Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luk dan Helena
Seketika raut wajah Helena berubah, ia menunduk.
"Baiklah Luk.. Memang sudah waktunya kau kembali ke keluargamu, mereka pasti menghawatirkanmu yang sudah lama menghilang kan, pergilah"
"Helena.. kau juga harus pergi dari sini kan? Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di sini, kau juga kembalilah ke keluargamu, kau bilang kau sengaja meninggalkan rumah orang tuamu 3 tahun lalu.. Ayo kita pergi bersama Helena, aku akan mengantarmu sampai kediaman keluargamu" bujuk Luk.
"Aku pergi karena kehadiranku tak diterima oleh siapapun disana.. Jadi untuk apa Luk"
"Tidak Helena.."
Helena memotong pembicaraan kemudian duduk memunggungi Luk.
"Pergilah dan jangan hiraukan aku, aku sudah terbiasa hidup disini sendirian, kita hanya tinggal bersama 15 hari, waktu yang kuhabiskan sendirian disini jauh lebih lama, tidak ada yang perlu kau khawatirkan karena pada dasarnya kita berdua hanyalah orang asing bagi satu sama lain kan.."
"Baiklah jika itu maumu, terimakasih kau sudah merawatku selama ini, aku akan kembali untuk menepati janjiku tentang imbalan.."
Helena kembali memotong pembicaraan.
"Tidak! Jangan kembali! Aku tak memerlukan imbalan atau apapun darimu. Aku lelah, aku akan masuk ke kamarku"
.
Mereka tak saling bicara setelah itu.. Keduanya sama sama gelisah di tempat tidur masing masing, sibuk dengan pikiran masing masing.
Bagi Helena hidup menyendiri adalah hal yang lebih baik dari pada harus hidup bersama orang lain yang tak menganggap kehadirannya, namun waktu yang dihabiskannya bersama orang lain seolah menjadi penebusan rasa kesepiannya selama ini, hingga kini rasanya ia tak sanggup harus merelakan saat ini.
"Kami hanyalah orang asing yang cepat atau lambat harus berpisah.. Karena kami hanya orang asing" Helena terus menggumamkan kata kata itu untuk meyakinkan hatinya.
Akhirnya malam pun berlalu begitu saja tanpa mereka berdua memejamkan mata.
"duk .duk..duk .." Suara Luk mengetuk pintu kamar Helena pelan.
"Helena..aku pergi sekarang" ucap Luk. Namun ia tak mendapat respon.
"Terimakasih untuk semuanya.. Aku tak akan melupakanmu Helena"
Akhirnya Luk pergi tanpa sempat melihat Helena. Setelah beberapa saat berperang dengan pikirannya sendiri akhirnya Helena beranjak dari kamarnya, ia melihat tempat tidur Luk yang sudah rapi, masih tersisa jejak kehangatan disana, ia mulai sadar dengan perasaannya, saat mengingat momen bersama Luk, momen saat ia pulang dari bekerja diladang yang ditemani oleh Luk dari kejauhan dan semua hal yang menyertai kehadiran Luk membuatnya terus menantikan hari hari lain dengan berdebar debar.
Helena menyadari inilah yang disebut cinta.
Helena bersedih karena merasa terlambat menyadari perasaannya sendiri, tanpa sadar ia menangis, ia merasa ditinggalkan sendirian lagi, penyesalan menyergap hatinya yang pilu.
Namun tiba tiba ia berubah pikiran, ia bangkit kemudian berlari keluar rumah untuk mengejar Luk yang mungkin saja belum terlalu jauh.
Kali ini saja tolong jangan membuatku hidup dalam penyesalan.
Helena berlari sekuat tenaga hingga nafasnya tersengal senggal, tapi ia tak bisa melihat Luk meski dari kejauhan.Perasaannya tak karuan, tatapannya menjadi tak fokus sampai akhirnya kakinya tersandung akar pohon.
"Argh.."
Helena terjatuh, kepalanya menunduk dengan raut wajah yang putus asa.
Saat ia merasa pasrah seseorang berhenti di hadapannya sembari mengulurkan tangan, dia adalah Luk.
Helena menerima uluran tangan Luk, namun tangisannya semakin menjadi.
"Jangan tinggalkan aku Luk.." ucapnya pilu.
"Apa yang kau lakukan Helena, bukannya aku hanya orang asing bagimu?" ucap Luk sembari membasuh air mata Helena dengan tangannya.
"Ak..akuu.. tak bisa lagi sendirian Luk, jangan pergi.." rintihnya.
Luk yang merasa resah segera memeluk Helena erat erat, fikiran Luk berkecamuk, perasaannya sama dengan Helena saat ini namun ia harus kembali ke kehidupannya, ia sadar meski logikanya berfikir seperti itu namun faktanya tubuhnya malah berjalan kembali ke arah dimana Helena berada.
Baiklah.. Untuk sekali ini saja aku akan mengikuti kata hatiku saja..
"Aku tak akan pergi Helena, tak akan" ucapnya dengan penuh keyakinan.
Akhirnya mereka berdua saling menyatakan perasaan satu sama lain dan setelah beberapa hari mereka memutuskan untuk menikah.
Mereka berdua hidup damai, karena tubuh Luk sudah sehat, maka ia ikut membantu setiap pekerjaan Helena, justru semakin banyak pekerjaan yang bisa dilakukan Luk, seperti memperbaiki atap yang bocor sampai memotong kayu bakar.
Satu bulan setelah menikah Helena akhirnya mengandung buah cinta mereka, Helena merasa kedepannya hanya akan ada hal hal baik dan kebahagiaan untuknya, suami dan anaknya.
...****************...
10 tahun kemudian.
"Ayah pulang Sylvanna, lihat apa yang Ayah bawa untukmu.. aku pulang istriku.." ucap Luk begitu membuka pintu rumah.
Anna kecil yang sangat menyukai ayahnya itu segera menghampirinya..
"Waahhh.. Ayah membawakan ku boneka baru dan gaun Tuan putri rupanya"
"Tentu Ayah harus membawanya jika Tuan putriku memintanya, kau suka putriku?"
"Suka banget Ayah.. Terimakasih" Anna kecil meraih hadiahnya lalu mengecup pipi Ayahnya.
"Iya sama sama Putri Ayah, cobalah gaunnya putriku pasti sangat cocok mengenakannya"
"Baik Ayah.." Anna berlari ke kamar membawa hadiahnya.
Helena mendekati suaminya
"Sayang.. Bukankah Anna sudah cukup besar untuk menerima hadiah boneka?"
"Boneka tidak hanya untuk bayi saja istriku, selama putri kita menyukainya, semuanya boleh" ucap Luk.
"Dan gaun itu terlihat sangat mewah.. apa kau punya cukup uang untuk membelinya sayang?"
Semakin lama mengenal suaminya Helena semakin curiga dengan latar belakang keluarga yang tak pernah di ceritakannya. Setiap hari sejak kelahiran Putrinya Luk selalu membawa barang barang bagus yang tidak cocok dengan keadaan rumah mungil mereka tapi saat Helena mencoba bertanya Luk selalu menjawabnya dengan santai, kadang juga mengalihkan pembicaraan dengan natural.
Awalnya Helena hanya percaya apapun yang dikatakan suaminya asal putri mereka bahagia, tapi lama kelamaan banyak sekali hal janggal dari suaminya yang sudah seharusnya ia ketahui.
"Gaunnya memang bagus, katanya itu adalah gaun yang sedang tren di kalangan anak anak" jawab Luk.
"Sayang.. Kemarin saat aku dan Anna berjalan di pasar desa seberang, orang orang terus berbisik bisik menatap Anna karena pakaiannya, bahkan ada yang bilang gaun Anna hanya bisa dimiliki oleh anak anak bangsawan kalangan atas, orang orang jadi menuduh kami mencuri gaun milik bangsawan" keluh Helena.
"Apah? Siapa yang berani beraninya menuduh kalian mencuri?" ucap Luk yang mulai geram.
"Semua orang dipasar.."
"Jadi karena hal ini kau dan Anna selama sepekan ini hanya diam dirumah? Para penduduk desa benar benar keterlaluan, haruskah aku mengobrak abrik pasar itu, lalu menggorok leher orang orang sekarang juga!!" ucap Luk seraya mengambil pedangnya.
"Tunggu!! Apa yang mau kau lakukan?"
Helena yang cemas berusaha menghalangi Luk keluar dari rumah.
"Tenanglah.. Kenapa kau semarah ini suamiku?" bujuknya.
"Hal seperti ini harusnya langsung kau katakan padaku!! Mengapa sampai diremehkan orang lain begini! Aku tidak terima Helena! Biarkan aku pergi!"
Bersambung