Memperjuangkan cinta adalah sesuatu hal yang lumrah, terlebih lagi ketika kita memperjuangkan cinta istri kita sendiri yang tidak mencintai kita.
Hal itulah yang di alami Azriel yang sangat di benci oleh istrinya.
penasaran dengan ceritanya, yuk baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
"Pagi bi Sumi," sapa orang orang komplek yang berpapasan dengan bi Sumi dan juga Febby.
"Pagi juga semua," balas bi Sumi.
Sedangkan Febby yang memang tidak mengenali orang orang itu hanya tersenyum canggung saja sebagai sapaan kepada mereka.
"Wah siapa ini yang cantik bi, boleh di kenalin ke anak saya gak bi, siapa tahu bisa jadi menantu," tanya salah satu wanita yang berpapasan dengan mereka.
"Oh iya, kenalin ini nyonya Febby, majikan saya." Bi Sumi memperkenalkan Febby kepada mereka.
"Halo Bu, salam kenal saya Febby," sambung Febby menyebutkan namanya untuk berkenalan.
"Wah ternyata majikan bi Sumi sangat cantik ya, maaf tadi kita tidak mengenali kamu, soalnya kita tidak pernah melihat kamu selama ini," balas wanita yang tadi mewakili yang lainnya.
"Tidak apa Bu, salah saya juga yang tidak pernah jalan jalan di sekitar rumah, jadi kalian tidak mengenali saya," balas Febby.
"Ya sudah kita mau lanjut jalan jalan ya ibu ibu, mari." Bi Sumi mengajak Febby untuk melanjutkan perjalanan mereka lagi, karena nanti kalau kelamaan berada di sana yang ada malah mereka tidak pulang pulang.
"Iya kita kita juga mau lanjut jalan jalan tinggal sedikit lagi sampai," balas mereka yang memang sudah mengelilingi komplek.
"Semoga kita bisa sering sering ketemu ya mbak Febby, biar kita semakin kenal,"
"Iya bu, nanti biar saya lebih sering jalan jalan lagi," balas Febby.
Febby dan bi Sumi pun akhirnya mulai kembali melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi komplek, sambil menyapa orang orang yang berpapasan dengan mereka.
"Warga warga di sini sopan sopan ya bi," ucap Febby sambil terus melangkahkan kakinya.
"Iya nyah Alhamdulillah, saya dulu waktu pertama kerja sama tuan juga merasa takut kalau warganya pada galak galak, ehh taunya mereka pada baik baik, tapi ada juga sih nyah sebagian yang suka nyiyirin orang," balas bi Sumi.
"Wajar bi, pasti ada saja orang yang sifatnya seperti itu, tapi saya yakin sih bi, pasti lebih banyak orang yang baik nya daripada yang tidak," balas Febby.
"Benar nyah, saya juga berpandangan seperti itu,"
"Kita langsung pulang saja ya nyah, takutnya nanti orang rumah mencari nyonya, kan tadi kita perginya tidak pamit," lanjut bi Sumi mengajak Febby untuk pulang ke rumah.
"Iya bi ayo, kakiku juga sudah terasa mulai pegal," balas Febby setuju dengan ajakan bi Sumi.
"Nanti sampai rumah biar saya pijatin kaki nyonya biar gak capek lagi,"
"Bibi bisa saja, ya sudah ayo bi kita pulang," ajak Febby dan mereka berdua pun berjalan menuju ke arah rumah Febby.
...**...
Sementara itu, di tempat Azriel dia sudah melihat seluruh rekaman cctv di rumahnya, dia sedikit bernafas lega karena ternyata Febby tidak pergi menggunakan mobil atau kendaraan yang lainnya, melainkan hanya jalan kaki saja.
"Dasar anak buah tidak berguna, masak ngasih info yang setengah setengah," gerutu Azriel kesal karena anak buahnya tidak mengatakan kalau istrinya pergi jalan kaki.
Tapi tak urung hatinya terasa lebih baik dari pada tadi saat dia buru buru pulang ke rumah saat mendapatkan kabar kalau istrinya pergi dari rumah.
"Tapi mereka kemana, bukannya selama ini istriku jarang keluar rumah ketika berada di rumah?" gumam Azriel bertanya tanya.
Dari pada penasaran, Azriel memutuskan untuk keluar dari ruangannya untuk mencari keberadaan istrinya di sekitar komplek perumahannya.
Sementara itu, di halaman rumah Febby dan bi Sumi bisa melihat kalau anak buah Azriel seperti tengah kebingungan mencari sesuatu, tapi setelah melihat kedatangan Febby dan bi Sumi terlihat mereka bernafas lega.
Salah satu dari mereka juga langsung menelfon seseorang dan entah apa yang mereka bicarakan.
"Loh itu kan mobil Azriel, kok dia udah pulang, bukannya ini masih pagi, apa ada barang dia yang tertinggal di rumah?" batin Febby saat melihat keberadaan mobil Azriel di halaman rumahnya.
"Kamu dari mana saja, aku khawatir sama kamu," ucap Azriel yang tiba tiba saja datang menghampiri Febby dan bi Sumi yang baru akan memasuki rumah.
"Kok kamu udah pulang, bukannya ada pekerjaan penting?" balas Febby balik tanya.
"Hufft... ayo kita masuk dulu," ajak Azriel dan mereka pun masuk ke dalam rumah.
Lebih baik mereka bicara di dalam rumah saja dan biarkan Febby untuk duduk, karena dia baru saja keluar dari rumah sakit.
...***...