Pesona yang ditawarkan seorang Rindu terkadang membuat para laki laki tidak dapat menahan perasaannya.
Bahkan adik kandung Papanya sendiri begitu menggilainya hingga mengklaim bahwa Rindu adalah wanitanya.
"Rindu.. sayang.."
Dirga menatap dalam wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdenyut.
"Uncle aku takut"
Jawab Rindu dengan bola mata berkaca kaca.
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau bahkan sebaliknya?!.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YAA MAKKKK...
LIKE, KOMENT, VOTE DAN JUGA FAVORITKAN MAKKK 🙏🙏🙏🙏
Happy reading dan untuk para readers 💙💙💙💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahyuma_Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D&R 11
🍂 Happy Reading Maakkk🍂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sejenak tubuh Rindu terasa membeku, melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang tengah terjadi didepan sana.
Lenna, mantan pancar Dirga yang baru tadi siang Ia lihat kini telah berbincang begitu akrab dengan sang mama bahkan tidak ada rasa canggung antara keduanya sampai mereka bicara sambil melempar candaan.
Rindu fikir bukankah sangat tidak mungkin kalau mamanya tidak mengenal baik dengan perempuan itu, buktinya sang mama mengijikan perempuan itu memasak didapur untuk membantunya.
Hm iya, sepertinya Rindu melewatkan sesuatu belakangan ini,tentang bagaimana masalalu Dirga bersama mantan nya, laki laki itu tidak perna menjelaskan secara gamblang bagaimana dia putus kala itu.
"Eh, sayang... kamu sudah pulang?"
Ternyata keberadaan nya telah diketahui sang mama, yang sejak tadi masih melihat interaksi kedua perempuan berbeda generasi itu.
"Iya.. baru juga sampai Ma?"
"Sini.. Mama mau kenalin kamu sama seseorang, kamu ingat, ini Lenna pacar uncle kamu dan Len.. ini Rindu anak Kakak, si gadis manja"
Ujar mama Rindu seraya mendekat kearah anaknya sambil menggandeng Lenna.
"Jadi ini Rindu, gadis kecil yang cantik dan menggemaskan itu, yang begitu suka saat melihat air hmmm"
Ucap Lenna.
Sambil bergerak memeluk Rindu dengan spontan yang membuat Rindu terpaku beberapa detik.
"Ah .. aku ingat, waktu aku diajak Dirga berlibur dibali bersama Kakak juga kan?.. dan si gadis cantik ini selalu merengek meminta diajak pergi ke pantai terus"
Kata Lenna lagi.
"Hm iya, dan itu sukses mengganggu quality time kalian berdua yang ingin berduan hmmm"
Goda mama Rindu.
"Ish Kakak .. jangan bahas itu lagi"
"Kamu selalu begitu, saking sukanya dengan Rindu, kamu gak bisa bilang tidak kalau dia merenggek ke kamu, dan pasti Kakak yang pada akhirnya kena marah sama Dirga karena merusak acara kencan kalian"
Mendengar keduanya bicara, pada akhirnya Rindu bisa menarik kesimpulan seberapa istimewa nya perempuan ini dulu untuk Dirga,
apalagi melihat kedekatan nya dengan sang mama yang sejak tadi memuji perempuan itu semakin Rindu menyakini ada sesuatu hal yang harus dirinya ketahui.
"Rin kamu mau kan?"
"Ah, iya Ma nanti kalau Rindu gak ada jam kuliah kita pergi jalan bersama"
Jawab Rindu sambil memaksa senyumnya.
"Hmmm itu bagus"
Ah .. kenapa tiba tiba dadaku sesak begini sih
dan itu lagi, kenapa mama begitu menyukai perempuan ini
Apa mama..
"Kalau begitu Rindu ke kamar dulu yaa, mau bersih bersih dulu"
"Iya sayang"
Jawab mama cepat.
Dan masih samar samar bisa Rindu dengar, kedua perempuan itu masih terus membahas hubungan Dirga dan Lenna membuat Rindu beberapa kali menghembus kan berat nafasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rindu fikir perempuan itu sudah pulang sejak tadi tapi ternyata dia masih ada dan sepertinya dia juga ikut makan malam bersama.
Apalagi sang papa dan papi tua pun tidak keberatan dengan keberadaan Lenna disini malam ini.
"Kamu sudah turun, come.. kita makan malam bersama"
Ujar sang papa.
"Iya.. Pa"
Jujur, kalau boleh disuruh memilih Rindu tidak ingin berada dalam situasi seperti ini, makan malam dengan seseorang berwajah baru yang memiliki tempat di masing masing hati keluarganya membuat Rindu merasa kurang nyaman pada akhirnya.
Tapi apa boleh buat, dia tidak mempunyai alasan untuk tidak pergi makan malam bersama kalau pun ada pasti papi tua nya menjadi orang pertama yang bertanya ini dan itu.
Beberapa kali Rindu menghelakan nafasnya, tiba tiba mood boosternya hilang entah kemana, dia fikir mulai dari tadi siang hingga malam ini benar benar suasana hatinya dibuat begitu buruk dengan keadaan.
Bahkan dia tidak yakin apa nanti bisa menelan makanannya dengan baik.
"Malam semua"
Sapa Dirga yang baru datang dan langsung menyeruak masuk di tengah tengah semua orang dan belum menyadari ke hadiran seseorang.
Malam..
Jawab semua orang bersamaan
Dirga mendudukan dirinya disamping Rindu sesaat sebelumnya dia memberi ciuman singkat dikening gadis itu seperti biasa.
"Ternyata yang ditunggu sudah datang"
Ujar mama Rindu yang baru datang dari dalam dapur membawa sesuatu ditangannya dan di ikuti Lenna tepat dibelakang.
Begitu mendengar kakak iparnya berbicara, Dirga melempar pandangannya keasal suara.
Deg.
Tubuh Dirga menegang seketika, tanpa mau mengalihkan pandangannya.
Sudut bibir Rindu tertarik tipis saat melihat raut wajah keterkejutan Dirga.
Bahkan pandangan kamu begitu berbeda saat melihat perempuan itu
Lenna, kenapa bisa dia berada disini dan..
bagaimana dengan Rindu?!
Dirga beralih menatap Rindu beberapa waktu, melihat bagaimana reaksi gadis itu berikan.
"Kamu tahu, Kakak tadi tidak sengaja bertemu dengan Lenna dan mengajak dia untuk datang kerumah, sebab Kakak kangen dengan masakannya"
Nampak jelas rona wajah bahagia pada perempuan paruh baya itu.
"Jadi malam ini special kita makan malam dengan masakan dari Lena"
Lanjutnya lagi.
Semua orang terlihat menyambutnya dengan senyum bahagia, berbeda dengan pasangan yang diam diam backstreet dari keluarganya itu terlihat begitu ketara ketidak nyamannya.
Mama Rindu mulai melayani semua orang dari papi tua, suami dan Rindu tapi begitu perempuan paruh baya itu meminta piring Dirga tiba tiba Lenna menghentikannya.
"Boleh aku saja Kak?"
"Cih dia masih sama seperti dulu, tapi baiklah.. silakan layani lelakimu"
Pipi Lenna bersemu merah mendengar mama Rindu berkata seperti itu, dan dia langsung begitu saja melayani Dirga seperti dulu yang terbiasa melakukannya.
Dirga hanya diam sambil melirik gadis disamping kirinya yang sudah mulai menyuapkan makannya.
Dia fikir dia tidak bisa bertindak kasar dengan Lenna sejak tadi sebab setahu keluarga mereka Dirga dan Lenna masih berhubungan baik walaupun meraka sudah putus karena pada saat itu Dirga memberi alasan bahwa tidak bisa LDRan saat Lenna harus pindah keluar negri.
"Aku sudah lama tidak memasak makanan indonesia, mungkin rasanya agak sedikit berbeda"
Lenna berbicara disaat acara makan malam dimulai.
"No, kamu memang memiliki tangan ajaib, semua bahan makan yang kamu olah rasanya begitu enak, iya kan sayang"
Ucap mama Rindu dan meminta persetujuan sang suami.
"Hmmm iya.. rasanya enak tetap sama seperti dulu"
Jawab papa Rindu cepat.
"Papi juga kelihatan setuju, lihat.. dia begitu menikmati menu kesukaannya dengan lahap"
Dan seketika laki laki tua itu terbatuk batuk mendengar ucapan sang menantu, dengan cepat Rindu memberikan air untuk papi tuanya.
"Pelan pelan makannya, gak akan ada yang ambil makanan Papi"
Rindu mengusap lembut punggung papi tua, meskipun perasaannya agak dongkol tapi dia merasa senang karena baru pertama kalinya papi tua makan dengan begitu lahap.