NovelToon NovelToon
Cinta Dan Gairah

Cinta Dan Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Model / Obsesi / CEO / Romantis
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Li Qiqiu

Hidup Angel yang semula tenang berubah menjadi menakutkan setelah melihat sesuatu yang tak seharusnya. Setiap malam, tidur nyenyaknya harus terganggu oleh mimpi-mimpi aneh yang membuatnya terbangun tengah malam. Anehnya, mimpi itu hilang setelah ia bertemu William, generasi ke-3 dari Xun Yi Group tempat ia bersekolah dan bekerja. Sebagai tokoh utama di mimpinya, apakah ini ada kaitannya dengan berakhirnya mimpi yang ia alami selama ini? Meskipun William tidak melakukan apapun terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Li Qiqiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

3 Bulan kemudian

Mimpi itu lagi.

Angel melirik jam, pukul 2 dini hari masih lama untuk fajar. Namun Angel tak bisa tidur lagi. Akhir-akhir ini ia selalu terbangun tengah malam atau dini hari dengan terengah-engah dan berkeringat, nafasnya pun memburu. Sayangnya, Angel bukan bermimpi dikejar anjing atau bertemu mahkluk halus.

Entahlah. Mimpi aneh selalu hadir sejak kejadian itu. Sesuatu yang tak seharusnya ia lihat. Sesuatu yang hanya Tuhan, ia, dan laki-laki itu yang tahu bahwa ia melihat hal yang merusak kesucian mata dan pikirannya.

Saat itu, Angel diberi tahu bahwa ia harus menghadap guru BK saat jam istirahat. Tapi, karena guru kelasnya keluar lebih awal Angel berpikir untuk segera datang ke ruang BK. Sayangnya, bukannya bertemu dengan Bu Sandra, Angel malah melihat sepasang kekasih yang tengah memadu kasih. Sungguh hari yang sial, pikirnya saat itu. Dan bodohnya ia menonton hingga laki-laki itu menghentikan aktvitasnya dan memberikan senyum mengerikan padanya.

Hingga saat ini, ia tetap menyimpan rahasia ini. Namun, apa yang ia lihat saat itu memberikan efek psikologis untuk Angel. Dan sejak itu, setiap malam ia harus menderita dengan kehadiran mimpi erotis yang membuatnya terbangun tengah malam. Rasa-rasanya ia selalu takut untuk tidur.

"Apa yang harus kulakukan? Aku tak bisa terus seperti ini, bisa-bisa aku mati karena kurang tidur."

Ia turun dari kasur, kaki telanjangnya menyentuh keramik yang dingin, tangannya membawa gelas yang kosong. Setelah bermimpi buruk, 1 gelas air tak cukup untuk menenangkan dirinya. Entahlah, sesuatu yang lain seolah bangun namun ia sungguh tak mengerti apa itu. Tiap kali ia mengingat tatapan tajam lelaki itu serta lidahnya yang mencumbu setiap inci leher putih Bu Sandra. Seandainya....

Angel menggelengkan kepala, mencoba mengusir bayangan tak senonoh itu lagi.

"Lupakan Angel, lupakan. Kau tidak berhak memikirkan hal-hal yang tak seharusnya kau pikirkan."

***

Lusa adalah jadwal untuk pemotretan sebuah brand minuman segar, yang mengharuskan ia dan beberapa model lainnya terbang ke Bali sore ini. Meskipun, sudah 3 tahun Angel menjadi model namun karena ia tidak memiliki pendukung, karirnya tergolong lambat. Ia hanya bisa mendapat pekerjaan dari brand-brand kecil atau yang tengah merintis. Tak apa, lagipula ia juga tengah sibuk dengan pendidikannya.

Angel terpaksa meminta izin untuk pulang lebih awal, padahal jam terakhir adalah pelajaran fisika. Rugi sekali. Tentu saja sekolah memberikan izin, Angel menjadi model yang masih satu grup dengan yayasan sekolahnya. Awalnya ia hanya mengikuti ekskul modeling, namun tiba-tiba pembina ekskul-nya langsung merekomendasikan dirinya ke agensi. Tak heran, karena katanya beliau melihat aura yang berbeda dari sosok Angel.

Setelah tiba di bandara, Angel dan rekan model lainnya langsung di arahkan menuju hotel untuk istirahat dan persiapan pemotretan besok.

"Kebetulan sekali, malam ini Pak William mengadakan pesta untuk menyambut kita. Nanti kita datang bersama-sama," ajak salah satu rekan modelnya, Riana.

Yang lain menyahut dengan gembira. Perayaan sebelum bekerja adalah impian semua orang. Apalagi ini akan dihadiri langsung oleh William, cucu kesayangan sang pendiri Xun Yi Group.

"Dik, kamu ikut, kan?" Angel yang hanya diam membuat Riana penasaran.

Angel menggeleng disertai senyum lelahnya. "Malam ini aku hanya ingin tidur, kak. Rasanya lelah sekali dari sekolah langsung ke bandara." Bahkan ia belum sempat mengganti seragamnya.

"Hmmm, iya aku mengerti dengan keadaanmu. Tapi, Pak William sudah mengintruksikan agar semua orang datang."

"Benar. Kamu tidak ingin membuat Pak William marah kan, Angel?"

"Apa kamu tahu Angel, beberapa bulan yang lalu ada seorang model yang membuat masalah dengannya lalu dia tidak terlihat lagi?" Angel menggeleng, "Kamu tidak ingin sepertinya, bukan?"

Angel semakin kebingungan, di satu sisi ia hanya ingin istirahat dan di sisi lainnya ia tidak ingin membuat masalah untuk orang lain. "Jika hanya aku yang tidak datang, apakah akan terlihat? Tidak masalah, bukan? Lagipula aku bukan siapa-siapa dan tidak terkenal juga?"

"Apa yang kau pikirkan Angel? Pak William adalah putra dari Direktur Xun Yi Enterteiment, Ibu Olivia. Dia pasti tahu ada berapa orang yang datang untuk pemotretan kali ini. Lagipula, dia yang memimpin hotel tempat kita menginap. Pastilah dia tahu tentang kita," jelas Sophia salah satu model yang mengagumi William.

"Ck, Tidak mungkin sekali," decak Angel, ia menggelengkan kepalanya seolah tak percaya.

"Tidak masalah jika kau tak percaya. Ingat, kamu yang paling muda di sini, jadi harus mendengarkan kami kakak-kakakmu. Jangan menimbulkan masalah untuk kami, jadi kamu harus ikut malam ini. Pergi ke kamarmu dan segera bersiap-siap," tegas Sophia pada Angel.

***

Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada waktu istirahatnya yang terganggu. Angel bahkan tak peduli jika Pak William menjadikan president suite room untuk pesta penyambutan mereka. Jadi, yang akan Angel lakukan adalah mengunci pintu hotel, mandi, memakai pakaian yang nyaman, mematikan hp, lalu bergelung dengan selimut. Ia yakin, ketidakhadirannya takkan memberi dampak apapun, lagipula ia masih di bawah umur. Ia tahu, pesta macam apa yang akan dilakukan mereka.

Tapi ternyata Angel salah. Tanpa kehadirannya, maka pesta penyambutan tak pernah ada.

"Bukankah hari ini ada 7 orang yang datang? Atau aku salah menghitung?" suaranya yang dalam dan penuh intimidasi menggema di ruangan yang sunyi. 6 orang yang baru saja datang langsung diinterogasi layaknya kriminal, membuat kaki mereka sedikit gemetar.

"Benar Pak. Kami memang datang bertujuh, akan tetapi untuk pesta malam ini salah satu di antara kami tidak dapat hadir. Dia masih di bawah umur, pak." Sophia menjelaskan meski sebenarnya dia sendiri sedikit takut. Namun, karena merasa paling senior ia harus melindungi rekan-rekan yang lain.

Awalnya, mereka tetap ingin memaksa Angel untuk ikut ke pesta. Namun, berkali-kali pintu hotel diketuk tetap tidak ada jawaban. Karena mereka tahu seperti apa pestanya kelak dan Angel belum genap 18 tahun, maka mereka memutuskan untuk membiarkan Angel beristirahat.

Tidak ada tanggapan dari William, ia hanya menatap tajam pada gadis yang baru saja berbicara. Dimas, asistennya bergerak menuju Sophia dan membisikkan sesuatu. Tak lama kemudian Sophia bergegas keluar ruangan dengan ketakutan yang kentara.

William bangkit, berjalan meninggalkan ruangan pesta.

"Kalian bisa menikmati makanan dan minuman yang ada di sini," tukas Dimas lalu pergi mengikuti William.

Semua orang menghela nafas lega. Dalam hati mereka mengutuk Angel yang menimbulkan masalah.

Dasar Angel!

***

Meskipun Sophia masih kebingungan dengan marahnya Pak William atas ketidakhadiran Angel di pesta penyambutan, ia tetap melaksakan perintah untuk tetap menjemput Angel di kamarnya.

Namun, tak lama ia mengetuk pintu kamar Angel dan tak ada jawaban. Sophia dibuat terkejut dengan kehadiran Dimas yang membawa kartu akses untuk membuka pintu kamar Angel.

Sophia terburu-buru masuk dan melihat Angel tengah bergelung dengan selimut sambil tersenyum.

Enak sekali kau Angel, tidur dan mimpi indah sementara kami harus mempertaruhkan nyawa dan karir kami karena kamu.

"Angel, bangun..." Sophia menarik selimut putih yang seketika ditarik oleh Angel.

"Angel, bangun!" ulangnya dengan suara lebih keras.

Terkejut, Angel membuka matanya, tangannya ditarik Sophia agar ia segera duduk.

"Kak, apa yang kau lakukan?! Kau mengganggu mimpi indahku..."

"Halo Angel..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!