NovelToon NovelToon
Behind The Divorce

Behind The Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Cinta Seiring Waktu / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:308.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: AG Sweetie

Pernikahan bagi Caitlyn dan Aleandro, hanyalah sebuah pion yang digunakan keduanya untuk mencapai tujuan masing-masing. Entah tujuan apapun itu keduanya saling merahasiakan, hingga Caitlyn yang tidak lagi sabar memilih menyudahi sandiwara manis mereka. Bukannya menyetujui, Aleandro justru menolak mentah-mentah, padahal sejak awal dia sendiri yang tidak sabar untuk mencetuskan kata keramat tersebut.

Lantas apa alasan Aleandro menolak permintaan cerai itu? Apakah tujuannya selama ini belum tercapai? Lalu apa pula tujuan keduanya selama ini? Dan mengapa Caitlyn memilih menyudahi semuanya secepat itu?

Let's check this out ….


Ig : ag_sweetie0425
Fb: AG Sweetie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AG Sweetie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Good News and Bad News

Caitlyn tiba di rumah sakit dan dia langsung menuju ruang ICU. Dia berpikir pria asing itu pasti dibawa ke sana karena masih koma dan butuh perawatan intensif. Namun, tiba di sana Caitlyn bertemu dengan seorang perawat dan dia pun menanyakan keberadaan Dokter Vargas.

“Tidak ada di dalam? Em, boleh tau beliau lagi di mana, yah, Sus?” tanya Caitlyn.

Dalam hati dia mengikuti Lean yang tanpa sengaja sudah menyusahkan dirinya seperti pagi ini. Jika saja ponsel itu tidak dirusak olehnya, mungkin saat ini Caitlyn sudah bertemu dengan Dokter Vargas tanpa tersesat dan bertanya-tanya.

“Beliau sepertinya sedang menangani pasien yang baru dipindahkan tadi mal–”

“Di mana ruangan pasien itu, Suster?” tanya Caitlyn dengan cepat, memotong perkataan sang perawat.

Nada bicara Caitlyn terdengar begitu mendesak membuat perawat itu menatapnya dengan heran.

“Anda keluarga pasien, Nona?” tanya sang perawat.

Tanpa ragu Caitlyn pun mengiyakan dengan mantap. “Iya benar, Suter. Tolong katakan di mana ruangannya?” Lagi-lagi Caitlyn mendesak.

Suster itu lalu memberitahukan di mana ruangan Dokter Vargas dan pria asing itu berada. Caitlyn berterima kasih dan melangkah cepat menuju salah satu ruang perawatan VVIP di rumah sakit tersebut.

Tiba di depan pintu ruangan tersebut, Caitlyn mengetuk pintu dan dibukakan oleh perawat yang dibayarnya untuk merawat si pria asing.

“Oh, Selamat pagi, Nona. Mari silahkan masuk!” ucap suter itu.

Caitlyn mengangguk dengan senyuman dan melangkah masuk. Di sana dia bisa melihat jelas jika pria asing tanpa identitas itu masih betah dalam tidur panjangnya.

Dia beralih pada sang dokter. “Pagi, Dok. Gimana perkembangannya? Udah di-MRI dan CT scan, ‘kan, Dok?”

Dokter mengangguk. “Sudah, Nona. Dan ini hasilnya.”

Dokter Vargas menyerahkan lembaran-lembaran kertas pada Caitlyn. Sejenak dia melihat tulisan-tulisan yang tertera di sana dan mencoba memahami, tetapi otaknya tidak cukup mampu untuk melakukan itu.

“Tolong jelaskan maksudnya apa ini, Dok? Aku tidak mengerti dengan ini,” ucap Caitlyn tanpa sungkan.

Dokter Vargas menerima kembali kertas-kertas itu dan menjelaskan satu demi satu tulisan-tulisan medis yang tertera di sana. Caitlyn mengangguk-angguk tanda mulai mengerti.

“Jadi maksud dokter sudah ada kemajuan dalam hal ini?” tanya Caitlyn dengan binar bahagia.

Dokter Vargas ikut tersenyum dan mengangguk. Jangan tanyakan bahagianya Caitlyn seperti apa saat itu. Dia sudah tidak sabar untuk melihat pria itu bangun dan menceritakan semuanya. Moment itu sudah sangat lama dinantikan oleh wanita cantik yang sebentar lagi akan menyandang status Janda itu.

“Saya yakin bahwa pasien akan segera sadar dan bangun dari tidur panjangnya dalam waktu dekat ini. Teruslah berharap, Nona, karena perjuangan dan usaha Anda sedikit lagi akan menghabiskan buah yang manis,” pesan sang dokter.

Caitlyn tersenyum senang lalu meninggalkan sang dokter dan menghampiri pria asing di sana. “Siapapun di dirimu, aku percaya bahwa kau adalah orang baik. Aku berharap kau segera bangun dan mengabulkan setiap harapan-harapanku, Tuan tanpa nama. Please, bantu aku! Tolong hargai apa yang sudah aku korbankan selama ini, Tuan!”

Caitlyn berbicara sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya. Dia berharap meski dalam tidur sekalipun, semoga pria tanpa identitas itu mendengarnya.

Setelah berbincang cukup lama dengan dokter, Caitlyn pun memutuskan untuk pulang ke apartemen Saskia. Begitu keluar dari ruang rawat, Caitlyn merapikan penampilannya dengan mengenakan topi menutupi wajahnya, lalu berjalan cepat menuju basement.

“Huh, semoga Tante Sani gak lagi ngikutin aku,” ucap Caitlyn begitu masuk ke dalam mobil. Wanita itu menutupi wajahnya dengan kedua tangan sambil menengadahkan kepalanya. “Sedikit lagi. Sabar, sabar. Tidak lama lagi,” imbuhnya dan segera bersiap menjalankan mobil.

Caitlyn berkendara selama dua puluh menit dan tiba juga di apartemen sahabatnya. Wanita itu berencana akan menginap di apartemen Kita sampai Lean kembali dari Jepang. Dia sudah tidak tahan lagi tinggal di bawah atap yang sama dengan Sania. Maka inilah keputusan Caitlyn yang tidak peduli dengan izin dari siapapun.

Caitlyn kemudian menceritakan informasi yang dia dapatkan hari ini dari dokter mengenai perkembangan si tuan tanpa identitas itu.

“Aku ikut senang, Ly. Semoga semuanya cepat terselesaikan dan lu juga cepat bercerai dengan Lean.” Saskia berkomentar.

“Pasti, Ki. Makasih untuk dukungannya, Beb.” Keduanya lantas berpelukan layaknya Teletubbies.

...***...

Seminggu berlalu dengan cepat dan hari yang ditunggu-tunggu Caitlyn pun tiba. Wanita itu terus menantikan kabar maupun panggilan dari Lean tetapi hingga malam tiba, tidak ada pesan ataupun telepon darinya.

Caitlyn kesal. Seharusnya pria itu sudah tiba di tanah air dan mereka bisa bertemu, kemudian bisa mengurus perceraian secepatnya seperti yang telah dijanjikan Lean sebelum berangkat seminggu lalu.

Caitlyn masih mencoba untuk sabar hingga dua hari berlalu dan sudah lebih dari waktu seminggu, Caitlyn pun pulang ke kediaman Sanjaya.

Begitu sampai di rumah, Caitlyn di cecar oleh Sania dan juga nenek Sanju karena ketidakhadirannya selama seminggu ini di rumah.

Caitlyn yang tidak ingin menutup-nutupi apapun, langsung membeberkan fakta bahwa dia ingin bercerai dari Lean. Berbeda dari Sania yang memang sudah tahu akan hal itu, Nenek Sanju dan Hadya terkejut bukan main, bahkan jantung Nenek Sanju menjadi sakit.

“Tapi kenapa, Nak? Lean sejak pulang 2 hari lalu juga tidak mengatakan apa-apa. Ada apa dengan kalian?” tanya Hadya tidak percaya.

Caitlyn menunduk. “Maafkan Caitlyn, Pa. Tapi kita udah gak sejalan lagi–”

“Ha-Hadya ….”

“Ibu! Ibu tenang dulu.” Hadya dan semua yang ada di sana kaget melihat Nenek Sanju yang hampir terjatuh sambil menahan dada sebelah kirinya. “Panggilkan dokter!” seru Hadya panik. “Kita bahas ini nanti, Caitlyn,” lanjut Hadya sebentar kemudian dia membawa ibunya ke kamar.

Sania yang melihat sang suami telah menjauh bukannya mengikuti, dia justru memilih tetap di sana agar dapat menghina Caitlyn.

“Dasar anak pungut tidak tahu diri. Kau lihat apa yang baru saja terjadi dengan kesombonganmu itu, hah? Sepertinya keluarga ini terlalu baik untuk memberi tempat tinggal bagi sampah sepertimu. Kau lihat? Kau yang seperti sampah. Sampah itu kau. Sampah yang tidak tau berterima kasih dan malah ingin membunuh orang yang sudah menampungnya selama ini.”

Puas membalas kata-kata Caitlyn seminggu lalu, Sania pun berlalu dari sana. Caitlyn yang hendak mengikuti agar melihat keadaan sang nenek, tetapi dihadang oleh Sania.

“Stop! Jangan coba-coba kemari,” ancam Sania dengan telunjuk yang mengarah tegas ke arah Caitlyn.

Caitlyn ingin menyahut ancaman Sania, tetapi tertahan dengan dering telepon yang berbunyi. Nama Lean di sana membuat Caitlyn berbalik haluan menuju ke kamarnya bersama Lean. Wanita itu bersiap untuk mengamuk karena dibohongi Lean akan janjinya.

Dia sudah berpikir bahwa ini merupakan salah satu alasan Lean untuk menunda perceraian mereka.

📲 “Oh, jadi kau sengaja tidak ingin–”

📲 “Kita bertemu di pengadilan agama sekarang juga!”

Caitlyn menghentikan langkahnya dan mematung sejenak mendengar perkataan Lean dengan suara yang begitu tegas.

...TBC...

...🌻🌻🌻...

1
Rifa
Kecewa
Rifa
Buruk
Srihartati
sekap aja Sania terus paksa dan ancama biar ngaku
Yenny Rose
ditunggu kakak update nya ..
Susana
Semangat, Lean! Semangat! 😁😁
Susana
Aih.... 🙈🙈🙈
Susana
Nah, lo, puasa Lean, puasa! 🤣🤣🤣🤣
Susana
Huaaaa.... 😭😭😭
Niat papa Hadya bagus, sih, tapi bikin pembaca nyesek. 🤧🤧🤧
Susana
🥺🥺
Maksud papa apa, nih?
Elly Watty
ngucapin nama nenek Sanju lidah q keseleo keinget warung makan bebek Sinjay
Elly Watty
Papa Hadya ini nikah ma Sania emag bener2 karena reputasi up karena dia mencintai Sania sih....klw krn reputasi kog sampe punya anak 2.....laki2 emag sama ja mulut bilang g cinta tp bsa punya anak
Elly Watty
pak Hadya.... apa begitu tingginya reputasi sampe enggan menceraikan istri yg berhati iblis
Elly Watty
thor, sebenarnya Lean usianya brp sih?baru x ini da karakter CEO kyak gini
Elly Watty
papa mertuanya lbih ngerti n peka dr pd suaminya, klw q mnding plih papa mertua ja yg jd suami😁
Elly Watty
kira2 sifat keras kepala siapa yg menang duluan?
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞
Waahhh! Keren. Ayo semangat!
Susana
Saya turut bahagia, Caitlyn. 😍😍
Oleh karena itu, go, Kak Author! Terus semangat! 😍😍😍
Zeze Ze
Kecewa
Tita Dewahasta: emang kenapa kok nge-rate bintang 1 kak? cerita ini bagus padahal, rapi pula.
total 2 replies
Maliqa Effendy
klo Catlyn jujur ga kyk gini ..ngapain jd tameng orang busuk,klo akhirnya tersakiti.
wina 2480
wkkkkkk......bocah tengil😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!