NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Ruby Sterling

Rubi berada di rumah sakit di mana Neneknya dirawat. Dia duduk di samping brankar sambil menggenggam tangan neneknya yang sangat kurus dan pucat.

"Nenek! Apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak pergi meninggalkanku?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

"Aku sudah melakukan segala cara untuk menghasilkan uang. Tapi masih kurang banyak! Apa aku harus melakukan hal keji itu?" gumamnya dengan air mata yang sudah menetes.

"Nenek! Cuman kamu yang aku punya! Bertahanlah, jika kamu pergi, aku akan menyusulmu!"

Rubi bersandar di kursi sambil memejamkan mata. Dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi, dia seperti berada di jalan buntu. Dirinya sudah diambang batas, dia putus asa, dan akhirnya ingin menyerah.

Selang beberapa menit, Rubi teringat dengan orang aneh yang dia temui di atas jembatan. Dia beranjak dan mencari novel yang berada dalam tas nya.

Rubi membaca sampul buku novel itu sambil mengingat ucapan pria asing itu. "Semuanya akan baik-baik saja!"

"Apa maksudnya?" gumam Rubi sambil mulai membaca novel itu yang berjudul ( DI UJUNG KEGELAPAN )

Rubi hanyut dalam dunianya, dia awalnya tidak tertarik untuk membacanya. Tapi makin lama, makin membuatnya penasaran. Sehingga dia membacanya sampai Tamat dalam waktu 1 jam.

"Ceritanya sangat menarik! Tapi Pemeran Utama wanita yang terlahir kembali sangat egois. Hanya karena hadiah yang dijanjikan, dia mengorbankan banyak nyawa.!"

...----------------...

Cahaya matahari yang menerobos masuk Ventilasi mengusik tidur Ruby. Dia membuka mata secara perlahan.

"Kenapa rasanya aku tidur sangat nyenyak?" gumamnya sambil menutup mata kembali. Kasur dan selimut yang sejuk, membuatnya sangat malas untuk bangun.

Namun sedetik kemudian, Ruby tersedar. Dia terperanjat dan langsung duduk, dia melihat sekeliling dengan perasaan takut, dia sudah tidak di ruang inap Neneknya.

"Ini di mana?" gumamnya dengan gelisah.

Pantas saja dia bisa tidur dengan nyenyak, karena dia terbaring di atas kasur yang sangat empuk, tidak seperti yang sering dia gunakan di ruang inap Neneknya, hanya ada sebuah tikar lusuh.

Ruby beranjak, jika dirinya diculik, bagaimana dengan Neneknya yang harus tinggal sendiri.? Tapi penculik mana yang begitu baik hati, sampai menyiapkan kamar sebagus ini?

"Aku harus cari jalan keluar!" Sahutnya yang berniat kabur.

Ruby membuka jendela secara perlahan, dan pemandangan di luar membuatnya terpaku. Rumput hijau membentang luas, tetesan air hujan menetes dari pohon dengan sinar matahari pagi.

"Sangat indah!" Ruby malah mengagumi pemandangan yang memanjakan mata, sampai dia lupa dengan keinginannya yang ingin kabur.

"Sebenarnya aku lagi di mana?" dia kembali bertanya-tanya setelah melihat tembok yang begitu tinggi mengelilingi hamparan rumput hijau.

Saat dirinya sedang berpikir keras, Ruby merasakan pusing, rentetan ingatan melintas di pikirannya yang membuatnya sulit untuk percaya.

"Hhaaahh..!!" Ruby menghela nafas berat. Dia berjalan ke sebuah cermin untuk berkaca, dan ternyata ingatan yang melintas dipikirannya adalah ingatan pemilik tubuh.

"Jika rohku berpindah ke tubuh orang lain, bagaimana dengan tubuhku? Apa aku sudah mati? Tidak. Bagaimana dengan Nenek?" Ruby kembali dibuat takut dan gelisah.

Dia segera mencari ponsel dan menemukannya di dalam laci. Dan Ruby dibuat sangat terkejut melihat tanggal dan tahun berapa sekarang.

"Ada apa ini? Sebenarnya aku ada di mana? Kenapa tahunnya berbeda? Bagaimana aku bisa bertemu dengan Nenek? Nenek, maafkan aku!"

Klek

Pintu kamar Ruby terbuka, Seorang wanita paruh baya dan Wanita dewasa yang sedang hamil besar masuk ke dalam kamar dengan raut wajah khawatir.

"Ruby! Dek, Kamu kenapa? Apa kepalamu sakit lagi?" Tanya sang wanita hamil sambil menggenggam tangan Ruby

Ruby tidak menjawab, dia hanya menggeleng sambil memejamkan mata. Ingatan pemilik tubuh masih terus melintas dipikirannya sampai kejadian semalam.

Pemilik tubuh juga bernama Ruby, dia terpeleset di kamar mandi, dan kepalanya terbentur di bak mandi.

Sang Ayah ingin mengajaknya ke rumah sakit tapi Ruby menolak, dia hanya meyakinkan Ayahnya jika dirinya baik-baik saja, dan di saat dirinya tertidur, di situlah jiwa lain mengambil alih tubuhnya.

"Ibu! Kakak! Aku baik-baik saja!" ucap Ruby sedikit canggung. Dia seorang yatim piatu, ini baru pertama kalinya dia memanggil seseorang dengan sebutan Ibu.

Dari ingatan pemilik tubuh, Wanita yang sedang hamil besar itu adalah Kakak iparnya.

"Nak! Kita ke Rumah Sakit!" ajak sang Ibu yang masih khawatir melihat kondisi Ruby.

Ruby terdiam, dia masih bingung dengan kejadian yang menimpanya. Sebenarnya dia berada di mana?

"Ibu gak perlu!" balas Ruby berusaha meyakinkan mereka. Kapalanya pusing bukan karena bekas benturan, tapi karena ingatan pemilik tubuh yang menerobos begitu saja.

"Emm baiklah. Ibu ambilkan sarapan, kamu makan di kamar saja!" ucapnya sambil mengusap kepala Ruby dengan pelan.

Ruby mengangguk kecil, dia berusaha untuk tidak menangis. Ternyata begini rasanya mendapat perhatian dari seorang Ibu.

Setelah Ibunya keluar dari kamar, Ruby menatap wanita yang sekarang menjadi Kakak iparnya.

"Kak! Kamu seperti sedang hamil anak kembar!" Ruby berusaha bertingkah seperti pemilik tubuh.

Wanita itu tertawa kecil sambil menepuk pundak Ruby dengan pelan. "Ternyata bukan cuman aku yang merasakannya! Tapi hasil USG bayi nya cuman satu!"

"Siapa tau yang satunya lagi ngumpet! Soalnya perut Kak Maura kelihatan lebih besar!" ucap Ruby dengan serius.

Ruby sudah setahun tinggal di Rumah Sakit untuk merawat Neneknya, dan hampir setiap hari dia bertemu dengan ibu hamil, jadi bisa dikatakan, dia sudah terbiasa dengan ukuran perut Ibu Hamil.

Dan kondisi perut Kakak iparnya yang besar dan menonjol, benar-benar terlihat seperti sedang mengandung bayi kembar.

Maura mengusap perutnya sambil tersenyum, dia sudah merasakan tanda-tanda itu di awal ke hamilan, apalagi ukuran perutnya tidak normal.

"Ruby! Aku juga sudah katakan itu pada Kakakmu! Tapi Leo gak percaya, dia memilih percaya dengan hasil USG.!" balasnya dengan nada sedikit kecewa.

"Kak! Bagaimana dengan detak jantungnya?" tanya Ruby lagi.

"Cuman ada satu!" itulah yang membuat Maura tidak ingin terlalu percaya dengan instingnya jika dirinya sedang hamil kembar.

Melihat raut wajah Kakak iparnya yang sudah mulai berubah, Ruby tidak lagi bertanya. "Kak, gak usah dipikirin! kita juga bakalan tahu, setelah Kak Maura melahirkan!"

"Hmm..!"

Obrolan terhenti saat Ibu Ruby masuk sambil membawa nampan. Ruby sarapan dengan perasaan campur aduk. Bahagia, gelisah dan takut.

Dia bahagia karena akhirnya merasakan yang namanya kasih sayang seorang Ibu. Tapi dia gelisah, karena dia tidak tahu di mana dirinya berada, dan yang membuatnya takut, adalah kondisi Neneknya.

Setelah sarapannya habis, Ruby keluar dari kamar untuk menuju dapur. Ternyata ada beberapa pelayan yang bekerja, mereka semua menyapa dengan ramah.

"Eh Non, kanapa tidak simpan dalam kamar saja?" tanya seorang pelayan sambil mengambil nampan di tangan Ruby.

"Bibi. Aku bosan di kamar!" jawab Ruby dengan jujur. "Di mana Kak Maura dan Ibu?" tanyanya sambil celingukan. Rumah itu lumayan besar.

"Nyonya ada di halaman belakang!"

Ruby mengangguk, dia segera pergi ke halaman belakang. Karena menerima semua ingatan pemilik tubuh, dia seperti sudah menghafal seluk beluk rumah tersebut.

Tiba di halaman belakang, Ruby melihat Maura sedang senam Ibu hamil yang ditemani oleh sang Ibu.

Melihat kedatangan Ruby, membuat sang Ibu sedikit khawatir, tapi karena Ruby sudah terlihat baik-baik saja, akhirnya dia membiarkannya untuk duduk di halaman.

Sang Ibu meminta izin untuk ke kamar mandi terlebih dahulu, dan mengingatkan Ruby untuk menemani Maura, wanita itu tidak boleh dibiarkan untuk berkeliaran seorang diri

"Kak. Ayah dan Kak Leo pada kemana.?" tanya Ruby penasaran.

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!