NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Hari yang sial benar-benar tak ada di kalender, Di sebuah Desa yang berada di Bandung, hujan deras mengguyur sebagian wilayah di sana. Rintikan air hujan, terus membasahi tubuh wanita cantik dengan gaun putih penuh dengan bercak darah yang mulai menghilang. Terbawa aliran, rintikan air hujan.

"Siapapun tolong" Tangisan wanita itu pecah dan luruh bersama air hujan.

Wanita itu, kini sudah tak lagi kuat untuk berdiri, ia duduk bersandar di bawah rindangnya pohon besar saat hujan besar itu. "Srukkkk srukkkkk" Terdengar suara langkah kaki yang semakin dekat, tak hanya satu, lebih dari 5 orang. Wanita yang sejak tadi menangis, sebari terus meringis kesakitan itupun. Langsung membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangan.

"Hai, istriku, apa kabar?" Wanita itu menatap sepatu hitam di depannya, sontak ia pun langsung mendongak ke atas.

"Hai" Ucap pria itu, dengan nada yang terdengar menakutkan.

Pria itupun berjongkok di depannya, "Mau kemana sayang, ada tanda tangan yang harus segera kau urus!"

Pria itupun memberikan isyarat kepada para pria berjas hitam untuk segera membawa wanita itu pergi dari hutan.

Mereka menyeretnya, menarik lengannya secara paksa, hingga sampai ke tepian hutan, tepat di sebuah jalan kosong dan sepi. Lalu memasukkannya ke dalam mobil dengan paksa.

Di dalam mobil itu, pria yang merupakan suaminya itu berbisik padanya. "Kalau kamu menurut sejak awal dan serahkan semua harta itu, aku tidak akan bertindak sejauh ini Aurora" Bisiknya sebari tersenyum menyeringai melihat istrinya, yang tengah menderita.

"Jalan!" Titah Pria itu kepada supir di hadapannya.

Disisi lain.........

Di sebuah Perusahaan besar, di salah satu kota Jakarta, Seorang wanita muda berkacamata. Dengan rambut sanggul yang mirip seperti pegawai bank. Kini tengah memimpin sebuah rapat, di perusahaan itu. Dia adalah Maudy, Seorang wanita gila kerja, yang sering di sebut wanita robot oleh rekannya.

Bahkan saat ini, ia tengah menggantikan bosnya untuk melakukan rapat di perusahaan itu. Lalu di manakah bosnya saat ini?

"Jordan, kau sedang apa di sini. Bukannya ada rapat?" Ucap Manager lain yang memergokinya tengah makan siang di sebuah Restoran mewah dengan pacarnya.

"Sudahlah Alex, kau itu lebih baik diam saja! Bisakan? Lagi pula, sudah ada yang menggantikanku memimpin rapat hari ini." Ucapnya, sebari meminum secangkir kopi.

"Dengarkan itu" Ucap pacar Jordan sambil mengiris daging stik dengan garpu dan pisau.

Jordan pun tersenyum, hal itu membuat Alex ikut tersenyum walau harus terpaksa. "Harusnya aku yang bertanya padamu, sedang apa kau di sini Alex. Bukannya saat ini sedang ada rapat?"

"Astaga, benar juga loh sayang. Kau pasti bolos ya Alex" ucap wanita itu mencoba memanas-manasi pacarnya.

"Sudah aku duga, ini pasti akal-akalan mu" Ucap Jordan yang tadinya senyum langsung berubah 180 derajat kepada Alex.

"Sedang apa? Kau di sini? di saat jam kerja" Sorot mata Jordan yang tajam, membuat Alex terlihat panik bukan main.

Alex kemudian menunjukkan proposal investasi dengan beberapa investor dari luar negeri. Sontak raut wajah pria itupun kembali berubah tersenyum. "Ok, aku tak akan tanya lagi"

"Ok pak Jordan yang terhormat, kalau begitu saya izin undur diri"

"Iya sana, pergi aja gih. Ganggu saja kau jadi obat nyamuk di sini" Ujar pacar Jordan, yang memang tidak suka moment romantis mereka saat ini. Di ganggu oleh orang asing.

"Yang ku lakukan ini juga merupakan pekerjaan pacarmu, Aku lagi aku lagi yang harus ketemu investor, dasar bos koplak." Ucapnya Alex lirih sambil berjalan pergi.

DG TRONS Grub, sebuah perusahaan besar dengan bangunan gedung yang menjulang tinggi. Perusahaan ini, bergerak di bidang Elektronik yang telah mendunia.

Di perusahaan itu, kini tengah melakukan sebuah rapat besar di mana sebagian besar para petinggi perusahaan, terus melakukan komplain selama rapat itu tengah berlangsung.

"Cukup sekian rapat untuk hari ini, tanggapan kalian akan saya laporkan langsung ke pak Jordan." Maudy menata laporan serta proposal rapat.

"Brakkkkkkkkk" Salah satu Direktur yang tak terima, membanting salinan proposal laporan yang Maudy sempat beri beberapa jam yang lalu.

Maudy hanya menatapnya, tersenyum palsu walau dalam hatinya. Ia terus mengumpat lantaran hal tak sopan yang Direktur itu lakukan.

"PRESIDEN DIREKTUR MACAM APA YANG MENYERAHKAN RAPAT DAN MALAH MENYURUH SEKERTARISNYA MEMIMPIN RAPAT?" Teriak Pak Andre, Direktur Penjualan. Ia memang sangat sensitif dengan orang yang ingkar janji, itulah sebabnya kenapa hari ini ia sangat marah dengan Pak Jordan.

"Mohon maaf pak, namun di sini saya hanya menyampaikan apa yang pak Jordan sampaikan kepada saya. Saat ini beliau sedang tidak dapat di ganggu!"

"Ayolah Maudy, sikapmu inilah yang membuat pak Jordan semakin manja. Jika dia memang kompeten maka selesaikan masalah ini!"

"Siapa yang berani bilang aku tidak kompeten"

Seorang pria tampan berjas hitam masuk dengan beberapa orang di belakangnya. Siapa lagi jika bukan Jordan Wiliam Pemilik dari DG TRONS, Seorang miliader yang mempunyai banyak harta serta aset di beberapa negara.

Kehidupannya sangat mewah, dia bukanlah perintis. Dia adalah seorang pewaris putra dari Jason Will. Dia adalah penerus satu-satunya pada keluarga itu.

Ibunya juga merupakan wanita sosialita tingkat atas. Hidupnya sempurna , apapun yang ia inginkan akan ia miliki hanya dengan mengacungkan tangannya.

"Pak Jordan, Anda sudah kembali rupanya" Ucap Maudy sambil memberikan laporan tentang rapat hari ini.

"O, jadi aku tidak kompeten ya, lalu apa ini. Jordan Wiliam bukanlah apa-apa tanpa DG TRONS. HA HA HA HA HA, hei bilang saja bahwa kau iri brengsek."

"Kerja bagus Nona Sekretaris," Jordan mengedipkan satu matanya pada Maudy, Wanita itu terkejut bahkan pipinya sempat merona beberapa saat.

"Ok, siapa yang bilang aku tidak kompeten, sekarang aku tanya, apa kau bisa menyelesaikan ini hanya dalam satu malam?" Jordan membuka koper yang di berikan oleh asistennya, Roy. Pria itu memberikan sarung tangan hitam kepada Jordan, dan pria itu pun langsung memakai sarung tangannya.

Jordan membuka koper itu, ia mengambil ponsel yang sama dengan apa yang menjadi bahan rapat hari ini, Ponsel itu bahkan jauh lebih bagus, lebih terbarukan serta jauh lebih canggih di bandingkan sebelumnya yang sempat gagal.

"Chip ini jauh 1000 kali lebih baik di bandingkan yang kalian buat kemarin, jauh lebih cepat serta jauh lebih berguna. Model ponselnya juga simple, baru, dan tampilannya juga jauh lebih menarik, cocok untuk para gen z, bukankah begitu Pak Andre."

Pak Andre yang suka menjilat itupun langsung mengubah ekspresi wajahnya hanya dalam sekejab.

"O ho ho benar, ini benar-benar sangat bagus, sangat cocok dan berkelas sama seperti Anda Pak Jordan. Semuanya tepuk tangan untuk Presdir kita yang hebat!" Semua pun bersorak, mereka bertepuk tangan atas suksesnya pengembangan produk terbaru yang Jordan buat.

Namun pria itu tak senang, ia menaruh ponselnya kembali koper. Roy menutup koper itu dan lekas mundur, berdiri di samping Maudy dan beberapa Manager yang tak sempat ikut rapat pun, kini hadir datang bersama Jordan.

"Lalu sekarang siapa yang tidak kompeten?" Tanya Jordan pada Andre.

"Mampus si Andre itu, sudah tua nggak ngerti fashion, masih menjilat orang untuk naik jabatan. Sekarang malu sendiri dia jadinya" bisik Alex pada Maudy.

"Pak Alex kalau masih mau aman juga lebih baik diam. Pak Andre hanya satu tingkat di bawah pak Jordan." Maudy dengan tegas memperingatkannya.

"Rapat selesai hari ini, Semuanya boleh kembali ke tempat kalian masing-masing!"

Semua masih diam, tak ada yang bergeming atau bahkan pergi meninggalkan tempat itu.

"KENAPA SEKARANG MALAH DIAM, BUKANNYA TADI SEMUANYA MINTA UNTUK SELESAI CEPAT RAPATNYA. TUNGGU APA LAGI, BUBAR!!!!!" Semua pun langsung pergi, terkecuali Maudy dan Roy yang memang merupakan kaki tangan Jordan, secara langsung.

"Pak Jordan, semua ponsel ZX yang terbaru di pasaran, kini telah di kembalikan. Semua ponselnya mati saat peluncuran kemarin bahkan ada beberapa yang meledak. Sebagian lagi ada yang eror. Lalu bagaimana rencana kita pak. Investor sebagian menarik investasinya untuk ZX" Ucap Maudy dengan begitu panik.

"Chil Maudy, tenang saja saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kamu bawa saja koper ini ke Maya, biar dia yang bawa ke London. Dan kalian jangan kawatir soal Investor, saya yang akan ganti."

"Pak bukannya itu sama saja dengan gali lubang tutup lubang." Ucapan Roy memang ada benarnya.

"Jordan, kamu bilang cuma sebentar" Ucap seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke kantor.

Wanita ini Anne, dia adalah pacar Jordan, dia cantik dan seksi, sayangnya dia benar-benar sangat tidak peduli dengan Jordan dan hanya peduli akan dirinya.

"Anne, maafin aku. Kamu tahu sendiri kan jabatan aku di sini bukan main-main. Jadi kamu tolong pahami ini."

"Lalu aku harus tunggu kamu sampai kapan, dalam satu minggu. Kamu hanya bisa ketemu aku 1 kali, dan minggu ini kamu hanya bisa ketemu aku hari ini. Sekarang kamu bahkan nyuruh aku untuk tunggu kamu?" Anne melipat kedua tangannya kesal dengan sang pacar. Ia merasa di abaikan dan bahkan di acuhkan oleh Jordan akhir-akhir ini.

"Sayang, aku mohon tolong kamu ngerti. Aku masih ada proyek besar di sini. Nggak bisa lepas tangan gitu aja."

"Tapi kamu punya asisten sekaligus sekertaris apa itu kurang untuk bantu kerja kamu. Tapi ya sudahlah, kalau kamu mau aku maafin beliin aku tas Dior terbaru, dan o iya aku lupa. Adik aku minggu depan harus bayar kuliah, kamu pasti kasih kan uang bulanannya ke aku?"

Jordan hanya mengangguk, ia dengan cepat langsung menunjukkan bukti transfer itu kepada Anne.

"Ok, aku mau jalan-jalan. Kamu nggak boleh ikut karena aku masih marah sama kamu. Dan o iya baju pengantinnya aku mau yang mewah. Tempatnya juga aku udah pilih, pokoknya bagus banget. Kamu cuma perlu siapin uang!" Anne pun pergi, ia bahkan pergi begitu saja. Menaruh luka pada Jordan yang kemudian membuatnya langsung lemas seperti orang yang terkena tipes.

"Pak Jordan nggak papa kan pak?" Tanya Maudy yang cemas dengan bosnya itu.

"Coba kau lihat ini Maudy, apakah aku benar-benar terlihat baik-baik saja?" Maudy pun menggeleng.

"Maaf pak"

"Ah sudahlah, aku lelah 2 minggu tidak libur. Kalian urus tugas kalian, aku akan urus pekerjaan yang lainnya" Jordan pergi ke ruangannya, ia benar-benar seperti robot yang gila kerja. Sayangnya sebagian staf hanya melihatnya sebagai orang cowok gila yang tergila-gila dengan Anne, bahkan setiap minggu sering meninggalkan kantor untuk membuat pacarnya senang. Padahal dalam 1 bulan ini laki-laki itu terus bekerja dan hanya libur 2 kali dalam satu bulan ini.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!