NovelToon NovelToon
Pekatnya Malam

Pekatnya Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:333.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lemb@yung

Salam hangat reader semua....Author kembali dengan tulisan yang kedua

Semoga bisa melepaskan rasa rindu bagi reader setia dan dapat menghibur bagi new reader ...

Bagi yang baru aja mampir dilapak Author di sarankan untuk membaca tulisan perdana dengan judul "Dia Bukan Suami Ku" yang akan membawa reader mengharu biru melalui rangkaian kata perkata yang menuntun reader hanyut seakan masuk kedalam alur cerita...

Pada tulisan kedua ini tak kalah dengan tulisan pertama... Author akan menampilkan alur cerita yang akan memberi banyak misteri didalamnya Bak Pekatnya Malam yang sulit untuk diterka...


......Deras hujan tak menghiraukan ku...
......Dinginya malam tak ku rasakan menembus kulit dan menusuk tulangku

Langkah kaki ku yang gontai... ku sisiri jalan dengan dress hitam seakan memperjelas pekatnya malam ini.....

...Aku kotor....Aku jijik dengan diriku sendiri....Aku tak dapat menegakkan kepalaku lagi...

Harga diriku ikut lenyap ditelan pekatnya malam...

one night yang teramat sulit untuk ku lepas dari raga dan jiwa ku....

aku rindu perlindungan mu .....
aku rindu pelukan mu....
aku rindu sentuhan hangat mu....
sayang.......kerinduan ini amat menusuk jantung

Ingin rasanya aku ikut pergi bersama... jauh dari hingar bingarnya dunia....

Tapi.... Aku terhenti ketika melihat paras wajahmu yang terlukis jelas pada buah cinta kita..

Dengan tubuhnya yang lemah dan tak berdaya serta tatapan matanya yang sayu..

Bola mata itu.....yang membuat ku tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya...

Sangat berharga dan teramat berarti bagi ku...didunia ini.

Azzaaaam.... Permata hatiku...
akan ku lakukan apapun untuk mengembalikan senyum manis yang membingkai diparas wajahmu...

Paras wajah yang sangat ku rindukan...



Untuk tahu lebih lanjut apa yang terjadi...

Jommmm lanjut dibaca ya reader....

Konten dewasa semoga bijak bagi dibawah umur... 21+ yaaa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lemb@yung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Laju kereta membawa aku bersama putra ku meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan... Ya masa-masa indah itu yang terasa amat singkat, dan kini harus ditinggalkan

Aku terpaksa meninggalkan semua kenangan indah, demi permata hatiku...

Ada rasa perih yang tak dapat ku keluarkan dari dalam jiwa ku, yang semakin hari semakin dalam menancap dihati ku...

Musim dingin ini seakan menambah keperihan dihati...Ku peluk erat Azzam yang telah tertidur dipangkuan ku

Akhir-akhir ini sangat jarang ku lihat senyuman itu di paras wajah putra ku. Paras wajah yang sangat ku rindukan disetiap malam ku...

Dia memiliki duplikat paras wajah ayahnya...Entah tak ada bagian yang tersisa dari ku melainkan lesung pipi yang melekat dikedua pipinya.

Hanya itu yang membuktikan bahwa ia putra ku, ketika seseorang melihat putraku tersenyum.

Namun saat ini, rintihan yang mengambarkan rasa sakit diwajah putra ku lebih banyak daripada senyum manis yang membingkai diparas wajah nan tampan.

"Kau penguat ku nak...Tak ku biarkan apapun terjadi pada mu". lirih Aiyla seraya mengusap lembut rambut kepala putranya.

Aiyla melepas pandangan mata kearah kaca jendela disamping kiri tempat duduk, seraya masih mengusap lembut kepala putranya.

Terlihat pohon pinus disepanjang jalan, dan udara dingin yang semakin terlihat dikaca. Bulir-bulir bening itu mengalir perlahan dikaca dan tak terasa bulir bening itu juga jatuh menetes dipipi.

Ya...Aiyla tak dapat menahan rasa pilu yang menyayat dihatinya dan menyeruak melalui bulir bening yang juga keluar tanpa terasa dikedua ujung matanya.

"Mengapa ujian ini terlalu berat untuk ku yaaa Tuhan, ku mohon jangan ambil dirinya dari ku". lirih Aiyla dalam hati.

Dret... Dret.. Dret..

Getaran ponsel didalam tas menghilangkan lamunan Aiyla. Terlihat panggilan masuk dari ponselnya. Aiyla menerima panggilan tersebut dan terdengar suara wanita langsung menyapa dari seberang sana.

"La...sudah sampai mana? Aku akan menjemput mu dipemberhentian kereta," ucap wanita didalam pangilan tersebut dengan nada antusias.

"Aku masih diperjalanan, tapi sekitar 25 menit lagi aku akan sampai dipemberhentian kereta, aku akan beri kabar pada mu, kalau aku sudah sampai disana". Jawab Aiyla seraya mengakhiri panggilan tersebut.

Ditengah beratnya beban hidup ini, Aiyla masih bersyukur memiliki sahabat yang mengerti akan dirinya.

Sahabat sedari kecil dan berpisah setelah sahabatnya tersebut memutuskan untuk merantau kekota untuk mengadu nasib.

Walaupun hubungan mereka berdua hanya melalui telpon setelah terpisah, tapi tak melunturkan ikatan persahabatan yang telah terjalin dengan kuat sedari masa kecil.

Sahabatnya itu masih nyaman dengan kesendirian diusianya yang tak muda lagi. Masih begitu menikmati masa lajang dan hidup dikota besar sendirian.

Untuk seorang wanita pekerja kantor diusia yang merambat 30 tahun tidak menjadi masalah. Berbeda kalau seorang wanita yang tinggal dikampung. Ini akan jadi bahan gunjingan para tetangga.

Gul lebih memilih berkarier daripada memilih cepat menikah, berbeda dengan dirinya yang bersedia menerima lamaran dari seorang pria pujaan hatinya yang menjadi ayah dari putranya.

Suara pluit menandakan pemberhentian kereta telah sampai, Aiyla berusaha membangunkan putranya yang juga masih tertidur dengan nyenyaknya.

"Nyonya apakah anda akan berhenti pada pemberhentian ini? Sapa seorang wanita paruh baya yang duduk disisi bangku sebelah kanan dirinya.

Aiyla menganggukan kepala seraya tersenyum pada wanita tersebut. Berusaha kembali membangunkan putranya yang masih tertidur.

"Zam... Bangun sayang... Kita sudah sampai". Ucap Aiyla dengan lembut ditelinga putranya seraya mengusap lembut pundak anak lelaki tersebut.

"Apa kita sudah sampai dirumah aunti Gul? sahut putranya seraya mengusap mata dengan punggung tangan sebelah kanan.

Aiyla kembali tersenyum, lensung pipinya terlihat sangat jelas dikedua pipinya yang juga sama dimiliki putranya.

Aiyla menggandeng putranya menyusuri lorong kereta seraya menjinjing sebuah koper ditangan kanannya. Melangkahkan kaki keluar dari gerbong kereta pada stasiun pemberhentian tersebut.

Mencari sebuah tempat yang nyaman agar putranya bisa duduk selagi menunggu sahabatnya menjemput. Dirinya tak ingin putranya lelah berdiri dikarenakan kondisi putranya yang tengah sakit.

Terlihat bangku panjang dibagian sudut dipemberhentian kereta tersebut. Aiyla melangkahkan kaki menuju kesana seraya merogoh ponselnya yang terdapat didalam saku mantelnya.

Ditekannya keypad yang ada pada layar ponsel, dan berusaha menghubungi sahabatnya. Terdengar sapaan diseberang sana dari panggilan telpon tersebut.

"Aiyla kamu dimana? Aku sudah ada distasiun nih, posisi mu dimana? " Sahut Gul seraya berjalan dengan mata melihat kesegala arah.

Aiyla melihat sahabatnya itu dari kejauhan dan melambaikan tangan untuk memberikan tanda dengan posisi ponsel masih melekat didaun telinganya.

Ternyata sahabatnya itu dapat melihat lambaian tangan Aiyla dari kejauhan karena posisi ponselnya yang masih hidup terdengar suara Aiyla memangil namanya.

Rasa rindu tak terbendung lagi, kedua wanita tersebut saling melepaskan rindu dengan cara berpelukan yang sangat erat sekali.

Ada raut kebahagian terpancar dengan jelas diwajah mereka berdua, tanpa memperdulikan orang disekitarnya yang memperhatikan tingkah mereka.

"Hay... Ganteng... Ini Azzam kan". Sapa Gul pada anak lelaki yang juga sedari tadi memperhatikan ibunya dengan wanita yang menyapanya itu.

Azzam menganggukan kepalanya dan masih dengan wajah terpaku melihat kebahagian ibu dan wanita yang disamping ibunya tersebut

"Ayo sayang kita kerumah Aunti, mau es krim? Aunti sudah belikan buat Azzam". Ucap Gul pada anak lelaki tersebut seraya memeluk hangat putra Aiyla.

Sekali lagi Azzam menganggukan kepalanya dengan senyum tipis membingkai diujung bibirnya yang mungil.

🌵🌵🌵

Mobil berhenti pada sebuah apartemant, Gul mengajak Aiyla dan putranya menuju pintu masuk dan membantu membawa koper yang dibawa Aiyla

Aiyla menatap apartemant tersebut sebelum masuk kedalam, tempat tinggal sahabatnya itu sangat bangus dan terkesan mewah.

Dirinya yakin pasti tidak akan sembarangan orang bisa hidup dan tinggal disini. Tempatnya yang strategis terletak dipusat kota.

"Teryata kau sudah sukse Gul...Aku ikut senang.. Tapi kedatangan ku bersama putraku pasti akan merepotkan mu dan menjadi beban untuk mu". Ucap Ayla dengan wajah sendu.

Gul menghentikan langkahnya setelah mendengarkan perkataan sahabatnya itu. Diraihnya tangan Aiyla dan menggenggamnya dengan erat serta menatap dalam wajah sahabatnya itu.

Tatapan mata Gul seakan memberikan keyakinan pada diri Aiyla bahwa apa yang dipikirkannya adalah sebuah kekeliruan

"Jangan berpikir demikian, kita adalah sahabat. Sudah selayaknya aku membantu mu disaat seperti ini, kau bukan hanya sahabat ku melainkan sudah ku anggap saudari ku Aiyla... Dan putra mu juga sudah ku anggap adalah anak ku sendiri". Ucap Gul dengan mata berkaca-kaca.

Aiyla tak dapat membendung rasa haru mendengar perkataan sahabatnya itu, dipeluknya erat kembali wanita yang ada dihadapanya itu.

"Terima kasih ya Tuhan...Kau kirimkan penguat didalam hidupku melalui wanita ini". Batin Aiyla didalam hati dan bulir bening itu kembali menetes dari ujung matanya.

1
Fifi Yulfia Rifa
wahh cerita nya keren thor
Fifi Yulfia Rifa
bagus cerita nya thor
Astri Sulastri
lm banget toor nunggu kt 2 huruf ..semangat bacanya ada sedih ada senengy..
Sri Wahyuni
persis alurx zehrazat
Purnama Sari
elif ibu nya ergin pastinya
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Pink Panther
like👍
kutunggu kelanjutan bomlike kk di novelku Who is He ya, semangat nulisnya😁❤
🎆🎉Nurul Zakkibun Ohara🌈
mampir aku k,,,
Mommy Gyo
hadir lagi Thor salam cantik tapi berbahaya
coni
Aster hadir kak, semangat up-nya 🥰
bknsti
semangat
emy aysel
lanjut up kak
Jungkook wife
next
bknsti
lanjut semangat
Lenri Manik
lanjut
Pink Panther
2 like👍
likeback ke Who is He, ya😁💕
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat kak
Yeni Erlinawati
lanjut thor 💪 semangat
Protocetus
min main ke novelku pengembara dari papua
Galuh: otw langsung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!