakit, ini terlalu perih, Shei rasanya ingin berteriak dan menangis hebat sekali lagi. Tapi air matanya langsung ia seka ketika ia mengingat kata-kata menyakitkan Haren yang belum ia sampaikan dengan sempurna.
Shei ingat, Haren bilang bahwa dirinya melakukan hubungan badan dengan Shei, tapi membayangkan wajah Kayna?
Hancur, Shei sakit bahkan untuk mengingatnya, ingin ia lupakan tapi mungkin tak segampang itu.
Shei mengatur napasnya, dia memang masih mencintai Haren, tapi untuk kembali dan mengemis sekali lagi pada Haren, Shei menolak dengan keras. Dia ingin mempertahankan puing-puing harga diri yang masih ia simpan sekarang.
Shei mencoba mempertahankan hatinya untuk tidak membenci Haren.
Shei mengecek akun Haren sekarang, sesuai dugaannya, tidak ada lagi foto dirinya terpampang disana, tapi syukurlah masih ada foto Arthur disana, setidaknya Haren tidak melupakan putranya.
Shei mengecek komentar yang ada di foto yang baru Haren unggah, teman-teman lama mereka menanyakan soal Kayna, dan siapa sosok anak perempuan yang ada diantara mereka.
Tidak ada keluarga yang mengomentari Kayna, karna di dunia ini, Kayna hanya sebatang kara, ia tidak punya keluarga, kerabat, dan orangtuanya sudah meninggal sejak lama. Karna itu yang Kayna punya hanya Haren seorang.
Tidak ada komentar yang dibalas oleh Haren, Shei tebak bahwa itu karna Haren ingin memberitahukan kembalinya Kayna secara resmi, dan pemberitahuan perceraian kami, agar tidak ada kliennya yang salah paham, mengingat dia salah satu bos muda yang cukup terkenal di kota ini.
Yang artinya Haren sangat menghargai kehormatan Kayna, dan Kayna hanya punya Haren seorang untuk membantu dan melindunginya.
Mengingat itu hati Shei berdesir, dia tidak tau mana keputusan yang benar dan yang salah. Mana pihak yang benar ataupun salah? Apa keputusan Haren benar untuk kembali pada Kayna yang memang hanya memiliki dirinya, apalagi mereka sudah memiliki anak? Lalu apakah keputusan Shei yang mencoba mempertahankan rumah tangganya sebelumnya juga salah?
Kalau Shei ingat lagi, bukankah dirinya yang orang ketiga? Haren memang masih sangat mencintai Kayna. Dan Shei tau itu bahkan sebelum menikah dengan Haren, dan Kayna menyetujuinya dengan alasan Kayna sudah meninggal. Tapi hal yang tidak terduga terjadi di masa sekarang, Kayna datang kembali.
Apa memang aku yang salah? Apa memang aku yang egois? Apa mungkin memang sejak awal ini bukan tempat ku? Sejak Kayna kembali, aku yang harusnya tau diri untuk pergi ya?
Shei terpikirkan hal itu. Kedua orang itu saling mencintai, Shei yang memisahkan mereka bukan?
"Ma, ayo tidur. Arthur ga bisa tidur kalau mama belum tidur." Gumam Arthur sambil mengucek matanya perlahan.
Ah ...
Sungguh
Demi apapun, Shei paling menyayangi putranya.
Hatinya yang begitu sesak mendadak berubah jadi kosong, masalah-masalah yang bertabrakan di kepala Shei mendadak hilang, hanya dengan melihat putranya saja.
"Maafin mama ya sayang, ayo tidur, ini mama mau tidur." Shei memutar tubuhnya, memeluk tubuh sang anak, sambil sesekali mengusap punggung putranya, senandung pelan yang merdu dia perdengarkan untuk anaknya, berharap semoga tidur anaknya malam ini jadi lebih nyenyak meski tanpa ditemani dongeng sang ayah malam ini.
......................
Sudah satu Minggu berlalu sejak hari itu, dan Haren benar-benar tidak pernah datang lagi ke rumah ini, kalau orang tua Shei, masih menginap di rumah ini untuk menemani Shei. Sedangkan orangtua Haren selalu datang setiap hari untuk menemani cucunya bermain.
Hari-hari berjalan dengan tenang lagi, semuanya menutup lukanya. Begitu juga dengan Shei, dia tidak pernah lagi menangis di depan orang lain, dia pastikan menangis hanya ketika dirinya sendiri. Tapi ia tidak menangis sesering itu, hanya sesekali ketika ia mengingat tingkah manis sang suami. Namun perlahan ingatan manis itu sirna, dikala ingatan perih itu hadir.
Hari ini, Jayavi datang menemui Shei, Yavi adalah sahabat Shei sejak dulu, setelah melihat postingan Haren, Yavi langsung datang jauh-jauh dari Korea untuk menemui Sheila. Dia sahabatnya, dia merasa bertanggungjawab untuk mengembalikan suasana hati Shei, dia berharap dengan kedatangannya dirinya itu memberi dampak positif untuk Shei dalam hal apapun. Sebagai sahabatnya, Yavi ingin menjadi salah satu kekuatan dan sandaran yang bisa Shei andalkan.
Kedatangan Yavi yang jauh-jauh datang kemari untuk menemaninya membuat Shei sadar akan satu hal, dia memiliki banyak orang disisinya yang peduli padanya bahkan jika Haren tidak ada, bahkan orang tua Haren juga sangat peduli dan menyayanginya. Dia memiliki banyak orang yang bisa diandalkan disekitarnya, tidak seperti Kayna yang cuma punya Haren, dan hanya Haren yang bisa dia andalkan, Haren adalah tempat bersandarnya Kayna.
Beberapa hari ini Shei sudah memikirkannya, pasti berat juga untuk Kayna. Pasti sangat sakit ada di sisi Kayna, bagaimana jika Shei yang menjadi Kayna.
Posisi Kayna juga tidak menguntungkan sepenuhnya, Kayna mungkin adalah korbannya. Mungkin juga diantara kisah cinta mereka bertiga tidak ada yang jahat, tidak Shei, bukan juga Kayna, bukan juga Haren yang jahat, hanya takdir dan waktu yang suka mempermainkan mereka saja. Tidak ada yang jahat disini, mungkin kan?
"Avi, jadi Kayna juga sakit kan? Bayangin aja, dia hilang ingatan sepuluh tahun lalu, jatuh ke sungai dalam keadaan hamil, terus dia hamil sendirian, melahirkan sendirian, dia juga ngurus bayinya sendirian, nggak ada suaminya." Shei membuka percakapan yang mungkin akan panjang ini.
"..." Avi diam, dia mendengarkan dengan seksama saja sambil menatap Shei. Dia tau, ada banyak hal yang ingin sahabatnya katakan.
"Mungkin aja, ada di posisi Kayna jauh lebih sakit daripada ada di posisi aku. Dia sama Mas Haren saling mencintai, dia udah menderita selama sepuluh tahun, besarin anak seorang diri tanpa suami. Terus pas tiba-tiba dia inget lagi, dan mau nemuin suaminya, eh suaminya udah punya istri punya anak lagi, pasti sakit bangetttt!"
ada kami yg mendukungmu
dia bilang shei murahan tpi dia gak ngaca gitu saat dia ciuman & pelukan didepan istri sahnya dengn wanita lain... meski orang itu org zg prnah dicintainya tpi kn dia dah punya istri jdi dia hrusnya bs tahan kan nafsunya itu.... bahkan dia ceraikan shei krna jalang itu pula, skrg mlah berlagak sok benar dan sok suci ,cuiiihh... jijik liatnya 😤😤😤