WARNING AREA 21+
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!
Jian Gabriella.
Wanita berusia 22 tahun itu bekerja di sebuah perusahaan besar milik Ardy Tamajaya. Akibat kecerobohanya dalam bekerja, ia sampai melakukan sebuah keselahan besarnya yang merugikan perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit.
Saat mengetahui hal itu, Ardy marah marah besar padanya. Pria itu akan membawa Jian ke jalur hukum. Jian sempat memohon agar dirinya tidak sampai di penjara dengan bersimpuh di kaki pria tersebut. Dan ia rela melakukan apa saja agar dirinya tidak di penjara.
Akankah Jian menuruti syarat yang di ajukan oleh Ardy untuk One Night Stand bersamanya?
Follow ig @wind.rahma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bau busuk
Mencium aroma masakan Jian tadi di meja makan membuat Ardy tidak tahan untuk cepat-cepat menyantapnya. Bahkan sekedar menunggu wanita itu mandi pun ia sudah tidak mampu menahan rasa lapar perutnya yang terus meronta-ronta. Jadi ia memutuskan makan lebih dulu, tanpa harus menunggu Jian.
Dan sekarang, perutnya terasa kenyang sekali. Baru kali ini ia bisa makan sebanyak itu. Sampai akhirnya ia membaringkan tubuh di atas tempat tidur sebab matanya sudah terasa sangat ngantuk.
Keesokan harinya.
Ardy di bangunkan oleh perasaan terkejut setelah melihat jarum jam hampir menunjukkan pukul tujuh. Pagi ini ia ada rapat penting dengan perusahaan yang tak kalah ternama. Saking buru-burunya, ia melupakan bahwa ada Jian di Unit Apartemennya.
Usai mengirimkan pesan pada Jian agar wanita itu tidak usah masuk kerja hari ini lantaran ia mengunci pintu Unit Apartemen, ia bergegas memasuki lift dengan langkah tergesa-gesa. Sampai di lantai teratas gedung kantornya, Ardy segera masuk ke dalam ruang meeting bersama sekretarisnya yang sudah menunggu di depan pintu.
"Tuan, mereka sudah menunggu selama 15 menit," ujar Alice sama sekali tidak di gubris oleh Ardy.
Ketika masuk ke dalam ruang meeting, tiga orang penting yang akan rapat dengannya terlihat sudah menunggu.
"Maaf atas keterlambatanku yang sudah membuat anda semua menunggu lama!" ucap Ardy ketika ia sudah duduk di kursinya. Mereka semua tidak mempermasalahkannya.
Alice kini sudah duduk di samping Ardy dengan beberapa dokumen penting di hadapannya. Rapat pun di mulai.
Di tengah-tengah pembahasannya, semua orang yang ada di ruangan tersebut kecuali dirinya, sedikit menggibas-gibaskan tangan mereka di depan wajah masing-masing. Mereka mencium aroma tidak sedap yang mereka pun tidak tahu itu aroma apa, namun aroma tersebut tercium seiring Ardy berbicara.
Ardy yang terlihat keheranan itu mencoba menanyakan pada Alice dengan berbisik. Namun wanita tersebut memberi isyarat agar dia pergi ke toilet. Awalnya dia tidak paham dengan maksud sekretarisnya, tapi setelah diam-diam Alice mengirim chat, ia jadi paham.
Ardy pun pergi pamit ke toilet sebentar, sebab Alice mengatakan jika ia harus mencoba bicara di balik telapak tangannya sendiri untuk mengetahui hal yang terjadi. Dan konyolnya ia pun menuruti perkataan sekretarisnya.
"Hah.. Hah.. " Ardy mencoba meniupkan uap dari dalam mulut ke telapak tangannya. Aroma tak sedap yang menusuk hidung mancungnya itu nyaris membuatnya muntah.
"Hoeks.. Hoeks.. Bau apa ini? Kenapa mulutku bau busuk? Hoeks.."
Ardy benar-benar tidak tahan dengan bau uap dari mulutnya sendiri.
"Padahal tadi pagi aku menggosok gigi, tapi kenapa bisa ada bau busuk dari mulutku?"
Ardy mengingat makanan terakhir yang ia makan. Dan ternyata ingatannya mengarah pada masakan Jian kemarin sore. Seketika wajahnya berubah marah, jika saja benar hal itu yang menyebabkan mulutnya mengeluarkan uap tak sedap dan membutnya malu di hadapan orang-orang pentingnya, ia tidak akan segan-segan menghukun wanita itu dengan cara apapun.
🌷🌷🌷
Beberapa jam saja berada di Unit Apartemen bosnya membuat Jian merasa sangat bosan. Ia masih tidak mengerti kenapa Ardy melarangnya bekerja dan malah menguncinya dari luar.
"Huaah.. Membosankan sekali," keluhnya, saat ini ia duduk bersandar di sandaran tempat tidur di kamarnya.
"JIIAAAAAN....!!! "
Suara teriakan seseorang membuatnya terlonjak. Ia buru-buru bangkit dan langsung keluar kamar.
Begitu keluar kamar, Jian mendapati Ardy tengah mencari keberadaanya dengan raut wajah marah.
"Ada apa, tuan?"
Ardy menoleh dan segera berjalan menghampirinya.
"Kau.." Pria itu menyeret Jian ke tembok dan mengurungnya mengggunakan kedua tangan.
"Apa-apaan ini. Lepaskan aku, tuan!" Jian merintih saat tangan Ardy mengangkat tangannya ke atas tembok, lalu menumpukan tangan dia ke tangan Jian.
Pria itu sama sekali tidak menghiraukan rintihan Jian.
"DIAAAM..!" sentak Ardy.
Jian membulatkan matanya sempurna dan mulai menhan napas. Tapi bukan karena bentakan, melainkan mencium sesuatu yang tidak sedap dari mulut Ardy Ketika pria tersebut membuka mulutnya lebar tepat di depan wajahnya.
Bersambung...
___
Gak kebayang kan, gimana baunya mulut Ardy? Sampai-sampai orang pentingnya gak tahan nyium bau busuk mulutnya🤣🤣🤣
Jangan lupa lihat visual Ardy di youtube, dan bayangin mulutnya bau jengki🤣🤣🤣
Jangan lupa juga untuk:
👍Tinggalkan Like
📝Komentar
❤Masukan rak buku favorit
📦Beri Hadiah
Jangan lupa untuk follow akun media sosialku:
IG: wind.rahma
semoga lebih hot dan menantang
Jian..saranku..krn kau wanita kuat..lebih baik kau pergi dri kehidupan Bosmu..dan Daven..krn klo ini berlnjut kau akan hamil dn hidupmu rumit..klo kau dgn devan kasian sahabatmu ...dan kau kan sdh main jungkat jungkit dgn bosmu sehrsnya Bosmu yg bertanggung jawab bukan Daven...saran sih..tpi ya tetep manut Mak Thor nya alur nya 🤣🤣🤣🤣