Hidupku penuh liku-liku
berawal dari jatuh cinta semasa sekolah menengah atas yang berakhir tanpa jelas, lalu aku jatuh cinta kembali namun aku kehilangan calon suamiku sehari menjelang pernikahan kami.
calon suamiku meninggal dunia karena kecelakaan.
Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seesorang yang mengubah duniaku bagai di neraka, hidup bergelimang harta, namun aku tak pernah bahagia
Kamar ini menjadi saksi betapa tersiksanya aku menjalani hidup dengan nya.
Bukan cuma sekali ini suamiku berselingkuh,tapi sepanjang pernikahan kami.
Udara di kamar ini seakan membuatku sesak, hanya suara detak jam yg menemani hatiku yang hancur.
"cerai" hanya kata-kata itu
saja yang ada dalam pikiranku.
"Ya Robb, selama ini aku bertahan karena aku tahu bercerai adalah perbuatan yang kau tidak suka, tapi batin ku sakit untuk kesekian kali. Sabar ku sudah habis...., ampuni hambamu ini...."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan
Keesokan pagi nya Ido mengirimkanku pesan singkat
" Aku otw ya jemput kamu" Ido
"Nekat juga tuh anak,belom tau dia bapakku galak.Penasaran liat reaksi dia nanti kalau kena omel bapak"
Tak selang beberapa menit terdengar pintu di ketuk
Bapak yang membuka kan pintu dan Ido memperkenalkan diri
"assalamu alaikum om"
wa alaikun salam " jawab bapak
" perkenal kan nama saya Ido om, Sofie nya ada om ? "
" ada lagi siap-siap mau jalan sekolah,kamu ngapain ke sini? tanya bapak galak
" Saya mau jemput sofie om.
saya gak pernah ngebut-ngebutan, bawa helm dua, jadi om gak usah kwatir anak om aman sampai tempat tujuan " tutur Ido penuh semangat bak sales obat
" Saya gak percaya kamu ya. lebih aman anak saya jalan naik angkot ketimbang naik motor kamu" tegas bapak
" Om ga usah kwatir, saya janji om dia aman. om bisa pegang janji laki-laki.
karena itu saya izin sama om, " ucap Ido
melihat keberanian Ido dan kejujuran Ido bapak akhir nya luluh juga
" Ingat om pegang janji kamu, klo anak om sampe lecet sedikit aja, kamu tau akibat nya " tegas bapak menatap tajam ke atah Ido
"Siap om sambil mengulurkan tangan nya ke bapak. mereka bersalaman
" Bah Ido bisa juga jinakin macan,dasar Ido, apa yang dia obrolin sama bapak sampe surat izin bapak keluar " batin ku dalam hati
" Soffff......sofiiiiiieee buruan nih temen mu sudah jemput " panggil bapak
" Iya pak,soffie jalan dulu ya pak, " ucap Sofie mencium tangan bapak , di ikuti Ido
" Assalamu alaikum kami berangkat dulu ya pak" jawab kami serentak
" Wa alaikum salam. hati-hati dijalan jangan ngebut, ingat nak Ido janji kita" pesan bapak
" siap pak, saya jalan dulu,
Assalamu alaikum"
ku tengok bapak masih memperhatikan kami dengan muka cemas hingga motor yang kami kendarai berbelok
Sesampai nya di sekolah,ku lihat beberapa siswi wanita berbisik ketika melihat kedatangan kami
tak terkecuali adek-adek kelasku.
siswa laki-laki juga melihatku dengan pandangan tak percaya dan salah satu dari ade kelas ku menghampiri
" pagi kak Sofie ,cie udah jadi cewe nih ye. tumben banget lengket sama itu cowo
eheeemm eheemmm cowonya ya" goda Boja sambil mengedip kan mata jail
" woi rumpi loe kaya wadon aja, sono hus hus... lusir Sofie sambil mendelikan mata
" Lagi pula dari dulu gue juga cewe, loe aja yang katarak gak liat punya kakak kelas manis kaya gue "
Boja yang melihat ekspresi ku langsung tertawa terkekeh dan menghampiri Ido
" Whatsup bro, keren loe bisa menaklukkan hati si tomboy, gue kira dia gak normal.
untung ada loe, kakak gue yg manis ini bisa sembuh jadi doyan laki" ucap Boja sambil tertawa menggoda
" Yoo bro.. jangan godain lagi ya, Sofie udah jadi cewe gue, loe cari aja yang lain" timpal Ido tak kalah usil nya
"Sial nih bocah bosan idup apa ya. ucap ku dalam hati sambil memanyunkan bibir ku kesel
Ido apa-apaan coba pake ikutan ngomong gitu kesel.
" bocah tengik. awas loe ya kena hukuman gue gak bantu " ancamku pada Boja sambil berusaha menjitak kepalanya
Ido yang melihat kami bertengkar cuma tersenyum dan geleng kan kepala
Boja terus berteriak-teriak memberi kabar teman-temannya sambil memeletkan lidahnya ke arah Sofie
"Sial nih anak kecoa
tunggu pembalasan ku" umpatku dalam hati
Ku lihat ido masih berdiri di tempat nya sambil tertawa-tawa.
" Aduh lupa klo gue udah punya cowo , malu gue kaya anak kecil lari-larian gini.
semua gara-gara boja sialan." umpat Sofie dalam hati
Boja and the gank tertawa.
bisa ku bayang kan apa yang Boja ucapkan kepada teman-teman nya
karena kulihat mereka melihat ke arah ku sambil bersiul-siul dan bersorak sorai
" pepet terus lah jangan kasih kendor ahahahah" teriaknya dari kejauhan
kami berjalan ke kantin sekolah
Suasana kantin masih sepi, hanya beberapa siswa yang sedang menikmati sarapan paginya
" kita kesana yank tempat favorit kamu" ajak Ido.
aku hanya mengangguk dan mengekor Ido
kulihat mereka berbisik dan menatapku iri,
risih rasanya di lihat seperti itu
aku yang terkenal cuek , percaya diri tinggi, ternyata grogi juga jika jadi pusat perhatian seperti ini.
wajar saja banyak siswi yang patah hati dan iri padaku, karena ido adalah siswa populer di sekolahanku, bukan hanya ganteng tapi dia aktif di osis dan basket, lelaki idaman para wanita
mendadak aku merasa cemburu melihat Ido dekat wanita lain atau sekedar tersenyum
"woi sadar Sof, jangan posesif , itu bukan loe banget" gumam ku dalam hati
Aku tak mendengar ido bertanya padaku karena sibuk dengan pikiran ku sendiri
" Sayang hello kamu masih di sini??" ucap Ido sambil mencolek tangan ku
" Uhmm iya , maaf do apa tadi aku ga denger"
" Kamu kenapa kok malah diem aja, kamu sakit ? tanya Ido panik
"Enggak kok sayang, aku cuma sedikit risih kita jadi pusat perhatian,semua meliat ke arah kita dari tadi, aku gak nyaman "
"Cuek ajayank, sejak kapan kamu peduli sama pikiran orang, biasanya kamu orang yang cuek bebek "
" Uhmm iya juga sih. mau roti panggang sama jus jambu"
"Ok siap tuan putri" jawab Ido semangat dan langsung melangkah kan kaki nya untuk memesan sarapan ku.
Beberapa menit kemudian pesanan datang, langsung kami santap dengan lahap.
tak lama bel pelajaran dimulai, kami lalu bergegas kembali ke kelas
Hingga akhirnya jam pelajaran sekolah hari ini berakhir disertai bel panjang.
Sofie masih membereskan buku di mejanya ketika gank bebek menghampiri
" Sof loe hati-hati dijalan ye, dekep yg kenceng abang Ido nya" goda Juki
what sejak kapan juki tau jangan-jangan???
" ya.... ketua gank dah punya pacar. anak bebek bisa memcar nih " timpal Andi pura-pura memasang wajah sedih
" awas loe do macem-macem sama ade gue, habis gue gibeng " tambah Andi dengan gaya beksi nya
azis yang biasanya diem pun ikut komentar
" alhamdulillah ya Allah. engkau dengar kan doa hamba selama ini, kau buka mata hati Sofie untuk cinta laki-laki lagi" dengan logat ala-ala arab
" eh anak-anak bebek pea, gw normal.
tau dari mana loe gue sama Ido??
ngarang aj loh ya." tanya Sofieyang di jawab seringai usil mereka sambil menunjuk ke Ido yg tersenyum
"sial Ido kenapa pake bilang ke anak- anak, habis kena bully gue" gerutu Sofie di hati
" kuy ah kita ke kantin , Ido traktir kita" ucap Ipan penuh semangat
" hayook kapan lagi kita di traktir gegara sofie jadian sama Ido...
asikkkk, gue mau order yang banyak, skalian bungkus buat nyak sama babeh gue, kebetulan kaga masak" celoteh Juki
" iya order ajasuka-suka loe pada., gue yang bayar ucap Ido
aku yg mendengar ucapan Juki yg di amini Ido melotot ke arah Juki dan Ido meminta penjelasan,.
tapi gank bebek sudah berhamburan ke kantin
" woi Juki gak sekalian kakek, nenek loe juga bungkusin, dasar loe ya " teriak Sofie kesal
Ido hanya tersenyu manis dan menggandeng tangan Sofie mengikuti gank bebek yang sudah berhambur ke kantin
" yuk sayang kita nyusul mereka "ajak Ido
tiba-tiba ido bangkit dari duduk nya
"guys thanks yak udah bantu gue buat jadian sama Sofie. sebagai ucapan terima kasih gue traktir kalian sepuas nya.. " ucap Ido
sementara Ido mendekatiku dengan membawa boneka winnie the pooh kesukaanku
" anggap aku pooh mu Sofie .aku akan selalu ada menemani malam mu" rayu Ido
sontan saja semua gank bebek bersiul-siul gaduh
ku terima dan mengucap kan terima kasih
wajahku sudah merah karena menahan malu akibat ulah Ido
Ido love u .... ucap ku dalam hati