Takdir membuat wanita bernama Anna terlempar ke zaman sebelum abad pertengahan. Menuntut agar ia bisa mengubah sejarah dan takdir kelam seorang raja tirani.
Namun, alih-alih kekejaman seperti yang di katakan semua orang, yang ia temukan hanyalah sesosok jiwa rapuh yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh kepedulian. Dan perlahan, sebuah rasa mulai tumbuh bersama raga yang ia tempati, tapi, apakah itu pantas? Apakah takdir sudah mengizinkan?
Anna terus menahan perasaanya, sampai ketika ia melihat raja datang dengan darah yang menetes di tangannya, sebuah permintaan akhirnya tidak bisa lagi ia tahan. Jauh di dalam hatinya terucap sebuah permohonan.
"Tolong biarkan aku tetap di sisinya, biarkan aku tetap di tempat ini untuknya, biarkan aku mencintanya sampai
akhir."
Tepat setelah permohonan itu terucap, ia langsung berlari, melangkahkan kakinya menuju orang yang telah menjadi sebagian dari jiwanya.
Namun, mampukah ia bertaruh takdir tidak akan membuatnya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Borraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terikat takdir
...Di tengah riuhnya suara hujan lebat malam ini, para arkeolog tertawa girang karena telah berhasil menemukan sebuah mahkota yang sudah terlapis batu. Penemuan itu termasuk suatu keberhasilan yang bahkan sulit di dapatkan selama bertahun-tahun lamanya. Akhirnya penelitian tentang adanya peradaban di sebuah hutan yang sama sekali tidak pernah tersentuh selama ratusan tahun ini menemui titik pencerahan....
...Legenda dan cerita yang sudah di wariskan turun temurun tentang seorang Raja tiran yang pernah hidup di dunia pun mulai bisa di percaya dengan penemuan penting ini....
...Namun saat semua anggota masih sibuk bersorak kegirangan, sebuah bencana yang tidak pernah mereka duga tiba-tiba terjadi begitu saja. Gua tempat penelitian itu berguncang hebat dan bisa runtuh kapan saja, tapi saat itulah mereka semua mengetahui sebuah kebenaran besar tentang sejarah yang sudah susah payah mereka cari selama ini....
...Dengan wajah yang masih tercengang, seorang anggota berkata pelan. "Ternyata, gua ini adalah sebuah istana yang terkubur "...
...Suara tawa di dalam gua itu langsung berubah jadi teriakan ketakutan ketika bebatuan dan tanah di dalam gua mulai berjatuhan. Yang terpenting sekarang bukan lagi hasil, tapi nyawa. Semua orang berebut keluar dari gua, kecuali seorang wanita yang masih berdiri jauh di dalam gua. Matanya masih terus memandang gua yang telah menunjukkan wujud aslinya, sebuah istana berusia ribuan tahun yang terkubur. Ada rasa yang sulit sekali di jelaskan dalam hatinya saat melihat semua ini, sebuah rasa yang seakan terhubung dengan segalanya, rasa sakit, penyesalan dan kerinduan, seolah tempat ini adalah rumah lama yang begitu ia rindukan....
..." 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪? " Kebingungannya bertambah saat ia tiba-tiba menangis dengan perasaan yang begitu kacau....
...𝓐𝓭𝓪 𝓼𝓮𝓼𝓮𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓶𝓪𝓼𝓲𝓱 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓷𝓰𝓰𝓾𝓶𝓾 𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪...........
...Bisikan itu terus terulang, bisikan dari seorang wanita di masa lalu yang gagal mempertahankan cintanya, sebuah bisikan yang di selimuti penyesalan dan kerinduan pada seseorang. Sayangnya wanita yang di tuju sama sekali tidak mengerti maksud dari bisikan dan semua hal yang menimpa dirinya saat ini....
...Tanpa bisa ia kendalikan, kini ia membungkuk dan mengulurkan tangannya untuk meraih dan mengambil mahkota yang terletak tepat satu langkah di depan kakinya. Kesedihan yang ia rasakan semakin besar saat ia mengambil mahkota itu lalu memeluknya erat, sangat erat, seolah tidak ingin kehilangan pemilik mahkota itu. Bahkan ia sampai bersimpuh dengan isakan tangis yang semakin keras bersamaan dengan runtuhnya gua yang pernah menjadi bangunan megah pada masanya....
...Jauh di luar gua, semua orang masih sibuk mencari tempat berlindung sampai bantuan datang, dan di antara banyaknya orang, tidak ada satupun yang sadar salah satu dari mereka masih di dalam. Bukan hanya tidak sadar, melainkan benar-benar tidak ada yang ingat tentang seorang anggota bernama Anna, bukan karena mereka tidak saling mengenal, melainkan nama Anna telah di hilangkan dari dunia ini, seolah Anna memang tidak pernah ada bahkan tidak pernah lahir. Bukan hanya anggotanya yang melupakan Anna, tapi semua orang, termasuk keluarga dan teman-temannya. Tidak ada lagi gadis cantik dan ceria bernama Anna dalam ingatan mereka, takdir benar-benar telah menghilangkan segala hal tentang Anna....
...Di sebuah tempat yang begitu gelap, Anna melihat sebuah cahaya menghampirinya, cahaya lembut yang tidak menyilaukan mata. Perlahan ia bisa melihat sosok di balik cahaya itu yang sangat mirip dengan dirinya, seolah yang ada di hadapannya hanyalah cermin....
..." 𝘋𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪? 𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪? 𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘪? "...
...Wanita itu hanya berdiri dan tersenyum lembut pada Anna, tangannya yang di kelilingi cahaya terulur untuk mengusap lembut wajah Anna....
..." Ada seseorang yang masih menunggumu dengan cintanya "...
...Tepat setelah kalimat itu terucap, cahaya yang mengelilingi wanita itu semakin terang dan kemudian memudar perlahan menyisakan beberapa kepingan memori yang tidak bisa Anna lihat dengan jelas....
..." Tunggu, apa maksudmu? " Anna mencoba meraih cahaya yang semakin memudar itu dengan kedua tangannya walaupun ia tahu itu tidak akan berhasil....
...Sosok yang hampir hilang sepenuhnya itu hanya tersenyum, namun kali ini sebuah kesedihan terpancar jelas di wajahnya. " 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪? " Pertanyaan itu terlintas berkali-kali di pikiran Anna....
..." Sebentar lagi kau akan mengerti. " Senyuman dan sosok itu akhirnya benar-benar hilang, membuat pandangannya kembali gelap dengan telinga yang terus berdenging di sertai bisikan-bisikan yang perlahan terdengar semakin jelas dan nyata....
..." Anne..... Anneliese, ku mohon bangunlah........ jangan menakutiku, Anne "...
...Tunggu, kenapa sekarang bisikan itu terdengar seperti seorang laki-laki?...
...Saat Anna membuka mata, yang ia lihat pertama kali adalah sebuah tempat asing. Ia terbaring dengan tubuh lemah di sebuah ruangan besar dengan lilin-lilin yang menyala terang hampir di seluruh penjuru ruangan. Ketika ia masih mencoba untuk mencerna apa yang terjadi, saat itulah ia baru menyadari ada sosok yang tertidur dengan keadaan duduk di sisi ranjang yang ia tempati tanpa melepas tangannya yang di genggam erat orang itu....
...Anna mendesis pelan saat kepalanya tiba-tiba terasa begitu sakit, yang membuat orang itu spontan terbangun dan langsung memeluk erat dirinya. Sosok pria yang terlihat begitu khawatir dengan keadaannya....
..." Syukurlah, kau membuatku takut, jangan seperti ini lagi, aku janji... setelah ini aku tidak akan muncul di hadapanmu lagi, tolong jangan pernah mengancamku seperti ini lagi, asal kau tidak pergi, aku akan menuruti semua permintaanmu " Suaranya terdengar bergetar seperti tengah menahan tangis. Pelukan itu pun terasa begitu erat seolah tidak ingin ia lepaskan sama sekali....
...Jelas Anna masih kebingungan, ia masih tidak mengerti sama sekali dengan semua hal yang terjadi. Tentang di mana tempat ini? Siapa pria ini? Dan apa yang sebenarnya telah terjadi? Semua itu benar-benar membuat Anna sangat kebingungan sampai tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sampai sebuah ingatan terbesit di pikirannya, ketika tubuh yang ia tempati melompat ke danau setelah mengatakan jika ia tidak ingin lagi melihat wajah yang membuatnya muak dengan menunjuk tepat ke arah pria di depannya yang tidak lain adalah pria yang kini tengah memeluk dirinya dengan begitu erat....
...𝓳𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓫𝓲𝓪𝓻𝓴𝓪𝓷 𝓭𝓲𝓪 𝓹𝓮𝓻𝓰𝓲....𝓴𝓪𝓾 𝓽𝓮𝓵𝓪𝓱 𝓶𝓮𝓷𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪𝓲𝓷𝔂𝓪 𝓐𝓷𝓷𝓪....
...Jelas Anna masih tidak mengerti, tapi tubuhnya berkata seolah bisikan itu benar, ia langsung menarik tangan pria itu saat pria itu sudah beranjak untuk meninggalkan dirinya. Anna menatap sendu kearah mata pria itu sambil berbisik pelan. " Jangan pergi "...
..." Apa katamu? " Pria itu lantas berbalik dan kembali duduk di sisi ranjang untuk menggenggam tangan Anna dengan kedua tangannya. Jelas ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan saat kata itu terucap dari mulut sang istri. Sebuah kata yang selama ini sangat ingin ia dengar meski dengan kebohongan. Dan kini, sang istri telah mengucapkannya tanpa harus ia minta....
..." Ku mohon jangan pergi " ucapnya kembali....
..." Baik, aku tidak akan pergi, aku akan tetap di sini " Dari ucapan itu Anna bisa melihat dengan jelas betapa besar cinta yang di miliki oleh pria di hadapannya ini. Tapi kenapa sang pemilik tubuh malah ingin menjauh sampai tidak menyadari cintanya sendiri? Bahkan Anna juga bisa merasakan kebahagiaan saat kata itu terucap, seolah hal itu adalah sesuatu yang selalu di nantikan sejak lama....
..." 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨? " Pertanyaan itu sangat ingin ia tanyakan pada pria yang kini sedang menuangkan air untuknya. Pria itu membantunya untuk duduk, lalu memberinya secangkir air putih untuk ia minum. " Ini minumlah, apa ada yang terasa tidak nyaman? "...
...Anna hanya menggeleng pelan untuk memberikan jawaban. Saat setelah ia selesai minum dan pria itu telah meletakkan kembali cangkir ke meja di samping ranjang, keduanya kembali saling bertatapan. Dan Anna masih terus mencari cara agar ia bisa mengetahui siapa dirinya....
...Angin malam yang tenang perlahan berhembus, melewati waktu yang terus berjalan di antara dua jiwa yang telah terikat satu sama lain. Pandangan hangat dari pria itu seakan sesuatu yang telah lama ia rindukan, apakah karena jiwa yang masih tersisa di tubuh ini mulai menyatu dengan jiwanya sendiri?...
...Kerinduan yang sangat besar itu tidak dapat lagi ia tahan, dan tanpa ia sadari, dirinya telah menghambur untuk memeluk pria itu, mencurahkan kerinduan yang seakan telah tertahan begitu lama. Pria itu sama sekali tidak pernah menduga hal ini akan terjadi dalam hidupnya, saat sosok yang begitu ia cintai memeluk tubuhnya dengan sendirinya. Kebahagiaan langsung menyelimuti dirinya saat ia mengulurkan tangan untuk membalas pelukan dari istrinya....
...Ini adalah kesempatan Anna untuk mengetahui siapa dirinya, dan tanpa melepas pelukan erat yang ia ciptakan, sebuah bisikan ia ucapkan tepat di samping telinga pria yang kini ada di pelukannya. " Panggil namaku. "...
..." Anneliese "...
...Jawaban itu jelas membuatnya terkejut, saat ia menyadari jika yang kini ia peluk erat adalah sosok yang di benci semua orang. Leopold Alois, seorang Raja tiran yang di kenal sangat kejam dalam sejarah, seorang Raja yang sejarahnya tidak benar-benar di ketahui keberadaannya. Dan kini, ia (Anna) adalah istri dari Raja tiran itu, istri yang di dapatkan dengan cara penculikan dan pernikahan yang di paksakan....
...Jadi, mana yang harus Anna percaya? Sejarah yang telah ia kenal bertahun-tahun, atau pesan-pesan yang di kirimkan oleh jiwa Anneliese sendiri?...
...Antara sejarah yang menyebutnya kejam, dan pesan dari seseorang yang pernah hidup bersamanya, Haruskah ia percaya pada sejarah? Atau ia harus percaya pada jiwa sang Ratu?...
...Di tengah kebingungannya, hanya ada satu pertanyaan, bagaimana Anneliese bisa jatuh cinta pada orang yang telah membantai keluarganya, bahkan menculik dan menikahinya secara paksa? Sebenarnya apa yang telah di sembunyikan sejarah selama ini?...