"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-
Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.
Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.
Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.
Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.
Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.
Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.
-----
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Cinta pertama
"Sherra Adara!!"
Gadis yang semula menangakupkan kepalanya diatas meja seketika terjingkat kaget. Dengan wajah acak acakannya ia memegang dadanya sendiri saat Bu Dini selaku guru Bahasa inggrisnya memukul rotan kearah kursinya.
"Beraninya kamu tidur dikelas saya Sherra!!" Murka Bu Dini. Sherra yang nyawanya belum terkumpul menatap keatah gurunya kebingungan.
"Ibu.. Ngomong sama saya?"
"SHERRA ADARA KELUAR DARI KELAS SAYA!!"
BRUKK.
Sherra memegang keningnya yang terhantuk pintu. Gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal kemudian menghentak hentakkan kakinya.
Nalurinya selalu menginginkan Sherra untuk tidur karena bosan. Gadis itu tak pernah fokus belajar karena pikirannya selalu melayang pada novel yag belum selesai ia baca dirumah. Atau paling tidak pada Jeff yang entah sedang apa sekarang.
Sherra memang bukanlah gadis rajin nan pintar yang selalu rangking satu di setiap kenaikan kelas. Bukan jiga anak pintar yang jadi kebanggaan guru.
Sherra itu hanya gadis cantik dengan otak kosong yang bisa merengek pada sang mama.
Nilai pelajarannya juga jauh dari sempurna. Bahkan jika dapat nilai 70 itu artinya Sherra sedang mendapat jackpot dari tuhan. Karena sebelumnya untuk mendapat 50 pun sulitnya bukan main.
"Napa lo?"
"Mona~gue diusir sama Bu Dini" rengek gadis itu pada Mona yang sedang asyik merokok di markas Pasbara. Gadis itu memang salah satu anggota dari mereka sekaligus salah satu sahabat Sherra.
"Sekarang kenapa lagi?" Sherra mengerucutkan bibirnya.
"Masa gue tidur doang diomelin"Adu Sherra mendudukkan dirinya disamping Mona. Beruntung markas sedang sepi pagi ini karena anggota lain masuk kelas.
"Ya lo salah bego!"
"Ya tapi kan gue ngantuk! Mata gue gak bisa kebuka" Ujar Sherra membuka kelopak matanya besar besar walau pada akhirnya turun juga. Mona tertawa kecil menepuk nepuk rokoknya pada asbak.
"Kata gue juga apa, mending bolos aja. Kaya gue" Sherra yang memag dasarnya sudah polos menganggukkan kepalanya.
"Iya, bener kata Lo" gadis itu melipat kedua tangannya diatas dada.
"Mulai besok kalo ada pelajaran bu Dini lagi gue bakal bolos. Jadi, jangan lupa ajakin gue ya Na"Pinta gadis itu membuat Mona terkekeh. Sherra memang anak yang mudah terbawa arus pergaulan. Apalagi saat masuk Geng Mona dan Zara. Dimana keduanya adalah bagian dari Pasbara yang terkenal liar dan tanpa aturan.
...______...
"Calon suami!!"
Pekik gadis itu menghalau Jeff dan teman temannya yang hendak pulang. Mona dari belakang tubuh gadis itu berusaha menahannya namun tau sendiri, walau terlihat lemah lembut Sherra sebenarnya adalah singa yang menyamar jadi manusia.
"Tungguin elah! Cepet banget heran!" Gerutu Mona. Zara dengan jaket varsity birunya juga ikut menyusul mereka.
"Jeffranz mau pulang ya? Nebeng dong!" Jeff memutar bola matanya malas sedang Jojo langsung melangkah maju. Mendekati Sherra.
"Hallo manis. Mau pulang? Mending sama kak Jojo aja. Mau gak?" tawar Jojo. Sherra tersenyum kearah lelaki itu.
"Gamau. Motor lo tinggi gue susah duduknya" anggota yang lain langsung tertawa. Sedangkan Jojo mengerucutkan bibirnya seraya melempap lirikan seram pada Sherra.
"Itu namanya motor ninja. Emang begitu modelnya"
"Iya Jelek. Enakan motor Jeff!"Ejek Sherra memeletkan lidahnya.
Memang Jojo utu motornya ninja yang modelnya agak nonggeng sedangkan Jeff itu KLX. Dari segi namanya saja sudah beda apalagi modelnya.
Beberapa waktu lalu Sherra pernah dibonceng pulang oleh Jeff dan Sherra akui ia sangatlah nyaman duduk di jok motor lelaki itu. Berbeda dengan motor Jojo yang joknya licin dan Sherra sulit untuk menjaga jarak.
"Jeff ayook aku mau pulang sama kamu!!"
"Gak!" Tolak Jeff mentah mentah seraya berjalan duluan menuju parkiran. Melihat hal itu Sherra langsung menyusul langkah lelaki dengan surai coklat terang tersebut.
"Jeff ayolah aku gak punya ongkos. Uangnya udah aku beliin buku paket tadi" tutur Sherra menuruni undakan menuju parkiran.
"Bodo amat"
"Jeff pleasee... Rumah kita kan searah" Paksa gadis itu berusaha menyentuh tangan Jeff namun belum juga tersetuh Jeff sudah menepisnya kasar.
"Heh Miskin!Lo pikir gue supir pribadi lo?" Sherra tetperanjat saat Jeff membentaknya keras.
"Gak punya ongkos ya tinggal jalan gausah maksa! Ribet lo jadi cewe!" Sherra yang merasakan dadanya ikut sakit mendengar bentakan Jeff hanya mampu terdiam kaku. Membiarkan lelaki itu pergi kemudian meninggalkan Sherra yang berdiri. Sendiri.
"Sher... " Mona menepuk pundak sahabatnya.
"Udah, lo balik sama kita aja" Ujarnya. Sherra menoleh kearah dua temannya sambil menatapnya bergantian.
"Gapapa?"
"Yaelah kaya sama siapa aja!" Mona merangkul bahu Sherra begitupun Zara yang mengikuti mereka. Kemudian ketuganya langsung memasuki mobil milik Zara.
Diantara mereka. Memang hanya Zara yang memiliki segalanya.
_______
Tok
Tok
Tok
Cklek.
"Loh Kai? Mau nyari Sherra ya?"
Helmi Kairav atau biasa dipanggil Kai. Adalah sahabat masa kecil Sherra. Satu satunya anak yang dulu menemani Sherra kala gadis itu diejek karena tak memiliki ayah
Satu satunya lelaki yang tak menganggap Sherra murahan karena sang ibu yang dianggap perusak rumah tangga.
Satu satunya yang menemani Sherra dalam sulit kehidupannya sekaligus menjadi satu satunya lelaki yang mencintai gadis itu.
"Iya Tan. Sherranya belum pulang?"
Bersamaan dengan itu suara klakson mobil terdengar dan nampaklah Sherra keluar dari pintu mobil kemudian melambaikan tangannya pada sahabatnya yang hendak pergi. Sebelum membalikkan badannya dan langsung berhadapan dengan Kai.
"Itu Sherra" Sherra menatap sosok di depannya dengan binar sebelum berlari menghambur kepelukan lelaki itu.
"Kai!" pekik gadis itu langsung memeluk Kai erat.
"Astaga! Akhirnya kamu pulang. Aku kangen tau"Kai terkekeh mendengar ungkapan rindu gadis di depannya.
Memang, sudah satu 2 tahun lamanya semenjak Kai pergi ke luar negri entah untuk apa. Lelaki itu kembali dengan wajah yang sama dan netra sehangat dulu. Tak pernah pudar ataupun berubah.
Tetap Kai yang Sherra kenal.
"Kalo gitu ayok kita masuk! Kamu masih ada hutang cerita sama aku!" Ujarnya lucu. Kai terkekeh gemas kemudian mengacak acak surai coklat itu sebelum akhirnya mengikuti Sherra untuk masuk kedalam rumah minimalis dengan banyaknya bunga bunga cantik.
_____
"Mulai hari ini Kai akan tinggal bersama kita"
Wanita berumur 40 tahun itu seketika terbelalak. Urat urat nadinya menegang bersama rahangnya yang mengeras kala mendengar penuturan suaminya yang baru saja pulang dari kantor.
"Kamu gila? Aku gak sudi ya nampung anak pelakor itu!"
BRAK.
Jerome Altair. Seorang CEO dari Ruang BK menggebrak meja dengan kasar namun Jena. Istrinya sama sekali tak bereaksi takut. Wanita itu malah semakin menatap suaminya nyalang.
"Gimana pun juga dia anak aku Jena! Dan kamu harus terima itu!" Bentak Jerome. Jena ikut bangkit dari duduknya.
"Gak! Sampai mati pun aku gak terima dia dikeluarga kita! Kalau kamu bawa dia kesini itu artinya kamu siap liat aku pergi!" Tukasnya pergi menjauhi ruang tamu lalu menutup pintu kamarnya kasar. Jerome mengusap wajahnya pasrah melihat tingkah istrinya yang sama sekali belum bisa menerima kenyataan.
Jika memang dari awal Jerome sudah menempuh jalan yang salah. Dan anak anak mereka korbannya.
Jeff dari balik lantai dua menoleh kearah sang ayah yang terlihat gelisah di bawah sana. Lelaki itu tertawa kecil.
"Jadi.... Dia udah berani mengusik?"
5 tahun lalu. Jeff pikir setelah ayahnya memutuskan membawa hama itu menjauh. Mereka akan pergi atau mati.
Rupanya dia kembali. Dan ingin merebut tempat yang telah lama Jeff tempati.
______
"Jadi, kamu dipaksa untuk pindah??" Kai mengangguk. Sherra menumpu wajahnya dengan kedua tangan. Gadis itu memandang sahabatnya sendu.
Hidup Kai itu sama perihnya. Lelaki itu kehilangan ibunya di tahun ke 15 usianya saat itu. Ibunya meninggal dengan tragis sampai membuat Kai trauma dan dibawa oleh ayahnya.
Dulu mereka bertetangga. Rumah Kai tepat di samping rumahnya yang kini sudah terisi orang lain dan dua tahun lalu Kai tiba tiba pergi tanpa pamit meninggalkan Sherra sendiri.
Sampai beberapa bulan setelahnya lelaki itu mengabarkan jika dia tengah berada di australia dan sekolah disana sementara.kai juga berjanji akan pulang segera.
Dan hari ini dia menepati janjinya. Untuk kembali pulang pada Sherra yang merupakan rumah sebenarnya.
"Diminum Nak" Mama Dinda menyodorkan segelas es teh pada Kai dan susu coklat hangat kesukaan putrinya.
"Gausah repot repot tante"
"Gapapa. Tante kebelakang dulu ya" Kai tersenyum. Mama Dinda sudah seperti ibu kedua untuknya. Selain dulu Mama Dinda bersahabat dengan almarhum ibunya. Mama Dinda juga merupakan orang yang hangat.
Sama seperti Sherra. Yang menerima Kai dengan lapang tanpa pertimbangan.
"Sekarang kamu tinggal dimana?" Tanya Sherra setelah menyeruput susunya.
"Dirumah papi" Sherra terdiam. Masih dengan gelas yang menempel di mulutnya.
"Papi? Jauh gak??" Kai menggeleng. Menikmati es teh buatan Mama Dinda yang rasanya sama sekali tak berubah.
"Enggak. Masih sekitaran sini, ya gimana ya sekolahku juga pindah kesini"
"Seriusan??? Kamu bakal menetap disini lagi??" Tanya Sherra antusias. Kai mengangguk.
"Iya, aku bakal tinggal disini lagi"Sherra tersenyum.
"Terus terus. Kamu sekolah dimana? Pleasee masuk Smabara dong" Kai terkekeh gemas melihat Sherra yang selalu berbicara dengan wajah Ekspresifnya.
"Maaf ya... Kayaknya gabisa"
"Kenapa?"
"Papi udah masukin aku ke SMANJAYA. Ya, karena cuman sekolah itu yang mau nerima anak kelas dua belas tanpa ngulang kelas"
"Yah :( " Suara Sherra terdengar kecewa.
"Tapi kita masih bisa sering ketemu kan?" Tanyanya kembali. Kai menatap gadis itu. Menenangkan.
"Pasti, aku bakal anter jemput kamu"
"Seriusan???"
"Iya, lagian sekolah kita searah kan? Jadi mulai besok kamu gausah Nunggu bus lagi"
"Kok kamu tau sih aku masih suka naik bus?" Kai tertawa kecil.
"Ada deh" Sherra menatap penuh selidik.
"Kamu mata matain aku ya?"
"Pede banget. Aku cuman nebak tadi"
"Bohong! Pasti kamu nyuruh temen temen kamu buat mata matain aku! Jujur gak?" Sherra mencubit tangan Kai yang membuat lelaki itu tergelak bukannya meringis kesakitan.
Kai memandang gadis itu lembut. Bahkan disaat Sherra mengomel dengan cerewet pun Kai selalu menyukainya.
2 tahun rasanya berat saat Sherra tak ada di sampingnya.
_____