NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Ukhti

Assalamu'Alaikum Ukhti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

"Nun sukun ketemu huruf Fa, itu di bacanya ikhfa atau samar samar,"

Sania Fauiziah

"Iya, seperti cintaku, padahal cintaku begitu nyata, namun terlihat samar dimatamu,"

Raja Wicaksana

Sebuah kisah tentang pria pemabuk yang jatuh cinta dengan wanita yang pernah dia lecehkan. Mampukah pria itu meluluhkan hati wanita yang membencinya? Sanggupkah pria itu berubah agar lebih pantas menjadi pendamping hidup sang wanita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ukhti 11

Beberapa saat kemudian, laju motor Raja pun telah sampai di kediaman Sania. Begitu motor berhenti dan terparkir sempurna, Sania langsung turun. Selain rasa benci, dia juga takut ada ucapan yang tak mengenakkan. Apalagi dia tahu siapa Raja di kalangan masyarakat. Selain terkenal sebagai juragan, dia juga terkenal menjadi biang masalah.

"Buru buru banget turunnya, Dek?" Tanya Raja masih dengan senyum yang tersirat.

"Mau mau aku lah, takut ada gosip juga." Jawab Sania ketus, "Makasih, sudah nganterin, aku masuk dulu."

Raja sedikitpun tak menampakkan kemarahan diperlakukan seperti itu. Dia malah merasa gemas dan bahagia. Setidaknya dia bisa membuat Sania tak menghindarinya seperti dulu.

"Motornya besok aku yang antar ya?" Tawar Raja. Seketika Sania menghentikan langkah terburunya. Dia lupa kalau motornya ditinggal di rumah Raja.

"Nggak usah. Ntar aku nyuruh saudara aja yang ambil." Balas Sania tanpa memandang wajah Raja.

"Nggak bisa. Kamu yang ambil atau aku yang ngantar." Ucap Raja membuat Sania melotot ke arahnya.

"Mana bisa begitu?" Protes Sania.

"Harus bisa dong. Besok aku jemput pas kamu mau ngajar, oke." Balas Raja santai.

Disaat Sania mau membalas ucapan Raja, tiba tiba pintu terbuka. Seseorang terlihat keluar rumah dan menyernyitkan dahinya.

"Sania? Kenapa baru pulang?" Tanya perempuan yang ternyata Umi Sarah.

"Assalmu'alaikum, Umi." Sapa Raja langsung berubah sopan.

"Wa'alaikum salam, ini ada apa nih? Kok bisa barengan sama Raja?" Tanya Umi heran.

"Mau minta ijin sama abah, Umi. Abahnya ada?" Tanya Raja. Sania yang hendak mengeluarkan suara, mendadak menghentikan niatnya dan dia langsung mendelik ke arah pria yang sedang senyum senyum.

"Abah ada di dalam, mau ketemu?" Tanya Umi Sarah.

"Iya Umi. Raja mau minta maaf soal kejadian semalam." Jawab Raja.

"Nggak perlu. Udah selesai, ngapain minta maaf." Sergah Sania ketus.

"Nggak bisa begitu dong, Dek. Aku kan hanya ingin mempertanggung jawabkan kesalahanku." Ucap Raja beralasan. Padahal dia benar benar ingin berlama lama di rumah Sania.

"Dak dek, dak dek! Aku bukan adekmu, nggak usah sok akrab deh." Jawab Sania makin ketus. Raja hanya cengengesan dan sang ibu hanya menggelengkan kepalanya.

"Ya udah nak Raja. Silahkan duduk dulu, nanti Umi panggilkan abah ya?" Tawar Umi.

"Kok, Disuruh duduk Sih Mi?" Protes Sania.

"Sania! Jangan gitu. Ada orang niat baik ya di sambut baik. Jangan di galakin." Balas Umi.

Sania melirik tajam Raja sembari mendengus sedangkan Raja menaik turunkan alisnya tanda dia bahagia karena merasa menang.

Raja seketika beranjak menuju kursi yang ada di teras. Sedangkan Sania dan Umi segera masuk.

Tak lama kemudian Abah pun keluar. Seketika Raja langsung mengucap salam dengan sopan dan Ustad Mudin pun menjawab salam dan mempersilahkan Raja duduk kembali.

"Tumben anaknya Abdul main kesini? Ada apa?" Tanya Abah langsung ke intinya.

"Iya nih, Bah. Aku mau minta maaf dengan kejadian semalam. Aku nggak ada maksud melecehkan Sania, Bah." Sesal Raja.

"Kamu itu, Nggak ada kapoknya buat ulah, Ja. Apa kamu nggak kasihan sama orang tua kamu? Mereka semakin tua tapi melihat anaknya nggak ada perubahan sama sekali, apa mereka nggak kecewa?" Tanya Abah pelan tapi cukup membuat nyali Raja menciut.

"Kamu itu, Jalan rejeki sudah ada, bahkan dikampung kamu termasuk sukses. Tapi perangai kamu itu loh. Apa kamu benar benar nggak mau berubah? Apa kamu mau nunggu badan kamu hancur karena pengaruh alkohol? Kamu nunggu dapat azab atau gimana?" Kamu itu masih muda, Ja. Jangan sia siakan masa muda kamu dengan hal yang tidak baik." Ucap Abah lagi dengan beragam nasehatnya.

"Maka itu, Bah. Aku kesini selain mau minta maaf, aku juga ingin minta ijin sama Abah." Ucap Raja dengan yakin. Bahkan dia berani menatap mata pria dihadapannya.

"Minta ijin? Minta ijin untuk apa?" Tanya Abah penasaran.

"Aku ingin memperdalam ilmu agama sama Sania, Bah."

"Apa!"

@@@@@

1
Edwin Keitaro
👍👍
Lee Eun Bi
🤣🤣🤣
trus bang
Lee Eun Bi
Sania : amin amin
Raja : amit amit🤣
Lee Eun Bi
walah thor ngakak terus bacanya🤣🤣
Lee Eun Bi
jangan-jangan temen ngaji TPQ dulu si Raja🤣
Lee Eun Bi
gokil thor pertemuan pertamanya🤣
btw, nemu cerita ini gara-gara ngecek ceritaku yang judulnya sama. iseng baca, eh malah ketagihan.
good job ya thor💪
mira maryati
mampir untuk yang kedua kali nya baca, yang pertama di hp lama, pas Ganti hp lupa judulnya mo baca lagi😄
Hera Kamlay
Kecewa
Hera Kamlay
Buruk
my cimon
ebuset dah 1 bab isiny chat. n mreka doang suek mlh yg bca jg pda nyengir2 kya orng gila bru trmsuk ane😂😂😂😂
Alirosidin
Lumayan
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus banget thor
Panjul Daiki
Luar biasa
Galih Rakhashiwi
suka bacanya
Deska
babang raja babang raja, sok Sokan gengsi🤣🤣🤣🤣
fajar Rokman.
babang raja cakep bener
fajar Rokman.
mampir
Andi Fitri
kyai apaan ga ada akhlak gtu..
Andi Fitri
bagus jgn di kasih hati krn makin ngelunjak si nunik ketahuan matre nya.
Andi Fitri
mengalir aja hubungan mereka hingga nnt sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!