Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
Raisya yang sedang menyetir mobil nya mendengar ponsel nya berbunyi, setelah melihat nama yang tertera di layar benda pipih itu, Raisya memutuskan untuk menekan tombol off di ponsel nya.
"Pasti tidak akan jauh - jauh dari urusan uang!" Guman Raisya lagi.
Raisya sedang tidak ingin berdebat dengan mereka lagi, dan hal itu lah yang membuat Raisya mematikan ponsel nya.
"Sampai kapan semua nya akan terus seperti ini?" Raisya bertanya pada diri nya sendiri.
Semua kebutuhan mereka di beban kan di pundak Raisya, sedangkan Dimas tidak bisa di andalkan sama sekali. Selama menikah pun Dimas tidak pernah memberikan uang nafkah untuk Raisya, Dimas terlena karena gaji Raisya yang sangat besar.
"Untuk hari ini, biarkan saja dulu mereka. Aku juga stres setiap hari harus menghadapi mereka, yang urusan nya pasti tidak akan jauh - jauh dari uang!" Guman Raisya.
Raisya sengaja menonaktifkan ponsel nya, agar mereka semua tidak bisa lagi menghubungi nya. Raisya fokus pada pekerjaan nya, pekerjaan yang memberikan dia gaji hingga milyaran pertahun nya.
Saat jam istirahat dan makan siang tiba, Raisya pergi keluar buat makan siang. Dia keluar bersama Kayla, sahabat nya yang bekerja di kantor yang sama.
"Sya, kok muka kamu murung gitu? Kamu lagi ada masalah ya? Cerita dong sama aku, jangan di pendam sendiri!" Kayla bertanya pada Raisya.
"Enggak kok Kai, cuma lagi capek aja!" Jawab Raisya berbohong.
"Raisya, kita udah temenan sajak lama. Aku tanu saat ini kamu pasti sedang ada masalah!" Tebak Kayla.
"Gak papa kok Kay, cuma masalah rumah tangga aja!" Jawab Raisya sambil tersenyum.
"Sya, ipar mu dan keluarga nya masih tinggal di rumah mu?" Tanya Kayla.
"Iya!" Jawab Raisya sambil mengangguk kan kepala nya.
"Sya, sampai kapan kamu akan menampung mereka di sana? Toh kakak ipar mu itu memang udah seneng banget tinggal di rumah kamu, makan tinggal makan, semua kebutuhan mereka kamu yang penuhi. Mereka sengaja manfaatin kamu Sya!" Kayla mengingatkan Raisya.
"Kay, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga ku!" Jawab Raisya membela mereka.
"Raisya, coba saja kalau situasi nya di balik. Keluarga mu yang tinggal di rumah suami mu, apa kau yakin Dimas mau menampung mereka di rumah nya?" Tanya Kayla pada Raisya.
Raisya terdiam mendengar ucapan Kayla, dia teringat bulan lalu kedua orang tua nya datang dari Bandung dan menginap 2 malam di rumah nya. Tapi malah Dimas menunjuk kan wajah masam, dia tidak suka melihat orang tua nya Raisya tinggal di rumah mereka.
"Sya, coba sesekali kamu gak usah turutin keinginan mereka. Coba deh kamu lihat, apa yang bakal mereka lakukan sama kamu!" Kayla memberi saran pada Raisya.
Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan kedua nya, sehingga percakapan mereka berdua pun langsung terhenti. Kedua nya langsung menikmati makan siang nya, sejenak melupakan hal yang sedang mereka bahas tadi.
Setelah selesai makan, Raisya pun menghidupkan kembali ponsel nya. Notifikasi di ponsel nya terdengar begitu ramai, ketika Risya mengaktifkan benda pintar tersebut.
Ada ratusan panggilan tak terjawab yang di lakukan oleh Mama Rika, Neta dan juga Cika. Raisya tahu mereka menagih apa yang mereka minta tadi pagi.
Dreetttt, dreettt, dreettt.
Ponsel Raisya kembali berdering, dia sana terpampang nama sang mertua di layar nya. Raisya langsung menggeser lambang telepon ke bagian atas, dan dia menempelkan benda pipih tersebut ke telinga nya.
"Raisya, kamu kemana saja? Kenapa sejak tadi ponsel mu tidak bisa di hubungi?" Terdengar suara bentakan yang di penuhi dengan emosi dari seberang sana.
"Tadi aku ada meeting Ma, jadi gak bisa pegang ponsel sama sekali!" Jawab Raisya sambil berbohong.
"Bohong, kamu pasti sengaja kan gak mau kirim uang sama Neta dan juga Cika. Jadi kamu sengaja mematikan ponsel mu, dasar menantu durhaka!" Umpat Mama Rika dari seberang sana.
Nyessss.
Seketika hati Raisya sakit mendengar umpatan mertua nya, hanya karena hari ini dia telat memenuhi keinginan mereka. Mama Rika malah mengatakan hal yang tidak baik.
"Raisya, sore ini Mama mau Arisan dan setelah pulang dari arisan, Mama mau belanja. Cepat ku kirim uang sama Mama sekarang juga, jangan lupa kirim uang sama Neta dan juga Cika!" Mama Rika memberi perintah pada Raisya.
"Ma, uang bulanan Mama kan udah aku kasih. Ini belum satu bulan loh, Ma!" Raisya mengingatkan Mama mertua nya.
"Heh Raisya, uang nya udah habis. Sekarang cepat kamu transfer lagi, cepat!" Hardik Mama Rika dari seberang sana.
"Ma, gaji Raisya bulan kemarin udah habis Ma. Gak tersisa lagi, Raisya tidak punya uang!" Raisya menolak keinginan Mama mertua nya.
"Jangan bohong kamu Raisya, cepat kasih uang nya. Aku ini mertua kamu, apa kamu mau menjadi menantu yang durhaka?" Ancam Mama Rika.
"Ma, untuk kali ini Raisya benar - benar minta maaf. Raisya tidak punya uang lagi, tolong Mama mengerti!" Raisya berkata dengan nada putus asa.
"Raisya, kamu mau Mama adukan sama Dimas ya. Berani nya kamu menolak keinginan Mama!" Bentak Mama Rika.
Raisya yang tidak mau lagi mendengar ucapan Mama Rika, langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Dia lalu kembali mematikan ponsel nya, agar untuk sementara ini Mama Rika tidak bisa menghubungi nya.
"Raisya, sampai kapan kamu akan terus seperti ini? Ingat Raisya, mereka semua bukan lah tanggung jawab mu. Mereka cuma mau memanfaatkan kamu, kamu harus sadar Raisya!" Kembali Kayla mengingatkan Raisya.
"Sya, aku tidak berniat menghasut mu. Tapi coba lah kali ini saja kau jangan turuti keinginan mereka, maka kau akan melihat sendiri seperti apa orang - orang yang kau anggap sebagai keluarga itu!" Kembali Kayla berkata dengan nada lembut.
"Baik lah Kay, kali ini aku tidak akan menuruti keinginan mereka. Lagi pula, baru 10 hari yang lalu aku memberikan mereka uang bulanan mereka masing - masing! Mungkin memang sudah saat nya aku tidak bisa lagi menuruti semua keinginan mereka!" Jawab Raisya.
"Bagus Raisya, jika tidak sekarang maka kapan lagi!" Kayla tersenyum puas mendengar ucapan sahabat nya.
Raisya ingin tahu apa yang akan mereka lakukan, ini adalah pertama kali nya bagi Raisya tidak menuruti keinginan mereka. Mama Rika bahkan sudah bicara dengan bahasa yang sangat kasar tadi, padahal dia dan keluarga nya hidup dari uang nya Raisa.
'Maaf Ma, untuk kali ini aku tidak akan menuruti ucapan kalian dulu. Aku ingin lihat seperti apa sikap kalian pada ku, saat aku sekali saja membantah!' Guman Raisya di dalam hati nya.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄