Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 02
Mr. Lin Chou terkejut mendengar kata wanita Indonesia. Seolah memorinya kembali,memori yang telah lama dia simpan selama hampir tujuh tahun lamanya.
"Selidiki wanita itu,dan jangan lupa awasi terus Lin Zhou jangan sampai ada yang mencelakakan dia." ucapnya sembari berbalik pergi.
Namun bayang-bayang wajah Aisyah justru terlihat sangat familiar untuknya. Wajahnya,senyumannya dan juga tutur katanya sama persis dengan Alesya..
Di negara tirai bambu itu hidup Aisyah pun berubah kini demi lolos dari imigrasi dan kepolisian juga dari kejaran Mr.Wang hidup Aisyah terlunta-lunta. sering kali dia tidur di gedung kosong atau tempat yang terbengkalai..
Pada malam harinya dalam kegelapan Aisyah memeluk lututnya,didalam pekatnya malam Aisyah mengingat kedua orang tuanya.
Jika saja Aisyah mendengarkan untuk tak datang ke Shanghai mungkin nasibnya tak akan seperti sekarang ini. Tapi semuanya sudah terjadi Aisyah hanya bisa berdoa agar dia bisa kembali ke Indonesia.
"Semuanya sudah terjadi dan aku harus bisa bertahan. Aku akan berusaha keras untuk bisa keluar dari negara ini." ucapnya lirih dia pun memejamkan matanya didalam gelapnya malam...
Pada siang harinya Aisyah pun berusaha keras untuk mencari kedutaan Indonesia,namun disana dia hanyalah pendatang dan semua tanda pengenalnya pun telah hilang.
Beberapa bulan dia terlunta-lunta hingga pada saat yang bersamaan disaat dia dalan bahaya tiba-tiba saja seorang laki-laki yang pernah dia tolong menyelamatkannya...
"Ràng tā zǒu!! (lepaskan dia)" bentak Lin Zhao yang tiba tiba saja muncul.
Orang orang yang berniat mengganggu Aisyah pun ketar-ketir melihat Lin Zhao..
Tak ada seorang pun di Shanghai yang tidak mengenal nama keluarga Lin,keluarga yang ditakuti bahkan oleh para mafia sendiri.
Aisyah menatap pria di hadapannya. Wajahnya tegas, tatapannya tajam, namun entah kenapa justru menghadirkan rasa aman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Kamu tidak apa apa?"tanyanya dengan suara yang tegas tapi lembut.
Aisyah menggelengkan kepalanya dan tersenyum..
"I'm okay. (aku baik-baik saja.)"jawabnya dengan suara yang parau..
Lin Zhao tidak langsung menjawab. Tatapannya justru terpaku beberapa detik pada wajah Aisyah—seolah baru pertama kali ia melihat seseorang yang mampu membuat jantungnya berdetak tak beraturan.
Namun tiba-tiba tubuh Aisyah limbung. Pandangannya mulai kabur sebelum akhirnya tubuhnya jatuh ke pelukan Lin Zhao.
"Kita kerumah sakit." Lin Zhao mengangkat tubuh Aisyah yang lama namun ucapan Asiyah membuatnya terdiam sesaat.
"Jangan bawa saya kerumah sakit. Saya tidak punya indentitas disini.."ucapnya sebelum akhirnya Aisyah tak sadarkan diri.
Lin Zhao membawa Aisyah ke sebuah rumah miliki keluarganya untuk sementara waktu.
******
Malam itu, Aisyah perlahan membuka matanya. Kepalanya masih terasa berat, sementara tubuhnya lemas tak bertenaga.
Lin Zhao yang sedang memainkan ponselnya pun menatapnya sekilas.
"Akhirnya kamu sandar juga. Bangun dan makanlah dulu. Sepetinya tubuh kamu sangat lemah."
Laki-laki itu berbicara dengan datar,tak ada ekspresi sama sekali membuat Aisyah merasa gugup. Karena dia sadar itu Shanghai bukan Indonesia dan disana dia sendirian.
"Xièxiè..(terima kasih)" jawab Aisyah.
Wajahnya masih terlihat sangat pucat bagiamana tidak empat bulan dia hidup terlunta-lunta dijalanan. Mencari persembunyian kesana kemari dari kepolisian dan imigrasi,dia juga takut jika orang orang Mr.Wang akan kembali menangkapnya..
"Makanlah dan minum obat. Untuk sementara tinggallah disini anggap saja ini sebagai balas budi untuk bantuan anda tempo hari." Lin Zhao pun berbalik pergi meninggalkan Aisyah sendiri. Namun langkahnya berhenti dan kemudian kembali menatap Aisyah yang masih mematung..
Siapa nama kamu?" tanyanya kemudian.
"Aisyah Azahra,aku adalah imigran dari Indonesia. Yang kini sedang dalam pengejaran imigrasi dan kepolisian." jawab Aisyah tenang.
"Wǒ shì lín zhāo. Nǐ zài zhèlǐ hěn ānquán. (Aku Lin Zhao, Kamu akan aman disini.)"ucapnya sembari pergi meninggalkan Aisyah dirumah yang sangat asing baginya.
"Aku hanya ingin bertahan hidup di Shanghai... tapi kenapa rasanya aku justru sedang masuk ke dalam masalah yang lebih besar?”
Aisyah pun menatap sekeliling rumah yang sangat besar namun terasa seperti tempat yang sangat sunyi..
Aisyah pun mencoba untuk bangun dari tempatnya duduk namun rasa sakit di kepalanya sangat menyiksa mungkin karna beberapa hari dia terlalu lelah sehingga tubuhnya pun kurang fit.
"Kalau tidak mampu berdiri maka duduklah saja. Makan dan minum obat kemudian istirahat kamu bisa tinggal disini sementara waktu. Disini gak ada siapapun dan aku hanya tinggal sendiri.."
Lin Zhao yang kembali pun membuat Aisyah terkejut terlebih lagi ketika dia mengatakan bahwa disana tak ada siapapun hanya ada mereka berdua..
Pikiran Aisyah pun tak menentu dia melihat Lin Zhao memang baik namun apa yang akan terjadi selanjutnya jika mereka hanya tinggal berdua entahlah.
"Baiklah..." jawab Aisyah lirih.
Lin Zhao pun kembali meninggalkan rumah dan kemudian menguncinya dari luar. Lin Zhao tak ingin jika sampai kakaknya tahu jika dirumahnya ada wanita Indonesia wanita yang hampir mirip persis dengan wanita yang pernah menjadi istri kakaknya itu.
Mungkin hanya kebetulan," gumam Lin Zhao dalam hati. "Dia Aisyah... bukan Kak Alesya."
Di taman, seorang gadis kecil tengah duduk sendirian. Lin Xioyi,keponakannya, sekaligus satu-satunya alasan mengapa Lin Chou masih terlihat manusiawi.
"Dari mana kamu kenapa baru kembali." tanya Lin Chou yang tiba-tiba ada dibelakangnya..
"Hanya dari rumah lama. Tak kemana mana." jawabnya datar.
Tatapan Lin Chou tegas,tajam dan sorot matanya selalu membuatnya takut. Namun Lin Zhao selalu berusaha untuk menyakinkan hatinya bahwa Kakaknya adalah orang yang paling baik didunia.
Lin Zhao selalu meyakinkan dirinya bahwa kakaknya bukan pria jahat. Dunia yang membuatnya seperti itu. Luka masa lalu yang memaksanya menjadi seorang bos mafia.
Terlebih jika itu menyangkut wanita Indonesia hal yang selama ini selalu menjadi luka terbesar dalam hidup Lin Chou.
Dan kini, tanpa sadar, Lin Zhao telah membawa Aisyah masuk ke dalam keluarga Lin.
Jika suatu hari kakaknya tahu bahwa wanita itu berasal dari Indonesia dan memiliki wajah yang begitu mirip dengan masa lalu mereka akankah keluarga Lin tetap baik-baik saja??