NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 02

MALAM YANG BURUK

Jantungnya berdegup kencang saat orang lain mencoba dan memaksa mencium bibirnya, hingga tak bisa meronta, pria itu seperti lingai melakukan hal semacam itu hingga berhasil membuka semua pakaian Aria.

“No.... Aku mohon, jangan lakukan itu.” pintanya memohon, namun ciuman dan gigitan masih memberinya kenikmatan disetiap tubuh polosnya. Hingga pria itu berhasil memasukkan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.

Bibir Aira dibungkam oleh tangan besar saat hentakan pertama yang cukup kasar membuat jari kakinya melengkung.

Desahan dan erangan mulai keluar, namun tak ada kata-kata yang keluar dari mulut pria asing itu, hingga gerakannya semakin cepat dan membuat Aria tak bisa mengontrol tubuhnya sendiri.

Air matanya hanya mengalir, dan keadaan gelap seolah melahap semuanya malam ini.

.

.

.

Kesunyian adalah hal pertama yang Aria sadari saat membuka mata. Tidak ada suara musik. Tidak ada tawa. Tidak ada Nara atau Evan.

Hanya sunyi… dan rasa sakit yang menjalar perlahan di seluruh tubuhnya.

Langit-langit ruangan itu tampak asing. Putih, bersih, terlalu rapi. Seperti kamar hotel mahal yang tidak pernah ia pijak sebelumnya.

Aria tidak langsung bergerak. Ia hanya menatap kosong, mencoba mengingat. Namun begitu ingatan itu datang— napasnya tercekat.

Potongan-potongan malam itu kembali, seperti pecahan kaca yang menusuk satu per satu. Kegelapan. Tangan yang membungkam. Tubuh yang tidak bisa bergerak. Suara napas yang bukan miliknya.

(“NO.... LEPASKAN AKU, aku mohon...”)

Aria menutup mata rapat saat mendengar desahan dan erangan itu. “Pria bajingan.”

Bukan karena takut, tapi karena marah.

Air mata jatuh tanpa suara, mengalir ke pelipisnya. Ia tidak menjerit. Tidak histeris.

Tangannya mengepal di atas seprai. “Bajingan… Menjijikan.” bisiknya lirih, suaranya serak dan dingin serta merasa dirinya kotor.

Dengan susah payah, ia bangkit dari tempat tidur. Tubuhnya terasa berat, tapi ia memaksakan diri berdiri.

Tatapannya menyapu ruangan. Tidak ada siapa pun. Hanya satu hal yang menarik perhatiannya—selembar cek di atas meja.

Aria melangkah mendekat tanpa peduli dirinya sedang mengenakan pakaian dalamnya saja, tangannya gemetar saat mengambil cek tersebut yang ternyata kosong.

Tanpa nominal.

Namun nama di sudut bawahnya membuat napasnya berhenti << de Santos>>.

Sejenak, Aria hanya menatap nama itu.

Lalu sesuatu dalam dirinya… pecah. Cek itu diremas kuat dalam genggamannya.

“Seolah aku bisa dibungkam dengan ini?” suaranya bergetar, bukan karena lemah—tapi karena amarah yang terlalu penuh.

Tanpa berpikir panjang, ia mengambil tasnya dan pergi dari hotel neraka itu.

Selang beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Aria sampai di kantor polisi, cukup ramai, namun terasa dingin.

“Hei, kemarilah. Apa keluhan mu, Nona?” tanya polisi yang melambai ke arah Aria.

Wanita itu berdiri di depan meja, tangannya mencengkeram kuat tepian kayu.“Saya ingin melaporkan penculikan dan pemerkosaan,” katanya tegas.

Dua petugas yang duduk di balik meja saling pandang.

“Siapa pelakunya?”

“Dia memberiku cek kosong, dan mencoba membungkam dengan itu. Ada nama yang tertera, de Santos.” jelas Aria yang mana cek tersebut di ambil oleh salah satu polisi tadi dan ditatap cukup lekat.

Namun seketika, tawa terdengar ringan namun menusuk bagi Aria, saat keduanya tertawa remeh.

Aria mengernyit, menatap marah. “Apa yang lucu?”

Salah satu dari mereka bersandar santai, menatap Aria dari atas ke bawah. “Kau yakin itu pemerkosaan?”

“I-iya.” suara Aria gugup karena terheran.

Petugas itu menyeringai tipis dan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. “Kami sudah banyak mendapat laporan seperti ini, dan kebanyakan para wanita mendesah menikmatinya, apalagi mereka diberi cek kosong seperti ini.”

Darah Aria mendidih, ia hanya diam menatap polisi tersebut.

“Biar kami beritahukan sesuatu,” potong petugas lain dengan nada meremehkan. “Kalau seorang wanita… tidak melawan, bahkan terdengar menikmati—itu bukan pemaksaan.”

Tamparan kata-kata itu terasa lebih menyakitkan dari apa pun.

Wajah Aria memucat, namun matanya menyala.

“Jadi... apa kau mendesah saat pemerkosaan itu terjadi?”

Sebisa mungkin Aria menahan air matanya dan emosi yang mendidih di kepalanya. “Aku dipaksa,” ucapnya pelan, penuh tekanan. “Aku tidak punya kendali atas tubuhku.”

“Ya, ya…” pria itu mengangkat bahu. “Saran kami, lupakan saja.”

Aria menatapnya tak percaya.

“Kalau tidak ingin berurusan dengan orang-orang pembunuh dan berbahaya,” lanjutnya santai, “lebih baik kau diam. Tidak semua kasus… aman untuk dibuka, Nona.”

Sunyi. Aria mengepalkan tangannya.

Ia mengerti sekarang. Ini bukan tentang hukum. Ini tentang kekuasaan.

 Aria mengangguk-anggukkan kepalanya faham. “Aku mengerti.” ucapnya pelan yang membuat kedua polisi tadi menatapnya santai, hingga Aria kembali menatap mereka.

“Fuck you!” umpat Aria pada keduanya lalu pergi.

Tentu kedua polisi tadi nampak marah namun mereka tetap bersikap tenang agar tidak menjadi masalah besar.

...***...

Air mengalir deras dari shower. Aria berdiri di bawahnya, tanpa busana.

Air itu tidak terasa dingin, namun tidak bisa mendinginkan hati dan kepalanya yang kalut dalam amarah.

Ia hanya berdiri diam, membiarkan air membasahi wajahnya, bercampur dengan air mata yang tak bisa ia hentikan.

Tangannya terangkat perlahan, menutup wajahnya. Tubuhnya bergetar, bukan karena lemah. Tapi karena semuanya terlalu berat untuk ditahan sendiri.

“Seharusnya aku tidak datang...” ucapnya menyesal.

Saking sedihnya, Aria bahkan tidak mendengar ketukan ataupun panggilan dari kedua temannya yang ingin melihat kondisinya usai semalam tak jadi datang.

Wanita berambut sepunggung itu hanya diam meratapi kesedihannya dan lukanya malam ini.

Di sisi lain, pria dengan kemeja putih baru saja keluar dari mobil mewahnya, tatkala dirasa dirinya sudah mulai terlihat baik-baik saja setelah mabuk berat semalaman. “Shit!”

Matteo de Santos. Adik tiri Lorenzo yang baru saja menampakkan wajahnya di mansion setelah kesenangannya semalam dengan wanita tak dikenal.

“Selamat datang kembali, tuan Matteo!” sapa pelayan cantik di sana.

“Hm. Di mana yang lain?”

“Maksud Anda... ”

“Semuanya.”

“Tuan Emilio sedang sibuk mengurus bisnis bersama tuan Lorenzo sebagai tangan kanannya. Sementara, Nona Adriana menemani ayahnya, tuan Vitorio entah ke mana dan Nyonya Monica...”

“Aku di sini!” seketika suara seorang wanita bernama Monica membuat Matteo tersenyum miring menatap ibunya. Sosok yang berwibawa dan sangat dia sayangi melebihi ayahnya.

Pria itu langsung memeluk ibunya dengan senang usai beberapa bulan dia melakukan perjalanan jauh untuk belajar berbisnis. Namun sayangnya, Matteo terlalu jauh dan selalu dianggap ceroboh karena memang dia ceroboh.

“Senang melihatmu sayang. Jika aku tahu kau pulang hari ini, mungkin kita bisa adakan pesta untukmu.”

“Itu tidak perlu. Tapi kita bisa merayakan kecil-kecilan malam ini, karena aku membawa calon menantu untukmu.” bisik Matteo.

Monica memutar bola matanya malas. “Astaga... Berhenti bermain wanita dan fokus saja merebut hati ayahmu.”

“Ck, itu hal yang mudah. Tenang saja, toh Loren juga sudah mengurus nya.” ucap remeh Matteo yang membuat Monica melipat kedua tangannya lalu berbalik menatap putranya.

“Jika seperti ini terus, maka kau yang akan tersingkirkan, Matteo. Untuk saat ini Lorenzo sudah menjadi tangan kanan ayahmu, bagaimana setelah ini?”

pria itu terdiam dan malas mendengar perdebatan soal hal yang sama. Dia hanya ingin bebas menikmati harta dan wanita, itu saja.

“Lebih baik kita simpan pertengkaran ini, sebentar lagi tamuku akan datang.” kata Matteo yang langsung pergi begitu saja.

Monica hanya mendengus lelah dan malas menuturi anaknya itu. Namun dia harus.

...°°°...

Hai guysss!!!! sudah kubilang aku tidak bisa move on untuk berhenti menulis terlalu lama uyyyy, mungkin ini sudah penyakit deh 🥴 eittsss tapi aku bawa cerita baru bau mafia yaaaa bukan ketiak.

Dan iya, mohon maaf lahir dan batin kalau judulnya sama dengan milik orang lain, karena aku hanya terinspirasi saja kok, tapi isinya lain dari yang lain.... Percaya deh!!

Dan cerita kali ini mungkin membuat kalian lebih ha ho he yaaa dan menguras emosi. Tapi dijamin seruu, dan semoga kalian suka 😁

Seperti biasa, jangan pelit dan jangan lupa tinggalkan jejak semangatnya uyyy!!!!

LIKE ✅

KOMEN ✅

RATE ⭐ 5 ✅

VOTE ✅

FAVORIT ✅

Thanks and See Ya ^•^

1
Tiara Bella
akhirnya ngobrol dr hati ke hati ini Aria sm Lorenzo... curhat soal ibu mereka berdua
Four.: iya juga 😁
total 1 replies
Kinara Widya
sebenarnya yg membunuh ibunya Loren... Emilio apa lorenzo,..atau jgn2 Monica...
Kinara Widya: lanjut kak...
total 2 replies
vnablu
sabarrr Lorenzo semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu 😌😌
Four.: ho, oh
total 1 replies
vnablu
udah bener kata Lorenzo di rumah aja duduk maniss😄
Four.: membosankan tau
total 1 replies
Tiara Bella
aku suka ceritanya bagus....Dar der dor....
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
makanya Aria km gk ush keluar dr rmh ya itu diincer orang untuk dibunuh.....
Four.: enggak kok, GK sengaja
total 1 replies
Kinara Widya
habis tegang....eee lapar mereka.
Four.: biar GK tegang Mulu 😁
total 1 replies
Tiara Bella
vittorio ember bocor bngt ya.....
Four.: sangat berhati-hati harusnya
total 1 replies
vnablu
kamu salah tuan kan itu memang anak nya Lorenzo sebelum kalian semua punya rencana tersembunyi tapi Lorenzo sudah beberapa langkah di depan kalian semua 😌😌
Kinara Widya: selalu bikin penasaran ni kak four...❤️
total 4 replies
sleepyhead
Baru mendengar Namannya saja kalian sdh begitu khawatir, bagaimana jika dia ada dihadapan kalian 😁
Four.: auto 😱😱😱
total 1 replies
sleepyhead
Karena kau akan selalu aman jika pergi dengannya
sleepyhead: Teh celup lagi 😂
total 2 replies
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 kucing nakal
Four.: nakal banget 🤭
total 1 replies
sleepyhead
Terlalu lama dia dimanfaatkan oleh Papa nya dan Ibu gundiknya
Four.: ho,oh cuman menunggu 20 aja kurang 5 tahun lagi kok😁
total 1 replies
vnablu
semangat terus up nya thorr...aduh Lorenzo bilang aja kamu mau Deket" Aria 🤭🤭
Tiara Bella
Aria percaya deh sm suami km🤭
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
makin seru ceritanya...lanjut kak
Four.: wokehhhh
total 1 replies
sleepyhead
wakakakakkk...
Four.: wahhh bahaya nihh orang😌
total 5 replies
sleepyhead
Pintar, gass...
Four.: harus donggg uyyy 😁
total 1 replies
vnablu
yang ada kamu tambah nyaman tidurnya karena ada Lorenzo di sebelah kamu 🤭🤭
Four.: iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
apakah Meraka berdua Aria sm Lorenzo akan bucin pd waktunya....
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!