NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 11

Langit biru tanpa awan perlahan berubah menjadi kemerahan, menunjukkan senja telah tiba. Pandji mendongak dan mengakhiri latihannya dengan perasaan tidak puas. Dia datang terlambat sehingga tidak maksimal menggunakan waktu yang tersedia.

Tekadnya mulai bulat setelah melihat Biantara di rumah teman kecilnya tadi, Pandji tidak ingin terlihat konyol saat menghadapi Bian di turnamen. Meskipun dia tidak menang setidaknya Pandji tidak terlalu memalukan.

Sebenarnya Pandji tidak memikirkan menang atau kalah, dia tidak peduli dengan gelar juara atau jagoan yang akan disematkan untuknya. Yang dipedulikan Pandji adalah Ibundanya, dia tidak mampu menolak apapun yang diperintahkan orang yang melahirkannya itu. Pandji tidak ingin Ibunda ikut sedih atau malu jika dia tidak serius dalam mengikuti kejuaraan bela diri antar perguruan yang akan berlangsung.

"Pakde … saya lupa bawa minum," kata Pandji sopan, meminta air pada pengurus kesatrian untuk melepaskan rasa hausnya.

Pria yang dipanggil Pakde Noto oleh Pandji itu bergegas memberikan satu gelas besar air, "Monggo!" (Silahkan!)

Selesai menghabiskan minumnya Pandji bertanya, "Apa semua undangan sudah disebar, Pakde?"

"Sudah ada 32 kesatrian yang mendaftarkan diri, Mas. Kalaupun ada tambahan, mungkin hanya tiga. Dalam setahun terakhir hanya ada tiga perguruan baru, kita juga mengundang mereka … hanya saja belum ada tanggapan."

Kategori umum yang akan diikuti Pandji dibatasi umur minimal 17 tahun dan paling tua 27 tahun. Sementara aturan lain yang berhubungan dengan kompetisi akan diumumkan saat technical meeting, yaitu dua hari menjelang turnamen digelar.

Putra Ganendra adalah tuan rumah untuk acara besar yang diselenggarakan tahun ini, oleh sebab itu Pandji tidak bisa tidak peduli karena kesatrian ini adalah miliknya meskipun dia menyerahkan semua kepengurusan pada Pakde Noto.

Memasang wajah kurang puas Pandji bertanya, "Apa pesta penyambutan peserta dilakukan di sini, Pakde?"

"Tidak, Ibunda Mas Pandji mengatakan acaranya di rumah, karena sekalian akan merayakan ulang tahun Mas Pandji yang ke-17," jawab pria paruh baya itu lembut.

Pandji yang merasa terkejut memijit keningnya, dengan ekspresi sakit kepala dia merutuk dalam hati.

Oh tidak … Ibunda pasti sedang bercanda, aku bahkan benci keramaian pesta!

Dalam bayangan Pandji, bertemu seluruh peserta bukan hal yang menyenangkan. Baginya, menghabiskan waktu di perpustakaan atau berlatih sendiri di dalam kamarnya jauh lebih berguna daripada menghadiri acara sosial seperti itu.

"Apa ayahanda tidak mengatakan apapun soal senjata, Pakde? Apa saya harus melawan mereka yang memegang pusaka dengan tangan kosong saat turnamen nanti?" keluh Pandji prihatin dengan dirinya sendiri.

"Beliau hanya mengatakan Mas Pandji akan siap bertarung kapan saja."

Ayah! Terlalu!

Dengan raut kecewa Pandji pamit pada ketua kesatrian, hari sudah gelap saat dia meninggalkan tempat berlatih itu. Banyak hal yang sedang dipikirkan olehnya, salah satunya adalah mendapatkan senjata pusaka secepatnya.

Pandji tidak mungkin melawan Biantara dengan tangan kosong, meskipun dia menguasai sihir dua elemen dengan baik, tetap saja akan lebih baik lagi jika dia juga punya senjata tambahan.

Memikirkan Damar Jati dan Asih Jati, sudut bibir Pandji terangkat. Otak kreatifnya berjalan cepat, kalau dulu ayahnya bisa mengubah cundrik milik Ibundanya menjadi jimat yang membelenggu kekuatannya selama 10 tahun, dia pasti bisa mengubah pasangan keris pengantin itu menjadi dua buah pedang.

Malam ini, Pandji akan meminta maaf pada Ayahnya. Selanjutnya dia akan membujuk pria yang kemarin menghajarnya saat latihan itu untuk menyerahkan pusaka penganten yang dulu pernah ditolaknya.

Dengan mengubah keris menjadi pedang, aku tidak akan terlihat kuno! Aku akan tampak keren saat berdiri menghadapi Biantara nanti hehehe ….

Pandji membayangkan Ksatria Dua Pedang dalam anime favoritnya itu adalah dirinya.

***

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!