NovelToon NovelToon
Milik Wanita Lain

Milik Wanita Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tika Liesmana

Dalam tahap revisi!

Semua manusia memiliki masa kelamnya sendiri. Semua manusia pernah mengalami perang dengan batinnya sendiri. Tidak semuanya sesempurna dan seindah apa yang kalian pikirkan. Karena kesempurnaan hanya milik para pencipta-Nya.

Jika menurut kalian sebuah pernikahan adalah jalan keluar bagi kegalauan hidup. Maka kalian salah. Justru pernikahan adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya.

©Copyright 2019/2020
Point of View 1 All-knowing
@bossytika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Liesmana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Selamat membaca ...

——————————

Still Lisa POV.

Max mengangguk lalu tersenyum sambil mengangkat tangan dan membalas Tika dengan gerakkan memperlihatkan kelima jari serta telapak tangannya. Tika dapat memahami isyarat itu lalu berbalik dan kembali duduk di sampingku setelah sebelumnya melemparkan senyuman lesung pipinya padaku.

Aku menghela napas lalu menyandarkan punggungku pada sandaran kursi. Melipat kedua tanganku di depan dada. Dengan tangan bersedekap, aku kembali memerhatikan tingkah laku lelaki yang berhasil membuatku merasa badmood seketika.

Max memberikan ponselnya pada wanita itu, lalu wanita itu seperti sedang menekan-nekan layar kaca benda tipis tersebut kemudian mengembalikannya pada Max. Dia menerimanya kemudian melakukan hal yang sama, hingga sang wanita itu membuka dompetnya dan mengeluarkan benda tipis serupa dari dalam sana. Lalu mereka berdua saling bertukar senyuman. Hingga akhirnya Max melambaikan tangannya tanda perpisahan.

Dalam hati aku sungguh kesal melihat kejadian itu.

“Cooling down, Lisa. Cooling down!” gumamku saat melihat Max membuka pintu dan berjalan ke arah kami duduk.

“Lu ngomong apaan?,” tegur Tika mengejutkanku. Spontan aku menggelengkan kepalaku lalu terpaksa memberikan senyumanku padanya.

Belum lagi Max menjatuhkan bokongnya pada kursi, Tika langsung mengajaknya untuk segera pergi dari sini lalu berdiri, menarik lenganku dan mengajakku berjalan beriringan dengannya sambil merangkul lenganku. Meninggalkan Max, yang sempat aku mendengarnya mengembuskan napas dengan berat.

Dari kejauhan Max membukakan kunci mobilnya secara otomatis, Tika kembali mendesakku untuk duduk di kursi depan. Sedangkan dia memilih kursi belakang. Dari dalam mobil aku dapat melihat Max yang berjalan dengan santai sambil meyipitkan kedua matanya, akibat sinar matahari yang sangat menyilaukan mata.

Dengan cepat Tika mengulurkan tangannya menekan tombol power engine mobil lalu memutar pengendali AC (bukan pengendali api kek cerita kartun yaa, hihihi) sesaat sebelum Max membuka pintu mobil dan masuk.

Aku hanya diam, sedangkan Tika masih saja dengan lihai menekan-nekan beberapa tombol di sana. Hingga ia menyalakan audio untuk mendengarkan beberapa lagu. Setelah selesai dengan keinginannya, barulah Tika duduk dengan manis di kursinga di belakangku. Lalu Max bersiap untuk menjalankan mobilnya.

Setelah keluar dari zona parkiran Kaefce dan memasuki jalan raya, tidak banyak yang terjadi. Semuanya terhanyut dalam pemikiran masing-masing. Suasana begitu sepi tanpa kata. Tanpa keramaian sebelumnya yang dilakukan oleh Tika.

Semua tampak tidak seperti biasanya. Hingga akhirnya Max membuka suara, menanyakan pada adiknya, tentang ke mana lagi tujuan mereka setelah perut terisi penuh.

Entah Tika menjawab apa, aku tidak tahu, sebab aku tidak menoleh ke belakang untuk melihatnya, sedangkan Max bisa dengan mudah melihat ke posisi duduk adiknya dengan sekali lirikan pada cermin spion yang terletak di tengah atas yang menghadap kepadanya.

Aku kembali sibuk dengan beberapa persoalan yang ada di dalam otakku. Ditambah lagi kekesalanku yang tadi melihat Max dengan akrab bersenda gurau bersama seorang wanita. Sampai pada akhirnya, Tika tiba-tiba memunculkan wajahnya di antara tempat duduk kami berdua.

“Max!” panggilnya yang disahuti hanya dengan dehaman oleh kakaknya itu, sambil masih terfokus pada kemudinya.

“Yang tadi siapa?” Pertanyaan adiknya ini sontak membuat telingaku melebar. Aku segera menegakkan dudukku pada sandaran kursi lalu memasang telinga dengan benar. Mendengarkan dengan saksama jawaban yang akan keluar dari mulut lelaki pujaan hati.

“Yang mana?! Cewek tadi?” Max balas bertanya untuk memastikan arah pertanyaan adiknya ini sesuai dengan pemikirannya. Aku hanya mendelik pada Tika, sambil mengangkat tangan kiriku, meletakkan siku pada pintu mobil dan menyelipkan jemariku pada tengkuk leher bagian belakang. Bersiap mendengarkan pengakuan dari Max secara langsung.

“Iya, cewek seksi yang ngomong sama kamu tadi. Yang sambil ketawa haha-hihi.” Tika menekan kalimat akhirnya sambil mencondongkan mulutnya ke depan telinga kakaknya.

Aku mencoba bersikap normal, seolah tak acuh pada obrolan sepasang kakak dan adik ini. Dengan arah pandangan mataku yang sengaja aku layangkan ke luar jendela. Aku benar-benar menunggu jawaban dari mulut Max, hingga tanpa sadar jantungku berdegup dengan kencangnya, seperti genderang mau perang~

Salah! Itu lagu. Oke kembali pada situasi saat ini.

Aku menghela napasku dengan hati-hati. Mencoba perlahan menenangkan detak jantung ini.

“Dia temen kuliah. Sudah lama gak liat, tahunya dia pindah fakultas.” Max dengan santai menjawabnya.

Jawaban dari Max itu seolah membawa angin segar untuk jantungku. Aku dapat bernapas dengan lega, pelan-pelan aku keluarkan dari mulut yang sengaja kukerucutkan.

Berbeda dengan Tika yang menjawabnya hanya dengan huruf 'O'.

Bersambung ...

1
Gendhis Ayunindya
ka.. ko sy lebih suka yg versi pertama ya...🙏
jd baca yg ke sekian kalinya ini... sambil inget2 yg dl versi pertama 😍
Lina ciello
terbaik emang haikal... jangan2 haikal adalah dokternya dokter ini alias suhunya dokter 😍
Lina ciello
masyaalloh semakin cintaa sama haikal🥰
Lina ciello
haikal. sekalinya ngomong bikin 😭
Lina ciello
maxx haikall 🥰
Lina ciello
wahh jangan2jadii lohhh
Lina ciello
lohhh pie tohh iki crita ee 😒
Lina ciello
kok aq malah puseng bacane yaw .. pdhl awale bagus tadi 😣😣
Lina ciello
mantull sepertinya ini... kenapa aq baru tahu cerita ini saat tahun 2023 😯
Mmh Winda J
duh gemesnya y
sun 💥
kesal juga ya sama Tika,,,cinta ya cinta tapi ngk usah gitu juga .masak udah tau Jefri ada cewek nya masih aja mau..
Estika Merty Putri Wardanny
banyak part yang ilang yahhh
Estika Merty Putri Wardanny
banyak yang berubah setelah di revisi... agak membingungkan
untungnya ini yang kesekian kalinya aku baca
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
cemburu deh si Tika 😕
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
konyoll 😂
Lovely
baru part 1 udah bikin penasaran sama ceritanya, jd ga sabar baca part selanjutnya 😁
istri ke-2 tuan Saga 🥰♥️♥️
ikut senyum waktu si Jefri ngelarang Tika ngerokok 😂😂
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
Nuraini Enung
tika kayaknya asik bngt orangnya
Linaa
👍
Rika Wijayanti
ini gimana ceritanya dari mula Tika mau ngopi bareng Jefri jadi malah nyeritain kisah Lisa dan max kakaknya Tika...belum konek atuh ga faham dengan kisah ini, antara cerita dan komentar berbeda yang diceritainnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!