Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1. Sang Pemikat Pria
Saya Winda wanita berusia 32 tahun yang sudah menikah dengan Johan selama 8 tahun pernikahan kami belum juga dikarunia keturunan walaupun kami belum memiliki keturunan namun rasa cinta dan sayangnya kepadaku tidak berkurang sama sekali.
Hidup rumah tanggaku bisa dikategorikan sebagai Keluarga yang cukup Harmonis. Aku dan suamiku, sukses dikarier kami masing-masing. Aku yang bekerja sebagai karyawati disalah satu bank swasta sedangkan Johan seorang kontraktor handal. Namun kesibukannya yang sering dinas diluar kota membuatku kesepian bila sedang dirumah sendirian tak ada teman yang menemani apalagi bila malam datang.
Aku pun mulai jenuh dan bosan, rutinitas yang setiap hari aku lakukan sangatlah monoton.
Titik puncak kejenuhan sudah sangat mengkhawatirkan. Aku pun mencari kesibukan lain untuk mengusir rasa jenuhku ini.
Untuk mengusir rasa jenuhku ini, selepas pulang kerja aku mulai sibuk berolahraga Padel ataupun Badminton bareng dengan teman kerjaku yang lainnya.
Namun ada salah satu teman kantorku yang berhasil mencuri perhatianku dia bernama Hendra Wijaya. Dia seorang yang humble & menyenangkan membuat hariku berwarna.
"Win, Besok abis pulang kerja padel yuk". Ajak Rianti dan Tika kepadaku. Dengan penuh antusias dan semangat mereka ingin maen padel lagi.
"Boleh, siapa aja yang mau ikutan,Tik". Balasku kepada Tika sang ketua.
"Ada Hendra, Nana, Budi lebih banyak besok yang ikut daripada kemaren kita maen". Ucap Tika dan Rianti dengan suara kompak dan semangat.
Kecantikan Winda pun semakin terpancar dengan mengenakan Pakaian olahraga padel dengan kulit bersih yang cocok dan serasi. Seakan dirinya menjadi Bintang dilapangan Padel tersebut. Semua mata tertuju kepadanya.
Hendra yang awalnya cuek pun ikut memperhatikan penampilan Winda yang makin cantik, seksi dan modis. Dengan mengenakan rok putih diatas paha dipadu dengan baju pendek lengan buntung. Yang semakin jelas mempertontonkan lekuk tubuhnya yang bagaikan gitar spanyol. Dengan pede nya Winda berlarian kesana kemari bermain Padel dengan temannya yang lainnya.
Pepatah Jawa kuno pun sepertinya terjadi didalam diriku ini yaitu : Witing Tresno Teko Jalaran Soko Kulino yang artinya Cinta datang karena seringnya mereka bersama-sama.
Ditengah lapangan padel mereka berolahraga dan bertanding bersama-sama, Menjadi ajang tempat berseminya benih-benih cinta antara dua insan manusia yang sudah memiliki pasangan hidupnya.
Hendra yang berwajah tampan dengan bentuk tubuh yang atletis dan mempunyai kulit sawo matang serta memiliki senyum yang manis dan ramah, membuat wanita yang pertama kali melihatnya langsung jatuh hati.
Sementara Winda yang cantik memiliki kulit putih bersih dengan lekuk tubuh yang bagaikan gitar spanyol serta mempunyai senyum khas yang menggoda.
Winda pun sudah lama mengenal Hendra selama bekerja di Perusahaan Bank Swasta, namun hubungan pertemanan mereka semakin dekat dan intens semenjak sepulang kerja mereka ada kegiatan lain diluar kantor seperti olahraga Padel, Badminton dan Nobar serta Mabar.
Semakin lama semakin intens dan semakin akrab mereka menjalin yang bertopengkan pertemanan tersebut. Namun dibalik pertemanan mereka ada dua insan manusia yang saling jatuh cinta.
Diam-diam Winda dan Hendra pun sering pergi berdua saja tanpa kehadiran teman-teman yang lainnya.
"Dra, jalan yuuk main di resto yang di Tebet Barat itu sekarang sedang viral lho". Ajak Winda kepada Hendra dengan excited.
"Boleh Win, tapi jangan sekarang ya belum gajian". Ucap Hendra kepada Winda dengan nada memelas.
"Udah gampang kalau soal uang mah, Dra". Balas Winda mengajak Hendra.
"Nonton yukks... Gue liat ada film bagus lho. Ada idola gue Hans main Film, Arya Saloka" Ajakan Winda dengan nada merayu kepada Hendra".
"Sorry Win, bukannya nolak nie tapi tanggal tua belum gajian tau sendiri kan ATM gue dipegang sama istri."Jawab Hendra kepada Winda dengan terus terang.
"Udah kalau soal uang gampang, Dra. gue bayarin deh". Jawab Winda kepada Hendra.
Begitulah keseharian Winda dengan Hendra sepulang kerja mereka pergi berdua, entah itu nonton film, nonton konser atau bahkan makan di resto cafe.
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu dan Bulan berganti bulan. Pertemuan Winda yang intens dengan Hendra menumbuhkan benih-benih cinta dua sejoli ini yang sudah mempunyai pasangan dirumah masing-masing. Mereka sadar mereka sedang bermain api. Yang suatu saat bisa meledak seperti boom waktu.
Kedekatan Hubungan mereka berdua pun mulai tercium oleh Tika..Namun Winda menepis rumor miring antara dirinya dengan Hendra.
"Loe punya hubungan apa sama Hendra, Win?.
Tanya Tika to the point kepada Winda tanpa basa basi.
"Gue sama Hendra, gak ada hubungan apa-apalah, hanya sebatas teman saja kok, Gak Lebih". Balas Winda Kepada Tika dengan nada membantah.
Kue brownis yang dibuatnya tadi pagi pun, Dimasukan kedalam toples kecil serta kopi yang diracik sendiri dituangkan kedalam botol minuman ukuran sedang.
Pagi hari yang sedari malam sangat dinantikan oleh Winda kehadirannya..Ia tidak sabar menanti datangnya pagi yang cerah dengan penuh semangat dan gairah untuk melangkahkan kakinya menuju kantor tercintanya.
Suasana masih sangat sepi yang terlihat hanyalah petugas kebersihan yang sedang sibuk membersihkan dan merapikan ruangan kantor. Winda pun langsung menaruh sarapan paginya untuk Hendra dilaci meja kerjanya.
Toples kecil yang berisikan kue brownis hangat sengaja ia buatkan dari pagi dan sebotol minuman kopi yang diracikannya sendiri.
Ia ingin sang kekasih gelapnya ini sarapan dengan buatannya sendiri dengan ramuan dan racikan cinta yang penuh dengan kasih serta sayang itu.
"Sayang... sarapan untuk kamu sudah aku taruh dilaci kantor kamu ya". Ucap Winda kepada Hendra dengan menulis pesan. Winda pun senang sekali membuatkan makanan untuk orang yang sangat ia cintai.
Selain membuat sarapan untuk Hendra, Winda pun membuatkan makan siang buat kekasihnya itu. Hendra pun merasa beruntung begitu dicintai dan diperhatikan oleh Winda.
Winda begitu tergantung dengan Hendra begitu pula sebaliknya. Makan siang Hendra hanya mau makan yang dibuatkan oleh Winda sementara makanan yang dibuatkan oleh istrinya Hendra diberikan ke Ob dikantornya.
"Bang Udin udah makan siang belum bang nie gue bawa bekal dari rumah, sayang kalau gak kemakan". Tanya Hendra kepada Bang Udin ob dikantornya dengan penuh perhatian.
"Mau lah, Pak Hendra rejeki gak boleh ditolak. Memangnya kenapa Pak Hendra sudah kenyang atau sudah beli makanan yang lain". tanya Bang Udin dengan nada senang.
"Gue lagi mau makan Ayam katsu campur kentang goreng, bang. Mantap kan pingin makan western food bang". Jawab Hendra kepada Bang Udin dengan nada kegirangan seperti anak kecil.
"Pak Hendra tadi pagi gue liat Bu Winda cantik banget sepertinya ada yang beda gitu hari ini darinya. Suami Bu Winda beruntung banget ya Pak Hendra. Gue kalau jadi Lakinya gak boleh Bu Winda kerja diluar rumah. Gue suruh didalam rumah saja". Obrolan Bang Udin ke Hendra dengan serunya.
"Wuusshh Bang Udin, gak boleh gitu itu kan hak suaminya yang boleh atau gak nya Bu Winda kerja didalam atau diluar rumah. Lagian perempuan cerdas kayak Bu Winda mana betah didalam rumah saja". Jawab Hendra ke Bang Udin.
Hendra pun semakin kagum dengan Winda Pacar rahasianya dikantor karena banyak pria dikantornya yang sangat menyukai kecantikan & kecerdasan Winda.
Perhatian kecil sedikit demi sedikit yang diberikan oleh Hendra setiap hari kepada Winda membuatnya selalu ingin bertemu dengan Hendra. Sehari tidak ketemu dengan Hendra ada rasa kangen dan rindu yang menggebu.
Begitu pula Hendra gak mau kehilangan Winda. Wanita yang membuat Hendra jatuh cinta lagi. Hendra merasa beruntung karena dicintai & dibutuhkan oleh Winda.
"Kenapa sih perasaan gue kayak gini ke Hendra. Sehari gak ketemu Hendra gue uring-uringan dikantor. Hendra lagi...Hendra lagi... kenapa dipikiran gue cuma ada Hendra sih. Loe kenapa sih Winda....". Batin Winda.
Bahkan bila sedang libur kerja Hendra masih sempetnya memberikan perhatian ke Winda.
"Sayang, kamu jangan lupa makan lho. Inget sayang kamu kan punya penyakit asam lambung jadi gak boleh telat makan". Ucap Hendar kepada Winda dengan penuh perhatian.
"Iya Hendraku.... Teddy bearku... Ini aku mau makan siang nie. Aku sedih sayang dirumah sendirian. Suamiku lagi dinas ke Sulawesi 2 Minggu. "Ucap Winda kepada Hendra dengan nada sedih dan kesepian.
"Sabar yaa Sayangku besok dikantor aku temani kamu yaa. Sini.. Sini...Tak peluk & tak cium". balas Hendra dengan nada senang kepada Winda kekasih gelapnya itu.
Sementara istri Hendra yang sedang repot berjibaku mengurus anak & rumah. Hendra hanya main handphone saja sibuk chattingan dengan pacar rahasianya si cantik Winda. Sekalipun Hendra tidak pernah membantu istrinya melakukan pekerjaan rumah.
Kalau sedang didalam rumah Hendra seperti punya dunia sendiri. Hanya sibuk chatingan & sibuk pula memberikan perhatian
ke pacar rahasianya yaitu Winda Pitaloka Putri. Wanita sang pemikat Pria. Wanita Cantik, Cerdas namun juga lembut.
Hendra yang dulu sebelum mengenal Winda kini telah berubah. Bila dulu didalam rumah selalu ringan tangan membantu sang istri melakukan pekerjaan rumah. Namun kini Hendra berubah sang istri pun hanya bisa sabar & memaklumi Hendra yang dikiranya sedang capek setelah seminggu bekerja dikantornya.