Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.Penyesalan
Sudah satu minggu raya berada di kota kelahirannya, kesedihan yang seharusnya memudar kini kembali menyelimuti hati. keluarga yang seharusnya jadi tempat berpulang berbagi keluh kesah susah senang kini hanya tinggal kenangan.
Raya hanya bisa meratapi nasib hidupnya di atas makam kedua orangtuanya.
Meski raya kembali ke kota nya ia tidak kembali kerumahnya karena rumah tersebut sudah di rampas paksa oleh om dan tantenya Raya kini tinggal du sebuah kontrakan kecil dan berkat bantuan dari seorang temannya raya kini bekerja di restoran sebuah hotel.
Meski menjadi seorang pelayan tapi Raya sangat bersyukur karena masih ada orang yang mau membantunya.
Sedangkan Rendy saat ini, sedang terpuruk dengan kesalahannya sudah berapa hari ia terus mencari Raya, namun jejaknya pun tidak ia temui rasa benci marah bahkan kemurkaan Rendy ia tunjukan kepada ibu tiri dan adik tirinya karena demi harta mereka tega melakukan perbuatan menjijikan.
Pak Artha yang melihat semua bukti perbuatan istrinya yang sudah ia nikahi selama 10 tahun merasa tidak percaya atas apa yang telah dilakukannya kepada Rendy saat itu juga pak Artha langsung mentalak Lina dan mengusir mereka termasuk Bella.
"Saya tidak menyangka ternyata kamu perempuan licik 10 tahun kamu menikah dengan ku hanya untuk merebut harta ku dan menyingkirkan anak ku. "teriak pak artha kesal.
"Maafin mama...tolong maafkan mama khilaf pa."
"Khilaf kamu bilang...bahkan kamu sudah merencanakan semuanya selama bertahun-tahun itu kamu bilang khilaf??"
"Mama janji akan berubah pa...maafin mama."
"Tidak .... mulai detik ini kamu aku talak dan silahkan angkat kaki dari rumah ini."
"Mama gak mau pa ...tolong maafkan mama."
Belum sempat Lina melakukan pembelaan pak artha sudah memerintahkan pembantunya untuk mengemasi barang mereka.
"Aku akan mengurus perceraian secepatnya dan satu lagi selain pakaian jangan membawa barang apapun dari rumah ini."
Mau tidak mau Lina dan anak menantunya pergi, rencana yang sudah ia siapkan bertahun-tahun harus gagal di tengah jalan Rndy dan Bayu saat itu hanya bisa terdiam kemarahan saat ini di kalahkan dengan rasa bersalah terhadap istrinya Raya.
"Dimana raya istri mu Rend ?" tanya pak artha.
"Sudah pergi pa"jawab Rendy lesu.
"Apa...?? Kemana ?? apa kamu mengusir nya??"
"Iya..."Jawab Rendy singkat.
"Astaga..trus kenapa kamu gak cari.??
"Rendy dan Bayu udah berusaha namun gak ketemu bahkan anak buah Rendy aja gak ada yang bisa menemukan Raya.
"Ya udah sabar aja dulu...kalau Raya benar jodoh mu sejauh apapun dia pergi suatu saat Tuhan pasti akan mempertemukan kalian tapi jangan lupa berusaha dan berdoa."
"Iya pa...Rrndy merasa bersalah coba aja Rendy dengar omongan Bayu gak mungkin kejadian kaya gini."
"Udahlah Rend, gak usah di sesali semua udah terjadi mungkin dengan kejadian ini Tuhan punya rencana lain."Sambung Bayu.
"Iya..Rend papa yakin kamu dan Raya pasti akan bersatu lagi."
"Di maafin aja belum tentu bagaimana mau bersatu?" ucap nya lesu.
"Optimis dong masa mau nyerah gitu aja, kamu anak papa satu-satunya mulai sekarang apapun yang menjadi kebahagian kamu papa akan dukung."
"Hmmm....oh ya Bayu om ucapkan makasih banyak kalau bukan karena kamu pasti masalah ini tidak akan terungkap."
"Sama-sama om Rendy udah Bayu anggap sebagai saudara lagian saat itu Bayu melihat kalau Raya itu orang baik."
Entah kenapa hari-hari yang di lalui Rendy terasa sangat berat, hanya ada penyesalan yang selalu menghantuinya rasa cinta yang besar terhadap Raya tiba-tiba muncul begitu saja ah tidak, rasa itu telah ada sejak lama namun di kalahkan dengan rasa benci.
Sedangkan Raya saat ini belajar berdamai dengan keadaan menerima apa yang terjadi dan melaluinya dengan ikhlas. Sibuk berkerja adalahlah cara Raya melupakan tentang dukanya dan kehidupan rumah tangganya. Meski terkadang rasa rindu terhadap Rendy semakin mendalam hanya bisa ia kubur jauh di dalam hati.