NovelToon NovelToon
Mantan Nyebelin

Mantan Nyebelin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Evhae Naffae

"Kita putus saja, gue gak nyangka lo segendut itu, gue kira lo cuma montok saja. Sorry, gue gak suka sama cewek gendut." Begitulah isi pesan yang dikirim oleh Allan kepada Aline, setelah pertemuan pertama mereka.

Sejak saat itu, Aline bersumpah akan kurus dan melakukan diet ketat. Ia bertekad pas masuk SMA nanti, berat badannya sudah harus ideal.

Hem, entah jodoh atau kesialan, Aline malah satu SMA dengan Allan. Dan yang bikin ia makin spot jantung, mereka sekelas dengan posisi duduk berdekatan dengan si mantan nyebelin itu.

Apakah Aline dan Allan akan CLBK atau malah menjadi musuh bubuyutan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evhae Naffae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Suami

MANTAN NYEBELIN

Bagian 2 : Calon Suami

Aku jadi tak bersemangat kembali ke kelas. Apalagi setelah tahu meja Allan tepat berada di belakangku. Pokoknya aku harus bisa pindah kelas, bisa mati secara perlahan kalau berada sedekat ini dengannya. Ini bukan karena rasa cinta yang masih ada, namun karena dendam atas penghinaannya setahun yang lalu masih membatu di hati ini.

Bel pulang sekolah berbunyi, aku bernapas lega dan langsung mengemasi buku pelajaran. Aku berjalan bersama Amelia melewati koridor, ia memisahkan diri ketika melewati halaman parkiran sebab ia sekolah bawa motor sendiri.

Setelah menelepon Bang Aldi, aku berdiri di depan pintu gerbang menunggu jemputan. Sebuah motor ninja merah berhenti di sampingku.

“Hai, Line, lagi nunggu jemputan, ya?” sapa cowok di atas motor ninja itu sambil menaikkan kaca helmnya.

‘Astaga, dia Allan. Aku merengut menatapnya. Dasar cowok sok ramah, sok baik, sok deh pokoknya. Aku benci!’ Aku sedikit terkejut melihat sikap sok ramahnya.

"Iya," jawabku dengan suara datar.

"Mau gue antar pulang?" tawarnya dengan menyunggingkan senyum maut, hati ini jadi deg-deg'an.

“Makasih, gak usah repot – repot!” jawabku pura-pura acuh sambil mengontrol perasaan aneh yang mulai menjalar ke seluruh tubuh.

Taklama setelah itu, mobil Bang Aldi berhenti di hadapan kami. Seorang pria muda dengan setelan jas abu-abu keluar dari mobil. Hem, dia pasti staf kantornya abangku. Aku sediikit lega dan tersenyum kecil.

“Jadi, gak mau diantar pulang nih?” tanya Allan lagi sambil melepas helm, aura ketampanannya semakin terpancar. Sumpah, dia keren.

Hatiku makin dag – dig – dug melihat tatapan matanya, namun segera kutepis perasaan aneh yang semakin muncul tanpa komando itu.

“Benar. Itu, calon suami gue udah jemput. Gue duluan, ya!” ucapku sambil berlari masuk ke mobil dan melambaikan tangan pada Allan. Cowok berkulit putih itu tampak terkejut dan melongo. Aku yakin, ia pasti spot jantung. Aku menahan tawa.

Astaga, aku ngomong apa tadi? Kok kubilang staf Bang Aldi ini suami sih? Kulirik pria di depan setir itu. Dari tampang, ia lumayan ganteng dan penampilannya juga oke, ya ... gak malu – maluin juga kalau diakui sebagai calon suami. Biar Allan tahu rasa dan gigit jari. Aku tersenyum puas.

Mobil melaju membelah jalanan. Tanpa bercakap sepatah kata pun, kini kami telah sampai di depan rumah.

"Terima kasih, Mas," ujarku sambil keluar dari mobil.

"Iya, sama-sama. Saya permisi," jawabnya pria rambut belah samping itu.

Aku tersenyum padanya, mobil pun melaju kembali. Aku masuk ke rumah dengan sambil tersenyum mengingat ekspresi Allan tadi. 'Tahu rasa lo, Nyesel-nyesel deh dah mutusin gue.'

Keinginan buat pindah kelas kukubur sudah. Setelah kupikirkan semalaman, tak ada salahnya sekelas sama mantan nyebelin itu. Mungkin inilah saatnya menunjukkan sisi-sisi positif dalam diriku dan berharap ia menyesali penghinaannya setahun yang lalu. Bukan berarti juga aku berharap bisa balikan lagi sama dia, nggak sama sekali! Aku hanya ingin membuat die menyesali sikapnya dahulu.

**********

Pagi ini, aku sudah bersiap dengan seragam sekolah. Sesuai ultimatum dari Bang Aldi, pukul 06.30 aku sudah menantinya di teras.

"Gak sarapan dulu, Line?" Kak Andine menghampiriku yang sedang membenarkan dandanan di depan ponsel dengan kamera depan.

"Entar sarapan di sekolah aja," jawabku sambil memoles lipglos di bibir. "Takut ditinggal Bang Aldi, Kak." Aku melirik wanita berjilbab itu.

Kak Andine masuk ke dalam dan kembali lagi sambil membawa kotak makan.

"Sarapan di mobil aja, entar penyakit mag lo kambuh. Kakak tak kuasa menunggui kamu kalau masuk rumah sakit nanti. Ingat, jangan sok-sok mau diet lagi, tubuh lo dah ideal. Oke?!" ucapnya sambil menyodorkan kotak makan berwarna biru itu.

Aku menghela napas dan menerimanya dengan manyun. Gitu deh Kakakku yang semok ini, kata-katanya memang tanpa basa-basi.

Beberapa detik kemudian, Bang Aldi keluar dari rumah dan berjalan menuju mobilnya. Aku mengekor dari belakang dan mengikutinya masuk ke dalam kendaraan berwarna hitam itu.

"Nah, besok-besok harus seperti ini." Bang Aldi menyunggingkan senyumnya.

Tanpa menjawab pujian atau olokan pria yang hoby berpakaian serba hitam itu, aku masih sibuk mengamati wajah di depan kamera ponsel. Aku harus selalu tampil memesona dan harus bisa bersikap santai di depan mantan nyebelin yang sok ganteng itu. Kuhembuskan napas dengan anggun.

********

"Jangan ke mana-mana sebelum jemputan datang!" tegas Bang Aldi sebelum mobilnya melaju.

Aku hanya mengangguk dan mengacungkan jempol. Ucapan Bang Aldi memang selalu bernada perintah, aku malas membantah.

Dengan gaya anggun, aku melenggang di koridor menuju kelas. Saat melewati kelas XI IPA 1, Kak Raka terlihat menyungingkan senyum padaku. Dia Kakak kelas anggota OSIS yang waktu OSPEC begitu perhatian padaku. Cowok bermata sipit itu menghampiriku.

"Hay, Line," sapanya.

"Hay juga, Kak Raka," jawabku sambil membalas senyumannya.

"Udah sarapan belum? Ke kantin, yuk!" ajaknya.

"Belum, Kak. Aline simpan tas dulu tapi, ya .... " jawabku.

"Ayo!" ujarnya sambil berjalan di sebelahku.

Hatiku bersorak girang, pagi-pagi dah diajak sarapan ama Kakak kelas seganteng Raka. Yuhuuu, gak lama lagi mungkin dia bakal diminta jadi pacarnya. Yes, itulah jawabanku nanti.

Setelah menyimpan tas, aku menghampiri Kak Raka yang menunggu di depan kelas. Namun, ketika aku melewati pintu, Allan juga masuk ke kelas. Dia menatapku sinis. Tak kugubris dia, Kak Raka sudah menggandeng tanganku menuju kantin. Ya ampun, telapak tangannya lembut banget. Aku cekikikan dalam hati. Ini perdananya tanganku di gandeng seorang cowok.

Sarapan pagi ini terasa sangat nikmat, bubur ayam dengan bumbu senyum manis Kak Raka. Ya tuhan, aku gak nyangka bakalan secepat ini ketemu calon pacar. Setelah selesai sarapan, Kak Raka mengantarku sampai di depan kelas dan kami janjian bakalan ketemu lagi pas jam istirahat.

Bel tanda masuk telah berbunyi, dengan senyum bahagia, aku duduk di kursi dengan memalingkan pandangan dari cowok sok cool yang duduk tepat di belakangku.

"Lo selingkuh, ya, Ndut? Gue laporin calon suami lo!" bisiknya dari belakang.

Astaga, ngoceh apalagi nih cowok sok ganteng? Aku menolehnya sekilas dengan dongkol.

"Hahaa, dasar cewek gendut tukang selingkuh!" ejeknya lagi.

Aku memutar bola mata dan seketika ingatan peristiwa kemarin siang berputar lagi di kepalaku. Astaga, aku baru ingat mengenai pengakuan kalau sudah punya 'calon suami'.

"Jangan ikut campur urusan gue!" ujarku dongkol sambil menoleh sekilas.

"Hahaa, takut, ya? Sorry, gue gak bisa membiarkan perselingkuhan di depan mata," bisiknya lagi.

Tak kuhiraukan ocehan si mantan nyebelin itu, heran ... kok dia makin nyebelin aja. Pelajaran pertama dimulai, Bu Tika guru Biologi sudah memasuki kelas. Pelajaran pun dimulai.

"Oke, semua. Sekarang saya mau kalian buat makalah tentang lima materi yang sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya kasih kesempatan kalian membentuk kelompok belajar sendiri. Lima menit lagi kumpulkan nama-nama kelompok ke atas meja saya," ujar Bu Tika sambil berjalan mengitari kelas."Satu kelompok terdiri dari 4-5 siswa," sambungnya lagi.

"Bu, kami kelompok 1," ujar Allan sambil mengangkat tangan dan mengulurkan secarik kertas kepada Bu Tika.

"Oke, Allan. Anggota kelompok kamu : Allan Dirga, Farhan Nikolas, Aline Frisillia, dan Amelia Sasmita," ujar Bu Tika sambil membaca kertas dari Allan.

Oh, my god. Kok main tulis namaku tanpa konfirmasi dulu? Aku melotot pada cowok yang sekarang sedang menyunggingkan senyum jahil.

"Allan, kapan gue minta sekelompok sama lo?" ujarku.

"Emang kenapa? Lo gak kuat sekelompok sama mantan? Takut baper, ya?" ejeknya dengan terus tersenyum.

"Ih, kok nyebelin banget sih!" lirihku dengan menghembuskan napas jengkel.

"Udah, Line! Gak ada salahnya kok kalau kita satu kelompok, 'kan bangkunya dekatan." Amelia mencoba menengahi.

Aku membalikkan tubuh dan menghadap ke depan. Oke, terserah sajalah. Aku harus bisa bersikap santai. Tarik napas dan hembuskan perlahan. Marah-marah gak jelas hanya akan bikin wajah cantikku berkerut saja. Hem, aku harus selalu tampil fresh, apalagi jam istirahat udah janjian ama Kak Raka. Duh, jadi gak sabar buat ketemu dia.

Bersambung ....

1
Astia Sulastri
ahhh.. udah seneng aja karna happy ending. tp ada tapinya ini. nikahnya ga sah dong klo hamil... kenapa mesti ada hamil anak mantan sih. othor mah labil bgt. ga happy ending itu namanya. ketwan lah biar ditutupin 5 bulan soalnya hamilnya. kok aku JD greget ya. padahal cuma novel
Kahfi Maulana
Luar biasa
Erni Fitriana
mampir
Anita Cristiari
masih ditunggu lanjutannya
Anik Chiffon
bang aldi sakit..
Anik Chiffon
faiz kah..
ratna
salaj kamu sialan!!! sok jd pahlawan
ratna
emang sialan siAlan itu
Lia Yonk
koq aku jadypgn aline sm fais yah
Lia Yonk
gemesin semua ih, tapi tetep si Alan di hati
Lia Yonk
sm faiz aja deh
Lia Yonk
kl visual allan nya kyk gini sih gw setuju aline sm allan
Lia Yonk
ngakak bacanya aline aline
🦋stary🌼🌸🌼
author sehat kan... gara gara ada yang ngelike komen ku jd keinget lagi novel ini... dan ternyata blm ada lanjutannya sampe sekarang...
Cinta Meylinda
iya torch sama Faiz aj
kak pii
mampir ini penasaran..
Erna Pujii
bikin mewek tor
Erna Pujii
lanjut makin seru
Marsih Sih
mana cerita anak mantan thuor kok ngak ada
Nurul Hidayah
Thor aku gak setuju klu Aline balikan lg sm Allan, aku lebih suka dia sm farhan Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!