NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pak Duda

Mengejar Cinta Pak Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Angst / Tamat
Popularitas:854k
Nilai: 5
Nama Author: Kacan

TAMAT



Karna ayah yang sedang sakit-sakitan membuat Putri Mentari harus menikahi seorang duda beranak satu yang merupakan dosen mata kuliah umum di fakultasnya.

"Kamu jangan berharap lebih dengan pernikahan ini! Aku pastikan pernikahan ini tidak bertahan lama!" - TAMA BATARA

"Ya ampun Pak... Jangan galak-galak napa. Entar makin nambah loh keriputannya." - PUTRI MENTARI.

Tama yang masih mencintai mendiang istrinya membuat pernikahan yang dijalani wanita yang akrab dipanggil Tari itu terasa berat.

Tari yang ceria terus berusaha mendapatkan cinta sang suami.

Akankah pernikahan yang berat ini berubah menjadi pernikahan bahagia?



fb : Kacan
=> Mari follow akun Noveltoon Othor Kacan🤗🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belalai Gajah?

Tari keluar dari kamar Una setelah bocah mungil itu tertidur lelap, dirinya berjalan masuk ke kamar sebelah. Yaitu, kamar Tama. Emm, lebih tepatnya kamar mereka berdua.

Cklek...

Separuh badan Tari mengintip dari balik pintu.

Loh, kok kosong? Mana Pak Tama

Kaki Tari melangkah masuk, ia memperhatikan setiap sudut kamar. Mata Tari tidak menangkap satu pun foto di kamar ini.

"Aneh banget, biasanya di novel-novel foto mendiang istrinya pasti terpajang di dinding kamar. Tapi ini kok kosong melompong? Foto Aruna juga gak ada di sini?" Ucap Tari bermonolog.

Dia berjalan menuju ruang ganti, mungkin saja suaminya ada di situ. Tapi, ruangan itu kosong. Ia berjalan menuju kamat mandi....

Puk...

Belum sempat Tari menekan handle pintu kamar mandi, sebuah tepukan di pundaknya membuat ia membalik badan.

"Eh Pak Tama?" Tari terkejud sekaligus heran.

Tari bergeser sedikit untuk melihat pintu yang masih tertutup rapat. "Pak Tama masuknya dari mana? Kok gak bersuara sama sekali?" Tanya Tari heran.

"Dari pintulah, dasar bocah sableng! Geser...."

Tari menggeser tubuhnya yang menghalangi pintu kamar mandi, sedetik kemudian Tama langsung masuk dan meninggalkan Tari bersama tanda tanya di kepalanya.

"Hu... udah ah ngapain mikirin hal yang gak penting. Mending aku cari cara biar Pak Tama mau nerima aku." Gadis berusia 19 tahun itu menuju pintu balkon.

"Bu, Tari kangen banget sama ibu. Pengen curhat juga. Di sana seru ya, Bu? Tari juga mau ikut ke sana. Tapi Ayah, Pak ganteng sama Una syantik pasti sedih kalau Tari ikut ke tempat ibu." Tari menatap langit, seolah-olah Sang ibu sedang berada di sana.

"Eh, tapi Pak Tama gak mungkin sedih. Lihat Tari aja mukanya langsung kusut, suka heran Tari buk sama menantu ibu yang satu itu. Hu... Yaudah deh buk, Tari curhatnya segini dulu. Dadah ibu.... Tari mau masuk dulu." Tari tersenyum lembut, lalu masuk ke dalam kamar.

Tari buru-buru menyiapkan pakaian untuk Tama suaminya. Dengan jurus sat set sat set, Tari sudah selesai menyelesaikan salah satu tugasnya sebagai istri.

Kaos berwarna hitam, serta celana casual berwarna coklat susu menjadi pilihan Tari. Tak lupa juga celana da.lam berwarna hijau lumut.

"Hihihi, ini ****** ******** besar juga ya." Tari terkikik geli ketika tangannya meraih ****** ***** serta membentangkannya ke atas.

"Apa yang kau lakukan!" Bentak Tama merampas benda keramat dari tangan Tari.

"Is gitu aja marah. Inget umur Pak, nanti makin keliatan tua loh. Eh walau tua tetap ganteng kok." Tari mengedipkan sebelah matanya.

"Dasar sableng." Tama beranjak pergi ke ruang ganti dengan benda keramat di tangannya, tanpa membawa baju yang di pilihkan oleh Tari.

"Paksu ini bajunya ketinggalan...." Teriak Tari.

Tama sudah masuk ke dalam ruang ganti. Tari yang kesal karna baju dan celana pilihannya diabaikan begitu saja, langsung membuka pintu ruang ganti itu dengan kekuatan dalam.

"Paksu, Tari kan udah---" ucapan Tari terputus melihat pemandangan menggoda iman di depan matanya.

"Hei apa yang kau lakukan! Cepat keluar!!!" Teriak Tama segera membelitkan handuk putih itu kembali.

"Belalai gajah...." Gumam Tari yang tergagu di tempatnya.

"Cepat keluar!!!" Bentak Tama.

Tari tersadar dari pemandangan yang baru saja ia saksikan. Bukannya keluar dari ruang ganti, Tari malah masuk dan mendekat pada Tama.

"Ini baju dan celananya. Ini kan udah tugas Tari menyiapkan keperluan suami. Bapak gimana sih, memangnya bapak mau Tari masuk neraka ya karna gak melayani suami dengan baik."

Tama membuang baju dan celana yang diberikan Tari ke lantai. Bukannya menyerah dan menagis, Tari malah memungut pakaian itu kembali.

"His malah dibuang. Emm jangan bilang Paksu ku ini mau dipakein ya?" Tari tersenyum menggoda dengan alis yang dinaik turunkan. "Uhh.... Manjanya suami tuaku ini."

Tari memegang handuk yang melekat di pinggang Tama.

"Lepas!!! Bocah mesum...."

"Sabar dong suamiku, ini kan mau dilepas." Tari menyeringai.

Mereka malah melakukan adengan tarik menahan. Tari yang berusaha melepaskan lilitan handuk milik Tama. Sedangkan Tama menahan handuknya agar tidak terlepas.

Tidak sengaja kaki mereka membelit, membuat kedua insan itu kehilangan keseimbangan. Hingga akhirnya....

Bugh...

Suara nyaring seperti nangka yang jatuh dari pohonnya terdengar memenuhi ruangan ganti. Tubuh Tari berada di atas Tama. Keduanya terdiam menatap satu sama lain.

Tidak ada yang buka suara di antara keduanya. Mereka hanyut ke dalam tatapan masing-masing.

Tari yang terlebih dulu sadar, tetap bungkam. Dia tidak ingin kedekatan ini berakhir begitu cepat. Bahkan Tari berusaha menahan rasa geli ketika merasakan sesuatu yang menyentuh pahanya.

"Pergi kau dari sini!!!" Tama mendorong tubuh Tari yang berada di atas tubuhnya ketika kesadarannya sudah kembali.

Tari berdiri, matanya mengerjap beberapa kali. Ia melihat benda yang ada di sela kaki Tama.

"Keluar!!!" Bentak Tama lebih keras.

Tama membetulkan handuknya yang tersingkap ke atas. Sedangkan Tari langsung ngacir keluar dengan jantung berdegup kencang.

"T-tadi itu yang menyetuh pahaku belalai gajahnya Pak Tama?" Tari bergidik ngeri. Ia keluar dari kamar Tama, dan memilih kembali ke kamar Una.

`

`

`

Hai...hai, othor updatenya hari ini 2 atau 3 bab 😘. Aduhh itu yang dilihat Tari apa ya?

Btw, sorry jika cerita ini masih banyak kekurangan. Dan banyak typonya.😓

Othor melihat jumlah pembacanya bertambah, bikin othor makin semangat update😍 terima kasih untuk kalian yang selalu pantengin cerita ini♡

Salam sayang dari othor kacan untuk para reader semuanya.

1
Nurul Aisyah
fajar sadboy 😢
Inooy
baru awal udh senyum senyum nih aq 😁

mantap kaka pantun nyaaa 👍👍😄
Katherina Ajawaila
jadi suami terlalu bego makan tuh cinta sm org yg udh ngk ada, jd di manfaatin. sm mantan mertua yg ujung2 nya ya uUD. biar tau rasa pada dosen. 🤷‍♂️
Katherina Ajawaila
ketahuan pasti punya wanita iblis, manta mertua Tama
Katherina Ajawaila
di toko foto copy ada CCTV kan, liat donk sebab musababnya knp 🙈
Katherina Ajawaila
dasar wanita iblis tau diri anakmu udh mampus juga msh maksain kehendak, kamu itu cuman mantan, ngarti ora son
Katherina Ajawaila
seperti nya Tama junior muncul tuh di rahim Tari, makanya Tari mau nya nempel terus
Katherina Ajawaila
demam nyosor sih Tama akhirnya di sosor soang mmg enak 🤭
Katherina Ajawaila
Tari bego kamu hanya buat tempat cuci botol dosen mu, karna dia msh di kendalikan sm mantan mertuanya
Katherina Ajawaila
Tari mmg bego du jadi im. pemuas nasu donk.minumpil habis itu di tunggangin sprt anjing aja kamu? bego amat. ya,
Katherina Ajawaila
lebh baik urus ortu dr pd suami yg munafik hanya ambil keuntungan dr kamu tari. males amat liatnya 🤬
Katherina Ajawaila
gemes liat tari pin2bo
Katherina Ajawaila
tari jgn mau kamu hanya di buat tempat buang lendir nya, makanya jadi wanita itu pinter donk. dikit udah kuliah pasti pelajaran sek dpt di sklh, jgn mau di budakin laki2. pengen tonjok. aja liat Tama sm mm nya Manda 😡kawinin aja itu nenek2menijikkan
Katherina Ajawaila
pasti mmnya Tari yg donor ginjalnya buat mm Widi ya thour 😭
Katherina Ajawaila
seratus buat Fajar, aku dukung. 🌹
Katherina Ajawaila
Tari. jgn terlena, ribet ngurus yg ngk jelas dan tdk di. hargain, balik kanan, mending ikutin fajar, toh. mah ori. kamu, rugi. amat
Katherina Ajawaila
mestinya I kill you Tari. suami robot ini
Katherina Ajawaila
cabut dr rmh rasa neraka, bego aja tari
Katherina Ajawaila
orang udh mati di prioritas, mati aja Tama biar sama. sekalian
Katherina Ajawaila
semoga suami Robot liat ya ada Fajar yg jemput, biar jantungan trus nyusul. Manda kan kesayangannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!